'Membuat Film adalah menciptakan kehidupan dalam layar yang bisa saja terjadi dalam kehidupan pribadi kita...' (Francis Ford Copolla) Aku tidak menyangka film berdampak besar kepadaku secara pribadi. Film tidak hanya menghantarkan aku dari sekedar seorang lelaki bengal asal jogja menjadi sutradara di jakarta, tapi juga menghantarkan aku dari mulai seorang lelaki yang ‘gelap’ agama, sampai merasakan cahaya hangat dari sang Khalik. Meski hanya secuil saja. Meskipun aku orang pertama yang tidak puas dengan hasil Ayat-Ayat Cinta secara karya sinema; Tapi aku harus mengakui, lebih dari apapun, film ini sudah merobah pandanganku terhadap karier, agama dan cinta. Cinta sering disempitkan hanya menyoal hubungan laki-laki dan perempuan. Cinta juga kerap diartikan keinginan memiliki terhadap orang yang dicintai. Ketika aku SMA, aku sering menyalahkan orang lain karena kebodohanku mengartikan cinta. Aku menganggap, cinta hanya diaktualisasikan dengan pacaran. Ketika sekolahku (SMA Muhammadiyah) melarang aku pacaran, aku menyalahkan sekolah. Aku juga kadang menyalahkan orang tua yang berfikiran sama dengan sekolahku. Karena itu sering terjadi benturan-benturan yang tidak hanya merugikan aku, tetapi orang lain: Sekolah, orang tua dan perempuan yang aku cintai. ‘Bisa tidak kamu sedikit menghargai perempuan?’ begitu Sari, adikku selalu bilang kepadaku ketika melihat aku selalu gonta-ganti pacar (kadang sering melukai perasaan perempuan). Aku cuma tersenyum. Sari tahu kalau nasehatnya itu hanya angin lalu saja buatku. Mungkin itu sebabnya, ketika aku memutuskan meninggalkan kuliahku di Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia, dan pindah ke FFTV – IKJ, ibu berpesan : ‘kalau kamu sudah bisa membuat film, buatlah film tentang agamamu.’ Film agama? Awalnya, film buatku hanya sekedar media ekspresi seniman. Ketika membuat film, seorang seniman seperti melukis. Gagasan-gagasan yang berkelindan di kepala harus dituangkan semuanya tanpa kompromi. Karena kompromi membuat karya menjadi tidak utuh dan cacat secara estetis. Jangankan film agama, film yang didalamnya memuat pesan moral, buatku sangat mengada-ada. Film adalah film. Agama adalah agama. Kebetulan, pemikiranku itu selalu bisa direaliasikan. Karenanya aku hanya senyum saja ketika ibuku berpesan begitu. Parahnya, aku seperti tidak membutuhkan nasehat itu. FILM AYAT-AYAT CINTA Membaca novel Ayat-Ayat Cinta membuatku muak. Aku tidak tahan melihat karakter Fahri yang too good to be true. Ganteng, pintar, alim dicintai perempuan-perempuan cantik secara bersamaan. Seolah begitu mudah perempuan datang kepadanya tanpa sedikit pun Fahri aktif melakukan pendekatan. Aku tidak selesai membaca novel itu sampai kemudian Jamal Hasan (Publish MD entertainment) menelpon saya dan memperkenalkan ke Manoj Punjabi (producer Ayat-Ayat Cinta) yang kemudian menawari saya untuk memfilmkan Novel tersebut. Jujur, Aku bingung. Apa yang harus aku lakukan dengan novel ini? Terlebih melihat tokoh utama di novel sudah tidak meyakinkan buatku. Tidak seperti tawaran film sebelumnya yang dengan gampang aku jawab: iya atau tidak. Film ini membuatku berfikir keras sebelum memutuskan. Lalu aku memulai kembali membaca cerita sampai (kupaksakan) habis. Ternyata, aku menemukan hal penting: tidak hanya soal CINTA yang dituliskan di Novel. Lebih jauh lagi, ada keikhlasan, kesabaran dan sikap toleransi, dimana dalam Qur’an ketiganya disebutkan (terutama sabar dan ikhlas, sebanyak lebih dari 100 kali dituliskan). Ketika aku membaca novel itu, mendadak ingatanku dibawa ke masa dimana aku nyantri di tempat Kyai Syirat-Klaten. Mbah Kyai tidak pernah menyuruh aku sholat, ngaji atau puasa. Padahal Kyai Syirat dikenal sebagai pribadi yang keras, tidak kompromi jika menyangkut soal Syariah Islam. Mbah Kyai hanya menyuruh aku tidur. ‘Wis turu wae. Kui luwih apik tinimbang liyane.’ (sudah tidur saja. Itu lebih baik daripada yang lainnya), kata beliau. Awalnya, aku bingung. Niatku nyantri untuk belajar agama. Tapi yang disuruhkan ke aku cuma tidur. Ternyata, kyai ingin bicara denganku tentang keikhlasan. Berbuatlah sesuatu dengan ikhlas seperti layaknya orang tidur. Disaat tidur, kita merelakan tubuh kita rebah di tempat rendah (lebih rendah dari kita berdiri maupun duduk). Rela terkapar tanpa ada pikiran-pikiran apapun. Padahal bisa saja, ketika tidur seseorang berbuat jahat kepada kita. Ilmu Ikhlas dan Sabar adalah bagian dari Ma’rifat Islam. Dikatakan, Ikhlas dan sabar bukan sikap nrimo. Tapi sikap yang didalamnya ada kerelaan untuk mengerti (Willing to Understand). Dan itu … sebuah perjuangan. Segera setelah aku baca Novel AAC, aku menyanggupi menyutradari film ini. Aku ingin belajar lagi tentang arti Ikhlas, sabar dan toleran. Karena sebenarnya ketiga hal itu adalah penjabaran atas pengertian Cinta itu sendiri. Barangkali karena niatku membuat film ini untuk belajar, Alloh memberikan cobaan disetiap proses produksi film ini. Lewat kendala shooting seperti kamera tiba-tiba terbakar, berhadapan dengan preman pasar di semarang karena membawa 3 ekor unta dari jogja, jadwal pemain yang sibuk sehingga masing-masing tidak bisa ketemu, berada di dalam Bus selama 30 jam melintasi negeri Gujarat, di berhentikan di perbatasan, diacungi senapan oleh tentara, mendaki gurun pasir di Jodhpur sambil membawa kamera dan perlengkapan shooting dibawah terik panas matahari, kaki tergores duri ilalang padang pasir dan bibir pecah, sebenarnya Alloh ingin bicara tentang kesabaran kepadaku. Melalui peristiwa tidak dapat ijin untuk shooting di Kairo dan harus dipindah ke Semarang dan India, mendapatkan pemain-pemain yang kebanyakan bukan arab dan tidak bisa berbahasa arab, sebenarnya Alloh ingin bicara kepadaku tentang Ikhlas. Ikhlas menerima keadaan yang diberikan. Jika dipikir, aku bisa saja mundur dari project ini karena banyaknya kompromi. Apalagi melihat segala cibir, sumpah serapah dari pembaca fanatik Novel tentang produksi film AAC. Subhanalloh … Subhanalloh … AYAT-AYAT PRIBADI TENTANG CINTA Film Ayat-Ayat Cinta Tidak hanya berpengaruh bagi karirku saja. Tapi juga kehidupan pribadiku. Sabar, ikhlas dan toleransi menarik diungkapkan sebagai wacana. Tapi dalam prakteknya sulit sekali. Dua hari menjelang aku Shooting adegan Maria meminta diajari Sholat, saudara dekat yang aku cintai dan aku percayai dalam setiap keluh kesah, berpindah menjadi Kristen. Padahal selama ini berjilbab. Sebulan setelah Gala Premiere Ayat-Ayat Cinta, pacar yang sedianya akan aku nikahi (Tika Angela Sandy), memutuskan hubungan denganku dan menikah dengan orang lain. Peristiwa yang memilukan tersebut datang bersamaan dengan fakta angka jumlah penonton naik menjadi 3 juta, presiden SBY bersama 80 duta besar Negara dunia bersedia menyempatkan waktu menonton film ini, yang mana sebelumnya Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama menteri, BJ Habibie dan Ketua Muhammadiyah Din Samsudin juga menyempatkan diri menonton. Kemudian anugerah 9 Nominasi dalam Festival Film Bandung 2008 , dan ekspose media masa positif mengangkat Ayat-Ayat Cinta sebagai film yang mampu memecahkan rekor perolehan penonton. Allohu Akbar … Allohu Akbar. ‘Cinta, dan perasaan untuk memiliki adalah dua hal yang berbeda …’ begitu kata Maria. Dialog yang sebetulnya aku tulis untuk penonton, pada kenyataannya justru dibuat untuk diriku sendiri. Tiba-tiba ditengah situasi itu, aku teringat bagaimana dulu aku SMA dan kuliah. Bagaimana dulu ibu selalu menangis ketika melihat aku nakal: Mabuk, tidak pernah sholat, gonta ganti pacar dan melukai hati perempuan yang sebenarnya harus aku sayangi. Aku juga teringat mantan Isteriku yang aku tinggal untuk mengejar karir, memaksanya untuk mengerti aku tanpa sedikitpun aku mengerti perasaannya. Aku juga teringat anakku selalu bicara lewat telpon : ‘Bapak! pulang ke Malang dong. Bhumi kangen bapak.’ Tidak ada yang bisa aku sebut dari mulutku selain : ‘ Ampuni aku ya Alloh. Engkau maha adil … Engkau tau apa yang terbaik buat hambaMu!’ Tidak bisa aku ungkapkan air mata itu meleleh dan jatuh di lantai saat aku bersujud. Tidak ada harapan apapun kecuali hanya ampunan atas kebodohanku. Ternyata, dosa tidak berada di luar hati. Dosa sedekat cinta kita kepada kekasih kita sendiri. Karena itu penyesalan selalu datang belakangan. Seperti terbangun dari tidur panjang, aku menatap sekeliling dengan gamang. Lalu terbaca sebuah hadist: Anta turiidu wa anna uriid. Wa laa yakunu illa ma uriid. Fa in salamtu li fima turiidu. Arahtuka fiima turiidu. Fa illam tass allim li fii ma turiid. Ut ‘ibuka wa usyqiika fii ma turiid …… Kamu punya keinginan, Aku juga punya keinginan. Dan tidak berlaku apa yang bukan keinginanKu. Maka jika kamu serahkan apa yang kau inginkan, Aku akan bahagiakan kau mencapai keinginanmu. Tapi jika TIDAK kau serahkan keinginanmu padaKu, Aku akan buat kamu lelah dalam mengejar keinginanmu, hingga yang berlaku apa keinginanKu … Aku ingat bagaimana dulu aku marah jika keinginanku tidak terpenuhi. Sekarang, aku seperti mendapatkan apa yang aku inginkan, namun disisi terdalam aku justru kehilangan semuanya. Dan tidak hanya sampai disini Alloh mengajariku dan memberiku cobaan. Fitnah, tudingan, tuduhan pembajakan, sampai gossip mendadak kaya raya yang secara langsung, lewat sms maupun blog ditujukan buatku, sampai saat hari ini, saat berita ini aku tulis. Bahkan niatanku mengantar Ibu dan Sari (adikku) pindah ke Madinah sekaligus Umroh, ditafsirkan lain oleh beberapa teman. Dianggap hasil ‘mendadak kaya’ dari Film Ayat-Ayat Cinta. Mungkin, bagi pecinta Novel Ayat-Ayat Cinta, film ini tidak sempurna. Tapi bagi saya pribadi, sepanjang karir saya di film, hanya film ini yang menyadarkan saya tentang arti hidup, karir, agama dan perempuan. Terima kasih ibu, aku sekarang mengerti kenapa kau menyuruhku membuat film ini …
 | ayat-ayat cinta selalu ada di hati... |
 | apa kabar? jam segini belom tidur mas Hanung? moga tambah sukses! |
 | sedang lelah berhubungan dengan dunia nyata. Ingin yang maya-maya saja ... |
 | Mas... kayaknya blog diatas pernah aku baca deh... dimana ya???
|
 | Anyway... SLAMATTTTT YAAAA.... Film nya sukses!!! Nggak ada orang yg nggak nonton film AAC... |
 | blog diatas buat tabloid Nova. Tapi diedit. ini versi aslinya ... |
 | Ya...ya...ya... Hehehe... Ketauan deh bacaanya tabloid NOVA... Hehehe...
|
 | yach tuhan... gw baca ini ampir nangis... ternyata seorang Hanung... tapi walaupun begitu sepeti yang dibilang mas hanung ini secara sinema kurang membuat mas hanung puas.. saya pun merasakan begitu... saya seorang kristen protestan... dan saya membaca, menonton film ini.. dan apa yang terjadi... sama halnya dengan mas hanung... iklas, sabar adalah sesuatu yang terkadang sangat disepelekan oleh manusia tapi ternyata itu semua akan memberikan berkah dikemudian hari untuk orang yang melaksanakannya...
mas hanung.. ditunggu film bagusnya lagi... btw, boleh kontak nggak... di interview via telpon...saya Penyiar & Produser di Produa 96 FM RRI Bandung... kalo boleh... PM saya ajah oke... hehehehehhehee |
 | Mas Hanung, alhamdulillah kalau membuat AAC ada kedekatan dengan Sang Pencipta...
Terus maju mas... aku doakan tambah maju dalam dunia perfilman maupun sebagai khalifah di muka bumi ini...
Hingga waktunya kita logout, dan memberikan laporan apa yang telah kita usahakan dengan berbagai nikmat yang dikaruniakan Allah SWT kepada kita..
Love you, as brother! |
 | Subhanallah..
Hny dr pengalamanlah qt dpt berkaca,mas :)
Sesungguhnya,orang yg kuat adalah orang yg dapat bangkit ketika dia terjatuh :)
TFS,mas hanung |
 | Banyak sekali pengalaman hdp yg bs kita jdkan pelajaran ya mas....Kadang hal2 negatif juga bisa dijadikan bahan perenungan diri utk menjadi lebih baik lagi,... |
 | Ditunggu film bagus mas hanung selanjutnya yaaa.... |
 | mantap! maju terus bos! katanya lagi mau bikin film tentang kyai ahmad dahlan? |
 | tetap semangat mas, supaya perfilman indonesia semakin maju |
 | Selalu ada hikmah dalam setiap kejadian. :) |
 | Selamat menjalani pengembaraan hati menuju Ilahi... Apapun kekurangan film AAC, semua patut disyukuri. Karena film AAC tak akan ada tanpa izin-Nya. Btw, waktu Pak Hidayat Nur Wahid nonton, saya ikut dalam rombongan beliau lho, mau minta tanda tangan tp Mas Hanung lagi dikerubutin wartawan terus..:-( |
Comment deleted at the request of the author.
 | Keep istiqomah mas hanung! Jgn balik lg ya ama sikap jelek masa lalu. Hehehehe. Semangat!
|
 | subhanallah mas hanug... semoga selalu dicerahkan.... mas hanung selalu istiqomah yakz... kita selalu menunggu film2 yang mencerahkan mas hanung :) |
 | ya, allah, bimbinglah kami slalu istiqomah dalm iman |
 | eh ya mas, minta izin ya, tulisan ditampilin di Mp saya, insya allah, tetap mencantumkan sumber aslinya |
 | huee mas hanung....pengalaman berharga bersama AAC...suatu saat aku main ke dapur lagi yah.. ^_^ |
 | dalem!!!! sukses bos... Sukses dunia wal akhirah |
 | ternyata film "Ayat ayat cinta" bukan hanya banyak memberi hikmah kepada penontonnya tapi juga Sutradaranya. Subhanallah. |
 | Menarik! "Dialog yang hidup" antara sutradara dengan hasil karyanya. |
 | dalem banget...allah tahu yg terbaik buat kita, apa yang menurut kita baik belum tentu baik buat kita, sabar dan ikhlas memang kuncinya mas...dialog ini yang aku suka di film aac |
 | Subhanallah! Subhanallah! Subhanallah!
Terima kasih sudah berbagi di sini Mas....... mudahan Mas istiqomah...! |
 | Mas, aku baca di website PP Muhammadiyah, Mas Hanung sedang melakukan riset utk pembuatan film Kyai H.Ahmad Dahlan. Kalau boleh tahu, sudah sejauh mana riset itu berjalan Mas? Kebetulan saya dulu sekolah di pesantren yang didirikan oleh KHA. Dahlan dan istri, barangkali ada yang bisa saya bantu?
Oh iya, Mas Hanung dulu di MUHI kan, seangkatan dengan Mas Fathul Mufid ketua IPM dulu bukan??? |
 | Alhamdulillah. Semoga istiqomah. Karena hal yg paling berat adalah istiqomah. Ayat Qur'an tentang istiqomah ini yg membuat rambut Rasulullah Saw beruban. Innallaha ma'ash shobirin... |
 | Alloh sering memberikan hikmah dibalik setiap kejadian seorang insan....saya juga merasakan mas... Alllohu Akbar... Maju terus mas Hanung!!!
|
 | Salam Mas....., Kadang orang tidak yakin ketika ditanya apakah dia nantinya yakin masuk surga. Namun, setiap orang akan menjawab tegas 'Tidak' ketika dia ditanya apakah dia sanggup masuk neraka. Kalau ada jalan pintas ke Surga, tentunya yang pertama mendapatkan anugrah itu adalah para Rasul dan para Nabi. Namun mereka harus menempuh jalan tidak hanya panjang, namun juga berliku. Kitapun merindukan surga... dan jalan panjang berliku pun sesuatu yang wajar kalau menghampiri kita yang hanya manusia biasa.....
Oke mas....., Lahan kita di sini di Indonesia..... , ketenangan dan kedamaian di sini .. kalau kita mau membuatnya.... sama dengan Madinah, Makkah, Yerusalem, Mesir.... |
Comment deleted at the request of the author.
 | Btw, mas hanung, daku pengen banget belajar bikin film. Ada yg gratisan, nggak?
Btw, kalau lagi ada jadwal shooting di Yogya or Semarang, kasih kabar, dong. *sangat berharap* |
 | curhat, Han.... ?????
aku setuju... aku pun mencerna.... teruslah berkaca... pada kebenaran yang hakiki....
|
 | Udah baca yang di Nova, tapi membacanya ulang di sini tetap menyentuh... |
 | Alhamdullillah mas Hanung. bersyukurlah mas, apapun yang terjadi terhadap film ini, yang paling penting itu arti (makna) hidup yang bisa mas Hanung sadari dan bermanfaat bagi penyelaman jiwa dan hubungan mas Hanung sama Allah SWT. Tapi bagi saya pribadi, saya berterima kasih sama multiply karena lewat mp saya bisa lihat karya mas Hanung dan membaca tulisan mas Hanung bisa memberi saya manfaat tersendiri dalam perenungan jiwa, tapi kayanya mesti dbalik jadi arti hidup, karir, agama dan laki-laki hehehheh. Chaiyo!! ps: boleh ku co-pas ya? |
 | Baca curhatnya mas hanung, ngena banget di hati, dan jadi berkaca-kaca..
Maaf jika selama ini, menganggap AAC the movie tak lebih baik dari novelnya. Tapi setidaknya dengan semua curhat ini, membuat mata saya terbuka, bahwa segala hal tak bisa dilihat dari satu kacamata saja.
Ditunggu film ttg agama selanjutnya.. Salam buat Bhumi.. |
 | subhanallah...
sukses selalu ya mas... |
 | Alhamdulillah. Saya terharu membacanya. Sukses untuk film2 mas yang selanjutnya. |
 | pan ada pepatah katanya semakin tinggi puun angin nya juga makin kenceng tapi percaya deh, mas hanung bisa tahan ama goncangan anginnya
keep on de gud work yaaa
|
 | Film selanjutnya kayaknya tentang kisah hidup anda saja yang kayaknya asik juga tu |
 | Film selanjutnya kayaknya tentang kisah hidup anda saja yang kayaknya asik juga tu |
 | Allah memang selalu mengingatkan kita dengan cara yang begitu indah ya. Gudlak buat mas Hanung ... |
 | Pasti ada hikmah untuk kita semua mas... Salam u/ Bhumi ya... |
 | sangat menyentuh...terharu aku bacanya...BTW sukses terus to mas hanung ya.. |
 | keep up a good work .... tetap semangat ! |
 | keep istiqomah ya mas hanung... Fighting! |
 | AAC the movie booming banget...aku aja baru week end kmrn berhasil nonton...Seblmnya, udah ga mo nonton aja... byk yg bilang jelek,ga sebagus novelnya,dll...yah byk yg mengkritik ga baik lah... Tapi, aku suka bgt dgn novel AAC,wlopun Fahri itu TGTBT banget...Waktu aku baca novelnya, aku terkesan dgn Aisha...tp pas nonton film nya, aku koq lbh bisa merasakan peran Maria ya... hihihi.. Trus, yg bikin film itu hidup..peran org yg ada di penjara dgn Fahri ... Justru kata2 yg dia ucapkan itulah yg "kena" bgt buat aku... tanpa peran itu, mgk AAC the movie biasa banget..tp dakwah disitu kerasa bgt... heheh., Koq jd ngomentarin film nya yah ?? Pokoknya mah..tetep semangat mas !! Soal ditinggal pacar...hmm, Allah akan menggantinya dgn yg lebih baik... mgk rejekimu bkn mendapatkan jodoh saat ini...tp rejeki di film ini dulu... God knows the best !! Semangat !! |
 | yang penting istiqomah selalu... |
 | Alhamdulillah wa syukurillah, semoga kita semua selalu dinaungi hidayah. trimakasih ya mas hanung atas film AACnya. Secara pribadi saya kagum dengan Film garapan Mas Hanung AAC, terlepas dari adanya kekurangan . Tapi satu hal, bahwa film tersebut mensyiarkan nilai2 Islam yang selama ini dianggap aneh dan asing, seperti Ta'aruf bukan pacaran, toleransi, dan Tsabat (keteguhan), serta nilai sabar dan ikhlas itu sendiri.Yang pada saat saya SMA dulu, itu dianggap bukan nilai2 dari Islam dan susaaah banget jelasinnya. Tetap tegar mas hanung, biarlah Allah yang menilai dan memberi balasan. Keep Figting, tuk membuat Film bermutu dan bernilai dakwah. Allah punya skenario sendiri dengan hidup kita...........(semoga Allah memberi ganti yang lebih baik dan sholehah untuk mas hanung) |
 | doa dari orang2 yang mencintai mas dengan tulus... |
 | Alhamdulillah kesadaran itu tiba... Hehehehhehehehe..... |
 | Yowis mas, ini baru awal... mari kita lihat seberapa konsisten perjalanan kita berbekal 'pencerahan' seperti ini... Syukron mas, Keep Istiqomah ! |
 | alhamdulillah mas, saya lebih melihat efek seperti ini dibanding ueforia semata... sekali lagi film AAC mungkin tidak sempurna tapi makna positif yang didapatkan sebagian orang nampaknya lebih penting dari hasil materi.. selamat ya mas.. TArix JAbrik engga ada ceritanya nih? |
 | kesabaran itu (memang) nggak ada batasnya dan keikhlasan (memang) nggak mudah menggapainya moga mas hanung (dan kita semua) istiqamah meraihnya.
to birucerah: kalo gak salah tarix jabrix sutradaranya bukan mas hanung. |
 | jadi mengenal lebih dalam seorang HANUNG BRAMANTYO... benar2 curahan hati yg paling terdalam... |
 | Alhamdulillah, sudah mendapatkan pencerahan... Ditunggu karya film lainnya yang bisa memberikan inspirasi, pencerahan dan tentunya menghibur... Soal jodoh, itu rahasia Tuhan, Hanung.. Two thumbs up for u.. |
 | ada yang tahu info tentang festival film cannes (bener gak nulisnya ya)? katanya film AAC diikutsertakan. bagi-bagi dunk infona... |
 | yap..kepp on moving mas,..Allah maha pengasih maha penyayang atas takdir baik dan buruk,..sabar dan iklas is the cure. |
 | aku ingat kalimat terakhir dari mas Hanung ketika wawancara di dapur film: "film ini bukanlah apa-apa untuk umat islam, tapi film ini telah membuka hati kami para kru A2C", itulah alasan kenapa aku ikutan rela mengantri di bioskop, padahal bajakannya jelas2 sudah ada di laptopku. subhanallah |
 | Banyak hikmah di balik cobaan.. Yang penting, bagaimana kita bisa menariknya.. Alhamdulillah... |
 | semoga dimudahlancarkan kebaikan dan kebahagiaan. di kukuhkuatkan menderas amien |
 | Gila...curhatnya dalem banget.,.. Top SALUT! |
Comment deleted at the request of the author.
 | iya mas hanung, kenapa ga bikin film tentang kisahmu aja? kyaknya seruw,,
hehee
ayo terus berkarya,,,
aq tunggu karya terbaikmu selanjutnya,,, |
 | dibalik kesusahan, pasti ada kebahagiaan yang sudah disiapkan Allah...:) |
 | alhamdulillah ya mas..semoga senantiasa diberikan kesabaran :D |
 | awakmu yo iso curhat yo, pak'e.. :p |
 | Allahu Akbar.. Allahu Akbar..!! hanya Allah yang tahu, bagaimana datangnya hidayah itu..!! edan..gila.. inspiratif banget.take care and God blase..!! |
 | Ayo.. ayo.. sekarang saatnya "Doa Yang Mengancam"
Aku cuma sedih, saat "Perempuan Berkalung Sorban" nanti muncul, jangan2 aku sudah gak di Indonesia...
Aku masih menantikan film tentang Ahmad Dahlan lho.. jadi pengen buat gak sih? |
 | maju terus mas ga pake mundur.. kata orang bijak "kehidupan dunia hanya begini dan begitu" God bless us always
-hakey.nasr city.cairo- |
 | mAJU TERUS PANTANG MUNDUR MAS...aLLah SeLALU bersama orang yang sabar mas...itu tandanya Allah makin sayang sama kita mas... Terangkan hari...tegakkan langkahmu...sinari CITA...tancapkan asa..lepaskan diri dari rasa lelah dan resah yang membelenggu... caiyo mas hanung... Sekarang bhumi umur berapa ya mas? btw...kow saya ndak bisa jadi contact nya mas hanung ya??? |
 | Terkadang Allah memberikan cahaya dengan cara yang lain mas Hanung ketika, Allah mengambil cinta dari kita, anugerah cinta yang lebih besar datang tanpa kita duga
Allah Maha Tahu, ia mengambil miliknya dengan menggantikan hal itu lebih baik untuk diri kita Cheers Mas hanung |
 | mas...kalo keimanan seseorang goyah..walaupun dia orang terdekat qt...qt g bsa ap2..karna itu urusan dia sama Tuhan nya... saya pernah dengar mas hanung cerita kayak gini waktu ke Padang bulan maret kemaren...inget g mas??? |
 | sabar ..mungkin Allah sedang berbicara dengan anda |
 | Alhamdulillah film ini bisa membuka hati+pikiran smua org ttg ikhlas n sabar. Jangan patah semangat mas maju trus pantang mundur!!!!! |
 | subhaanaloh,... ketika seorang hamba sedang diuji, berarti ia sedang dicinta oleh Sang Maha kuasa...
ditunggu film HAFALAN SHOLAT DELISA nya niiih....
please... |
 | haloo kang, kadang banyak orang bilang ketika kita dapat musibah kita disuruh sabar .... sabar. enak sekali mendengar tapi sulit melakukan karena kita kadang lupa disamping sabar ada ikhlas, kalo sabar tapi kita tidak ikhlas sama saja kita paham tapi ga terima..... apa yang you alami hampir sama dengan yang gua alami bedanya loe dah sukses gua belom...heee..hee tapi gua percaya orang kayak kita semakin banyak cobaan semakin banyak belajar menjadi semakin ngerti ... insya Allah, yang mungkin orang lain ga bisa ngerti. keep smile.... and finish your quest.
NB : Bos. gua skrg dikasih amanah mimpin lembaga sosial en penelitian di jakarta, ada beberapa kelompok anak ga mampu + anak jalanan yang gua dampingi pengin jadi kaya elo jadi sutradara film.... adakah jalan bagi kita buat kerjasama biar anak anak ini bisa mencapai mimpinya kayak kamu... ? kalo bisa kontak gua di Tri_priyanto@yahoo.com ....biar loe tau aja gua nonton filmmu AAC sampe 5 X jadi gua paham apa yang you tulis.... GOOD LUCK.. |
 | Sutradara juga manusia,...sabar ajha, kalo ditinggal nikah, itu berarti dia bukan yang terbaik buat hanung. jadi sedih boleh aja, tapi jangan berlarut2.. AAC sukses berat, selamat yah. ontroversi tuh biasa.Terus terang saya suka filemnya dari pada novelnya. (jangn GR yah)...:) Ngomong2 ikutan main di tarix jabrix yah, kemarin aku liat di sctv, lucu...banget... bagus... ...salut jago bikin and main filem...
|
 | Walaaahh.....jian...ternyata.. Gusti Allah itu nek mau ngasi teguran jalannya ga diduga2 ya kang?? Alhamdulillah, ndherek bingah anggenipun pikantuk hidayah, ndherek mangestoni anggenipun mlampah wonten mergi enggal, mugi2 lancar, sukses, barokah..amiin... PS: Moga2 dapet ganti calon istri yang paling baik kagem kang Hanung.... |
 | terima kasih buat temen-temen semua ... |
 | Subhanalloh, Allohu Akbar !!! that's inspiring...
waitin "HAFALAN SHOLAT DELISHA" to be filmed too ^_^ |
 | "fa izza azzam ta! fa tawakkal ala Allahi..." ...jika kamu mempunyai kemauan...berusaha! dan tawakkal lah kepada Allah..." (beda arti tawakkal dan pasrah mas)
" i'mal lidunyaka...ka annaka taisu abadan...wa i'mal li akhiratuka..ka annak tamutu qaddan..."....berbuatlah untuk duniamu...se olah2 kamu akan hidup selamanya...dan berbuatlah untuk akhiratmu...se olah2 kamu akan mati esok hari..."
cuman bisa ngasi masukan ini doang mas....
(Tafaul jahidin) seorang murid yg ingin belajar banyak darimu...sukron katsiron ila kulli sai....
|
 | isi hati mas Hanung yang paling dalam kayaknya.... tapi.... TETEP SEMANGAT ya... |
 | smoga dapt ganti yang mak nyos...keibuan, sabar, ikhlas, toleran...smuanya deh...tapi kmana dicari manusia sesempurna itu y mas?? kayak fahri versi perempuan,,yang cuma ada di novel...jaya selalu pokoknya mas... |
 | sebuah kisah yang indah untuk menjadikannya suatu perenungan,,,,terima kasih untuk sharenya,,
salam,,, |
 | ikhlas gampang buat diucapkan dan dijadikan nasehat...tapi ikhlas sangat susah untuk diterapkan apalagi benar2 dilakukan dengan hati ktika kita sudah dihadapkan pada kenyataan yang menuntut kita supaya ikhlas...
|
 | Saya cuma bisa nonton AAC di youtube, semoga film terbaru garapan mas Hanung tentang KH Ahman Dahlan bisa sy tonton lansung di bioskop Indonesia ternyata hidayah bisa juga hinggap di dunia film ya...:) |
 | Saya baru saja pulang Umroh dengan suami dan anak kedua saya( laki-laki, 8 th). Apa yang saya baca dari anda, terus terang membuat saya semakin yakin dengan rencana-rencana ALLAH yang pasti LEBIH BAIK dari yang kita pikir dan harapkan, meski mungkin pada saat kejadian kita sering salah menafsirkan. Bravo mas Hanung, sering-seringlah berdialog dengan DIA yang Maha Mendengar, banyaklah berdoa agar kita selalu mampu menerima apapun dariNYA dengan tersenyum...Kalau mau cermat menbaca Al-Qur'an, di setiap ayat-ayat yang menjelaskan tentang Surga, pasti diimbangi dengan neraka, begitu juga sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa Allah sebetulnya memberi kesempatan MEMILIH untuk kita, dengan berbagai konsekuensinya. Jadi kita adalah penentu pilihan bukan sekedar pelaku skenarioNYA. Al-Qur'an mjd pedoman dalam memilih respon dan perilaku kita di setiap saat, ITU PASTI, jika kita mengaku beriman, tentu. Wis koq malah nglantur..sorry mas, sebetulnya ndak ada niat ngajari anda, cuma ngomong sama aku dewe, he he..Wassalam. Oh ya, saya dosen mantan almamater anda lho, dan senang dengan perubahan kedewasaan anda. Semoga dengan film, mas bisa menambah amal-amal sholeh yang bisa dijadikan bekal untuk bertemu denganNYA di akhirat kelak. Amien.. |
|
|