Jika kamu seorang yang menganggap perempuan sebagai makhluk kelas dua, maka film ini benar-benar untuk anda .... Silakan menyaksikan di bioskop tgl 24 Desember nanti. Maaf jika ada yang tidak berkenan. Peringatan keras bagi yang punya pemikiran anti kebebasan, silakan jauhi film ini daripada nanti anda sakit hati ....
Download this and other original video files with Multiply Premium. | wow! Very interesting.. Akan ditayangkan di singapura ngga? |
 | insya Alloh ..... yang jelas ada program ikut di singapore int film festival |
 | patah2 nih saya nontonnya
hmm, tokoh cowoknya...Oka again? |
 | Reva aktingnya oke yah semoga memberi pencerahan bagi dunia perfilman and more sukses mas Hanung |
 | perempuan sebagai makhluk kelas dua --> lalu siapa yang kelas 1 dan 3 nya, mas..? hihihihhihihihihihihi
nonton ah posting di fesbuk gak mas..? |
 | penasaran sama adegan Kampanye Motor Parpol tahun 1996 nya. Sayang gak ada di triler.....he..he.... muncul "Mega Bintang" gak mas..? :) |
 | Ini adaptasi dr novel jg ya mas? |
 | he..he..he.. menarik nih :D |
 | Ini film yang seharusnya di perankan Saskia Mecca ya? Revalina keknya oke deh...
Oia, Oka juga Oke tuh... Kemaren s4 kepikiran kalo dia lebih cocok jadi Fachry di AAC...
Oke, ditunggu! |
 | selalu....jadi penasaran nih filmnya..... |
 | selalu....jadi penasaran nih filmnya..... |
 | mas Hanung ceritanya ttg ap siy? |
 | weh....semoga tidak sama dengan novelny nung. pernah kuresensi jug atuh novelnya....udah lama banget....aku sendiri nggak begitu tertarik ceritanya...etrlalu banyak yang berlonmcatan....semoga film ini ndak yah.... |
 | novelnya memang tidak bagus secara struktur dan plot ... tapi temanya menarik ... film ini agak jauh dari novelnya. Kalo Novelnya bicara tentang cinta, perkawinan dan hak wanita dalam sex dalam rumah tangga. Kalau film ini lebih kepada perjuangan wanita menentukan posisinya dalam keluarga dan islam ... |
 | Will it be shown in Kuala Lumpur? |
 | ok....aku akan coba nonton...biasanya aku nggak pernah mau nonton novel yang difilmkan....semacam laskar pelangi yang super amburadul itu. aku lebih seneng pilih salah satu saja. kalau u betul katakan itu, asyik juga transformasi yang kamu lakukan nung. semoga nggak kayak ayat2 cinta yah.... |
 | congratulation! mudah2an filmnya sukses. AMIN. |
 | congrats... ditunggu premiernya. All the best. |
 | Hahaa, I saw the trailer.. You like to use that fonts to introduce the stars and crews heh :) |
 | mas hanung ijin download trailernya ya , thx |
 | kok beda sama novelnya mas? waduh? |
 | kok ada sinopsisnya.?.minta dikirimkan ke
faza4peace@yahoo.com |
 | Saya menunggu film ini sejak Ayat-Ayat Cinta keluar (saat itu saya membaca berita di Jakarta Post bahwa anda akan membuat film ini dan film "Doa yang Mengancam"). Sayang saya sudah tidak berada di Indonesia.
Oh yah.. itu bukunya Pram yang dibakar di adegan iklannya yah?
|
 | Film baru lagi ya?
Moga sukses |
 | bener tanggal 24? kok nggak ada trilernya di tv? hahai.. |
 | dimundurin tanggal 15 Januari ... Maafkan |
 | pdhl hr ni dah nunggu loh, ternyata katanya diundur :( |
 | wah..di Qatar mah atuh susah...!,nunggu nongol di youtube lamaaaaaa...hehehe mau pulkam ke indo juga masih lamaaaaaa...judulnya ajah udah berselera ingin nonton mas..! |
 | jadi pengen nonton nehhhh |
 | Hiks ... aku udah kembali ke Malaysia nih. Tanggal 28 nanti.
Padahal udah rencana mau nonton film ini, gak papa deh aku nunggu rilis di Malaysia aja :) |
 | nanti klo udah nonton, aku mau bwt reviewnya :) |
 | dapat soundtreknya dimana ya?
|
Comment deleted at the request of the author.
 | Wah sayang di tempat kami belum ada XXI. Harus ke Jakarta atau paling tidak ke Balikpapan..(beginilah nasib orang "pedalaman"). |
 | Siap..... Film nya sudah ditunggu-tunggu nih... |
 | Asli Mas, Film-e apikk..... |
 | Mas Hanung,
Mohon maaf, berikut ini kesimpulan dari saya setelah menonton Film PBS. Ada beberapa point yang saya bisa simpulkan:
1. Pelecehan kepada birokrasi Pesantren
Mengapa di sebut pelecehan? Saya melihat bahwa sisi positif dari Pesantren tidak ada sama sekali di Film tersebut, semua adegan dan alur cerita yang merupakan buah cibiran dan hinaan akan Pesantren Salafiyah NU. Seakan-akan Pesantren sebagai tempat yang menyeramkan dan penuh kebiadaban.
2. Mengenaralisir keadaan Boleh jadi memang benar ada beberapa sikap keras yang dilakukan Kiyai atau Ustadz di Pesantren, namun yang pasti itu hanya bagian kecil/segelintir tidak bisa di jadi sebuah Film yang menggambarkan seakan-akan Pesantren Salafiyah mengejarkan hal-hal yang mengekang kebebasan.
3. Mengajarkan Free Sex Dalam salah satu adegan, tokoh Annisa bertemu dengan teman semasa Pesantren di salah satu kos di Yogya. Yang membuat miris, temenya tersebut sedang berduaan di kamar dengn pacarnya (non muhrim). Kalau dari adegan film, semua penonton pasti sudah paham bahwa temenya Annisa melakukan hubungan yang sangat tercela (free sex). Anehnya dengan wajah tidak bersalah temanya Annissa mencibir ajaran Pesantren dengan berkata : Makanya kita dilarang berhubungan dengan Pria,.. Sungguh penghinaan terhadap ajaran Pesantren.
4. Mengajarkan Liberalisme Islam Dalam berbagai adegan, secara jelas dan nyata di FIlm tersebut mengajarkan Iiberalisme Islam. Bahkan saya akhirnya bisa menyimpulkan bahwa Film ini menceritakan awal mula terjadinya Liberalisme nilai2 Islam di Pesantren NU. Yang saat ini lahirlah tokoh2 Jaringan Islam Liberal: Ulil Abshor Abdala dan konco-konconya.
Yang jelas, Film ini sangat jauh dengan Film Ayat-Ayat Cinta sebelumnya, karena memang Novelnya juga beda.
Sekali lagi mohon maaf, bila kesimpulan saya kurang berkenan.
|
 | Assalamu'alaikum.... 17 januari lalu saya baru aja nonton PBS, untuk saya PBS sungguh sangat "Subhanallah", dari sisi penyampaian pesannya PBS jauh 5 kali lipat lebih baik dari AAC, tapi bukan berarti AAC jelek. dari sudut pandang angle kameranya semua film2 mas hanung apik tenan deh. film ini benar-benar indah, membuat saya merinding dan adik saya sampe nangis 3 kali waktu nonton.. he2.. saya memang belum baca novelnya... kalo kata mas hanung bilang plot n' strukturnya kurang bagus.. berarti anda sutradara yang berhasil menampilkan karya yang baik.., coz selama ini kebanyakan film yang diangkat dari novel biasanya lebih bagus novelnya dibanding filmya. Alhamdulillah.. akhirnya indonesia punya film berkualitas juga di tengah bermunculan film2 seks komedi or horor yang ga jelas jenis hantunya. yup!! jadi penasaran dengan film2 berikutnya dari mas hanung, mungkin film yang bertemakan kekeluargaan yang simple dari hal2 yang sederhana dari kehidupan sehari2 sekali2 perlu di angkat menjadi sebuah film, contohnya aja film dari singapore judulnya "i not stupid 2(too)" salah satu contoh film kekeluargaan yang banyak hikmahnya dan nilai2 yang bisa diambil... O ya... sekedar referensi banyak novel2 islami (tapi tidak semuanya bicara tentang islam) yang bagus menurut saya kalo diangkat mjd film. seperti karya2 Afifah Afra, Asma nadia, Helvy tiana Rosa, dlll.... Sukses buat mas Hanung semoga karya2nya bisa menjadi jalan hidayah buat siapa aja, n menginspirasi banyak orang untuk menjadi lebih baik....(amien..) |
 | Filmnya bagus deh... sippp bgt |
 | nedvedh wrote on Jan 26, '09, edited on Jan 27, '09 woowww ga sabar buat nonton....great trailer mas hanung....kita liat filmnya apakah bagus juga..???:D btw font yang dipake ko sama ya sama font yang di ayat-ayat cinta....hehehehe..it's not too important tapi agak sedikit mengganggu penonton setia film2 mas hanung.... |
 | PBS, Oke bangets...tgl 25 januari aju nonto,bahkan aku bela-belain ke 21 malang lho.. aktor oka lucu, kayak mantanQ..hehe.. aku suka adegan saat lek khudory mbuatin teh untuk istrinya Annisa...
|
 | rhome wrote on Feb 4, '09 Hanung Sakit luuuuuuuuuuu......... |
 | Seperti filmnya terdahulu AAC yang rasis, kini Hanung menyuguhkan kembali film yang kontradiktif yang mereduksi nilai-nilai keislaman. Ia sejatinya tidak menampilkan film Islam yang baik, tapi justru menampilkan film yang destruktif. Di mana Hanung Islam adalah sebuah objek yang dapat memberikan keuntungan finansial dan popularitas caranya dengan menyuguhkan polemik dengan mencitrakan Islam sangat tidak layak. Entahlah, sepertinya ini kesengajaan Hanung untuk meningkatkan popularitasnya. Sesuatu yang kontroversial terlebih dengan menampilkan image Islam yang fundamental cenderung akan menjadi populer. Sungguh sangat naif. |
 | Ada beberapa catatan yang tertangkap dalam Film "Perempuan Berkalung Sorban (PBS)" 1. Penegasan bahwa ada diskriminasi dalam ajaran Islam dengan menempatkan posisi perempuan di tempat paling rendah. 2. Pencitraan pesantren sebagai lembaga ortodok dengan para kyainya yang bebal dengan ajaran-ajarannya yang penuh kebencian. 3. Pencitraan pesantren sebagai sebuah tempat yang menyeramkan dan tanpa toleransi. 4. Pencitraan oleh HB bahwa liberalisme adalah solusi yang baik. 5. Mungkin menurut HB free sex adalah lebih daripada tinggal di pesantren. Itulah gambaran yang saya tangkap dari film PBS. Saya sangat yakin PBS adalah rekayasa imajinasi HB semata. Dia melakukan pembuatan film tanpa melakukan riset terlebih dahulu. Suatu opini yang tanpa didasari pakta hanya berupa khayalan bahkan cenderung menjadikan sebagai fitnah. Inilah letak keangkuhan dan kesombongan HB. Ia mengibaratkan seperti dewa yang mampu berbuat sesuka karena memiliki "kesaktian" merekayasa suatu film. |
 | kueren buener, angle shotnya pas! castingnya buagus buanget, gak nyangka Revalina S Temat aktingnya bener2 beneeeeeeer deh,,,,
pertama kali saya liat posternya di 21, aku berpikir, perasaan saya pernah dengar deh kata2 ini: "perempuan berkalung sorban", hmmm???
setelah telusur telusur dan mengembalikan memori saya akhirnya baru ingat, 8 tahun yg lalu (saya masih SD kelas 2) saya pernah membaca kata ini dari sebuah resensi novel di koran, yang menulis novel ini Abidah el Khalieqy, yg juga sering nulis cerpen, saya sering baca di koran juga, salah satunya yang saya ingat itu klo gak salah judulnya "Gugurnya Daun Mapple".
terus saya tonton sama ibu saya, merelakan waktu yang biasanya saya gunakan untuk ngotak ngatik soal fisika, (maklum, bentar lagi SNMPTN).
buagus banget deh, tak bisa terlukiskan dgn kata2, hehehe
saya pengen banget beli CD nya nti klo sudah kluar, buat anak saya di masa yang akan datang, bagus lo buat pembelajaran tentang hidup dalam kebebasan yang berprinsip,hehehehehe, 20 tahun lagi kali ya???
tapi sekedar saran aja nih, adegan dewasanya terlalu vulgar tuh, dan kekerasannya bikin gimanaaaa gitu..saya yang nonton aja sampe peluk ibu saya di samping,,,, lain kali jangan kayak gitu lagi, gak enak buat ditonton anak2 yg seumuran saya begini,(belum dewasa, tapi bukan anak2 lagi, remaja yang setengah2 lah)
itu aja yawh mas!!! makasih, sukron, danke, thanks, kamsahamnida, arigatou, matur nuwun.... |
 | hm.. Budaya Patriarki-Feodal Jawa emang demikian buruknya ya, Mas Hanung? |
Comment deleted at the request of the author.
 | dbaonkagain wrote on Feb 10, '09, edited on Feb 10, '09 |
 | Mas btw sampeyan riset dimana? (saya yakin sebagai sutradara film, peran riset pun tak kalah besar, sampeyan riset kan?? atau ??). Bisa nggak mas tunjuk salah satu saja pesantren salaf yang benar2 menggambarkan seperti film sampeyan. Saya cuma takut sudhzhon, sudhzon sama pesantren juga sama sampeyan.. (Saya cuma berhati-hati, menggunakan etika kedhaifan karena ilmunya cuma sedikit) sampeyan juga menghindari suudhzon dan berhati-hati kan pas waktu bikin film ini??? atau??? |
 | Film Hanung? Ah paling2 karya fiksi yg hanya bagus kemasannya lalu didramatisir sedemikian rupa seolah-olah kisah nyata. Buktinya? Setradisional apapun seorang santri perempuan, tdk mungkin dia memakai sorban sejenis kafiyeh Yasser Arafat sebagai kalung (seperti dalam poster filmnya), apalagi digambarkan si santriwati seorang perempuan yg berpikiran maju. Yg jelas, mending nonton film India yg dapat nominasi oscar itu lho... (tinung) |
 | "Peringatan keras bagi yang punya pemikiran anti kebebasan, silakan jauhi film ini daripada nanti anda sakit hati ...."
wah wah.... berarti orang yang mengkritik anda masuk golongan anti kebebasan semua ya mas hanung?
either you with us or with the terrorist.. gitu ya? :D |
 | Mungkin Mas Hanung mau membuktikan kebenaran (percepatan) Hadist ini :
Akan datang di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya saja, agama hanya bentuk saja, Al-Qur’an hanya dijadikan bacaan saja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut Asma Allah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga. Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat.
Semoga kita termasuk ke dalam golongan yang diampuni dan dirahmati Allah swt
Jangan sampai menepuk air di dulang memercik ke muka sendiri, Mas... |
 | mas hanung.... aku mahasiswa komunikasi di Unpad... mau mengadakan penelitian skripsi isinya tentang film PBS.. intinya tentang pengaruh film PBS ini thd peningkatan kognisi santri perempuan tentang kesetaraan gender, mas.. kira2 vcd PBS akan keluar ga mas??klo iya kapan??? i'm need it so bad... ^^ |
 | I watched the movie!! Very very very brilliant movie.. Choice of actors were superb.. COngratulations! Awaiting your next movie... *smilez* |
 | Peringatan keras bagi yang tidak paham Islam dan syariatnya secara mendalam ngga usah sok bikin film Islami daripada keliatan maksanya |
 | oalah.....dari postingan awal kok bicara melecehkan ini kek, itu kek,... padahal sama-sama islam. ayolah belajar mengkritisi aspek yang lain, misal: 1. ni film digarap oleh seorang sutradara ternama dengan biaya besar, tapi kok banyak kesalahan fatal dalam pengambilan gambarnya. coba lihat lagi filmnya, amati pada menit ke 55.30 , disitu tokoh utama memegang secarik kertas dengan posisi terbuka...amati tangan dan kertasnya terus pasti akan ketahuan kesalahan fatalnya.dan yang lebih bodoh lagi diulang hingga 2 kali shoot. kemudian lanjutkan hingga temannya keluar dan duduk merapikan kerudungnya....amati kerudung itu jatuh dari lehernya, tapi begitu kamera pindah posisi kerudung itu sudah rapi melingkar di lehernya. itu sedikit dari apa yang saya lihat sekilas. sangat disayangkan sutradara sekelas hanung seceroboh itu. |
 | memang manusia itu tidak ada yang sempurna..... |
| |