Saya pikir, setelah materi film sebanyak 7 Rheel dibawa dari India menuju Jakarta, saya bisa sujud syukur dan berseru 'akhirnya film ini selesai juga.’ Sejauh yang saya bayangkan, tidak akan ada lagi persoalan besar yang menghadang. Tapi tidak sangka, hasil film ketika diperbanyak di lab Jakarta, hasilnya scratch, seperti nonton film ‘Janur Kuning’. Dua lab Film yang ada di Jakarta (yang ternyata satu-satunya lab di Negeri ini) tidak bisa menanggulangi persoalan itu. Belum lengkap seminggu ada di Jakarta, 7 Rheel Film Ayat-Ayat Cinta diterbangkan di Bangkok untuk diperbanyak sekaligus diberi Subtitle. Lagi-lagi kita kejar-kejaran dengan waktu karena paling tidak film harus sudah jadi tanggal 18 Februari untuk Gala Premiere di Plaza Senayan-Jakarta. Di Bangkok, persoalan scratch terselesaikan dengan baik dengan cara melakukan duplicate negative film tersebut. Akhirnya, 70 copy film Ayat-Ayat Cinta terselesaikan dalam waktu satu minggu. Pada saat dilakukan pengiriman melalui bandara Swarnabhumi-bangkok, kita terganjal maskapai penerbangan Garuda. 70 Copy tidak boleh di bawa, harus melalui Kargo. Padahal beberapa producer pernah melakukan itu sebelumnya dalam airlines yang sama. Kita sempat berdebat panjang di depan counter check in. Akhirnya hanya 10 copy saja yang bisa kebawa, sisanya harus lewat Kargo. 4 orang yang semula menyertai saya membawa 70 copy tersebut akhirnya harus tinggal di Bangkok untuk mengurus pengiriman lewat Kargo. Saya semakin was-was karena isyu birokrasi di lembaga Bea Cukai bandara terkenal rumit dan banyak preman. Salah-salah film AAC terganjal di Bea Cukai. Pada saat saya melakukan pengecekan ulang atas 10 Copy untuk keperluan Gala Premiere di Plaza Senayan, saya mendapatkan sms dari teman saya kalau AAC sudah ada bajakannya. Saya kaget, karena belum pernah sepanjang sejarah saya membuat film, pembajak membajak film Nasional. Saya punya kenalan pengusaha dvd bajakan di Glodok yang bahkan pernah bilang ‘Kita tidak membajak film-film Indonesia. Kasihanlah, film Indonesia kan lagi tumbuh. Sayang kalau dibajak. Film Amerika aja yang kita bajak. Mereka kan udah kaya.’ Saya tersenyum dalam hati. Moralitas kadang muncul tanpa kita duga dari jenis manusia seperti apa. Persoalan moralitas dan manusia itu kemudian yang membawa saya menelusuri kebenaran berita pembajakan film AAC. Manusia seperti apa yang tega melakukannya? Moralitas seperti apa yang dia anut, kalau manusia kelas pembajak glodok (yang menyikapi bajakan sebagai bisnisnya) saja bisa menerapkan ukuran nilai atas produk yang dia bajak. ‘Saya sangat menyesal mendengar itu, Mas. Kini di Malang sedang geger’ begitu bunyi sms dari teman saya di Malang. Seperti sebuah bola salju yang tergulir, sms-sms lain datang dari Surabaya, Makasar, Jogja. Mereka tidak sekedar mengabarkan, tapi memberikan analisa detil gambar, suara dan hasil edit atas film bajakan AAC. Bahkan ada yang bilang kalau hasil bajakan tersebut sudah di komentari di internet. Subhanalloh! Saya cuma bisa diam. Hati saya bergolak. Bukan karena film saya di bajak yang kemudian keuntungan yang saya terima sedikit. (Ah, lagi-lagi kalau kita bicara materi tidak akan ada habisnya). Mari kita membebaskan diri dari kecenderungan menilai pembajakan dari unsur materi. Hal paling besar dari pengaruh bajakan adalah: Penonton tidak dididik menghargai kualitas terbaik dari sutradara. Film Ayat-Ayat Cinta, sekalipun di bajakan bisa diikuti jalan ceritanya, tapi bukan kualitas terakhir dari sutradara-producer dan kru serta pemain. Artinya belum ada music yang layak (Masih musik kasar yang diambil dari film Schindler list, Kamasutra, Pasion of Christ, dsb), belum ada tata suara yang mendukung seperti suara Ustadz Jefri melantunkan ayat dan doa, suara Fahri di masjid Al Azhar saat Talaqi masih suara cewek, suara-suara atmosfer lalu lintas di Kairo juga belum masuk. Pendeknya, hasil dari bajakan tersebut belum layak untuk menjadi bahan apresiasi penonton. Jika sudah begitu, apakah penonton juga layak menilai sebuah produk yang memang belum layak untuk di apresiasi? Kabarnya, saya mendengar justru yang mengkonsumsi AAC bajakan kebanyakan umat muslim pecinta novel AAC. Semoga berita itu tidak benar. Tapi terlepas dari semua itu, saya menyayangkan sikap siapapun yang terlibat, baik membajak maupun mengkonsumsi bajakan tersebut. Apalagi melakukan penilaian atas dasar film bajakan tersebut yang kemudian menghasut, mencerca dan menjelek-jelekkan filmnya dan calon penonton yang mau menonton di bioskop. Saya hanya bisa berharap kepada Alloh untuk memaafkan orang-orang yang melakukan itu. Bagi yang tidak melakukannya, saya ucapkan terima kasih yang paling dalam. Kepadanya, saya hanya berharap doa untuk saya tetap sabar dan tidak terpengaruh. Jujur, sekali lagi bukan materi yang saya kejar. Lebih dari itu, film ini telah membuat saya mencintai lebih dalam agama Islam, karena keindahan Quran yang menekankan kesabaran dan keikhlasan umatnya.
Robbana Afrigh alaina Sabran, Wa tsabit Aghdamana wan surna 'alalqoumil kafiriin ...
iya...mas...teman saya bahkan sudah punya versi bajakan itu, katanya dapat dari temannya dikampus...turut prihatin mas... oh..ya, tadi malam saya baru ntn AAC, midnight di 21 jogja mas....well done mas...!!hehehe
Ishbiru mas hanung.. Sabar.. Seperti saya yg jg bersabar bs nonton AAC di layar tv nanti, entah kpn, hehe.. (Lebaran mgkn?) :-) saya mengapresiasi karya mas hanung dkk kok.. Qta Khusnudzon aja ya mas hanung.. Smg ada lg film2 islami yg lbh bgs lg.. Atina
terharu membacanya,smg dia di maafkan Allah mas. saya tetap menunggu AAC di bioskop, film se dahsyat AAC akan saya nikmati dgn cara yg halal. tetap semangat mas !!
beberapa temen saya juga sudah punya bajakan nya.. Komen nya ya gitu deh. Karya mas hanung adalah membuat film, karya penonton bajakan adalah komentar aneh2.. Dua2 nya berkarya. Tp jelas beda :) tp komentar bs aja jd masukan berarti..
Aku sih baru mau nonton di Mega Blitz.... uda nggak sabar... Semoga AAC box office... Percaya deh, mukjizat bisa datang tanpa kita sangka-sangka........ Amiiin....
alhamdulilah mas, belon mulai di bioskop aja udah di bajak. suatu prestasi tuh. baru ini doang film indonesia yang di bajak sebelum ada di bioskop. menurut gw cool bgt. itu buktinya ACC sangat2 ditunggu2. sampe2 pada ga sabar liat di bioskop. bakal pecah nh film. ambil hikmahnya aja deh kalo kata orang. pokoknya gw pasti nonton di BIOSKOP!!!!!!!!!!!!!............................
yang lucu gini mas ada yang cerita seneng banget ama saya "man, gua udah nonton acc dong. bagus banget, lu harus nonton! tapi ini film bajakan. jadi masih kurang bagus gitu deh. tapi aduh man, ceritanya itu lho" (terus terang saya sendiri, tidak pernah sama sekali mau membaca novel aac, karena saya sering membuat cerpen dengan cerita serupa, takut dibililang ngejiplak. (buktinya belum lama ini saya sudah dibilang sperti ngejiplak sastra,http://kemudian.com/node/93330) dan ga pernah berniat untuk menonton filmnya sampai saya kenal mas hanung lewat mp) terus dia lanjutin "tapi gua merasa berdosa man..." belum selesai dia ngomong, saya sudah cerocos menasehati dia. "tapi man, gua ama anak2 udah janji, walau udah nonton disini tetap akan nonton nanti di bioskop." saya sendiri sedang memgang rekor tidak pernah nonton di bioskop. tapi saat dia bilang mau traktir saya, luluh juga saya mengiyakan.
iya nih, tMend kampusQu juga udah ada yg ngajakin nuntun aac d kost-annya, tp ku tetep g mau, seTelah meLihat perjuangan Mas hanung yg sedemikian rupa, and seteLah ngeLiadh pembahasannya secara lengkap di infotainment, nuntun di bioskop tetep jadi pilihanku, gimanapun juga, beda,..
ada niat mau menempuh jalur hukum mas Hanung? Saya denger-denger rumornya malah yang ngedarin itu 'orang dalam' juga? gimana ceritanya sih, bisa bocor ke pembajak...?
udah beberapa minggu saya baca di internet, kalau bajakannya udah banyak yg nonton, khususnya di pulau jawa, kalai di Sumatera belum kayakna.
Sabar ya mas.
Untuk urusan dunia perfilm-an dan music, kayakna susah deh memberantas bajakan.
Sepertinya Pembajak, baik sengaja atau tidak, kebanyakan tidak mengutamakan materi atau keuntungannya, tapi kepuasannya memberikan informasi atau produk baru kepada orang lain.
Saya yakin para pecinta AAC akan dengan sadar tidak akan tergiur kepingan bajakan yang seharga Rp10000. Terlalu rendah moral ini jika untuk sebuah dakwah Islam harus membeli versi bajakan.
Terus berjuang, Mas. Do'a kami selalu mengiringi karya-karya emasmu
masyarakat kita memang masih jauh untuk mengerti tentang arti sebuah apresiasi...selama saya di Cairo pun, saya sering mengurut dada kenapa kita selalu ingin egois, kenapa kita selalu ingin mendapatkan kata "puas" tanpa kita melihat bagaimana kerja keras orang lain untuk untuk memberikan rasa "puas" tersebut.. sbg info..disini pun sudah mulai rame ngomongin AAC yang katanya masih editing version, saya sendiri belum nonton felmnya (jadi g sreg nih :( ), dan kalaupun saya nonton, saya hanya ingin melihat daya kreatifitas mas hanung menyulap gambar kasar menjadi sebuah pemandangan yang indah...
iya nih mas, kLo dipikir sih, d bandung misaLnya, pada saat Nomat [nonton hemat] di bioskop, hanya dengan 10rb rupiah, kita sudah bisa menikmati suguhan fiLm yg memuaskan, dibandingkan kita nuntun yg bajakan, apa saLahnya kita nonton di bioskop....
Mas Hanung benar. Esensinya bukan materi. Disamping yg sudah dijelaskan oleh Mas Hanung, saya pribadi mencoba ingin membiasakan membeli yg original selagi saya mampu membeli. Kecuali untuk DVD mainan anak-anak, karena mereka bisa membeli hampir tiap hari, 2 hari sekali atau seminggu sekali. Mana tahan beli tiap hari ya. Untuk AAC, I recommended all fans to purchase the original one, or go the movie theatre.
aslkum mas hanung...maaf,aku minta maaf banget...dah nonton bajakan AAC,kita nonton dari hasil download,itupun ga sengaja dapetnya ketika kita lagi browsing di google.mas hanung seandainya aku diindonesia aku pasti nonton deh dibioskop atau beli originalnya.film yang bajakan aja dah bagus,pesan2 penting yang ada di novel ayat2 cinta ga hilang sama sekali,pesan sabar dan ikhlas dalam beramal dan juga pesan respek dengan apa yang terjadi dilingkungan kita....mas hanung,sekali lagi aku minta maaf.kalau dah nonton bajakannya...
salam dari Cairo Mas... barusan juga anak2 pada nonton AAC, kayaknya sih bajakan juga.... abis beda jauh ama yang ada di novel... wah jadi gak enak nih... tapi ini bukan berarti kami gak menghargai usaha berrrrraaaat Mas hanung, tapi cuma sekedar hasrat pengen tau aja... he..he..he... yah... mungkin bener juga kata temen di atas tadi, itu artinya film garapan mas Hanung ni sangat ditunggu2, bahkan udah dibajak sebelum diputer di Bioskop... 4 jempol dah... yakin lah, pasti box office! kan Fahri juga bilang, I k h l a s... belajar ikhlas gitu... kalo tau itu bajakan, kayaknya aku jadi pengen banget nonton dan punya dvd ori-nya nih.... di mana belinya yak!!??? afwan lan ngapurane nggih mas, udah nonton yang bajakan... cuman pengen tau aja, mboten napa2 ta?? peace, mas... he..he..he..
Versi bajakan yang masih belum diedit itu sebetulnya jadi promosi gratis buat filmnya Mas Hanung, orang2 malah jadi pengen lihat hasil yg paling akhir.
Tenang aja, meski ada beberapa hal yang saya anggap "beda" dengan bukunya (harusnya saya maklum, film sama novel kan 2 makhluk beda), saya prediksi film ini akan sefenomenal AADC, bahkan lebih.
........salah satu masalah film di negeri ini............pembajakan...............!!!!!!!!!! bukan hanya di lakukan oleh oknum luar. tapi kadang jug aoleh mereka yang satu produksi, atau satu PH dengan kita..
kadang terasa pembajakan itu sudah lumrah karena sulit di hentikan, di satu sisi pembajkan benar-benar menyakikan hati untuk seorang sineas,seniman, bahkan musisi....
Saya setia ko nunggu film-nya keluar di bioskop..hehe..di Bandung belum ada ya mas??28 Februari serentak kan?Semoga bisa nonton premiere-nya di Bandung..trus kapan nih bintang2 AAC ke Bandung??
Yah ga ada kata lain kecuali sabar dan sabar.. Mngkin di sebalik smua kejadian ini ada HIKMAH nya lagy..AMiN yah sayah di kairo aja udah Nntn filmx 3kali mas cuman ya Agak kurang srek jg sih Habis Masih editan bgt Sangat di sayang kan sekali jika yg Membajak Nya adalah org dalam sndr Wah..emng keterlaluan banget dah..sayah TUNGGU DVD nya biar lebih Puas Nntn Nya..Habis disana Banyak crt2 yg menyangkut dgn Kehidupan kita jg sebagai MAhasiswa KAIRO...
salam dari kami semua masyarakat indo di kairo buat smua kru2 AAC..., yg sabar dan ikhlas mas ya, tu film reliji memang yg best n di tunggu2, jadi orang2 pada ngejar imfo nya, kami semua minta m@F karna sebagian kami juga dah pada nonton, tuch memang benar2 bajakan dech kaya nya.., dah lumayan nyebar dan dapat nya juga dari internet, tau itu bajakan setelah di tonton masih ada camera counter nya..! kami smua doakan bajakan itu gak mengurangi minat semua para pencinta AAC yg dah lama menuggu2 film AAC tuk nonton yg aslinya, di bioskop setelah launching atau dapatkan DVD original-nya, kami smua yg dah nonton juga pada bakal nunggu and nonton balik ntar yg aslinya,, bahkan ada sebagian juga yg gak mau nonton sekarang karna tau itu bajakan..,salam damai mas..,peace!! sabar and ikhlas ya mas!!
Sebelumnya saya minta maaf ma mas hanung, aku seh dah nonton AAC versi bajakan itupun dikasih temenku, emang sih kualitasnya masih juelek banget terutama tata suaranya, tapi untuk mengurangi rasa penasaran bagaiman bentuk film AAC maka terpaksa aku tonton, emang seh tata suaranya masih amburadul tapi pengambilan gambar ato sinematografinya keren banget.... aku saranin buat temen-temen untuk nonton bioskopnya agar dapet kualitas yang bener-bener bagus. Pokoknya ga rugi deh nonton yang aslinya ntar.... gue jamin 1000persen.... oh iya ntar kita juga dah nyiapin nonton bareng lho meski dah nonton bajakannya coz kita merasa kurang puas dengan bajakan.........
well I am so sorry to hear that mas Hanung.. gue seh belum nonton sama sekali.
Pliss direply ya mas ... pasalnya ada isu yang beredar katanya pelem ini bakal GA BOLEH DIPUTER DI PONTIANAK TERKAIT MASALAH ALUR CERITA TENTANG KRISTEN KOPTI-NYA.
Pliss ya mas ... kalo mang launch di sini, mas hanungnya datang ga? hehehe! Abis katanya yang ngelarang ga boleh tayang itu PAK GUBERNUR.
mau cross cek ke yang bersangkutan, tapi kalo aku yang tanya ntar Pak Gubnya tersungging - " aku kawatir '.
Temen saya punya bajakan di laptopnya mas, penasaran juga pengen nonton, katanya dia gapapa dibajak, soalnya ga ada hubungannya ma ustad Habiburrahman El Shirazy, katanya itu buatannya Dhamoo Punjabi ( itu pendapat orang ) In my opinion i'm afraid of sins, because this special film has a very special mission in order to spread the beautiful n peaceful side of ISLAM..... So, i swear that i haven't watched it yet till now, though sometimes it's a really great wish watching this film earlier...... I Hope this film will be able to strenghten the main objective of that great islamic novel Aminnn
wah, mas hanung udah mencapai box office tuh.. MP'nya... sibuk yah? udah penuh tuh comment, di anggurin aja... Yupz, kita liat aja priemernya! baru bicara.....
anaphalist wrote on Feb 24, '08, edited on Feb 24, '08
Gw eneg banget baca yang ini :
" Jujur, sekali lagi bukan materi yang saya kejar. Lebih dari itu, film ini telah membuat saya mencintai lebih dalam agama Islam, karena keindahan Quran yang menekankan kesabaran dan keikhlasan umatnya."
Taik lah...
BUllshit banget...
kalo kagak materi yang lo kejer...lo ngejer paan hanung ?
versi novelnya banyak banget yang lu belok kin..menurut keinginan lu,....
AAC versi lu jadi pelem cinta yang menjijikan... Cuih... :mad:
mAS..mohon maap saya uda nonton yang bajakan, tapi saya juga uda nonton yang di bioskopnya, lebih bagus yang di biosKopnya, lebih halus garapannya..buat kalian yang uda nonton bajakannya, nonton aja de langsung yang legal, selaen kalian tu bisa belajar menghargai orang laen, kalian juga uda terhindar dari yang haram, saya sendiri uda kena yang haram ya, duh, mas hanung..mohon di halalil ya, uda saya tonton....
Turut prihatin Mas, memang keterlaluan pembajak itu belum beredar resmi sdh dibajak.. Saya sih memang berniat nonton di Bioskop, nunggu pemutaran regular aja (not midnight) toh sekarang nonton kalau hari biasa juga gak mahal. puas lagi.
Maaf mas saya juga udah sempet nonton bajakannya. Abis penasaran banget. Bajakannya aja udah keren, apalagi yang udah diedit pasti lebih keren. Kita tunggu yang aslinya. :-) ...
wah seru juga baca komentar temen2 di atas. mp mas Hanung emang selalu "box office" hehehe... aq salut deh 1000 kali buat mas Hanung. sabar ya mas...
kapan neh DVD originalnya keluar, mas? Mudah2an aja pas Agustus udah ada, jadi aq bisa nitip ke temenku yang pulang ke Indonesia. aq tuk sementara cuman bisa liat trailer AAC berulang-ulang (gak ngebosenin) juga liat info di mp-nya mas Hanung :)
wah seru juga baca komentar temen2 di atas. mp mas Hanung emang selalu "box office" hehehe... aq salut deh 1000 kali buat mas Hanung. sabar ya mas...
kapan neh DVD originalnya keluar, mas? Mudah2an aja pas Agustus udah ada, jadi aq bisa nitip ke temenku yang pulang ke Indonesia. aq tuk sementara cuman bisa liat trailer AAC berulang-ulang (gak ngebosenin) juga liat info di mp-nya mas Hanung :)
Mas hanung.... Allah tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan makhluknya.... Pembajakan....komen yg "nyelekit" yg kita dengar...itu juga cobaan.. ikhlas mas...sabar...ambil hikmah dari peristiwa ini.... Paling tidak ada pembelajaran...dan ber-jaga..untuk tidak terulang... ==Salut dgn AAC...saya dah liat di 21 sampe belain midnight....== Bravo mas....
jazzman03feui wrote on Feb 24, '08, edited on Feb 24, '08
10 komen diatas gw tu kayanya dedengkot FC kaskus dah
1. Ketauan dari bahasa 2. Pake Sign of Expression marah ala kaskus :mad:, woi inget ini bukan FC kaskus, goblok banget lo dasar pengangguran cuman bisa buka kaskus mpe kebawa kemana2... 3. Lo pasti buka dari tret fovie AAC dibajak
Dasar goblok ga bisa bedain situs, di matanya cuman ada FC kaskus doang padahal lagi di MULTIPLY, lupa apa tolol si lu??
setelah membaca perjuangan mas hanung dalam membuat film ini, rasanya malu kalo kita masih berusaha mencari bajakannya. Perjuangan mas hanung dalam membuat film ini sungguh luar biasa, kesabaran dan keikhlasannya teruji. Saya tetap menunggu penanyangannya di bioskop. apapun hasilnya (apakah jalan ceritanya sesuai dgn novelnya ato tidak), saya tetap appreciate dgn hasil kerja mas hanung, terlebih membuat film bertema religi merupakan salah satu pesan dari ibunda mas hanung yg pada akhirnya berhasil diselesaikan dan di persembahkan khususnya untuk ibundan dan pada umumnya utk pencinta novel AAC.
Salut utk mas hanung!!!
Mudah2an yg sudah nonton bajakannya, tetap mau menonton lagi di bioskop dan membeli vcd/dvd yang asli.
" Jujur, sekali lagi bukan materi yang saya kejar. Lebih dari itu, film ini telah membuat saya mencintai lebih dalam agama Islam, karena keindahan Quran yang menekankan kesabaran dan keikhlasan umatnya."
Taik lah...
BUllshit banget...
kalo kagak materi yang lo kejer...lo ngejer paan hanung ?
versi novelnya banyak banget yang lu belok kin..menurut keinginan lu,....
AAC versi lu jadi pelem cinta yang menjijikan... Cuih... :mad:
kesian ama yng punya novel,....
janganlah berburuk sangka mas anaphalist! qta mesti hargai kerja keras mas Hanung. lagian yang lebih berperan kan produser. kalo mo bener2 kayak novelnya, mestinya ada orang islam yang berani beresiko tuk jadi produser film yang bener2 islami.
emang sih walau sepintas liat trailer AAC, ada kejanggalan diantaranya tokoh Maria. Maria based on novel:"Pakaiannya longgar, sopan dan rapat. Selalu berlengan panjang dengan bawahan panjang sampai tumit. Hanya saja, ia tidak memakai jilbab." Maria based on film: terlihat memakai pakaian lengan pendek dan kelihatan betisnya.
anyway it's our life! if we want to get the best thing, we must try and retry. don't be a loser!
bravo buat mas Hanung dan generasi muslim! good luck and keep fight...!
malem minggu kemaren mau nonton midnight di XXI, kehabisan tiket! tenang mas hanung, saya dan teman2 di radio oz bandung sudah mengkerahkan pendengar untuk bikin nonton bareng ayat-ayat cinta di bioskop dalam waktu dekat, bukan yang bajakan.
Biasa itu Mas Hanung....dalam perjalanan untuk melakukan syi'ar emg ada aja ujiannya. Kan seseorang itu pasti diuji keimanannya oleh Allah SWT...smg mas bersabar menghadapi ujian ini... Malah pembajak2 itu tanpa sadar udah bikin "promosi dadakan" haha... Saran gw siyh Mas, bersabar, tp tempuh aja jalur hukum...TUNTUT...supaya kapok!cheers bro...
kita hanya bisa berusaha maksimal tapi hasil pasti ALLAH yang menentukan.. TAPI ALLAH pasti Adil dan menghargai usaha kita... Karena ALLAH sesuai dengan prasangaka hambanya, maka berprasangkalah yang baik-baik.. Istiqomah ya mas...
Aku dh nonton aac yang bajakan sich, tapi tu karena penasaran aku sama film ini.. ntar klo dah primire di medan aku pasti nonton dan klo dah dikemas dalam dvd aku juga pasti beli... Aku ngefaans berat sama aac.. Mas Hanung, kenapa film ne terlalu singkat ya? klo aac dibuat durasi sampai 2 jam setengah kan lebih keren (kayak film trilogy nya amerika)
Sepurane mas... aku yo wis nonton Bajakan film AAC mas... Malah, ada yg nge-share juga... dan juga banyak yg ngomentarin (padahal yg dikomentarin film bajakan dan masih butuh editing lanjutan)
"suara-suara atmosfer lalu lintas di Kairo juga belum masuk"............... halah ni film bagus juga tapi ga ngegambarin kairo sama sekali......jujur kalo dari novelnya cenderung jauh en malah jadi aneh......emang sih beda karya tulis dan film itu.......
Alhamdulillah, akhirnya nonton midnigh show kemarin malam.....
Sukses berat, mas Hanung... this is the best indonesian's movie ever.... my mind still remind each and every scenes while my heart still beats faster than ever....
Karakter Fachri sangat down to earth... Aisha yang punya rasa cemburu, membuat kisah menjadi sangat manis...
Dan terutama, menambahkan konflik emosional pasca pengadilan, menjadikan kisah ini benar-benar tentang kisah cinta, pencarian, pemahaman dan keikhlasan dalam mencinta... bukan sekedar persoalan fitnah karena cinta belaka....
kapan versi DVD originalnya keluar mas? Minimal versi *.avi resmi mas hanung, syukur-syukur versi panjangnya (saya sudah dengar isu versi non-editing yang konon panjang)..... soalnya "kampak" antar roll di bioskop mengecewakan.. kasar banget motongnya...
sekali lagi... Bravo buat Mas Hanung.... dan saya tunggu Ketika Cinta Bertasbih ala Hanung Bramantyo untuk difilemkan....
WOw komennya positif semua.... mas hanung kapan tayang di Malaysia... saya mahasiswa Indonesia lagi kul di Malaysia.... Pengen nonton T_T .... banget ......
Dari liat trailer di YOUTUBE aja udah ketahuan kok filmnya ..... AYAT-AYAT CINTA adalah film INDONESIA yang trailer nya paling banyak dilihat di YOUTUBE ... ada sekitar 80 ribu hits :)) ... dalam waktu 2 bulan saja...
Saluttt.. film ini bisa BOX-OFFICE ... minimal 2 juta penonton ... maximal ...hmmm, let's see :))
wah wah, komennya udh banyak juga, saia juga ditawari kemarin sm temen kos, well, krn saia terlalu sibuk urusan diluar jadi ngga sempet. saia sudah membaca jalan cerita pembuatan AAC yg mas Hanung tulis disini maupun FS, membaca saja saia sudah merasa amat lelah, apalagi membuatnya.
saia juga berpikir kok kenapa bisa semudah itu bisa tersebar keluar,
banyak yg udah mengkopi di plesdis dan kebanyakan umat Islam, cewe berjilbab dan Mencintai novel AAC,
mungkin pengaruh penayangan AAC yang mundur beberapa kali.
Sedang di uji lagi keimanan kita.
Semangat mas, saia yakin orang Indonesia masi bis abersikap pintar dan bijak.
Saya kaget, karena belum pernah sepanjang sejarah saya membuat film, pembajak membajak film Nasional. Saya punya kenalan pengusaha dvd bajakan di Glodok yang bahkan pernah bilang ‘Kita tidak membajak film-film Indonesia.
perjanjian tidak tertulis ini ternyata memang sudah lama dilanggar Mas.., saya juga kaget kok ada film2 indonesia dibajak...
SabaR ya maS hanuNg,,,, sMua pasTi ad hiKmah na,,, Allah pasTi m`beRi yG terBaik... b`baiK saNgka aj ma Allah... cZ Allah s`suai dG pRasaNgka haMba Nya... `n ujiAn akN m`buaT maNusia LebiH teGar `n kuAt... seRahkan segaLa uRusan ma Allah...
Nak2 sPeedy Zone saMariNda uD `g saBar mw n0nt0n baReng niE,,, Insya Allah tgL 28 kLo `g da haLangan.... Amin....
nadiada wrote on Feb 24, '08, edited on Feb 24, '08
saLuut buat Mas hanung, dalam keadaan begini masih tetap Low profile and sabar, all my thumbs up for You...
bsk pas maen k bandung aQ pasti dateng, waLopun sbenernya Lokasi meet and greet-nya Ujung ke ujung sama rumah saya, gpp-lah, toh aku sendiri penasaran dg komentar Mas Hanung sendiri sesampainya di bandung nanti...
sebagai penikmat film berkualitas, membaca keterangan Mas Hanung, kesimpulan yg saya dapatkan adalah saya tetap ingin menikmati kualitas no 1, ngapain nonton bajakan, yg asli pasti lebih memuaskan. Mas Hanung yg sabar,yah. Mungkin ini yg membuat penampilan Mas Hanung di 4 Mata kemaren terlihat kurang fresh, banyak keraguan yg baru saya sadari penyebabnya. Allah yg menilai kerja keras sampeyan, mas. Gak bakal sia-sia kerja kerasmu membela agama SEMANGAT...SEMANGAT....!!!
Sabar Mas Hanung, pada dasarnya kan emang bangsa kita ini suka membajak. Sebelum film Mas Hanung dibajak, sawah Mbah saya sudah lebih dulu dibajak. (Hehehe..., becanda ya Mas). Terus berkarya ya, Mas. Insya Alloh saya akan terus belajar bikin skenario yang bagus supaya bisa disutradarai oleh Mas Hanung. Aamiin....
filmnya gak mencerminkan islami sejati.. celana fahri isbal (tidak gantung), akad nikah pakai jas, malam pertama tidak minum susu,tidak solat sunnat sesuai dengan tuntunan islam.. menjadikan image terhadap mahasiswa al-azhar jadi jelek...
saya juga baca di beberapa blog yang mengabarkan sudah nonton aac bajakan yang dia dapat dari internet. jadi benar yang beredar itu yang masih "mentah" ya.
oh ya buku/ novelnya pada jumat ( 22 feb 2008 jam 19:00 waktu sarinah, saya melihat bajakan novel aac idi gelar di jembatan penyeberangan sarinah, jkt. dengan harga yang sangat murah. begitu juga novel laskar pelangi...
tenang mas hanung, masih banyak kok yang ingin nonton film anda di bioskop. saya pastinya. :)
Mereka yang selalu berharap hikmah akan selalu berusaha mendapatkan sesuatu yang baik dengan cara yang baik pula. Ayo tetep nonton "The Real Ayat Ayat Cinta ...!"
Kabarnya, saya mendengar justru yang mengkonsumsi AAC bajakan kebanyakan umat muslim pecinta novel AAC.
saya juga telah mendengar akan film bajakan AAC, sungguh amat di sesalkan. Menurut saya mungkin karena rasa penasaran yang begitu tinggi para pecinta novel AAC akan film ini. Karena berulang kali di tunda penayangannya sehingga ketika ada rumor bajakan ini mereka secara otomatis mencarinya. Kalo bisa jangan menunda lagi penayangan film perdana karena itu hanya memberi peluang bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Salam....
saya kecewa berat mas dengan beredarnya AAC bajakan, karena saya telah berencana menonton di penayangan pertama hari pertama dikota dan sebagai hadiah buah pacar saya ( calon ) , la tapi ternyata di Malang dah beredar :)(((((
Salam... Mas Hanung.... Salute..... Emang siy, al jg dapet dari temen bajakannya. Tapi tetep aja kalo nda nonton di bioskop ato beli dvd aslinya nda puas.... Secara gitu........al suka buanget tokoh maria dalam film itu.... Eh tapi perdananya di jakarta dah keluar tuw.... Hum...wah wah...tapi al nda bisa nonton perdananya. Coz pasti bejubel abis..... Al tunggu kalo dah 2-3 hari aja lah....biar nda terlalu bejubel ngantri beli tiketnya..
julianawa wrote on Feb 24, '08, edited on Feb 24, '08
Walopun jenggotan, keluar uban, lumutan, dan jamuran (krn penayangannya diundur2).. Tetep nunggu aslinya aja deh (di BIOSKOP). Padahal sbenernya sempet ngiri ma temen di MP yg udh pada nonton dan bikin ulasan (krn di beberapa bioskop di kota tertentu udh tayang). Semarang ohh Semarang......
Kabarnya, saya mendengar justru yang mengkonsumsi AAC bajakan kebanyakan umat muslim pecinta novel AAC.
Sedih dan kecewa memang...apalagi ternyata beberapa rekan kantorku juga nonton yang bajakan. Mungkin karena mereka sendiri berfikir tentang 'boleh/tidaknya' nonton di 21 ... Tapi ini kan AAC!!! Please deh ah!!
Saya yakin film AAC akan tetap laris manis di bioskop, karena orang2 yang menonton bajakannya tidak akan puas karena kualitas gambarnya yang tidak bagus..!!
ini pendapat peribadi yah, pembajakan AAC lebih didorong oleh besarnya keinginan banyak penonton atas film nya yang terlalu lama diundur, diundur dan diundur... keterlambatan ini sekaligus menjadi kesempatan buat pihak lain untuk menjelekkan dan memburukkan AAC di mata orang lain..
Mas Hanung, saya sudah nonton filmnya 24 Feb di MEGA BEKASI XII. Wah animo penonton bagus. 1 studio penuh. Malah ada penonton yg sampe bawa bayi buat nonton.
Memang Filmnya sedikit beda dengan novel aslinya, tapi seperti kata mas Hanung, jika saya membandingkan antara film (bahasa gambar) dan novel aslinya tentu akan menjadi pekerjaan yg sia-sia. Jadi saya nikmati saja NOVEL ASLI dan FILM ASLI nya. thank you.
sabar ya mas...... tenang aja om, masyarakat indonesia dah pada pinter ko.biarpun dah ada bajakannya, orang2 tetep pgi ke bioskop ko buat nonton pelemnya mas hanung....
yg sabar, mas. sy jg menyayangkan. tapi maaf, sy jg nonton bajakannya. udah penasaran banget soalnya. tp sy ttp niat nonton di bioskop ko,, krn pasti lbh bagus,, kan yg bajakan blm bnr2 finish editingnya yak? mudah2an apresiasi masyarakat stlh nonton yg original lbh baik... bravo film indonesia!
iyah mas temenku di kantor juga ada tuh...aku gak mau nonton yg dr temenku ..aku tetep nonton di bioskop meski cuma di hollywood..midnite..heheh..sabar ya mas..semangaaaaaatt ^_^
Gusti Allah tau apa yg ada di hati hambanya dan tau dengan benar apa yg dilakukan hambanya.... sabar ya mas.... aq di surabaya lg nunggu AAC main, semua keluarga n tetangga ku malah berencana nonton bareng di bioskop (meskipun ada temen yg udah download filem bajakannya)
iya...tp ko yg heboh sepertinya cm di kota itu aja ya..... Semoga abis nonton yg bajakan gak menyurutkan untuk nonton yg aslinya....alias sbg iklan gratisan ya mas.. :)
Thanks Mas .. Apa yang udah Mas lakukan, itu besar banget artinya buat ISLAM ..InsyaAllah bermanfaat ..Semoga Allah SWT membalas ..
buat yg kecewa krn ga mirip, or ga apalah namanya, jadilah manusia yg tidak hanya melihat sesuatu dari kekurangannya ..lihatlah sesuatu dari kelebihannya, dan lihatlah kekurangannya pada diri kita ..semoga kita menjadi manusia yang senantiasa bersyukur ..
saya tidak akan berbicasa soal sabar dan ikhlas mas, sampeyan pasti jauh lebih ngerti dan berpengalaman daripada saya :-)
tapi klo jalan2 emang kadang tersandung dan berdarah2 mas, klo berhenti sampe di sini berarti kita tidak akan pernah sampe tujuan kan, oleh karena itu tetap semangat mas..
tenang aja mas..Menurut kabar James Bond:Casino Royal Juga kan banyak yang bajak sebelum di puter di bioskop, tapi tetap aja sukses filmnya. Dan saya yakin penggemar film ini tidak akan puas dengan nonton bajakan..
Mas Hanung .............!!! klo blh jujur saya sdh nonton AAC versi bajakannya dan saya mohon maaf sebesar-besarnya telah lancang melanggar HAKI mas.
Keinginan nonton tsb karena memang sangat penasarannya saya thd AAC the movie, apalagi film tsb garapan seorang Hanung Bramantyo yang saya kagumi karya2nya mulai dari Brownies smp....... Get Merried.
Banyaknya berita yang beredar ttg adanya film AAC bajakan, mendorong saya untuk ikut2an nonton dan akhirnya saya search di internet dan ternyata di situs Indowebster.com sdh ada AAC the movie. Rasa penasaran dan karena tdk sabar menunggu AAC tayang dibioskop, akhirnya saya ikut2an nonton juga.
Dan hasilnya memang tidak seperti ekspektasi saya thd filmnya, di samping tata gambarnya masih jelek,suaranya juga ancur bgt. Namun saya sadar dan tau bahwa itu hanyalah sebuah kualitas bajakan blm tentu mencerminkan hasil kualitas kerja Mas Hanung yang sebenarnya.
Sejak adanya kbr novel AAC akan difilmkan dan digarap oleh Mas Hanung dalam hati saya sudah ada komitmen untuk datang dan menonton AAC dibioskop, karena memang saya pengemar novel2nya Kang Abik dan tentunya pengemar Mas Hanung.
Walau sdh nonton bajakan tapi saya tetep akan nonton versi aslinya bahkan rame2 sama temen2. (jadi g sabar nunggu tgl 28 februari, he3x........ )
Apalagi mengingat suka dan banyak dukanya pembuatan film ini (tau dr blog mas hanung) sekali lagi mohon maaf N moga2 film AAC laris manis tidak terpengaruh dgn beredar bajakannya. Bwt Mas Hanung moga tetap menghasilkan karya2 yang berkualitas di masa yang akan datang. Ditungguu............................................................!!!!!!!!!!!!
"Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."(Q.S. Al Baqarah: 112)
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Q.S Al Baqarah: 227)
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (Q.S. Al 'Ankaabut: 2)
La tahzan Mas Hanung Allah bersama orang-orang yang sabar.....
Qta2 masih setia nungguin Movienya diputer di bioskop
Hai..hai...tau gak seh...gw jg ditawarin tuh...sepertinya film bajakan tuh beredarnya banyak di kampus2 loh...abisnya banyak tawaran ntn bajakan bareng dr temen2 yg masih kul gitu..tapi Alhamdulillah kaga jadi sih abisnya gw anti pembajakan...hehehehhe... sip deh bwt mas hanung moga bukan cm krn film ini jadi lebih deket ma Diatas btw sundel bolong juga keren euy...salut!!!
Alhamdulilah, saya ga perlu perlu nonton bajakannya dan juga tdk perlu menunggu lebih lama (28 februari), karena di kota saya hari ini udah mulai tayang di jaringan 21. Akhirnya kesabaran saya terbayarkan juga... dan untuk mas Hanung bersabarlah, mungkin ini ujian dari Allah SWT. Saya tunggu karya2 mas berikutnya...
gara2 temenku membawa versi bajakannya ke rumah, maka kemarin saya nonton versi bajakannya. Tapi mas, dengan nonton itu saya malah jadi penasaran nonton versi layar lebarnya... insyaallah saya akan segera menghubungi bioskop terdekat ;D
Alhamdulillah saya udah nonton originalnya di XXI Mega Bekasi. Top deh... pesennya juga nyampe ke penonton (buat aku pribadi)pokoknya... jangan pernah bandingin Film dengan novel aslinya, karena emang gak bisa ditandingin. kalo setiap cerita harus divisualisasikan, bisa jadi film berseri AAC ini. bravo mas hanung. InsyaAllah bajakan itu gak akan mempengaruhi AAC original.
ya, secara novel nya saja sudah heboh... ada lagu OST nya dari Rosa.. kemudian film AAC yang pastinya sudah ditunggu2.. sepertinya AAC sudah menjadi bahan pembicaraan orang... WOM jalan banget... orang ingin segera menjadi bagian dari "dunia AAC".. nah dari situ sepertinya ada orang yang ingin memperkaya dirinya sendiri dengan membajak film AAC..demi materi yang d dapat...
jauh sebelum bajakan AAC, saya sdh dengar film nasional sudah masuk dunia bajakan... apa pemerintah tidak bisa bertindah lebih tegas setelah produksi anak bangsa diperlakukan seperti ini..?
ditunggu mas DVD ASLI-nya... :), klo perlu ditambahin EXTRAS yg isinya pengalaman mas hanung selama bikin film ini, dan juga dr rekan2x kru film lainnya...
Saya kemaren iseng nanya di Mangga 2 ttg kebenaran cerita ini, malah diketawain penjual DVD nya, Mereka bilang : "Yang bener aja mas, dibioskop aja masih maen midnight!" (sighs..!) Mdh2an ga makin melebar peredarannya..
*Lagian org yang terlanjur beli versi bajakannya mungkin semakin penasaran pengen liat versi bioskopnya...
masway80 wrote on Feb 25, '08, edited on Feb 25, '08
ane udah liat film itu banyak di tempel di-rapidshare, didownload dalam potongan2 file max 100MB, ane yakin banyak yang dapet dari situ. Tapi tetep aja ane ga mau kehilangan moment indah bersama istri tercinta nonton langsung di teater.. sekalian mengingat masa2 khitbah dengan istri dulu.. hihihi..
OK Mas sukses selalu... Ane mo nonton ntar ane comment lagi
Alhamdullilah udah nonton hari sabtu kemarin di PLayan...(Sempet ketemu sama Tika yang katanya jg bareng mas hanung)..
setelah sekian lama nunggu2...
tapiiii....yang ini semoga menjadi masukan yang positif buat mas ya, karena tidak beda jauh dengan pendapat saya, secara kita diskusi berdua selama film berlangsung...(silahkan dibaca di http://anadia.multiply.com/reviews/item/40)
terima kasih, Mas :) tetap semangat...yang penting IKHLAS :)
Assalamualaikum... Sy turut prihatin mas, beberapa hari yang lalu, adik saya di Malang juga bilang kalo dia lagi nonton AAC, yang di download dari internet. wallahuallam, saya ndak tau bener apa nggak. cuma yang saya sayangkan, kalo bener yang mas hanung bilang, AAC bajakan itu yang versi kasar, berarti ada orang dalam yang nyebarin ( ??? ). saya nggak mau su'udzon hanya saja kok ya kebangetan banget... tapi Insya Allah itu ngga akan mempengaruhi semua yang udah setia menunggu... Kabarnya midnight kemarin full house ya mas... Selamat ya... Wassalam Fahjr
kamis tgl 28 bentar lagi emang bajakannya sudah beredar luas ... tapi yg sampe ke tangan saya kok mayan bagus ya niat nobar sama teman2 mungkin bisa lebih dari sekali liat di bioskop ... maafken sdah mengintip bajakannya pula! tetep semangat, mas!
ass. mas hanung, kaya di gampar niey baca blog nya... :) terus terang, dah nonton bajakannya hehehe... :p mmm,,, klo dari kualitas filmnya memang masih seadanya ya mas, tapi klo jalan critanya sama aja kan mas,,, :)
btw,, mau ngeralat dikit nih mas, setau saya, HAKI itu tidak ada dalam dalam islam, jadi, selama maslahahnya lebih banyak dari kemudharatannya, insya Allah gpp... :) masalahnya, banyak dari kami yang mengharamkan nonto di bioskop,, klo nunggu dvd ori nya, klamaan mas,,, tapi janji deh, nanti saya beli DVD yang ori n ga ngebajak lagi....
Ya ALLAH, gantikanlah kegelisahan saudaraku ini dengan kebahagiaan. Gantikanlah kesedihan saudaraku ini dengan kegembiraan. Ya ALLAH, kepada Engkaulah kami bermohon, semoga AAC membawa rahmat bagi sutradaranya, amin.
Di Internet memang udah ada bajakannya. Tetapi tetap tidak menyurutkan niat untuk menonton filmnya di bioskop. Tapi masih midnight show. Masih nunggu yang tayang sore. Semoga hasilnya "Luar Biasa".
quote dari deviangraeni@multiply.com ass. mas hanung, kaya di gampar niey baca blog nya... :) terus terang, dah nonton bajakannya hehehe... :p mmm,,, klo dari kualitas filmnya memang masih seadanya ya mas, tapi klo jalan critanya sama aja kan mas,,, :)
btw,, mau ngeralat dikit nih mas, setau saya, HAKI itu tidak ada dalam dalam islam, jadi, selama maslahahnya lebih banyak dari kemudharatannya, insya Allah gpp... :) masalahnya, banyak dari kami yang mengharamkan nonto di bioskop,, klo nunggu dvd ori nya, klamaan mas,,, tapi janji deh, nanti saya beli DVD yang ori n ga ngebajak lagi....
maaf.....
Wassalam.. ..... Waduh kalo semua Muslim berpikiran seperti ini bisa gawat... simple aja deh, kita ambil contoh, kalo ada orang yang menanam kembang di depan rumahnya, waktu dia berbunga, orang yang ngelihat pasti seneng juga kan kalo bunganya indah. tapi kalo mo metik kan harus ijin ma yang menanam dulu... ya sama seperti bajak membajak ini... mungkin bener manfaat dari filmnya banyak, tapi ya sangat di sayangkan aja ada seorang muslim yang ngomong seperti yang saya quote di atas... mengharamkan nonton di bioskop ngga apa2 tapi ya mbok jangan film yang sarat akan nilai dan pesan seperti AAC yang di bajak dan di tonton... maaf.. semoga berlega hati... Fahjr
Lebih baik nonton di Bioskop aja, ga perlu nunggu tanggal 28 Feb kok..mulai tanggal 23 Feb juga sudah mulai tayang..jadi HARGAI karya yang HEBAT ini dengan tidak menonton & membeli BAJAKAN...STOP U'R LOCAL PIRACY....!!!!!
iya mas, aku perhatiin sekarang udah banyak bajakan film indonesia. herannya...kenapa pas lagi launch ayat-ayat cinta ya..? sabar mas... insya Allah makin menempa Mas Hanung untuk makin tangguh....
Beberapa hari lalu saya ditawarkan film bajakan AAC oleh ipar. Katanya teman-teman dikantornya sudah pada nonton AAC. Wah, saya kaget, karena kata adik saya, AAC nanti akhir bulan, kok udah ada CDnya. Rupanya yang beredar itu bajakan, mereka pada sharing dikomputer masing-masing.
Mau tahu komentar iparku :D ... yaitu filmnya bagus baget ... ditawarkan kembali, mau ga ? Saya cuma nyengir
saya turut prihatin mendengar kabar ini...terus terang jika mendengar film lain yang dibajak, saya sih nyantai2 saja...tapi mendengar film AAC yang dibajak, miris rasanya..apalagi mengetahui perjuangan yang telah di alami oleh saudara2 sekalian dalam menyelesaikan film ini... Maaf sebelumnya, saya juga sudah mendapatkan bajakannya tapi blom ditonton..Karena saya tidak sabar ingin sekali melihat film yang sangat ditunggu2 kedatangannya ini...dan keberadaan saya saat ini yang sangat jauh dari indonesia yg dimana harapan satu2nya untuk menonton film indo hanyalah lewat internet..berharap ada yang mau berbaik hati meng-upload film2 indonesia di u-tube contohnya...
Assalamu'alaikum... Tetep SEMANGAT ya mas Hanung. Aku tetep mo nonton movie-nya di bioskop kok. Kmrn sih sempat nonton yg bajakannya. Maaf ya mas sebelumnya. Bukan saya tidak menghargai usaha mas hanung dan seluruh kru film AAC. Allah selalu menyertai orang yang sabar... Ditunggu karya" selanjutnya.... ^_^
Assalaamu'alaikum wwb, Saya dan miswa dah nonton film aslinya di bioskop...tapi kok jauh sekali ya alur ceritanya dari yang di novel. Sebenernya si penasaran mau nonton yang bajakan karena gak ada editnya ya alias sensornya. Jadi bisa nonton penuh gitchu:P. Tapi semoga gak ketemu yang bajakan biar film2 Indonesia berkembang dengan pesat dengan kepastian hukum yang jelas.
Kenapa gak dilaporan aja ke Dirjen HKI mas pembajakan Film AACnya?
Btw, mas Hanung, kenapa pemeran2 di AAC rata2 terkenal semua ya? Kenapa gak dipilih dari orang2 yang deket dengan karakter di dalam novel? Ok banget deh kalo sesuai dengan karakter yang di novel dan bioskop bakal banjir air mata...:D
Salut ya buat AACnya mas Hanung. Titip salam buat Mas Habib yang ok banget dengan novelnya, sukses juga buat pesantren Basmalanya. Amien
aldhybayu wrote on Feb 25, '08, edited on Feb 25, '08
Tenang ya mas, yang sabar.. Insya Allah..kalo memang para pembajak itu mengerti isinya, mereka pasti bakal nonton ato beli DVD aslinya..
mas, ntar bikinin HD-DVD ya..hehe soalnya sayang, film indonesia selama ini tersandung ama teknologi..segi pengambilan gambar ato penceritaan sudah bagus, kurang teknologinya mas..
saya diceritain sama temen, klo filmnya bagus.. dan saya tau, karya mas Hanung pasti bagus..makanya sayang klo cuma ada vcd-nya..kualitas kurang terjaga..media DVD/ HD-DVD masih jarang dipake di indonesia..bikin gebrakan..
Malah mah, ada yang jual di k***us seharga 50ribu.....turut prihatin mas hanung,,saya pun harus menguatkan iman saat ditawarin versi bajakannya oleh teman...Alhamdulillah, tadi malam sudah nonton di PSXXI sama keluarga....Semangat terus mas!
saya ikut mendukung keikhlasan mas hanung.... apapun itu....sabar dan ikhlas yaaa, semoga ada balasan dari Allah dgn nilai plus yang lebih tuk mas....salam cairo
Wah, mas Hanung, kita yang di Kairo aja kaget bukan main. Kalau memang baru keluar dari bioskop mestinya kan 3/4 bulan kemudian baru ada CDnya. Tapi diinternet sudah banyak yang upload. Aneh juga! Terakhir baru tau ternyata AAC yang muncul BAJAKAN. Untung dikasih tau FARID, AAC yang beredar belum masuk EDITING, MIXING, dll. Semoga aja kesabaran dan keikhlasan mas Hanung dibalas dengan sesuatu yang lebih berkah baik dari segi materi, karir, dll. Anda punya potensi besar untuk menjadi sutradara sukses! Salam kenal Mas.
ceumimin wrote on Feb 25, '08, edited on Feb 25, '08
Bismillah.. Ibu yang baik, saya pernah menanyakan hal itu pula sama Mas Habib, dan beliau menjelaskan bahwa pembuatan film itu langkah untuk maju,..Di session lain lebih menjelaskan lagi bahwa ini untuk pembelajaran bagi semua..
Sabar aja mas hanung, yang penting ikhlas.. :-) Yang gak kami dapat dari mas sekalipun itu VCD original adalah pengalaman mas dalam menggarap Film ini, andai saja pengalaman itu bisa saya beli pasti sudah saya beli... Saya ingin menjadi mas Hanung, kang Abik, Fahri dan yang lainnya, yang bisa menuliskan sejarah hidupnya menjadi sejarah hidup orang lain (banyak orang).... Terus berkarya mas... Wassalam....
Assalamu'alaikum, saya ikut berprihatin mas. Mas Hanung memang sutradara hebat, semoga Allah selalu memberi jalan kemudian. Bajakan, kritikan, cercahan dan segala-galanya bukanlah sesuatu yang harus selalu dipusingkan. Saya yakin dibalik itu ada sesuatu yang tersembunyi. Mungkin Allah ingin menegur Anda, bahwa ada sesuatu kesalahan. Meneliti diri sendiri dan pasrah adalah segala-galanya. Saya sendiri sudah menonton film bajakannya, bahkan di Kairo sudah banyak yang melihat. Kalau di aryikel atas Mas Hanung sampai berkeluh-kesah seperti itu, itu maknanya Mas hanung masih mempunyai hati yang belum ikhlas. Hati mas Hanung masih ada pengharapan yang hampa. Dan semoga ini adalah teguran yang baik. Cerita teman-teman di Kairo banyak yang tidak puas, karena merasa menjelekkan image mahasiswa di sini. Apalagi awal film itu terasa ngeganjal dan nyendat-nyendat dan ada bebrapa bagian penting yang dihilangkan. Saya berharap semoga mas Hanung suatu saat bisa belajar dari kesusahan itu. Dan minta maaf.
Semoga ada AAC AAC yang lain yang bisa terus manambah referensi film Islami Indonesia, salut buat Mas Hanung yang udah kerja keras....sampai sampai bajakannya ke Kairo, padahal biasanya harus nunggu dulu sampe 4 bulan, baru bisa nonton......kayaknya ini serentak di seluruh dunia dech......
Bravo Alaik ya Hanung.......wallahi, inta Kuwais Awii......
iyah mas.. aku juga ampe mikir... teganya orang membajak. padahal, filmnya aja baru mau ditayangkan di bioskop. Allah yang maha tahu lah mas. tetap semangat mas hanung !!!!!
sabar ya mas hanung. Insya Allah apa yg sudah dibuat oleh Mas Hanung sudah ada catatan amalnya di sisi Allah. Tenang aja, dosanya tetap buat mereka tapi amal kebaikan mengalir ke Mas Hanung. Aku masih sabar nunggu untuk nonton bioskopnya tgl 28 ntar di Banjarmasin. Allahu ma'akum.
masih ada juga yang bandingin novel dengan filmnya.. woiii kemana aja lo, ini ini film adaptasi dari novel. A D A P T A SI!!!! ngerti kagak sih arti adaptasi????? visual sama narasi itu dunia yang beda.kalo pengarangnya keberatan engga mungkin jadi ini film. kalo kecewa engga usah nonton, jangan sampai menghardik saudara sesama muslim sendiri yang udah kerja keras bikin ini film..
kebetulan gw blm baca buku-nya, menurut gw filmnya bagus, tema cinta-nya kuat banget. Agak2 kurang waktu adegan ada bule-nya *mungkin karena bule-nya ngga bisa akting kali* ... Overall, layak banget buat ditonton & JANGAN nonton yg bajakan, RUGI
Mas Hanung Aku tetep bakalan nonton di Bioskop, nt juga kalo dah ada DVD originalnya tetep mau beli, tp juga tetep mau download yg bajakan di Internet....he he Maaf lo ini bukan Rakus tp karna aku sangat menghargai Karya Mas Hanung. Dan sampai hari ini aku tetep gak mau nonton yang bajakan walopun sangat mudah mendapatkannya, nnt kalo dah nonton yg original baru dech yang ntn yg bajakan, semua buat perbandingan aja.....tetep semangat ya Mas Hanung, aku bangga bangsa Indonesia memiliki Putra seperti mas Hanung.
aku udah nonton (yang bukan bajakan) heran aja, sih... kok masih ada yang mau ngebajak film ini? secara kualitas film ini nggak sememuaskan itu untuk dibajak
aku udah nonton (yang bukan bajakan) heran aja, sih... kok masih ada yang mau ngebajak film ini? secara kualitas film ini nggak sememuaskan itu untuk dibajak
Maksud looooo?????...Emang kualitas film Indonesia seperti AAC ngga bagus ya....waduh jaman sekarang jarang ada orang yang berbuat untuk memberi bukti, lebih banyak orang yang berkata tanpa bisa kasih bukti.... :} maaf, bukan karena apa tapi menurut saya AAC lebih berkualitas dari film2 indonesia yang beredar saat ini. Bukan maksud mengecilkan yang lain tapi sesudah Naga Bonar jadi 2, AAC adalah film yang sarat pesan dan makna... kalo ngukur kualitas yaaa lihat dulu filmnya dan cari makna yang tersirat maupun tersuratnya.,....
meski udh ada bajakan, aq tetap nunggu yg asli.... walau penasaranx sampe tggl 28... mau tidak mau ya harus mau....................... aq hargai semua kerja keras dari semua yg terlibat dr pembuatan AAC
Tenang Mas Hanung, semua ada jalannya seperti Fahri yang menghadapi cobaan hidupnya, kita harus belajar ikhlas, dan sabar... Saya sudah nonton filmnya dan jujur saya bahagia film itu berbeda dari novelnya, interpretasi Fahri yang lebih humanis jauh dari sempurnanya justru membuat film ini lebih menarik. Dua Jempol untuk Mas Hanung. Dan titip pesan agar lebih berhati2 dalam berprilaku bagi semua yang terlibat dalam fim ini, karena suka atau tidak anda semua sudah membawa ciri seorang muslim (walau kita tahu kita semua tidak terlepas dari kesalahan) Chaio!!!!! Pantang Menyerah!
meski udh ada bajakan, aq tetap nunggu yg asli.... walau penasaranx sampe tggl 28... mau tidak mau ya harus mau....................... aq hargai semua kerja keras dari semua yg terlibat dr pembuatan AAC
ngga usah nunggu tl 28 mas, dari kemarin udah ada kok di bioskop. coba cek dulu deh...
Mas hanung, saya dah nonton film AAC di Artha Gading21 Midnight, pada malam Ahad kemarin. Bagus banget, Tapi semalam saya mendapat vcd bajakannya masih format AVI sih dan emang ga bagus banget. Tp saya minta izin nih untuk diperbolehkan memiliki AVI ini untuk sebatas konsumsi saya dan keluarga saja yah, saya janji ga akan menjual ke siapa pun tanpa izin mas Hanung. Makasih.
mau nambahin, kemarin ntu walaupun midnight tapi rame banget loh, ini adalah film midnight yang terame yang pernah ku tonton, kalo di lurusin ada kali sekitar 7 baris (rame untuk ukuran midnight)
gw dah nonton versi bajakannya terus terang gak puas ngeliatnya alurnya masih kasar... btw gw sih gak terlalu berharap pada film ini karena beberapa kali saya nonton film sesudah saya baca novelnya contoh da vinci code, clear and present danger... pasti nonton filmnya kecewa mendingan tunggu pinjem vcd ori aja deh :) sukses buat mas hanung :)
mas hanung....saya udah nonton special show nya di plaza senayan. waktu mas hanung & fedi nuril promo di prambors, malemnya saya langsung cabut buat nonton. tapi saya kebisan tiket, akhirnya baru semalem berhasil nonton. temen2ku yang udah nonton versi bajakannya emang bilang kalo aac jelek, dan saya pikir itu karena emang aac masih belum layak ditonton seperti kata mas hanung.
filmnya bagussssss buangggeeeeeeettttt!!!!! saaaaaluuuut buat mas hanung. pas scene fahri poligami & maria akhirnya meninggal aku nangis mampus!!terharuuu....
mas hanung.. mw tanya dunk?? kenapa film AAC beda jauh dengan di novelnya?? jadi mirip telenovela alias sinetron tanah air gini...
misal : si fahri jadi hidup serumah dengan 2 istrinya.. ga slh tuh? bknnya di novelnya, si maria meninggal ga lama setelah nikah??? dan si maria jg ga kenal sm istri fahri yg pertama kn yah? taunya kn cuma pas si maria ngasih kado karena pernikahan fahri. dikasih madam masri atau apa gitu namanya, semacam obat kuat. bwt pria...
trus ada lagi... istri pertama fahri, bisa ngomong bahasa indonesia?? what??? dia kn orang turki + jerman.... pdhl di novelnya aja,, kagak bisa sama sekali tuh bhsa indo,, baik lisan maupun tulis.. pas dikasih tw suratnya nuril aja kagak bisa baca kq...
apa itu pengaruh dari sinetron2 indonesia skr?? hmmm tanya kenapa...
buat fimsensor, kayaknya anda kebanyakan nonton sinetron deh..
kalo dibilang jauh dari novel, nggak juga kok. sekali lagi, ini bahasa perfilman, yang kalo diadaptasi dari sebuah novel pasti mempunyai hasil yang berbeda dari bahasa novel. nggak selamanya film adaptasi harus benar2 sesuai dengan novel aslinya. dan saya pikir, walaupun ada beberapa bagian di novel aac yang dihilangkan, itu tetep gak mengurangi nilai dakwah islami yang terkandung di dalamnya. masih banyak hikmah yang bisa diambil dari film aac daripada sekedar meributkan bagian2 kecil yang dihilangkan.
tentang bahasa, namanya juga film indonesia, jadinya untuk masalah bahasa bisa jadi disesuaikan dengan bahasa indonesia. bukan persoalan yang besar tentang mau pake bahasa indonesia atau bahasa turki+jerman.
buat filmsensor..sekali lagi, iin film adaptasi dari novel haduh.. ga ngerti juga ya kalo visual engga bakal sama dengan novel, kan mas hanung juga udah bilang kalo yang berharap film ini bakal sama dengan novel, maka siap-siap untuk kecewa. situ kecewa ya, kasihan banget engga ngikuti sejarah film ini dari awal ya..
kalo menurut gue alasannya adalah ada kepentingan yang lebih besar dari sekedar mirip novel, kepentingan syiar islamnya non, biar semua orang bisa menonton film ini, bukan hanya umat islam..begitu... baca blog ini adari awal aja deh..
aq kecewa banget pas temenku nawarin ke aq bajakannya. Pas dia cerita panjang lebar ttg filmnya, aq cuman bisa bilang dalam hati SABAR2x abis marah banget dengernya kayak yang dibajak itu hasil karyaku sendiri (hehehe...). Saya heran koq waktu nih film mau diputar tgl 14 kemaren sebagian besar protes karena katanya ngga sesuai dengan spirit Islam tapi giliran bajakan, semua rame2 nonton. Apa bajakan itu sesuai dengan spirit Islam???? Soal pembenaran diri menonton bajakan karena ada larangan ke bioskop, saya kaget juga. Klo misalnya ke bioskop buat nonton film yang tidak bernuansa islami mungkin saya maklumi larangannya tapi klo menonton film islami terus tetap berpegang teguh dan nonton versi bajakannya, saya jadi ketawa. Saya betul2 heran dengan pemahaman mereka. Aq baru bisa nonton pas tgl 28 nanti coz klo midnightnya ngga mungkin banget deh keluar malem2 buat cewek kecuali dah bersuami buat nonton.
Jadi ngga sabar nunggu kamis nih.
Buat mas Hanung, yang sabar yah. Ditunggu film KH Ahmad Dahlan and film melayunya(aq liat di 4 mata). Good Luck buat Get Merried di Cannes nanti
udah nonton bajakannya.. tapi gak full. jadinya malah pengen buru2 nonton filmnya di bioskop. ini termasuk film indonesia yg gak bakal bosen ditonton berulang kali. selamat ya mas hanung
ps: remake film "GUNDALA PUTRA PETIR" dong, hehehe
Mas sebelumnya minta maaf karna saya udah nonton acc versi bajakannya hari sabtu tgl 23 feb 08, pukul 11.00 wib. Saya tadinya ga mau nntn bajakannya mas,tp berhub tgl 28 terasa lama saking saya penasaran bgt ma acc filmnya.
Sekali lagi saya minta maaf mas, tp insya allah saya akan nntn acc versi bioskopnya.
mas Hanung... film AAC juga udah ampe ke Malaysia kali mas yang bajakannya..tepatnya kampus saya, dan saya juga termasuk yang nonton film bajakan itu. teman saya mendownload dari internet dan tersebar dengan sangat cepat. Tapi itu juga bukan karna saya melegelkan pembajakan, tapi lebih kepada rasa penasaran saya kepada film ini dan sayang skali sedang tidak berada di Indonesia, dan di Malaysia pun saya tidak tau kapan akan ditayangkan di Bioskop. Kalau saya di Indonesia pasti saya nonton di bioskop dibanding bajakannya.. skali lagi mohon maav mas..
tapi yang saya aneh dan heran, bajakan yang saya nonton ini mirip aslinya, ada suara ngaji Ustadz Jeffy dsb seperti yang mas bilang.. dan bajakan ini di malaysia bisa didownload tepat sehari setelah premiernya keluar di Indonesia, melebihi kecepatan di bioskop2 sini.
belom sempat nonton seh... tapi jujur, kesel setengah mati saat tahu filmnya udah dibajak. ternyata mental masyarakat qt masih belom bergerak maju. Urghhh... harga moralnya masih kalah ma harga Sembako dan BBM. duh.. Tapi.. beberapa waktu lalu qt sempat membahas tentang film ini, banyak pihak, termasuk sang pembuat novel sendiri, agak kecewa dengan isi film ini. katanya lumayan melenceng dari isi novelnya. kenapa sih Mas?
Aah, Mas, maafkan aku, aku tak tahu kalau yang kutonton dari temenku itu bajakan!! Kalau gitu, aku akan sebarkan informasi ke temen2 kalau itu bajakan, supaya smuanya mau mengapresiasi film yang merupakan "kualitas terahir" dari Mas Hanung dkk..
jujur mas, saya seumur hidup (17 tahun) ga pernah tertarik untuk ke bioskop, kecuali sekarang, PENGEN NONTON AAC!!
Apapun hasil akhir pembuatan film ini, saya tetap salut sama Mas Hanung.. Dan kalo ada yang ngomentar "sok pinter", coba deh gantiin Mas Hanung bikin film ini!! kayak yang gampang aja..
BERJUANG TERUS MAS!! Bikin film2 lain yang MENCERDASKAN!!
Afwan jiddan, akhi.. Saya dan tmen2 di berlin-germany, udah nonton filmna.. dapat dr kaskus.us Kualitas suara mmg msh kurang bagus.. dan jadi mengurangi kekhusyukan film ini.. tapi stelah nonton ini, saya dan tmen2 lsg bilang, "mgkn klo di bioskop pasti kita lebih dapet feel nya nih", tapi apa daya.. kita2 msh lama baru bisa kembali ke indonesia.. Jadi, mohon maaf skali lagi mas hanung..
"Sabar dan ikhlas itu islam,fahri..", one part of my fav dialog..
harusnya seh dengan komentar komentar yang pedas tentang film ini ga jadi masalah???sebuah kritikan buat film itu wajar.......kalo ga ada yang ngritik gimana bisa berkembang ???] dan yang nanya coba lo buat film kaya mas hanung bisa ga??? mnrt gw pertanyaan ngaco ya???? tiap orang kan punya kemampuan sendiri sendiri...... mungkin orang yang ngritik dia merupakan seorang kritikus,,,,iya ga???he he he
Temen gw bilang : "eh, ngapain lo pengen nonton aac di bioskop. udah ada tuh cdnya" gw : masa? temen gw : iya, di laptopnya pak wahyu dah ada. gw : bagus ga? temen gw : yah gitu, kurang memuaskan. biasa bajakan.
gw : ketimbang nyesek liat di bajakan, mendingan gw liat di bioskop. gw bayar dan gw ngehargain kerja keras semua orang yang bertekad bikin semua unsur aac jadi bagus. ngerti? tem,en gw : ikutan ya?
pesan moral : tontonlah AAC di bioskop, enyahkan semua bentuk bajakan AAC!
halo mas, kemaren aku dah liat aac asli alias di bioskop... kayanya yg nonton bajakan rugi bgt, coz ga bisa ngeliat keindahan dan kemegahan film ini. dari mulai setting, backsound, artistik, dll pokonya keren bgt deh. salut buat mas hanung dan rekan2 tim produksi aac.
Dear mas Hanung, aku suka banget cerita ini dan aku pendukung anti pembajakan pilem INA klo bule gak apa2 lah. QT sih belum nonton tapi pasti nonton di bioskop sekalian pacaran lagi n jelasin bahwa islam terutama dari sudut pandang laki-laki sangat menydutkan pere t'utama ttg poligami nah ternyata cerita ini cukup berbeda.
Assalamu alaikum... mas yang sabar yah. itung2 latihan wat kerja yang lebih bagus nanti kebelakang. NB: wat yang udah nonton bajakan, sy harap anda juga menonton ayat2 cinta di bioskop dan membeli CD dan VCD nya watkenang2an.
yah, mungkin buikan hanya dunia perfilman kita yang baru bangkit tapi justru pengkonsumsi film nasional yang lagi down"nonton film bajakan sih".
di kairo juga gitu mas: kemarin ada temen yang bilang katanya AAC dah ada tuh? GW: DAPET DI MANA LO? Perasaan primer nya baru kemarin tgl 18? tmn gw: iyye dapet di internet cing? tapi bajakan? gw" gimana filmnya? TmN: hebat, meski wisma nusantaranya terlalu mewah di film.. padahal aslinya biasa aja hehehehe..
saya baru aja nonton AAC copy-annya mas hanung.. ga tau deh ini versi bajakan ato bukan...( hehe kl kopian tetep aja bajakan ya...) tp subhanalllah filmnya keren banget... kualitas gambar n soundnya juga bagus sekali ( keren kali pembajaknya ya.. ) bravo mas hanung..filmnya bagus... buat saya filmnya tidak mengecewakan sama sekali...! ga rugi deh nontonnya...( ga tau yang bikin filmnya rugi ga ya kl gw nonton filmnya dg gratis ).
keknya di cairo, beberapa hari stelah diluncurkan semua MASISIR (masyarakat/mhswa indonesia di mesir ) dah punya copyannya deh. ga tau juga ini suatu kesalahan ato bukan.
Kira2 mas hanung n smua yang terlibat dalam pembuatan film ini dirugikan ga ya kl kita2 yang di kairo nonton filmnya??( nonton copyan pastinya krn mang ga da dibioskop)
kira2 idealisme mas hanung akan bicara apa ya? "mending filmnya ga ditonton sama sekali daripada ditonton dengan gratis???" wallahu a`lam!
ass. wr.wb. "kembali luruskan niat. niat saja sudah jadi amal". meskipun banyak teman yang bilang dan nawarin untuk nonton bajakan, saya masih menjaga komitmen untuk nonton di Bioskop, karena saya ingin nonton sendiri versi resmi dan asli. bagi saya kepuasannya jelas jauhlah jika nonton yang bajakan. -masak sudah nunggu sekian lama nonton yang bajakan...rugi dong- sayangnya para penikmat bajakan kebanyakan dari kalangan mahasiswa yang "katanya" berpendidikan dan dari kalangan muslim yang "katanya"beriman". entahlah, pada zaman sekarang ini banyak sekali hukum dan kebenaran yang dikaburkan, sehingga banyak orang yang tersesat hanya karena menuruti hawa nafsunya (terutama rasa tidak sabarnya). dan karena Alloh maha tahu maka diaturlah bulan adanya bulan Ramadhan. minimal umat islam dalam setahun ada bulan untuk refleksi daripada tidak sama sekali. tapi ada juga rasa khawatir bahwa akan ada suatu masa dimana islam akan menjadi seperti buih di lautan, al-qur'an hanyalah pajangan, aturan yang diatur dalam kitab al-qur'an hanyalah formalitas belaka, tanpa ada yang berusaha mencari tahu kedalaman, keagungannya dan kebernarannya. hal inilah yang sangat ditakutkan Nabi besar Muhammmad SAW menjelang sakratul mautnya " umatku...umatku...umatku..." (saking cintanya beliau pada umatnya sehingga menjelang wafatpun beliau menangis menghawatirkan nasib umatnya kelak sepeningggal beliau, sedangkan kita...orang-orang yang dikhawatirkan sedikitpun tidak peduli dengan diri kita sendiri, apalagi orang lain). semoga lewat film AAC ini aad secercah harapan bagi umat islam terutama remajanya untuk tersentuh dan terketuk akan keindahan dan keagungan islam seperti yang dialami mas hanung dan para pemainnya, bukan alur cerita percintaannya. saya juga berharap mas hanung dapat membuat film yang betul-betul murni islami seperti pesan ibu mas hanung, bukan sekedar formalitas yang menyesatkan seperti yang terjadi di sinetron2 tanah air. wassalam
Ass.wr.wb. "mari kita kembali meluruskan niat, niat saja sudah menjadi amal". saya juga banyak di beritahu dan di tawari nonton bajakannya. tetapi saya punya komitmen bahwa saya lebih suka nonton versi aslinya. karena bedalah rasanya " masak sudah nunggu sekian lama nonton yang bajakan, rugi dong!" kalo ada yang lebih baik ngapain cari yang jelek. sangat disayangkan bahwa yang nonton bajakannya kebanyakan mahasiswa yang "katanya" berpendidikan dan umat muslim yang "katanya" beriman. entahlah pada zaman sekarang ini banyak sekali kebenaran yang dikaburkan sehingga banyak yang tersesat. menhadapi hawa nafsunya (rasa tidak sabar) saja tidak bisa, lalu bagaimana menghadapai tantangan umat islam yang lebih besar. saya khawatir bahwa akan tiba suatu masa dimana islam bagaikan buih dilautan, alqur'an hanyalah pajangan, Ramadhan yang diatur keberadannya sebagai bulan refleksi yang ada dalam satu tahun sekalipun diakali hanya sebagai formalitas saja sekarang sudah mulai masuk pada masa itu. karenanya Nabi besar Muhammad SAW menangis tatkala skaratul maut menjemput " ummatku...ummatku...ummatku.." saking cintanya beliau pada umatnya, beliau memikirkan nasib umatnya kelak sepeninggal beliau. bahkan rasa sakit kala sakratul maut seluruh umatpun supaya ditimpakan kepada beliau agar umatnya kelak tidak merasakan sakitnya. semoga dengan dibuatnya AAC ini ada harapan untuk tersentuh dan terketuknya hati umat islam akan keindahan dan keagungan islam, bukan pada alur percintaannya. saya juga berharap kepada mas hanung supaya tetap konsisten untuk membuat film agama islam semurni-murninya tanpa meninggalkan pesan-pesan moral dan kebenaran akan keindahan serta keagungan islam seperti pesan ibu mas hanung, bukan formalitas seperti yang ada di sinetron-sinetron tv. trims buat film AAC-nya wassalam.
Mas Hanung, Waktu saya liat versi Bajakannya, belom ada lima menit... langsung aku matikan.... malah pengin liat yang di Bioskop, alasannya... Film sebagus itu kok cuma dilihat dari versi bajakannya..... yah... gak marem istilahe.... Salam.
sejak tau ni film dah dirilis, dah ngerayu2 suami pengen nonton. meski suami bilang, ya udah, asal nanti jangan kecewa kalo gak seperti novelnya...trus , ni searching dulu di net, pengen tau komentar2nya...emang bikin miris ya mas.... but, keep on fighting mas hanung...ini adalah titik awal sebuah perubahan. aku lom nonton sih, tapi kita tidak akan tau mana yang terbaik atau bagaimana cara membuat sesuatu yang baik, kalau kita tidak membuat sebuah kesalahan atau mengandung kekurangan sebelumnya.... ntar deh, koment tambahannya habis nonton ^___6 keep on your jihad mas! ALLAHU AKBAR!!!
Saya juga heran, kok bisa-bisanya muncul film bajakannya. Mungkin lain kali harus lebih berhati-hati. Saya sendiri juga sudah menonton film bajakan itu. Pun demikian, saya juga menontonnya di Bioskop. Ternyata beda sekali mas, kalau nonton di Bioskop lebih mengharu biru, dan accesorisnya juga beda banget kok.
Bagi yang udah nonton versi bajakannya, rugi lah kalean kalo gak nonton di bioskopnya, dijamin rugi.
Bagi Coy Hanung, satu novel lagi yang saya pikir (menurut saya) lebih dasyat dari AAC, yang juga dari kang abik, adalah "Ketika Cinta Bertasbih". Film-kan juga lah.... Barangkali ada yg sudah baca novelnya
greetinkss. . . wahh seorang yang layak diacungi jempol... jihad lewat pilm... semoga tetep diberi kesabaran. Karna pendewasaan selalu meminta korban, selain itu keingin tauan memainkan peranan penting dalam kehidupan. wass
tetep semangat Mas, maaf ... saya termasuk mahluk yang mengkonsumsi bajakan (luar) tapi sudah menurun intensitasnya, tapi untuk produk dalam negri, saya hormati. Saya beli yang original (cd audio, vcd, dvd). Kebetulan saya dan mantan pacar belum pernah nonton filem di bioskop, setelah baca novelnya jadi semakin ngebet buat nonton filemnya. Terus berkarya ya mas, siapa tau nanti 'mantan pacar' mau lagi nonton filem lainnya. :)
giwank wrote on Feb 26, '08, edited on Feb 27, '08
GW DAH NONTON!!!!!!!! mas hanung keren bgt. bagi yg dah baca bukunya mungkin akan bertanya"loh crita yg itu kmana yah?" atau "loh kok ada adegan kya gini? perasaan dibuku ga ada" atau "hehehehehe maria nitipnya CD bukan disket :p" atau "gw jd jatuh cinta ma karakter maria (loh ini mah gw :p)" tp lo smua harus nonton!!!! mas hanung bikin critanya twisted dikit tp malah menarik n lucu. BRAVO MAS HANUNG!!!!!!
>>gw edit buat tambahin info ini: kmaren lusa nontonnya di setiabudi21 jd bukan bajakan :p ga tega buat nonton bajakannya...........
Film ini sangat ditunggu-tunggu karena waktu tayangnya ya lumayan molor jauh, jadi ini ladang emas, perak, perunggu buat para pembajak-pembajak sawah hehe,( Kebo, Sapi, Banteng, Badak, dkk. ) InsyaAllah Saya pasti nonton di Bioskup. gak berkah nonton hasil bajakan, ya kan, tak acungin 4 jempol buat ms Hanung. Barokallah.
duh turut prihatin mas... semoga diberi kesabaran yang lebih untuk mas hanung serta sutradara lain yang pernah dan (mungkin) akan jadi korban.... aaminn.
mas hanung, ternyata omongan pembajak tetep nggak bener, buktinya di pedagang DVD bajakan, banyak yang jual film-film indonesia, tapi untuk film AAC, saya sudah nonton kemarin di Djakarta XXI, kayaknya juga masih pengen nonton ulang lagi, BAGUS!!
rejeki yg ga halal ga akan berkah. sementara orang yg sabar, rejekinya insya Allah malah dipermudah. tetap smangat mas Hanung, semua kejadian pasti berhikmah! ;)
Di sekitar sya juga sudah banyak beredar bajakannya, tapi untuk film yang udah saya tunggu sekian lama kayaknya ga banget kalau akhirnya saya hanya 'menyerah' pada bajakan.
ya..saya sependapat. Tidak etis memberikan apresiasi hanya berdasarkan film bajakan. apalagi kalo sampai menghasut calon penonton yang sudah menunggu filmnya di bioskop... Menurut saya, menonton film dr dvd bajakan hanya akan memperoleh kekecewaan yang berbuntut menularkan kekecewaan tersebut pada orang lain. Kalo anda seorang penyuka novel AAC yg baik... sabarlah menunggu (bukannya Novel tersebut mengajarkan ttg arti kesabaran) Klo Anda benar2 penggemar film... Nontonlah film di Bioskop,,,Lagian skrg Bioskop 21 saja memili variasi harga..mo yg murah (10rb) juga ada.. Insyaallh..Anda akan puas.. dan Anda tidak akan kecanduan nonton film bajakan yg banyak mudharatnya drpd maslahatnya.
INGAT: MENONTON FILM BAJAKAN SELAIN MERUGIKAN ORANG LAIN (dalam hal ini pembuat film) JUGA MERUGIKAN DIRI SENDIRI (karena mengecewakan dan dapat menyebabkan ketagihan)
Sabar aja mas..Nanti saya bantuin promosiin film ini dari mulut ke mulut :)) *Dan sudah banyak yang terpengaruh Hehe..* Kebetulan saya sudah liat filmnya pas malam pertama di puter di Plaza senayan XXI. BAGUS! kalau orang membanding-bandingkan film ini dengan Novel-nya, justru waktu itu saya nonton karena penasaran, apa yang BEDA dari film ini dibanding Novelnya.
saya di malang. sempet kaget lalu kecewa teman muslimah yang semula mengagendakan nonton bareng bersama satu kelas, mengabarkan sudah dapet filmnya di internet. Kecewa karena dia bilang tidak jadi menonton di teater. Saya juga sudah punya filenya. Tapi saya insyaAllah jumat ini berencana untuk menonton di teater bersama seorang teman. Orangtua di rumah pun juga berjanji untuk membeli vcd aslinya kelak jika sudah beredar. Semua demi mendukung mas Hanung!!
NB sayang ya, settingnya tidak di Kairo. Padahal mama saya sudah berencana mengajak nonton rame-rame jamaahnya agar tahu benar penggunaan bahasa Arab dan pemandangan Univ.Al Azhar dan sungai Nil...tapi, kita syukuri saja!! Luar biasa!! Semangat!!
MAS, MAAF DENGAN CAPLOCK. INI INFO SAJA. beberapa waktu yang lalu dipsoting atu bolg di multiply ini versi avi AAC, saya tidak tahu apakah ia mendapat izin dari mas, tapi besar kemungkinan, bajakan itu ari versi avi, yang pasti buruk karena boleh down loda dari internet.. saya memang pernah membuka, tapi tidak mendownload. sampai sekarang posting itu masih ada di blog multiply orang tersebut. apa mungkin dari situ mas?
Iya, di Makassar sy dengar udh ada bajakannya. Beberapa hari setelah premier di Jakarta, teman-teman di Mks udah dapat bajakannya, katanya download dari internet. Saya juga heran. Bahkan ada yang mau bikin nonton bareng, tapi alhamdulillah g jadi. Saya sempat beberapa kali "digoda" untuk nonton filmnya, tapi alhamdulillah g terpengaruh. saya bilang, mau nonton di bioskop aja.
Betul yang mas bilang, ini bukan soal materi, tapi sejauh mana penonton menghargai orang-orang yang terlibat dalam film ini (sutradara khususnya). That's why sy g mau nonton yang bajakannya. Walopun harus ngeluarin uang untuk nonton di bioskop, that's ok. Satu lagi, coz mas Hanung merupakan sutradara favorit saya, apalagi setelah nonton Get Married, tambah suka sama mas Hanung. So, untuk menghargai usaha super kerasnya mas Hanung dalam mewujudkan film ini, saya lebih memilih untuk nonton filmnya di bioskop.
Sebelumnya, saya pernah baca tulisan mas Hanung tentang Kisah di Balik Layar AAC (saat pembuatan film ini). Sy sangat terharu, sampe nangis bacanya. Baru membaca apa yang mas Hanung alami, saya sudah bisa bayangkan betapa beratnya tantangan yang mas hadapi, yang mengalaminya psti lebih berat. Sy pernah membayangkan klo saya jadi mas Hanung. Wah, psti berat sekali. Tapi ternyata, membayangkannya saja saya sudah stres, apalagi jika benar-benar mengalaminya.
Selamat buat Mas Hanung yang udah menyelesaikan pembuatan film ini. Best believe, hanya Allah yang tau niat tulus mas Hanung dan Dia akan membalasnya.
mynotebook wrote on Feb 27, '08, edited on Feb 27, '08
Mas..anggap aja ini karena antusias yg sangat besar dari orang2 yang penasaran banget sama film ini. Apalagi film ini sdh keseringan di tunda-tunda sementara video klipnya Rossa yang memuat potongan2 adegan di film itu sudah jadi makan sehari-hari di TV. Penasaran? Pastinyaaa... tapi yakin deh mas, walopun mrk sudah nonton yang bajakan, insya allah mereka nonton di bioskop juga kok.
Sabtu kemarin tgl 23/02 saya nonton AAC di 21 Mal Panakkukang di Makassar. Sengaja Midnight karena penasaran banget dan takut ngantri kalo nonton di jam regular. Surprise juga karena selain anak muda yg biasanya nongkrongin MP jam segitu, ternyata juga keselip satu-dua ibu2, tante2 bahkan ada juga yang satu keluarga (lengkap dengan anak balita dan pengasuhnya) yang nonton juga. Semua antusias kok pengen tahu seperti apa siiiihh film ini jadinya..
Tapi sedikit kritik ya mas... adegan saat Aisya di rumah Oom ngadu soal Fahri sedikit terganggu dengan nongolnya mikropon diatas kepala Surya Saputra dan Rianty. Walaupun ini juga sy tulis di blog as my review, kejadian mikropon nongol ini malah bikin teman2ku yg gak sempat midnight jadi tambah penasaran pengen nonton. Hehehe..
barusaja, tementemen satu kost pada nonton AAC versi bajakan... mending milih nyuci baju aja, padahal lagi gerimis2nya.. Biasanya sih ak getol sama yang gratisan2, but.... ntahlah.. untuk yang satu ini ngerasa ngga tega aja,, ngmg2 besok dah tgl 28... ^_^
Temen saya juga ada yang bilang versi bajakannya lebih lengkap,trus dia bilang filmnya ga seru (padahal dia ngakunya ikhwan loh!) tapi saya tetep bela2in nonton di bisokopnya pas tanggal 23 feb, midnight pula... (seumur2 ga pernanh nonton midnight bro). Lebih seru dan lebih kena... lebih terharu, lebih...wah langsung sms-in semua murid2 saya yang nungguin tanggal 28 buat bikin mereka sirik ^__^, langsung diprotes abis2an abis nyuri start banget... tanggal 26nya nonton lagi di tempat yang sama... besok nonton lagi ah... sukses ya buat mas hanung and kak abik, masih bisa menghasilkan karya yang keren abiz... Buat temen2 yang lain, di Megaria and setiabudi 21 udah maen tuh...
wah aku jg ketipu mas, kirain itu thriller yang dirilis gratisan dari MD. nih linknya: http://kaskus.us/showthread.php?t=217438&page=413 tp kok panjang banget...masih ada angka2 timernya lg, kayak masih dalam proses editing.... eh... ternyata bajakan kira2 itu namanya dibajak atau dibocorin sih mas....? sabar ya..mas... btw sungai nil kok kayak gitu nggak kayak yang di photo2 situs mesir....
belom sempat nonton seh... tapi jujur, kesel setengah mati saat tahu filmnya udah dibajak. ternyata mental masyarakat qt masih belom bergerak maju. Urghhh... harga moralnya masih kalah ma harga Sembako dan BBM. duh.. Tapi.. beberapa waktu lalu qt sempat membahas tentang film ini, banyak pihak, termasuk sang pembuat novel sendiri, agak kecewa dengan isi film ini. katanya lumayan melenceng dari isi novelnya. kenapa sih Mas?
Assalamualaikum Wr Wb. tetap semangat mas, jangan menyerah karena pembajakan, toh untuk audience sejati mereka akan cari kualitas (widescreen, Dolby Digital EX, DTS-ES, DTS-HD, special features, special packaging), saya tunggu dvd originalnya mudah2an tidak terlalu lama dari sekarang karena saya tidak dapat menyaksikan di bioskop jakarta. Mudah2an dengan adanya subtitle bahasa inggris pada versi dvd bisa memberikan pengertian kepada audience yang tidak mengerti bahasa indonesia supaya bisa mengenai esensi cerita yang bagus ini.
mas hanung.... saya tidak menyangka segitu besarnya perjuangan dalam membuat film ini. semoga perjuangan yang telah masa berikan untuk film ini diberikan penghargaan yang sebesar-besarnya dari Allah SWT... ^_^ tp kalo boleh jujur mas.. saya rada bingung dengan tokoh Aisha dalam film ini... knapa jadi terkesan Aisha adalah anak yang spoiled dan bisa bertindak sesuka hati ya? jd tidak sama seperti di dalam novelnya... tp tetap saja hal tersebut tidak mengurangi rasa salut saya terhadap kegigihan mas hanung dalam perjuangan menciptakan film ini.... SEMANGAT YA!!! saya tunggu karya Mas Hanung yg berikutnya ^_^ semoga sukses selalu...
Untuk film berkualitas pasti semua orang pada pengen nonton. Melihat kapasitas orang Indonesia yang mempunyai pendapatan 6000 dollar US (kata IMF sih), ya wajar lah..Banyak yang negbajak!!!! Dan saya yakin, yang ngebajak dan mengkonsumsi adalah org2 pinter (mahasiswa yang pada sayang ngeluarin duit). Karena menyebar di kalangan kampus. Sayang sekali...Tapi saya mau nonton di bioskop kok mas. Ya walopun udah ada yang nawarin bajakannya..OGAH!!!!
Bajak is bajak,saat aq coba buat cari info para penjual kethengan dari ujung rel dan beberapa pertokoan,jawabannya adalah,"susah mas film indonesia,apalagi dvdnya klo ada paling vcd dan selalu ada vcd film indonesia bajakan di lapak mereka!!!,pemain tidak hanya satu dan sistem distribusi mereka yang acak. Tiket bajakan,stempel bajakan,ide bajakan,bikin aja bung film "BAJAKAN"
Maaf, mas, saya udah nonton AAC tapi yg bajakan, nontonnya rame2 di sekolah! Dan, maaf lagi, hampir semua temenku meng-copy-nya buat ditonoton di rumah. So, cuma sebagian yg keukeuh mwu nonton dibioskop. Sebagian lagi, enggak mau coz mereka sebel gara2 pligami-nya kelamaan. Katanya: Maria kok gak mati-mati??. Tapi,,,,tenang, aku masih mau nonton dibioskop koq.... SMANGAT!!!!
ivooke wrote on Feb 27, '08, edited on Feb 27, '08
Assalamualaikum. Bajakannya udah sampai www.youtube.com Mas ,yg upload dengan nama acount Eteph. saya turut prihatin.... mudah2an yang sudah nonton bajakannya ga puas trus nonton di bioskop buat liat versi yg paling bagus... Walau jalan cerita agak berbeda dan sedikit ganjil dari novel tapi saya menghargai perjuangan Mas Hanung. SEMANGAT!!!!
mas hanung,, duwh sempet kget juga coz ternyata AAC 'bisa keluar dipasaran' sebelum maen serentak di bioskop.. maaf dengan sangat karna saya penasaran jadi kuhubungi orang2 yg punya bajakannya trus saya kopi.. n jujur saya kecewa ngliat yg bajakannya coz diluar dugaan n beda dari novell..
but,, aku berharap pas aku bisa nonton di bioskop, bakal lebih diluar dugaan n ngebuat aku satisfied sampe kebawa mimpi...
mas hanung, saya akui saya juga sudah nonton film bajakannya karena penasaran abiess, dan saya akui setelah di tonton walau kualitasnya gambarnya bagus bgt, juga banyak moment yang mengecewakan mereduksi makna cerita novell aselinya, tidak sesuai harapan..saya jadi sangsi spirit motivasi pembuatan film ini untuk apa walau mas hanung bercerita Islam dan tidak semata masalah uang.Dan untuk menonton BAJAKAN saya mohon maaf. dan saya tidak respect untuk nonton versi layar lebarnya.
Mas Hanung, selamat ya..akhirnya Ayat-ayat Cinta yang ditunggu-tunggu rilis juga, dan semalam udah nonton. Apapun hasilnya dan apapun komentar orang-orang, saya tetap suka dan salut atas kerja keras mas Hanung beserta team yang lain. Bisa dimengerti kalau filmnya agak berbeda dengan novelnya.Ini memang bukan pekerjaan yang mudah, banyak yang mesti dipertimbangkan (termasuk alasan komersil ya mas? hehe..). Selamat sekali lagi mas Hanung. Ditunggu karya-karya selanjutnya. Berminat juga untuk mem-film-kan Ketika Cinta Bertasbih? :))
Asslmkm Mas..Aku udh nonton dibioskop walau tmn2qu udh pny bajakannya n udh pada nnton, aq ttp keukeu gk mau yg bajakan n mau nonton di bioskop(krn aq sgt menghargai kang abik yg buat novelnya n mas hanung yg buat filmnya..n krn aq jg tau benar tujuan AAC ini ..novel n filmnya adalah untuk dakwah..)..n pas mo pesen tiket aq gk nyangka..ternyata rame bgt(maklum mas..tau sendiri kan..di jogja bioskop 21 cmn satu doang jd klo ada film bgs pasti rame bgt..)..aq gak nyangka krn wlo udh ada bajakannya n nyebar bnyk di jogja trnyata msh bnyk yg nonton k bioskop..awal rencana aq mo nonton yg jm 6.30 mlm, eh ternyata udh full pdhl dtg mesennya siang loh..akhirnya krn aq udh ngebet bgt..aq pesen tiket untuk nonton jm 9.30 mlm..jujur baru kali ini aq mau bela2in nonton smpe mlm gitu..spiderman 3 aja dulu ditunda ampe besoknya jg gk pa2 dr pd nonton mlm2 kali..n ketika dtg lg k 21 jm 9 mlm..luar biasa mas..trnyata bnyk jg yg nonton jm segitu .. n waktu msuk studio..gilee beneer..full!..waah mas..jujur aq kagum bgt..n terharu jg sih..gk nyangka..wlo bnyk yg bajak..tp yg menghargai jg bnyk.. ;)..setelah nonton..aq merasa bahwa filmnya hny mengadaptasi 70% dr novelnya tp tetep menyentuh..terutama wktu fahri di penjara..di situ jelas bgt pesan islam yg ingin disampaikan film ini terasa..ya islam itu mengajarkan kita iklash dan sabar..indah sekali..setelah nonton bioskop..aq gk sbar nunggu versi VCD/DVD original nih..gk sabar unt nonton lg..lg..dan lg..thx ya mas hanung atas perjuangannya untuk AAC..smg ALLAH SWT selalu merahmatimu n smua kru yg terlibat..amiin..
Saya pikir, setelah materi film sebanyak 7 Rheel dibawa dari India menuju Jakarta, saya bisa sujud syukur dan berseru 'akhirnya film ini selesai juga.’ Sejauh yang saya bayangkan, tidak akan ada lagi persoalan besar yang menghadang. Tapi tidak sangka, hasil film ketika diperbanyak di lab Jakarta, hasilnya scratch, seperti nonton film ‘Janur Kuning’. Dua lab Film yang ada di Jakarta (yang ternyata satu-satunya lab di Negeri ini) tidak bisa menanggulangi persoalan itu. Belum lengkap seminggu ada di Jakarta, 7 Rheel Film Ayat-Ayat Cinta diterbangkan di Bangkok untuk diperbanyak sekaligus diberi Subtitle. Lagi-lagi kita kejar-kejaran dengan waktu karena paling tidak film harus sudah jadi tanggal 18 Februari untuk Gala Premiere di Plaza Senayan-Jakarta. Di Bangkok, persoalan scratch terselesaikan dengan baik dengan cara melakukan duplicate negative film tersebut. Akhirnya, 70 copy film Ayat-Ayat Cinta terselesaikan dalam waktu satu minggu. Pada saat dilakukan pengiriman melalui bandara Swarnabhumi-bangkok, kita terganjal maskapai penerbangan Garuda. 70 Copy tidak boleh di bawa, harus melalui Kargo. Padahal beberapa producer pernah melakukan itu sebelumnya dalam airlines yang sama. Kita sempat berdebat panjang di depan counter check in. Akhirnya hanya 10 copy saja yang bisa kebawa, sisanya harus lewat Kargo. 4 orang yang semula menyertai saya membawa 70 copy tersebut akhirnya harus tinggal di Bangkok untuk mengurus pengiriman lewat Kargo. Saya semakin was-was karena isyu birokrasi di lembaga Bea Cukai bandara terkenal rumit dan banyak preman. Salah-salah film AAC terganjal di Bea Cukai. Pada saat saya melakukan pengecekan ulang atas 10 Copy untuk keperluan Gala Premiere di Plaza Senayan, saya mendapatkan sms dari teman saya kalau AAC sudah ada bajakannya. Saya kaget, karena belum pernah sepanjang sejarah saya membuat film, pembajak membajak film Nasional. Saya punya kenalan pengusaha dvd bajakan di Glodok yang bahkan pernah bilang ‘Kita tidak membajak film-film Indonesia. Kasihanlah, film Indonesia kan lagi tumbuh. Sayang kalau dibajak. Film Amerika aja yang kita bajak. Mereka kan udah kaya.’ Saya tersenyum dalam hati. Moralitas kadang muncul tanpa kita duga dari jenis manusia seperti apa. Persoalan moralitas dan manusia itu kemudian yang membawa saya menelusuri kebenaran berita pembajakan film AAC. Manusia seperti apa yang tega melakukannya? Moralitas seperti apa yang dia anut, kalau manusia kelas pembajak glodok (yang menyikapi bajakan sebagai bisnisnya) saja bisa menerapkan ukuran nilai atas produk yang dia bajak. ‘Saya sangat menyesal mendengar itu, Mas. Kini di Malang sedang geger’ begitu bunyi sms dari teman saya di Malang. Seperti sebuah bola salju yang tergulir, sms-sms lain datang dari Surabaya, Makasar, Jogja. Mereka tidak sekedar mengabarkan, tapi memberikan analisa detil gambar, suara dan hasil edit atas film bajakan AAC. Bahkan ada yang bilang kalau hasil bajakan tersebut sudah di komentari di internet. Subhanalloh! Saya cuma bisa diam. Hati saya bergolak. Bukan karena film saya di bajak yang kemudian keuntungan yang saya terima sedikit. (Ah, lagi-lagi kalau kita bicara materi tidak akan ada habisnya). Mari kita membebaskan diri dari kecenderungan menilai pembajakan dari unsur materi. Hal paling besar dari pengaruh bajakan adalah: Penonton tidak dididik menghargai kualitas terbaik dari sutradara. Film Ayat-Ayat Cinta, sekalipun di bajakan bisa diikuti jalan ceritanya, tapi bukan kualitas terakhir dari sutradara-producer dan kru serta pemain. Artinya belum ada music yang layak (Masih musik kasar yang diambil dari film Schindler list, Kamasutra, Pasion of Christ, dsb), belum ada tata suara yang mendukung seperti suara Ustadz Jefri melantunkan ayat dan doa, suara Fahri di masjid Al Azhar saat Talaqi masih suara cewek, suara-suara atmosfer lalu lintas di Kairo juga belum masuk. Pendeknya, hasil dari bajakan tersebut belum layak untuk menjadi bahan apresiasi penonton. Jika sudah begitu, apakah penonton juga layak menilai sebuah produk yang memang belum layak untuk di apresiasi? Kabarnya, saya mendengar justru yang mengkonsumsi AAC bajakan kebanyakan umat muslim pecinta novel AAC. Semoga berita itu tidak benar. Tapi terlepas dari semua itu, saya menyayangkan sikap siapapun yang terlibat, baik membajak maupun mengkonsumsi bajakan tersebut. Apalagi melakukan penilaian atas dasar film bajakan tersebut yang kemudian menghasut, mencerca dan menjelek-jelekkan filmnya dan calon penonton yang mau menonton di bioskop. Saya hanya bisa berharap kepada Alloh untuk memaafkan orang-orang yang melakukan itu. Bagi yang tidak melakukannya, saya ucapkan terima kasih yang paling dalam. Kepadanya, saya hanya berharap doa untuk saya tetap sabar dan tidak terpengaruh. Jujur, sekali lagi bukan materi yang saya kejar. Lebih dari itu, film ini telah membuat saya mencintai lebih dalam agama Islam, karena keindahan Quran yang menekankan kesabaran dan keikhlasan umatnya.
Robbana Afrigh alaina Sabran, Wa tsabit Aghdamana wan surna 'alalqoumil kafiriin ...
sudah dicek tentang asal usul film bajakan itu? bisa aja ternyata pelakunya teman mas sendiri/kru film juga..ya gak mungkin aja sampai orang umum bisa dapat sedetil mungkin walaupun masih kasar editannya, tapi klo sudah begini tinggal kita semua sebagai penonton sekaligus penggemar film ini untuk bijak dan cerdas untuk bisa menghargai jerih payah dari seluruh pembuat film ini sekaligus pada novelisnya.. jangan mau tertipu lagi dengan apa yang kita dapatkan akan semudah mungkin, dan barang bajakan itu juga merampas semua apa yang sudah dikerjakan dengan usaha keras.. jika kita tidak ingin hasil kerja keras kita dilecehkan dan tidak dinilai kerja kerasnya maka mulai dari sekarang kita bisa untuk menghargai hasil karya orang lain contoh kecil ya film ini dan film lainnya.. yang pasti film ini selain berkualitas dari segi cerita tapi juga penuh inspirasi dan manfaat untuk kemajuan film indonesia..alhamdulillah..
Saya pikir, setelah materi film sebanyak 7 Rheel dibawa dari India menuju Jakarta, saya bisa sujud syukur dan berseru 'akhirnya film ini selesai juga.’ Sejauh yang saya bayangkan, tidak akan ada lagi persoalan besar yang menghadang. Tapi tidak sangka, hasil film ketika diperbanyak di lab Jakarta, hasilnya scratch, seperti nonton film ‘Janur Kuning’. Dua lab Film yang ada di Jakarta (yang ternyata satu-satunya lab di Negeri ini) tidak bisa menanggulangi persoalan itu. Belum lengkap seminggu ada di Jakarta, 7 Rheel Film Ayat-Ayat Cinta diterbangkan di Bangkok untuk diperbanyak sekaligus diberi Subtitle. Lagi-lagi kita kejar-kejaran dengan waktu karena paling tidak film harus sudah jadi tanggal 18 Februari untuk Gala Premiere di Plaza Senayan-Jakarta. Di Bangkok, persoalan scratch terselesaikan dengan baik dengan cara melakukan duplicate negative film tersebut. Akhirnya, 70 copy film Ayat-Ayat Cinta terselesaikan dalam waktu satu minggu. Pada saat dilakukan pengiriman melalui bandara Swarnabhumi-bangkok, kita terganjal maskapai penerbangan Garuda. 70 Copy tidak boleh di bawa, harus melalui Kargo. Padahal beberapa producer pernah melakukan itu sebelumnya dalam airlines yang sama. Kita sempat berdebat panjang di depan counter check in. Akhirnya hanya 10 copy saja yang bisa kebawa, sisanya harus lewat Kargo. 4 orang yang semula menyertai saya membawa 70 copy tersebut akhirnya harus tinggal di Bangkok untuk mengurus pengiriman lewat Kargo. Saya semakin was-was karena isyu birokrasi di lembaga Bea Cukai bandara terkenal rumit dan banyak preman. Salah-salah film AAC terganjal di Bea Cukai. Pada saat saya melakukan pengecekan ulang atas 10 Copy untuk keperluan Gala Premiere di Plaza Senayan, saya mendapatkan sms dari teman saya kalau AAC sudah ada bajakannya. Saya kaget, karena belum pernah sepanjang sejarah saya membuat film, pembajak membajak film Nasional. Saya punya kenalan pengusaha dvd bajakan di Glodok yang bahkan pernah bilang ‘Kita tidak membajak film-film Indonesia. Kasihanlah, film Indonesia kan lagi tumbuh. Sayang kalau dibajak. Film Amerika aja yang kita bajak. Mereka kan udah kaya.’ Saya tersenyum dalam hati. Moralitas kadang muncul tanpa kita duga dari jenis manusia seperti apa. Persoalan moralitas dan manusia itu kemudian yang membawa saya menelusuri kebenaran berita pembajakan film AAC. Manusia seperti apa yang tega melakukannya? Moralitas seperti apa yang dia anut, kalau manusia kelas pembajak glodok (yang menyikapi bajakan sebagai bisnisnya) saja bisa menerapkan ukuran nilai atas produk yang dia bajak. ‘Saya sangat menyesal mendengar itu, Mas. Kini di Malang sedang geger’ begitu bunyi sms dari teman saya di Malang. Seperti sebuah bola salju yang tergulir, sms-sms lain datang dari Surabaya, Makasar, Jogja. Mereka tidak sekedar mengabarkan, tapi memberikan analisa detil gambar, suara dan hasil edit atas film bajakan AAC. Bahkan ada yang bilang kalau hasil bajakan tersebut sudah di komentari di internet. Subhanalloh! Saya cuma bisa diam. Hati saya bergolak. Bukan karena film saya di bajak yang kemudian keuntungan yang saya terima sedikit. (Ah, lagi-lagi kalau kita bicara materi tidak akan ada habisnya). Mari kita membebaskan diri dari kecenderungan menilai pembajakan dari unsur materi. Hal paling besar dari pengaruh bajakan adalah: Penonton tidak dididik menghargai kualitas terbaik dari sutradara. Film Ayat-Ayat Cinta, sekalipun di bajakan bisa diikuti jalan ceritanya, tapi bukan kualitas terakhir dari sutradara-producer dan kru serta pemain. Artinya belum ada music yang layak (Masih musik kasar yang diambil dari film Schindler list, Kamasutra, Pasion of Christ, dsb), belum ada tata suara yang mendukung seperti suara Ustadz Jefri melantunkan ayat dan doa, suara Fahri di masjid Al Azhar saat Talaqi masih suara cewek, suara-suara atmosfer lalu lintas di Kairo juga belum masuk. Pendeknya, hasil dari bajakan tersebut belum layak untuk menjadi bahan apresiasi penonton. Jika sudah begitu, apakah penonton juga layak menilai sebuah produk yang memang belum layak untuk di apresiasi? Kabarnya, saya mendengar justru yang mengkonsumsi AAC bajakan kebanyakan umat muslim pecinta novel AAC. Semoga berita itu tidak benar. Tapi terlepas dari semua itu, saya menyayangkan sikap siapapun yang terlibat, baik membajak maupun mengkonsumsi bajakan tersebut. Apalagi melakukan penilaian atas dasar film bajakan tersebut yang kemudian menghasut, mencerca dan menjelek-jelekkan filmnya dan calon penonton yang mau menonton di bioskop. Saya hanya bisa berharap kepada Alloh untuk memaafkan orang-orang yang melakukan itu. Bagi yang tidak melakukannya, saya ucapkan terima kasih yang paling dalam. Kepadanya, saya hanya berharap doa untuk saya tetap sabar dan tidak terpengaruh. Jujur, sekali lagi bukan materi yang saya kejar. Lebih dari itu, film ini telah membuat saya mencintai lebih dalam agama Islam, karena keindahan Quran yang menekankan kesabaran dan keikhlasan umatnya.
Robbana Afrigh alaina Sabran, Wa tsabit Aghdamana wan surna 'alalqoumil kafiriin ...
emm...kemungkinan materi bajakan yang terlalu banyak diinternet yang membuat orang rajin mendownload bajakan daripada menonton di TV mas,,,,tp saya mah lebih seru nyewa video di Rental Ezy ato kalo ga langsung ke Bioskop aja, Hargain dunk yang udah buat film ini susah2...STOP PEMBAJAKAN!!
saya udah nonton di Plasa Senayan tgl 24/2 kemarin.....penuh ! Menurut saya sih, bagusan filmnya lho mas daripada novelnya. Kelihatan ada indahnya....gambar/fotografinya juga bagus.......saya jadi bisa terharu krn tersentuh......dan bisa memahami bagaimana Fahri dijatuhcintai oleh banyak perempuan, tapi kesannya gak narsis. Abis, waktu baca novelnya, kok kayaknya terlalu narsis dan too perfect as a human. Sedangkan di film, he's not that perfect. Dan di film ini juga menurut saya, Fedi memang ganteng banget.....yg di film lain biasa aja.....
di bajak??? sederhana cara menyikapinya. Alloh Maha Pemberi rizki dan peringatan. Bila mas Hanung mendasarkan semua yg tlh mas Hanung kerjakan hanya padaNya. Insya Alloh, bantuan dariNya akan datang dengan sendirinya. Tetep konsit dg keimanan-Islamnya yaw Mas Hanung. Film AAC gak dibawa mati toh, hny amalan baik saat prosesnya yg bisa menemani mas Hanung dlm alam barzah. Amin
" Jujur, sekali lagi bukan materi yang saya kejar. Lebih dari itu, film ini telah membuat saya mencintai lebih dalam agama Islam, karena keindahan Quran yang menekankan kesabaran dan keikhlasan umatnya."
Taik lah...
BUllshit banget...
kalo kagak materi yang lo kejer...lo ngejer paan hanung ?
versi novelnya banyak banget yang lu belok kin..menurut keinginan lu,....
AAC versi lu jadi pelem cinta yang menjijikan... Cuih... :mad:
kesian ama yng punya novel,....
setuju dengan anaphalis, mas hanung Ngadah2in film. Saya mau komen nih, 1.lebih bagus novelnya, memang sih dari satu wujud ke wujud lain butuh penyesuaian, itu bisa dimaklumin. 2.bnyak act yang penting tapi mas hanung lupain. seperti mimpi fahri bertemu sahabat rasul, dan saat fahri sakit dicium oleh maria. dan sati lagi pemerannya mas!!! kenapa Yousef dan Mr. Boutros ditiadakan? 3. di dalam novel, AISHA tidaklah seorang pencemburu, dia telah ikhlas dalam merelakan fahri menikahi maria. 4.mas hanung membuat felemnya bagus kali, ceritanya jadi INDONESIA banget. 5. latarnya kurang mas. 6.Maria jangan dibuat tabrakan, diakan sakit TBC kalo gak salah.
[quote]2.bnyak act yang penting tapi mas hanung lupain. seperti mimpi fahri bertemu sahabat rasul, dan saat fahri sakit dicium oleh maria. dan sati lagi pemerannya mas!!! kenapa Yousef dan Mr. Boutros ditiadakan?[/quote] halagh.... justru kagak ada esensinya nih... pake mimpi dibawa-bawa...
[quote]3. di dalam novel, AISHA tidaklah seorang pencemburu, dia telah ikhlas dalam merelakan fahri menikahi maria.[/quote] Bahkan Aisyah istri Nabi SAW seorang yang pencemburu..
saya udah nonton di Plasa Senayan tgl 24/2 kemarin.....penuh ! Menurut saya sih, bagusan filmnya lho mas daripada novelnya. Kelihatan ada indahnya....gambar/fotografinya juga bagus.......saya jadi bisa terharu krn tersentuh......dan bisa memahami bagaimana Fahri dijatuhcintai oleh banyak perempuan, tapi kesannya gak narsis. Abis, waktu baca novelnya, kok kayaknya terlalu narsis dan too perfect as a human. Sedangkan di film, he's not that perfect. Dan di film ini juga menurut saya, Fedi memang ganteng banget.....yg di film lain biasa aja.....
Setuju, Fachri kembali menjadi manusia setelah menjadi "malaikat" di bukunya
em.... mas hanung saya minta maaf... soale saya dah terlanjur liat bajakannya.... rasa penasaran yang amat.... btw yg salah tetap salah & saya minta maaf.... setelah baca comment mas hanung tentang acc bajakan.... duh saya sangat2 merasa bersalah... :( wlpn saya punya banyak kritik, tp itu semua tenggelam waktu baca comment mas hanung ini... af1.....................................
Hihi... maaf Mas, bukannya apa... Tapi saya bener-bener tergiur nonton bajakannya kemaren... Ya udah, aku kopi aja dari temenku. Masya Allah... ternyata kualitas gambarnya bagus pisan euy... salut yang bajak!!! Dugaanku Mas yang bajak pasti orang dalem... Belum pernah aku dapat bajakan Indonesia sebagus itu. Dulu pas booming AADC bajakannya aja jelek banget. Banyak hal yang mestinya aku komentarin, dan sesalin... tapi aku nggak tega karena nonton bajakannya... Udah deh Mas Hanung, mungkin bajakan itu timbul karena filmya ditunda mulu. Niatnya pengen dapet keuntungan sebanyak2nya, karena membuat penasaran seluruh penggemar AAC, akhirnya bocor juga...
eh mas hanung, saya udah nonton AAC. berhubung belom baca novelnya, menurut saya film ini bagus, terlepas dari semua kontroversial yang ada. temen saya yang non-muslim aja bilang film ini bagus banget! salut untuk mas hanung. berarti usaha mas hanung membuahkan hasil.. :D
AAC emang fenomenal banget, novelnya sukses berat, filmnya juga bener-bener WAJIB TONTON. Sekarang aja di Mega Bekasi XXI dari 7 studionya, AAC diputer di 3 studio di gedung pertunjukkan yang sekarang jadi tempat wajibnya orang-orang bekasi yang hobby nonton. Apalagi tadi Mega Bekasi XXI puenuh buanget coz ada Fedi "Fahri" Nuril. 1 kata aja deh buat AAC "Subhanallah".
ririnmailbox wrote on Feb 28, '08, edited on Feb 28, '08
Mas Hanung, terlepas dari semua kontroversi yg timbul atas film AAC ini, kalau saya pribadi sih bahagia sekali, salut sekali nonton AAC yg sudah bisa mempengaruhi banyak orang lebih mendalami kedamaian & keindahan Islam (termasuk saya). Kalo orang2 yg mencaci sih saya rasa ngga usah didenger, mereka itu cuma tersinggung & merasa malu sebenernya karena sifat & perilaku mereka jauuuuuuuuhhhh berbeda dgn tokoh2 yg ada dalam AAC yg sangat alim. Salut bener deh mas dgn film ini, saya udah capek nonton film horor atau percintaan ABG2 sampah yg ga bermutu, cuma ngerusak akhlak anak2 remaja kita aja. Tolong diperbanyak film2 sarat moral seperti ini untuk temen2 produser & sutradara lainnya. Viva film nasional!!!
sejujurnya yang membuat banyak dari penonton AAC kecewa lebih kepada ekspektasi pembaca AAC yang menginginkan adanya gambaran muslim (mendekati) ideal dalam buku terinterpretasikan dalam novel. saya kira kalau filmnya dibuat lebih mendekati novelnya akan sangat baik bagi syiar islam. saya pribadi kecewa dengan interpretasi dari mas hanung atas novel tersbut hingga menjadikan filmnya terkesan vulgar dan kehilangan sisi-sisi religisnya. satu adegan yang membuat saya terkejut dan bingung menyaksikannya adalah ketika terjadi keributan antara pria arab yang memaki wanita amerika dan aisyah, kenapa aisyah menjawa makiannya dengan berteriak dan mengatakan 'tidak peduli' dengan beringas, aisyah kehilangan sisi kemuslimahannya diadegannya. lebih parah lagi ketika fahri tanpa tedeng aling-aling langsung menuduh pria arab tersebut dengan kata-kata 'anda telah menghina rosululla' kata-kata ini muncul tanpa adanya suatu proses sehingga terkesan dipaksakan dan tidak mengena. entahlah, penonton seperti saya terkadang lebih pintar berkomentar daripada membuat filmnya. tapi apapun sutradara berkarya dengan film dan penonton berkarya dengan komentar, bukan. semoga suatu saat ada film religi yang benar-benar membangun jiwa.
klo ngomong kaya gitu protes tuh ke pemerintah.........
lagian sih loe sok2an pengin ngilangin lembaga sensor film, makanya sekarang ma pemerintah di bales loe dengan ga diurusin film loe.... mo dibajak mo diapaiin.... kata pemerintah TERSERAHHHHHHHH
vanhook wrote on Feb 28, '08, edited on Feb 28, '08
Assalamualaikum...
Semua kejadian pasti ada hikmahnya. Mas Hanung semoga bisa tetap khusnuzon. Saya teringat waktu GIGI konser di Medan. Semua orang bisa ikut menyanyi, padahal tuh lagu masih baru dan albumnya belum launching. Armand sih bilang gak berapa khawatir kalo lagunya di bajak, setidaknya banyak orang yang bisa menikmati karyanya. Terlebih golongan bawah yang tidak mempunyai cukup uang untuk membeli kaset atau CD.
Mayoritas yang bisa beli kaset/CD/DVD original golongan menengah ke atas. Sedangkan golongan rakyat kecil mungkin hanya bisa menunggu kapan musik atau film yang lagi HOT di dunia entertainment bisa didengar di radio atau ditayangkan di Televisi.
Dan pastinya..... pembajakan tidak akan bisa dihentikan. Pasti akan ada saja orang yang menjadi pembajak.
Hmm, sedih juga mengatakannya. Film AAC bajakannya pun sudah sampai Jepang, kmarin tak sengaja teman kantorku yg sama2 dr Indonesia memberiku sbuah file dia bilang, "Liat aja, mumpung di Indonesia blm tayang. Keren banget!" Penasaran.., aq liat jg film itu sesampai apartemen. Astagfirlah..ternyata isinya AAC (jujur aq sgt suka novel AACnya Habiburahman) Esoknya file itu aq kembalikan ke temenq, g tega mau lihat. Mas Hanung yg sabar yah..,
hmmm aku juga dapet...pertama dapet tak pikir cuma traillernya aja ternyata film, aku bingung kok bisa udah beredar padahal sepengatahuanku tayang 28 februari...tapi tetep gak tak buka filenya pilih nonton d bioskop aja...
rupanya belum juga sadar para pembajak dan penonton dvd bajakan.. well, semoga perfilman nasional kita semakin dihargai oleh para pecinta film di Indonesia. How, stop piracy because it is the same as stealing and it's absolutely a crime. Put in jail the hijacker biar kapok.. Piss
Saya makin salut dengan Mas Hanung, hamba Allah yang bener-bener ingin mencintai agamanya melalui profesinya. Di tengah-tengah usahanya mencintai agamanya, Allah memberi cobaan dengan seri bajakan-bajakan AAC ini. Memang itu salah satu cara Allah ingin agar hamba-Nya dekat dengan Dia
Don't Give Up!!!
Jadikan dunia mas Hanung sebagai jalan syurgamu Saya juga menantikan produser yang akan membiayai film yang menceritakan Muhammad Darwis kecil yang tumbuh menjadi KH Ahmad Dahlan. Laa Tahzan wa Laa Takhof. Innallaha Maa'anaa...
Banyak komentar atas filmmu, Nung. Ada yang bilang, "bagi orang kayak saya, AAC terlalu dakwah islamiah". Ada yang bilang, filmnya over melankolis dan lagu Rossa diputar di mana-mana sehingga membosankan. Susah memang membuat film adaptasi novel. Orang maunya novel diadaptasi seutuhnya, sementara orang lain justru berpendapat sebaliknya, ambil saja secukupnya dari novel itu. Membandingkan novel dan film seperti membandingkan gudeg dan pecel, ya? Hehehehe. Komentar-komentar miring itu tentu sudah biasa ya buatmu? Tapi BAJAKAN? Tops banget ya? Gimana kata Pak Manoj?
Sabar ya mas ... mudah2an kesabaran mas hanung akan berbuah manis. Semoga film ini menghantarkan penghargaan untuk mas hanung. Dan kita juga udah sabar bgt neee ... mau nonton kehabisan tiket terus ... Mudah2an kita dapet tiket nee. Dan trus ditonton dan selalu penuh sampai 1atau 2 bulan kedepan ... Amiien
soal Aisha beringas.... "bila engkau menemukan kezaliman, basmilah dengan tangan atau dengan mulut mu atau dengan hatimu... dengan hati itu selemah-lemahnya iman..">>> Aisha beriman kuat, dia tidak segan-segan menghardik pelaku kezaliman.
lho... si fahri kan udah ngajak shalawatan dulu, lalu si Mesir galak masih aja ngataingatain .... apa bukan melanggar ketentuan nabi itu namanya?
sabar mas... moga2 orang yang bajak dapet balasan yang setimpal... BTW... film AAC e.. kueren buanget.. baru kali ini aq nonton film trus hampir seisi bioskop nangis... n salut banget buat musik dan ayat-ayat yang menyayat hati... kemasan film e juga bagus banget...
terus terang aq lebih suka film nya (bukannya ga suka novel-nya loh..) tapi di film lebih terlihat sisi sifat setiap masing2 tokoh novel... di novel-nya seorang Fahri tuh kaya' e ga da cacatnya... tapi di film lebih jelas n manusiawi... dimana setiap orang tuh ga da yang sempurna... begitu juga sama Aisyah, Maria, dan juga tokoh lainnya... trus kapan nich dikeluarin DVD e... pasti beli deh... OK banget buat koleksi...
BUAT YANG BAJAK AAC SEMOGA LO KESELEK SAMBEL.....(>.<)
Aq tunggu karya yang laennya ya Kang.... Semangat... \(^o^)/
sbaiknya diadain nonton murah Mas Hanung (klo bs gratis he22,sm jg boong) atau pmutaran di kampus2 dg tiket bs dipesen umpamanya di websitenya .soalnya alasan lain slain mahal banyak penonton yang males antre gara2 takut "rusuh" dan bersentuhan skaligus bergaul kelewat batas dengan nonmuhrim.
Tadi malam sebenarnya diajakin temen bwt nonton AAC di 21. Tapi sayang, tiket habis untuk hari itu. Padahal msh sore. Dan orang-orang tuh pada ngantri bwt beli tiket untuk besok. Ya, maklumlah. Di Jogja 21 kan cuman ada di Amplaz.
Aku juga udah denger kabar bajakannya itu. Tapi aku ttp ga mau nonton. Sayang banget, nonton yang blm sepenuhnya jadi. Ibarat masak, kan ga enak kalo makan makanan yang blm mateng.
ups! sorry mas Hanung, saya udah dapat tanggal 28 Pebruari 2008 edisi bajakan uncut katanya, tapi belum sempat nonton soale ketiduran... tapi untung saya belum nonton, karena besoknya udah nonton di bioskop. ternyata memang harus nonton di bioskop, karena ada visualisasi dan lengkap dengan soundnya dan hiasan soundtrack di adegan2 yang pas itu yang bikin filmnya jadi beda dan penuh hikmah, so jangan khawatir mas Hanung, InsyaAllah cuma yang nonton di Bioskop aja yang bisa dapat hikmah dari film itu, karena nonton dengan hati yang lapang..... maju terus n sukses selalu.
klo aq sih dah liat yang bajakan, emang terkesan jelek sih.... btw saya g merasa bersalah lho!!!! sori klo mas hanung tersinggung dengan perkataan saya. tapi saya liat karena saya difasilitasi (alasan pembenaran) he..he.. tapi meskipun bajakan dari situ saya g suka ama yang jadi aisha, kayak orng munafik saja!!! kalo di film segitu alimnya, tapi klo di kehidupan sebenernya gak tau deh kayak gimana ... ( temenxx bisa nilai sendiri ). saya juga g percaya klo dasar dari mas hanung membuat film ini untuk syiar agama islam... cos klo emang mau syiar agama islam ngapain make aktor dan aktris yang g islami... btw saya termasuk orang yang g merasa klo pembajak adalah orang yang hina, INDONESIA MAJU KARENA BAJAKAN, INDONESIA CERDAS KARENA PEMBAJAK, HIDUP PEMBAJAK!!!
sutan00 wrote on Feb 29, '08, edited on Feb 29, '08
wew , ane ga mbajak tuh,ane donwnload klo mbajak kan di jualbelikan, so bukan kategori pembajakan menurut ane. buat mas hanung : klo buat film lagi yg dari novel, jangan di buat menyimpang jauh deh dari novel aslinya, klo emang mo di bikin beda, buat aja film ndiri, jangan niru novel trus di rubah alur dan penokohannya,banyak yg ga pas dalam aturan islam,klo mo buat filem islami lg, perhatikan smua unsurnya, ga sesuai penokohan dalam novel dan film, sorry :P
aslmkm,saya se7 dg jawaban itu,saya turut berdo'a smg Allah mengempuni dosa-dosa qtq semua,menurutku sipa saja, baik itu bajakan, ato download dr internet n cm bayar internet doank sama saja, toh menikmati karya yg belum hlal,coz karya tersebut baru akan diputar 28 februari serentak di indonesia,artinya kalau belum 28 februari 2008 ya,......belum jadi milik umumj n belum halal atuh......................,key semoga mas hanung bramantya sabar n selalu diberikan kmeudahan oleh Allah swt,amin.........,hargailah produksi saudara qta,toh belum tentu kita yg ngomentarai jelek ataw apah lah bisa bwt film sebagus n syarat akan ajakan kebaikan kan?
acromy reply acromy wrote on Feb 29 aslmkm,saya se7 dg jawaban itu,saya turut berdo'a smg Allah mengempuni dosa-dosa qtq semua,menurutku sipa saja, baik itu bajakan, ato download dr internet n cm bayar internet doank sama saja, toh menikmati karya yg belum hlal,coz karya tersebut baru akan diputar 28 februari serentak di indonesia,artinya kalau belum 28 februari 2008 ya,......belum jadi milik umumj n belum halal atuh......................,key semoga mas hanung bramantya sabar n selalu diberikan kmeudahan oleh Allah swt,amin.........,hargailah produksi saudara qta,toh belum tentu kita yg ngomentarai jelek ataw apah lah bisa bwt film sebagus n syarat akan ajakan kebaikan kan?
betol mas..aq setuju bgt dgn opinimu..kyknya banyak yg mengkritik(bisa lebih dibilang mengejek ato menghina malah..)tapi gak membangun gitu..ya pinternya hnya comment doang..terus yg pada jujur membajak ato mendownload..kok gk malu ya...hihihi...salam damai.. ^_^
Salam... saya pernah mendapat permintaan teman dari daerah sana, agar diuploadkan film ini. dan saya pun menguploadnya hingga tuntas, meskipun saya potong-potong dulu. dan setelah saya pikir-pikir ulang ini sangat tidak benar, ini mematikan kretivitas anak bangsa, dan akhirnya saya menghapus kembali hasil uplod saya, kebetulan saat itu di Makassar belum diputar pada bioskop. Video ini saya dibawakan teman dan saya dak pernah meminta dan menanyakan hal ini pada mereka, tiba-tiba aja datang dengan sendirinya. Dan alhamdulillah selama 2 hari ini kebetulan sedang diputar dibioskop makassar bila ada teman yang mau Nonton saya menyuruh mereka langsung kebioskop selain nontonnya enak, saya juga tidak berdosa.
saya sangat mengapresiasi film AAC. Betapa tidak, sejak film Fatahillah tahun 90-an, baru film ini yang mengandung nilai dakwah islam, tapi tetap segar dan tidak menjerat. Semoga AAC menjadi bola salju bagi perkembangan film indonesia bnercitarasa islam yang eksis diluar bulan ramadhan. semoga
salam, mas...film AAC yang versi bajakan bahkan udah sampe jauh ke pelosok tanah air, di tempat saya di bangka (belinyu) bahkan udah sampe... padahal di tempat saya,jangan kan bioskop, PLN aja ga sepenuhnya ngedarin listriknya...bioskop kalah bersaing dengan burung walet semoga rejeki datang bertubi-tubi mas ;) regards
salam, i am so sorry to hear your info mas. Tapi semoga kesulitan dan kesedihan mas Hanung diganti dengan rezeki dan kenikmatan yang berlimpah dari Allah SWT.Amien. Tetap Semangat!!!! Yudha di Thontho, mesir
mas, dikotaku ada 4 bioskop. masing2 bioskop 2 studionya memutar aac, jadi total 8 studio muter ayat2 cinta doang... baru kali ini ada film yg ngabisin studio 21. salut deh...
Saya kaget, karena belum pernah sepanjang sejarah saya membuat film, pembajak membajak film Nasional. Saya punya kenalan pengusaha dvd bajakan di Glodok yang bahkan pernah bilang ‘Kita tidak membajak film-film Indonesia. Kasihanlah, film Indonesia kan lagi tumbuh. Sayang kalau dibajak. Film Amerika aja yang kita bajak. Mereka kan udah kaya.’ Saya tersenyum dalam hati. Moralitas kadang muncul tanpa kita duga dari jenis manusia seperti apa.
kenalan mas hanung yang pengusaha bajakan di glodok itu telah BOHONG BESAR karna semua jenis film dari beragam negara sampai film indonesia sekalipun ada di glodok..apalagi film itu banyak dicari orang..!! katanya pemerintah mau memberantas pembajak yahh..?? kan udah pada tau tuhh dimana tempatnya..!!
iya nih mas.., di makassar saja edaran vcd bajakannya laku keras, temen2 di kampus malah dengan seenaknya nge- copy film aac itu. mereka ndak sadar sama saja dengan pembajak,,!!..,peredaran bajakannya ini malah jauh sebelum pemutaran film tgl 28? apa bener ya karena katanya pemutaran filmnya ndak serentak ato gimana? oya, saya baru aja nonton bareng aac,, 16 cewek + 1 cowok.., n keluar dari bioskop, matanya pada sembab abis nangis..( n ketauan mata saya paling sembab, hehehe) duh..pokoknya sukses saja deh buat mas hanung.., kapan ke makassar lagi mas,..teringat mas hanung pernah jadi tentor saya dulu wkt event di benteng fort rotterdam)
wah wah... hidup di dunia kapitalis kalo gak ngebajak.. mo ngapain lagi... mending bikin film,.. seni dalam membajak .... hehehe...
Baca dari forum sebelah,... Asal usul novelnya aja dah kena bajak sana bajak sini, tapi penulisnya diem aja..... lah ini film koq ya,.. di bajak malah koar-koar... kalo sabar mah diem aja.... gak perlu ngiklan dalam air keruh.... hehehehe... lagian ceritanya denger-denger dah di simpang siurkan dari alur. Terus terang, kalo novelnya mo di filmin,.. Too Good to be Truth.. lah.... jadi kalo gak mau kena bajak,.. ya gak sah bikin sesuatu yang dah pasti bakal kena bajak.
jamane-dah jaman edan... ojo melu melu duniane kapitalis... !! ikut kapitalis... bakal kena bajak... mergo sing sugih tambah sugih.. sing kere tambah kere.... !!
Pesan moral,... dah tutup aja nich thread.... karena gak mbawa manfaat dan menimbulkan mudhorot !!.....
10 komen diatas gw tu kayanya dedengkot FC kaskus dah
1. Ketauan dari bahasa 2. Pake Sign of Expression marah ala kaskus :mad:, woi inget ini bukan FC kaskus, goblok banget lo dasar pengangguran cuman bisa buka kaskus mpe kebawa kemana2... 3. Lo pasti buka dari tret fovie AAC dibajak
Dasar goblok ga bisa bedain situs, di matanya cuman ada FC kaskus doang padahal lagi di MULTIPLY, lupa apa tolol si lu??
saya barusan dapet link lengkapnya di youtube. tapi ngga tega mau nonton,, insyaAllah akan sabar nunggu sampe minggu depan, bakalan nonton di bioskop pas mudik ke Indonesia. insyaallah pengen beli DVD aslinya juga, biar temen2 di Jepang yg ga bisa nonton langsung bisa nonton DVD aslinya :)
Meskipun bukan penggemar ayat2 cinta tapi kerabat dan temen2 langdon banyak yg suka lho, thanks for the movie..mengenai pembajakan...turut bersimpati aja, semoga tidak menyurutkan semangat mas hanung untuk terus berkarya. Mengenai pro dan kontra AAC bajakan sebaiknya ga usah di jadikan perdebatan kalau memang ga ada jalan keluarnya...
Wah mas,,Alhamdulillah saya berhasil menahan godaan nonton bajakannya lowh walaupun temen-temen saya udah merayuu menyuruh menontonnya, walaupun harus mengantri nyaris dua harii. Fufufuu..Tapi saya senangg akhirnya lolos dari godaan. Hehe,,
ada masalah pasti ada sebabnya..setelah saya liat film bajakannya (maaf mas han, hanya memastikan pra duga tak bersalah), film itu sama persis dengan yang di bawa oleh teman saya yg bekerja di MD (sebelum merebak kabar bajakannya), saat itu film AAC yg dia bawa belum di lengkapi dngn sound background dan terpisah menjadi 6 bagian, sepertinya si pembajak melakukan editing sendiri terhadap film AAC itu, memasukkan musik yg sebenarnya belum mewakili scene per scene film tersebut..masalah munculnya bajakan dan banyaknya penggemar novel AAC yg mengkonsumsi film bajakannya saya lebih mengarah pada lamanya film AAC ini keluar, mereka lama menunggu dan tidak sabar, apalagi di tambah dengan penundaan yg berlarut - larut..
Mas, dakwah itu jalannya berliku... Banyak aral melintang.. Mulai dari proses pembuatannya yang njelimet, adanya bajakan sampe komentar2 miring itu merupakan ujian... Dilewati saja.... Insya Allah ada hikmahnya. Sukes ya Mas.... Saya sampe ke multiply ini sebenernya dari google, pengen download film AAC dari youtube (bajakan ya?), tp trus ada comment yang mengantarkan saya kesini. Gak jadi deh down loadnya. Sabar aja nunggu dvd aslinya... Duh, sebenernya pengen banget bisa nonton di bioskop.... nunggu bioskop dibangun di Lombok kapan?
btw yang komen2 disini pada punya mp3 ga? tau ga itu juga ngebajak? hehe... tenang aja mas hanung, mau bajakan juga smua orang tahu kalo AAC bioskop adalah buah karya mas hanung...tetep berkarya ya!
Mas dirilis di Mesir donk mas, biar bisa ngikutin jg, kl nggak ya apa boleh baut, nge-download dech, boleh khan mas.......!!!!:D Terus berkarya massssssssssssssssssssss .............!!!!jangan cuma AAC aja, klo bisa tambah lagi film religius nya.
sabar mas. Allah masih sayang banget sama mas atas usaha mas membuat film ini. sejak dari awal pembuatan, proses hingga skarang stelah selesaipun, Allah masih dg CintaNya memberi cobaan pada mas agar mas lebih kuat. teruslah berkarya, terutama dalam membuat film2 sperti AAC yg sarat dg nilai dakwah..
rada senyum juga wad baca komen yg ini, weleh, Harpot aja melenceng jauh kagak banyak yg komentar, trus Cintapuccino yang Novel Indonesia asli dan film Indonesia asli melenceng jauh juga ga banyak komen, niy pada kenapa c? pada sirik krn ga bs jadi sutradara, atau pada sirik karena ga hanya novelnya yg best seller tapi film nya juga yg jadi waiting list awal taon?
hehe...boleh dikomenin ya... kata siapa harpot ga banyak yang komentar (ga tau deh kalo cintapuccino ga ngikutin) malah justru lebih banyak karna lebih internasional punya, ga cuman itu golden compass, kite runner, eragon, da vinci code, LOTR dan banyak lagi film based on novel banyak menuai protes dari penggemar novelnya jadi itu hal yang biasa kok, namanya juga dua media yang berbeda... (hal ini tentu org2 perfilm-an lebih ngerti) jadi jangan saling menuduh, kalo ada yg protes ya anggap aja saran yang membangun trus kalo mau ngebela jangan ngatain sirik...peace dunk smua...^^
Be positive aja mas...banyak yang komentar ttg film ini..berarti banyak yang mencintai film ini...banyak yang ngebajak...itu karena org2nya sirik...'ga bisa' ke bioskop...tp sangat mencintai film ini..ga sabar buat nonton..haha...oiya mas hanung, ko saya liat di youtube udah ada ya film AAC-nya..lengkap..tp kebagi2 gitu jadi 13 episode..1 episode-nya 10 menit...kata org yang upload sih khusus u/ orang2 pecinta AAC yang ada di luar negeri..kalo yang di youtube itu bajakan bukan sih mas??
oiya..satu lagi...di kampus saya...sudah beredar bajakan AAC yang bisa di download dr salah satu situs forum mahasiswa kampus saya...haduh...saya jadi sedih..padahal kan mahasiswa itu kalangan intelek yang ga pantas melakukan pembajakan...tp saya sih think positive aja...kasian temen2ku yang kekurangan..nonton AAC sampe harus nonton yang bajakan...hehe..piss ah..
dan satu lagi...tetap semangat bikin film islami ya mas...jangan takut dengan pro-kontra..karena setiap karya seseorang pasti ada pro-kontra...ada yang suka dan ada yang ga suka..kalo ga pernah punya karya...itu yang ga pernah ada pro-kontra...hehe...karena yang paling benar dan paling baik hanya dari Allah..
by the way...i love this movie so much...nonton tgl 27 Feb 08...di Bandung..walaupun still...banyak kekurangan...tp...dari segi warna2nya(dominasi hitam-merah,emas,putih..)sangat indah...beberapa adegan...sangat saya sukai...nice...ditunggu karya2 berikutnya...dan semoga terus lebih baik..
ahh masa sihh, mas hanung dah survey..?? btw di luar semua yang telah terjadi.. SUKSES deh buat MAS HANUNG ..!!
Itu bener ko...temen2 kampusku yang jilbaber nonton yang bajakan...trus menggembar-gemborkan ke temen2 aku yang lain buat ga nonton film itu di bioskop dan nonton yang bajakannya aja..katanya banyak distorsi nilai dan daripada kecewa nonton di bioskop...weleh2..saya cuma bisa geleng2 kepala...komen ko dari yang ga halal...menghasut orang lain pula....hmm...jd miris hati saya..ko orang yang ngerti islam begini sih??hmmmphh..sampe skarang saya cuma bisa menutup mulut..karena sudah sedemikian banyaknya temen2ku yang nonton bajakannya dan komentar2..ahh.. ya sudahlah...jangan sampai ukhuwah terpecah karena masalah ini..toh..yang benar hanya datang dari Allah SWT..
alhamdulillah ..... akhirnya bisa nonton juga ...... kok boom mic nya bocor mas ntar klo ada versi dvd aslinya ada revisinya ga mas, ok filmnya bagus ... untuk pembajakan sangat disayangkan sih tapi berprasangka baik saja mas ya, yg melihat bajakan itu sudah ga sabar ngliat film yg dah lama ditungguin, pasti mereka ingin lihat versi aslinya insyaAlloh sabar....sabar .... sabar ..... ikhlas semoga dapat berkarya lebih baik lagi untuk karya selanjutnya
jujur, saya pertama kali nonton aac ya yang bajakannya. Tapi nontonnya 1 hari setelah pemutaran perdana di Makassar. Itupun karena iman saya tergoda karena sudah 1 minggu file bajakan itu nangkring di komputer. Sudah mencoba untuk ndak nonton bajakannya, dengan alasan takut kalau nanti waktu nonton di bioskop jadi kecewa, saya mampu saja bertahan selama satu minggu. Tapi filenya betul-betul menggoda iman. Akhirnya malam setelah pemutaran perdana, bajakannya saya tonton juga.
Terus besoknya saya nonton lagi di Bioskop. Ternyata memang beda. Yang di bioskop musiknya lebih bagus, dan suara fahri waktu talaqqi lebih enak didengar, suara operator telpon waktu maria nelpon fahri ternyata ada (di bajakan ndak ada), dan lain-lainnya lagi yang lebih mendukung cerita.
Filmnya sendiri menurut saya cukup bagus, sangat layak ditonton daripada film-film bertema remaja yang ceritanya sangat dibuat-buat, atau film-film hantu yang norak itu. Tapi improvisasi ceritanya juga bikin saya ber-'huh?' Terus ngomong dalam hati, "kok ndak sama dengan dibuku?" Antara lain cerita kehidupan bertiga serumah : Fahri, Aisha, dan maria. Setahu saya itu ndak ada di Buku. Dan beberapa lagi. Tapi improvisasi itu juga bikin cerita makin seru, karena kita ndak lagi terpaku pada buku dalam mengikuti film itu.
Mas Hanuung filmnya bagus keluar dari movie matanya pada sembab karna haru, malah temenku ada yang mukanya ampe lucu banget gara2 nangis. he he sampe segitunya dech....ada beberapa adegan yg kurang memuaskan tp bagiamanapun ini tetep jauuuhh lebih baik daripada film horror. Dan mengenai beberapa adegan yang sesuai dengan novel bagiku itu malah surprise, bagus...tetep bagus!! film dan novelnya sama-sama bagus, mempunyai keistimewaan masing2. Tetep berkarya ya mas....
Salam mas Hanung... Jangan khawatir mas, sesuatu pasti ada balasannya dan orang yang berbuat baik tak perlu takut akan dizalimi (QS. Toha: waman ya'mal minassolihati wahuwa mu'minun fala yakhafu dzulman wala hadlman) dan di setiap kesulitan diapit oleh dua kemudahan. ok? coba deh inget2 lagi... berapa banyak kebaikan yang udah mas Hanung dapetin selama bikin film aac... boleh tuh disebutin, biar balance...
Salam mas Hanung... Jangan khawatir mas, sesuatu pasti ada balasannya dan orang yang berbuat baik tak perlu takut akan dizalimi (QS. Toha: waman ya'mal minassolihati wahuwa mu'minun fala yakhafu dzulman wala hadlman) dan di setiap kesulitan diapit oleh dua kemudahan. ok? coba deh inget2 lagi... berapa banyak kebaikan yang udah mas Hanung dapetin selama bikin film aac... boleh tuh disebutin, biar balance...
Salam mas Hanung... Jangan khawatir mas, sesuatu pasti ada balasannya dan orang yang berbuat baik tak perlu takut akan dizalimi (QS. Toha: waman ya'mal minassolihati wahuwa mu'minun fala yakhafu dzulman wala hadlman) dan di setiap kesulitan diapit oleh dua kemudahan. ok? coba deh inget2 lagi... berapa banyak kebaikan yang udah mas Hanung dapetin selama bikin film aac... boleh tuh disebutin, biar balance...
Assalamualaikum wr. wb Mas Hanung... Menurut saya parameter untung atau rugi menurut agama islam bukan dilihat dari segi materi yang kita dapatkan tetapi untung atau rugi itu dilihat apakah hari ini lebih baik dari pada hari kemaren. Jika mas hanung sebelumnya belum membuat film tentang agama yang dimana disana buanyak pintu hidayah dari Allah untuk kita bisa lebih meningkatkan ketaqwaan kepada-Nya menurut saya mas Hanung adalah orang yang sangat beruntung. Maka mas Hanung jangan sedih ya.. tetaplah bersyukur kepada Allah ya mas.. agar Allah masih tetap memberikan hidayah kepada kita dan jangan sampai Allah tidak memberikan hidayah lagi bahkan sampai mencabutnya biar kita masih tetap berjalan dijalan yang lurus yaitu jalan2 orang yang telah diberi nikmat oleh Allah bukan jalan yang dimurkai dan bukan jalan yang sesat... Amiin
Salam mas Hanung, Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Saya yakin masyarakat kita adalah masyarakat yg apresiatif terhadap karya seni. Semoga ke- sadaran untuk mencintai karya bangsa sendiri akan terbentuk lebih baik lagi.
Saya jg pnya bajakanya tp blm ditonton coz ada tmn yg mgingatkan klo yg halal itu lbh baik.... InsyaAllah tar pul krja mo ke 21 ma tmn2:-) Smangatz ya Mas.... n jadikan ini sbuah plajaran yg menarik buat Mas Hanung n kdepan lbh bs membuat karya yg lbh hebat lagi ... ^^ SmangatZ...!!!
apresiasi dari manusia adalah fana, sedang apresiasi dari ALLAH adalah kekal ...
berharaplah hanya RIDHA dari ALLAH SWT.
Mas Hanung gak sendiri koq ... Banyak yang tetep setia menunggu AAC yang original ... Semoga sukses ... n jangan bosan-bosan bikin film sekaliber AAC y ... yang gradenya tentu saja TWO THUMBS UP :)
Komentar dikit nih,,,, yang original alias diputar di bioskop dah sy nonton apalagi yang bajakan juga udah sy tonton, tetapi tetap yang menarik nonton dibioskop karena lebih asyik dan halal........................................................100%
maaf neh mas... saya dah nonton yg bajakan, habis penasaran sih.. mana blm tentu pulang dlm waktu dekat pula... but ntar kl dah pulang ke indo saya janji deh, bakal beli dvd yg aslinya... coz bajakannya aja bagus banget apa lagi yg aslinya... maaf sekali lagi ya mas...
Salut buat Mas Hanung yang bisa "membumikan" Ayat-Ayat Cinta dalam adegan-adegan yang wajar dan jauh dari kesempurnaan. Aku malah bisa menangkap ruh psikologis dari filmnya bukan dari novelnya.
iya nih..masa sampe udah ada di youtube..-tau dr tmn- kaget juga..coz biasanya film indo di-upload di youtube kalo udah ada CD/DVD nya..jadi yg nge-upload nunggu punya film-nya.. eh..ini br muncul di bioskop di indo kok udah ada di youtube..
terlepas dari itu semua..selamat ya..4 hari udah 700 rb orang yg nonton..rekor sejuta bisa pecah tuh..congrats!! temenku di jkt aja sampe bilang g bisa nonton..keabisan tiket mulu..
walo belum nonton filmnya..tp aku yakin, ga kalah bagus dr novelnya..film dan novel adalah sesuatu yang berbeda..dan menerjemahkan novel ke film tentunya bukan sesuatu yang mudah..jadi..tetep semangat utk bikin film2 yang bagus!!
Assalamualaikum mas Hanung.... Terus terang saat ini saya sedang men-download film AAC mas... karena saya penasaran pingin lihat yang katanya temen2 ini film wajib untuk ditonton bakal rugi kalau sampai ga ditonton apalagi ini ada misi dakwah didalamnya.
Tanpa sengaja ketika sedang asik men-downloud saya membuka dan akhirnya membaca MP mas Hanung ini... akhirnya saya cancel semua yg saya download... saya takut dianggap maling, ga akan pernah di bukakan pintu surga bagi yang mengambil bukan hak nya tanpa seijin/keihklasan dari sang pemilik.
Sebenernya saya juga pingin lihat filmnya lewat bioskop... tapi apa daya untuk membeli tiket bioskop saya tidak mampu, karena yg termurah aja tiketnya seharga Rp. 15.000,- padahal saya ingin mengajak istri saya untuk nonton juga. Kalau beli 2 tiket berarti saya harus merogoh kocek Rp. 30.000,-, dan jumlah itu cukup besar bagi saya yang hanya bekerja sebagai operator warnet yang sambil jualan pakaian kalau sedang ga ada shift jaga. Dan juga uang sebesar itu lebih baik untuk saya belikan 3 bungkus susu bubuk formula untuk anak saya yang masih bayi.
Mungkin suatu saat (entah kapan) akan diputer di stasiun televisi nasional karena cuma televisi yang saya punya, jadi mungkin saya baru bisa lihat karya mas Hanung... mungkin saat lebaran tahun depan.... mungkin saat itu sudah ada stasiun televisi nasional yang memutarnya.
Maju terus dan terus berkarya mas Hanung semoga sukses... saya tunggu karya mas Hanung yang fenomenal ini dan tentunya yg penuh dengan nilai2 religi di putar distasiun televisi nasional kita... Wassalam...
wah..terharu dg komen di atas. berani bersikap untuk tidak ikut2an donlod bajakan film ini. Smoga Allah memberikan rezekinya pada keluarga mas agar bisa menonton film ini di bioskop beserta istri tersayang...
findyartini wrote on Mar 3, '08, edited on Mar 3, '08
Salut buat mas Hanung. Bravo!!! Pasti ga gampang membuat film dari novel best seller semacam AAC, apalagi ternyata perjuangan membuat film itu begitu menguras pikiran, tenaga & air mata. Saya udah lama pengen banget nonton film itu, tapi bingung kok lama banget baru tayang di bioskop (setelah baca blog-nya mas Hanung, baru kebayang kenapa...), sampai akhirnya giliran udah tayang, pas lagi ga di Indonesia...hiks. Sekedar membunuh rasa penasaran, saya udah nonton di youtube, walaupun feeling guilty banget. Seandainya di sini juga tayang...mau berapa tiketnya juga Insya Allah dijabanin mas, bener deh. Maaf banget ya. Moga-moga mas Hanung ga sakit hati. Tapi memang ga puas sih nonton versi di youtube, meskipun kualitas gambarnya lumayan...tetap ga bisa menggantikan nonton di bioskop. Janji, ntar pulang ke Indo, pasti bakal cari DVD originalnya deh (pasti diproduksi kan ya...please). Oh, ya...filmnya menyentuh banget, sederhana dan artistik (apalagi kalo bisa nonton di bioskop....). Pesan dakwahnya sampai kok mas... Sukses ya buat AAC. Ditunggu produksi film bagus berikutnya.
aku dah nonton film mu Mas, bagus, di 21 cinema bikin gak ketulungan aura Islam dalam film na, keren, bikin merinding juga. Saeful kliatan jawa bangets, dari logat na, kentara sekali, termasuk director na juga asli orang jawa, bagian yg disesuaikan dengan alur cerita novelnya memberikan nilai plus buat film ini butuh kerja ekstra keras untuk meringkas cerita 300 halaman jadi 2 jam durasi tayang di cinema,selamat Mas Hanung....... bikin film lagi yg bagus
Mas, di Palembang yg nonton AAC rame banget... beberapa temen saya yang udah nyoba pergi ke 21 Palembang Indah Mall buat nonton masih gak kebagian tiket, padahal flmnya udah diputer di 2 studio. Temen saya yang udah lihat bajakannya (download dari internet) juga tetep mau nonton di bioskop kok. Saya sendiri belum nonton, tapi insyaAllah disempetin. Selamat ya Mas, saya rasa usahanya gak sia-sia :)
ok mas aku dah nonton film kamu, bagus. di filmnya kayaknya lebih kental anti poligaminya. nunjukin poligami ga semudah diomongin. kalo di bukunya lebih ke fahri ,begitulah cowok muslim musti bersikap. gua saranin yang mau nonton en punya pasangan bawa aja biar tau gemana poligami itu. gua bisa rasain aisha waktu keluar dari kamar habis fahri ngucapin cinta sama maria. dalemm banget. denger 2 rianti nagis beneran pas adegan itu ya.
Allah sedang berbicara sama mas HANUNG...!!!! tetap tegar mas...masih banyak kok yang nonton film AAC di bandung aja saya sampe kehabisan tiket udah gitu pas ngantri hari berikutnya eeeehh kebagian sore...padahal ngantri dari siang loh mas....pokok na mah MAJU TRUSS MAS...!!!!
pernah baca buku AAC, tapi gak selesai, dah keburu males karena terlalu detil deskripsi ceritanya. jadi pas nonton gak punya ekspektasi apa2 ttg filmnya, dan seru2 aja tuh menurut saya :P malah baru tau kalo ternyata Maria meninggal ya di endingnya.
yang paling berkesan di film itu pas dialog Fahri ma room-matenya di penjara.. "Alloh sedang berbicara kepada mu Fahri, tentang kesabaran dan keikhlasan"... dalem banget nih hehe..
film adaptasi pasti akan beda ma novelnya, gak mungkin lah film bisa me-visualisasi novel dengan persis, bisa seminggu kali baru kelar tuh film ditonton kalo iya hihihi..
niat baik aja lah, dah bagus ada yang mau me-film-kan novel ini, hasilnya pun gak jelek2 amat.. kalo gak puas ma film ini, bikin karya sendiri aja, yang lebih bagus.. gak usah jelek2in yang udah ada..
Capek ya mas bikin film kalo kaya gini.. Filmnya keren mas.. Kmaren saya ngantri nonton AAC dari jam stengah 12 siang, dapetnya buatyg jam 8 malam..!! Waow..Rame bgt mas,, bener.. Film2 laen yg jg lg jd kayak terlantar..
dianakbas wrote on Mar 4, '08, edited on Mar 4, '08
biarkan mereka membajak..... meskipun itu perbuatan dosa tapi mungkin itulah penghasilan mereka.....mungkin klo ga membajak karya cipta orang lain, mereka ga bisa makan...anggap saja pembajak itu orang yg tidak mampu, jadi itung2 berinfaq untuk mereka :-D
keep on working mas hanung ditunggu karya terbagus lainnya
di indonesia masih kurang kesadaran atas pelanggaran haki (hak atas kekayaan intelektual), apalagi hak cipta...pelanggaran hak cipta dimana2 dibiarkan saja.
malahan ada yg jualan vcd bajakan di depan kantor polisi.
wah kok malah ada yang komentar pake kata 'taik' segala ya... kayak bukan orang Indonesia/muslim saja.. meskipun kecewa banget, tapi apa iya harus seperti itu?
assalamualaikum mass. wah ak juga baru aja nonton mas. tapi dari youtube bukan dari bioskop. heeeehehehe. enak filmnya sebagai pelajaran bandalam tentang agama
saya juga belum nonton, dan belum tertarik, kalau bisa mau baca dulu bukunya. Sukses buat Hanung dan anda semua yang sudah baca bukunya dan nonton legal di bioskop !
dwikijuga wrote on Mar 4, '08, edited on Mar 4, '08
Alhamdulillah mas...meski versi bajakan udah kepegang, tp 3x saya tetep nonton di cinema....3x saya nonton...3x pula bulu kuduk saya dibikin merinding ketika kalimat-kalimat Alloh SWT dijadikan backsound beberapa scene-nya....apalagi didukung dengan kualitas sound yg bagus sekelas 21 ato XXI, satu hal yang tidak saya dapatkan ketika membaca novel dan mungkin versi bajakannya...Kang abik, Mas Hanung n all of AAC crew sudah melakukan yang terbaik, skrg terserah publik yang menilainya....Ma'at Taufiq Akhi...
assl, mas saya udah kebelet pengn nonton, tapiii pas di biskop ga jadi karena tiket u jam sekina dan jam sekian dah habis.... trus adanya yang paling malem, aduh, ga jadi deh...
but, aac memang fenomena, mudah2 bertahan di bioskop sampe sebulah lebih...
saya sudah liat juga yg versi bajakan di youtube... hasilnya beda jauh dengan yang di bioskop...
walaupun sudah dibajak,tetap saja untuk tiket film ini 'sold out' ini bukti bahwa film ini sangat luar biasa.... sampai-sampai saya dan teman2 dikantor seperti berlomba-lomba untuk menonton film ini di bioskop lebih dari 1x
yang paling berkesan di film itu pas dialog Fahri ma room-matenya di penjara.. "Alloh sedang berbicara kepada mu Fahri, tentang kesabaran dan keikhlasan"... dalem banget nih hehe..
Kalo ditanya kalimat yang paling dahsyat adalah ketika Maria sadar dan mengatakan bahwa "Mencintai ternyata tidak sama dengan keinginan untuk memiliki"
Nonton dua kali ni gw Pertama nonton sendiri di XXI Kelapa Gading demi privasi gw...yang kedua nonton ma temen2 di Depok tepat besoknya .ampe puas banget rasanya merenungi, menghayati semua alur cerita, mungkin emang ada penurunan kualitas keislaman Fahri yang sangat ikhwan supaya film ini bisa bersahabat dengan permintaan pasar......mungkin juga keindahan sastra novelnya ga bisa dicapture di layar lebar....tapi....VISUALISASINYA subhanallah....mood gw betul2 terbangun disitu...sinematographinya bagus banget.....film ini punya nilai artistik yang luar biasa.....
maaf mas hanung, saya termasuk yang nonton di youtube *ngacung*, di bioskop sini nggak ada sih. Maaf ya. Bagaimanapun pendapat saya ttg film ini, yang pasti saya salut sama idealisme mas hanung yang mau mengangkat genre yg tidak populer ke layar lebar.
mungkin ada hikmah juga di balik pembajakan, lewat YouTube dakwahnya bisa mencapai mereka yang awalnya nggak tertarik dengan film bertema islam dan ga mau ngeluarin uang untuk nonton di bioskop. sekali lagi maaf ya.
btw saya merasa bersalah nih. boleh minta no account bank/paypal yg bisa saya transfer pengganti harga tiket?
Gila...., capek baca komennya... :D gimana kl mas hanung bikin film yang menceritakan tentang para pembajak ini. segala usahanya mulai dari membajak sampai mengedarkan. ya.., setidaknya kl mereka nonton mereka jd ngaca sm apa yg udah mereka lakuin, atau sekalian pembajaknya diajak main film :P
Jangan dijadiin SINETRON mas, kekhawatirannya adalah pesan justru akan sangat melebar, malah gk kena sasaran. J
Jawapos, Rabu, 05 Mar 2008 Hanung Bakal Filmkan Ketika Cinta Bertasbih
JAKARTA - Film Ayat-Ayat Cinta (AAC) mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat. Hingga Senin (3/3) malam, film yang resmi di-launching 25 Februari lalu itu sudah meraup hampir 800 ribu penonton dari berbagai daerah.
Di hari pertama, MD Pictures melempar 70 copy film. Namun, karena permintaan terus meningkat, jumlah copy tersebut berangsur ditambah. Kemarin sudah mencapai 101 copy yang tersebar di seluruh Indonesia. "Jumlah ini masih bisa terus bertambah. Bergantung permintaan," ujar Iwit, salah seorang staf MD Pictures, saat dihubungi kemarin (4/3).
Tingginya animo penonton membuat beberapa bioskop membuka lebih dari satu teater untuk menampung peminat film yang diangkat dari novel best seller berjudul sama karangan Habiburrahman El Shirazy atau Kang Abik itu.
Menurut Iwit, Studio Empire di Medan, Sumatera Utara, malah memutar AAC di empat teater di antara enam teater yang ada. Demi mendapatkan kursi yang diinginkan, ada penonton yang rela membeli tiket sehari bahkan dua hari sebelum pertunjukan.
Kesuksesan itu, sepertinya, menjadi angin segar bagi orang-orang yang sudah susah payah mewujudkan film tersebut. "Bukan lega, saya malah kaget," ucap sutradara AAC Hanung Bramantyo kemarin.
Keterkejutan itu, papar Hanung, disebabkan film yang dibintangi oleh Fedi Nuril, Rianti Cartwright, dan Carissa Putri tersebut sebetulnya tidak memenuhi ekspektasinya. Sejak awal, sutradara film Get Married itu memang mengungkapkan kekecewaan karena tidak dapat mewujudkan keinginannya melakukan syuting AAC di Kairo, Mesir -kota yang menjadi latar belakang kisah Fahri yang digambarkan Kang Abik.
"Menurut saya, AAC itu kurang maksimal karena tidak sesuai dengan idealisme saya. Sempat nggak pede, karena masih jauh dari ekspektasi saya. Makanya, saya nggak nyangka dapat sambutan sebaik ini," ungkap pria asal Jogjakarta tersebut.
Beberapa waktu belakangan, Hanung punya kesibukan baru. Yakni, meladeni undangan kelompok masyarakat untuk nonton bareng film AAC. Mulai karyawan perusahaan hingga ibu-ibu pengajian. "Ustadz Jeffry (Uje) juga ngundang saya nonton bareng santri-santrinya. Alhamdulillah sambutannya baik sekali," kata Hanung.
Harapannya, apresiasi masyarakat terhadap filmnya akan terus meningkat hingga mencapai target dua juta penonton. "Dua juta penonton itu baru bisa balik modal. Syukur-syukur bisa lebih dari itu," tukasnya.
Ke depan, Hanung berniat menggarap film dengan tema serupa. Dia menyatakan sudah berencana untuk memfilmkan novel best seller Kang Abik lainnya yang berjudul Ketika Cinta Bertasbih (KCB). "Saya sudah ngomong sama Kang Abik. Tapi, ya, baru sekadar omong-omong biasa saja," ujarnya.
Kalau di AAC Hanung merasa kurang puas, dia bertekad untuk berusaha lebih keras lagi. Salah satunya, mewujudkan impiannya untuk syuting di Cairo. "Saya akan coba berusaha lebih maksimal lagi supaya bisa syuting di sana," paparnya.
Seperti AAC, KTB yang bukunya terdiri atas dua seri (dwilogi) itu juga berlatar belakang keindahan kota Piramid. Dari segi cerita, KTB masih berkisah tentang seorang pemuda Jawa yang kuliah di Universitas Al Azhar. Untuk membiayai kuliahnya, pemuda bernama Chairul Azzam tersebut bekerja sambilan, yakni menjadi pembuat tempe dan sesekali menjadi tukang masak panggilan. Selain kegigihannya menyelesaikan kuliah sekaligus menghidupi keluarga, alur cerita KCB juga sarat dengan kisah romantis yang mengantarkan Azzam menemukan jodohnya. Untuk produksi KCB, Hanung berniat melibatkan teman-temannya di Dapur Film Community, Jakarta, dan mencari production house (PH) baru.
"Harapannya, saya bisa dapat PH yang muslim biar visi-misinya lebih menyatu," pungkas Hanung. (rie/ayi)
**hobi baca komentarku harus menyerah melawan 403 komentar disini** :-))))
saya udah nonton di XXI hari pertama the movie hits Surabaya...walaupun kayaknya memang agak kompromi sama selera pasar, but I guess that would be the best someone ever could do in this moment...
hmm... senang deh tadi liat di detik.com 4 hari menembus 700.000 kata Manoj Punjabi dan dia yakin bakalan tembus 1 juta ^_^ semoga dengan adanya ayat-ayat cinta para bapak-bapak produser bisa melihat lebih jelas kalau film bertemakan 'agama' pun ga kalah bsaing ya Btw, ade'ku ngantri 4 hari selalu ga kebagian tiket, untung aku dah nonton premiere-nya hehehe.. but i'll probably watch it again hehehe...
wah berati film mas fenomenal mas dibajak saja , gedung2 bioskop penuh sampai menayangkan lebih dari satu studio... bagaimana bila tidak dibajak?? dan juga bisa jadi masukkan untuk film mas berikutnya agar bisa lebih baik dan baik.... oya mas ada novel bagus istana kedua karya asma nadia pemenang novel islami.... mungkin mas tertarik untuk membuat filmnya isunya tentang poligami.......
oya ini ada tulisan yang amsuk ke milis dari "vera hasibuan"
Mas hanung, saya dah baca novelnya dari dulu, trus katanya AAC mau dibuat filmnya, saya antusias sekali nunggunya. alhamdulillah, saya nontonnya di bioskop kemaren, jadi gak nonton bajakan, tapi saya gak tau, yg saya tonton di bioskop itu original apa gak ya, krn microponenya masih suka keliatan di gambarnya (tapi kayaknya gak mungkin kali ya bioskop putar yg bajakan :)
walaupun alur ceritanya dibuat berbeda ma novelnya, it's ok menurut saya, tapi sekedar saran dari penonton, waktu baca novelnya, saya bisa ngerasakan benar2 suhu panas di cairo waktu fahri mau talaqqi pada syaikh utsman, tapi koq di filmnya, kurang dapet ya... mungkin kalo penonton yg tidak pernah baca novelnya, pasti pada nanya2 ngapain si fahri tiba-tiba pake kaca mata itam kayak tunanetra aja,,
mas hanung, sory ya, kalo saya sok kepintaran kayak gini, but film AAC mau novel or filmnya are great, menggugah hati :)
maaf mas hanung..pada awalnya saya bingung,,kok blm nyampe bioskop dah da di mana2... trus... tadinya si cm pengen liat waktu tmn2 nonton yg bajakan..eh ktrusan.. tapii..dah rncana ko beli vcd ori nya... skali lg maaf y mas..
salut bwat mas.. smoga film brikutnya lebih baik,,lebih islami,,dan smakin menyentuh.. dan smoga 4wl memudahkan..
oya..lebih bik jgn dijadiin sinetron ya mas.. bisa menurunkan citra aac..hehe...
jangan nyerah om.... klo banyak yg kecewa yah..anggap aja suatu tantangan buat om supaya bisa menghasilkan karya2 yg lebih baik...
klo masalah pembajakan mah...no comment dah om..nama nya juga Indonesia om...>.< yah sabar aja..doakan yg baik-baik...supaya jadi pahala..(eh, emg iya ya?^^)....
salut untuk mas hanung, saya angkat jempol untuk karyanya. Ini film kedua saya untuk nonton di bioskop :D
Diawal2 film, agak keganggu jg sama memori saat baca novelnya. Untungnya setelah itu , mulai lupa sama jalan cerita (detail) di novel. Jadi mulai mengikuti dan menikmati alur cerita versi filmnya. Andaikan film ini ga mengangkat cerita novel (berdiri sendiri). Saya angkat 2 jempol deh untuk film ini.
Tapiiii , yg paling mengganggu di alur cerita versi film adalah ttg makna ta'aruf. Mohon maaf kepada mas hanung / mas salman, tapi kok terkesan makna ta'aruf nya melenceng yah... terkesan tidak ada proses pencari tahuan ttg masing2 calon sehingga aisyah baru sadar bahwa dia belum begitu tau fahri bahkan sampai gamang setelah ditanya sama pengacaranya. Terkesan fahri mengiyakan semata2 hanya karena kecantikan aisyah, sedang aisyah mengiyakan semata2 hanya karena pertemuan yg beberapa kali saja. Setau saya proses ta'aruf termasuk didalamnya adalah pencari tahuan ttg sosok calon sebelum bertemu muka, bisa dari teman2nya, saudara, orangtua, dll. Di film digambarkan proses itu baru dilakukan setelah fahri dipenjara.
Bagi sebagian orang mungkin akan muncul pertanyaan, "wah.... gtu yah... klo nikah via taaruf. Mending ga pake taaruf-an deh, mending pacaran aja dulu. Biar kita lebih mengenal pasangan" . Nah, klo udah kayak gtu kan malah kontra produktif dgn pesan2 di novel maupun ajaran islam sendiri. Mungkin bisa dicari cara laen untuk dramatisasi alur cerita tanpa mengurangi makna suatu istilah
saya turut prihatin mas, tapi saya sndiri sudah nonton lwt internet,tp saya kurang puas coz benar yg dikatakan mas,bahwa film dibajakan sudah dirombak sedemikian rupa,shingga tdk berkesan artistik. dan saya mendukung perkataan mas,bahwa film bajakan hanya membuat orang bercitra ga' baik thdp perfilm'an indonesia. dan setelah ini saya berencana nonton dbioskop utk mndapatkan hasil yg maksimal. good luck ya mas,jgn menyerah,saya tunggu hasil karya yg berikutnya. assalm...
Assalamualaikum Saya maklum dengan apa yang den Hanung rasakan, dan saya turut menyesal. Meskipun dengan jujur saya turut pula menikmatinya (tidak sengaja saya berkunjung ke teman yang sudah punya versi bajakannya). Saya mohon maaf Tapi jujur, saya sudah menonton film ini secara legal sebanyak 2 kali. Meskipun terdengar satir, saya rasa sampean berhak mendapatkan penghargaan atas produksi film ini Teruslah berkarya, dan biarkan kami yang dibelakangmu mendukung dengan TIDAK MENIKMATI FILM BAJAKAN
Saya udah nonton aslinya di bioskop...acung jempol lah buat Mas Hanung...yang berani ngangkat film yang dianggap ga komersil...saya yakin ada nilai ibadah di dalamnya....
btw, mengenai beda atau tidaknya dengan buku (kebtulan saya baca bukunya juga) ya...bener kekuatan narasi kan beda ama visual...begitu juga mengenai ekspektasi orang terhadap sesuatu...ga mungkin sama semua toh???....tp saya pikir kalo ga liat film yang udah jadinya..alias bajakan...mbok ya jangan ngejelek2in gitu hehehe....bagaimanapun kita harus menghargai karya anak bangsa yang fenomenal ini...Bravo Mas Hanung...
iqbalrois wrote on Mar 5, '08, edited on Mar 5, '08
Mas..aku udah dapet file BAJAKANNYA AAC bahkan sebelum filmnya dilaunch. tapi demi mas hanung dan kang abik, aku simpen baik2 file itu dan aku ttp nonton di bioskop, serta mengerahkan puluhan orang temenku utk nonton di bioskop... aku dukung rencana mas utk bwt film KCB. tapi satu hal yang pasti: HARUS GANTI PRODUCTION HOUSE!!! Klo KCB ntar diluncurkan, aku akan kembali mengerahkan teman2ku lg mas...but u must do ur best, DEAL??!!
s tdk mnanka sbelumx klw film ini bsa dibajak,sy jg belum nonton filmx sampai sekarang mengingat sy brada di daerah n sy sangat berharap bisa dapatkan dvd asli dri film ini bkn bajakan...sampai sekrng sy belum nonton,sempat kpengen nonton dri hasil bajakanx tp s sangat menghargai karya orang g sangat sulit memproduksi film ini mengingat sy membaca proses pembuatanx dri g pertama sampai yg terahir kayakx tdk henti2 ni film mendapat ujian subhanallah...smoga nita baik selalu mendapat rahmat dri allah swt amiin... sy turut prihatin mas ats kejadian ini sy akan tetap nunggu film aslix walaw rasa penasaran ini menggebu2"
aduh,,,maaf lho....saya kmarin udah donlot juga.... tapi klo film2 yg saya donlot sih klo udah sempet saya pasti bli dvd-nya...coz saya g kul d indo...jadi klo saya pengen nonton d bioskop kan g sempet.... tapi saya pasti bli ko dvdnya.... saya minta maaf sebesar2nya ya dari hati yg paling dalam.... smoga bajakan2 film indo smakin berkurang
Selamat atas keberaniannya.. Tidak mudah mengadaptasi novel ke bentuk film, apalagi novel yang best seller. Ekspetasi pemirsa banyak yang sudah terbentuk dari imajinasi mereka terhadap novel yang mereka baca. Begitu menyaksikan film-nya berbeda sedikit saja dari apa yg mereka bayangkan, langsung kecewa, protes, dsb. Apalagi kalau perbedaannya banyak. Contoh mutakhir adalah Da Vinci Code..
Saya sendiri belum nonton nih film-nya, belum nyampe ke tengah hutan Papua nih, film-nya, hehe... Kita punya bioskop juga di Kuala Kencana yg saat ini dimanfaatkan oleh komunitas pencinta film di sini untuk memutar film-film yang kita beli di Jakarta (asli lho, bukan beli di Ambas, hehe..) secara gratis. Moga-moga dlm kesempatan ke Jkt mendatang rekan-rekan saya bisa mendapatkan film ini, kalau sudah ada di pasar, untuk kita putar di sini...
-Saya Turut Berduka Cita Atas Film Ayat-Ayat Cinta Yang Sangat Mengenaskan... Tampil Jauh Dibandingkan Novelnya... Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un...- Oleh: White Jack Hhh... Saya tidak tahu harus memberikan judul apa untuk tulisan yang satu ini (1). Saya kira..., judul di atas sudahlah cukup pas untuk menggambarkan duka cita saya yang sangat mendalam terhadap nilai dakwah di novel Ayat-Ayat Cinta yang tidak muncul di filmnya. Dimanakah sang nilai dakwah tersebut? Sang nilai dakwah yang telah menyentuh jiwa saya, mengobarkan kembali semangat saya bersosialisasi, bertoleransi dan saling memberi kepada sesama...? Kenapa sang nilai dakwah yang telah saya jumpai di novel Ayat-Ayat Cinta justru tidak saya jumpai kembali di filmnya? Apakah sang nilai dakwah tersebut telah berpulang ke rahmatullah sehingga tidak diikutsertakan tuk syuting filmnya? Innalillahi wa inna ilaihi roji'un... Mari sama-sama kita berdoa, semoga arwah sang nilai dakwah tersebut diterima di sisi Allah SWT, diterima segala amal ibadahnya, diampuni segala dosa-dosanya, serta dilapangkan kuburnya. Amien ya robbal 'alamin... Hhh... Maafkan saya Mas Hanung Bramantyo... Tetapi saya merasa sangat sedih sekali ketika menyaksikan film Mas. Bukan sedih karena filmnya bagus, akan tetapi sedih karena saya merasa ada yang hilang. Kok nilai-nilai dakwahnya yang seharusnya ada malah tidak ada? Kok malahan nilai-nilai romantisme yang menggantikannya? Padahal mereka yang ngefans banget sama novel Ayat-Ayat Cinta, karena nilai dakwahnya itu. Dakwah pasti mengandung cinta, sedangkan cinta belum tentu mengandung dakwah. Bukankah begitu Mas? Mending kalau nilai-nilai dakwahnya itu dihilangkan tapi jalan ceritanya tambah bagus. Ini sudah nilai dakwahnya itu hilang, jalan ceritanya tambah buruk pula! Tambah kacau dan tidak nyambung. Mungkin mereka yang belum pernah membaca novelnya akan bingung ketika nonton film ini. Karena memang jalan ceritanya yang agak tidak nyambung dan terkesan dipaksakan. Dan kemanakah sosok Fahri yang sangat berwibawa? Kemanakah sosok Fahri yang sangat royal, suka memberi hadiah, romantis? Kemanakah sosok Fahri yang sangat bijaksana, yang kata-katanya penuh hikmah dan terarah? Fahri yang dengan keindahan pesona akhlaknya, sampai-sampai saya bela-belain begadang demi selesai membaca novelnya. Kenapa Fahri di film Ayat-Ayat Cinta justru digambarkan seperti seorang bocah linglung? Fahri itu penghafal Al-Qur`an lho Mas! Dan saya juga penghafal Al-Qur`an. Saya juga punya banyak teman yang penghafal Al-Qur`an. Tapi tidak ada satupun diantara teman-teman saya yang penghafal Al-Qur`an yang tingkahnya selinglung Fahri yang di film. Saya pun juga tidak selinglung itu. Mereka yang penghafal Al-Qur`an adalah orang-orang pilihan. Mana bisa orang linglung hafal Al-Qur`an! Orang linglung bisa hafal 30 Juz??? Sungguh tidak realistis… Seandainya memang benar ada penghafal Al-Qur`an yang linglung itu -meskipun saya yakin itu mustahil ada, karena mereka semua adalah manusia pilihan Allah-, mungkin itu cuma saya kali ya… Mungkin saya kali ya penghafal Al-Qur`an yang paling bego di dunia ini. Saya, tapi bukan Fahri! Bukan Fahri! Karena Fahri yang di novel bukanlah penghafal Al-Qur`an yang paling bego di dunia. Fahri yang di novel sangatlah berwibawa, sangat pemurah, suka memberi hadiah, romantis, kata-katanya penuh kebijaksanaan, penuh nasihat, penuh pemikiran. Begitulah Fahri yang saya kenal di novel. Sosok penghafal Al-Qur`an sejati. Sosok yang membuat saya iri. Sosok yang membuat saya malu. Karena saya juga penghafal Al-Qur`an, akan tetapi saya tidak sehebat dia... Inilah yang membuat saya menangis... Dia sungguh sosok yang sangat patut tuk diteladani. OK-lah jikalau ada yang mengatakan bahwa Fahri itu lelaki polos dan Fedi Nuril berusaha memainkan karakter lelaki polos sebaik mungkin. Akan tetapi, tahukah Mas Hanung kalau polos versi orang awam itu jelas berbeda dengan polos versi penghafal Al-Qur`an? Tidaklah sama antara polosnya orang awam dengan polosnya penghafal Al-Qur`an. Apakah sama orang awam dengan penghafal Al-Qur`an? Orang yang IQ-nya sekitar 100 dengan orang yang IQ-nya 130 ke atas plus komitmennya yang sekuat berlian terhadap agama, apakah sama? Akting yang dimainkan Fedi Nuril adalah akting polos versi orang awam, bukan versi penghafal Al-Qur`an. Saya ini bukanlah orang yang perfeksionis lho Mas. Saya ini realistis. R-E-A-L-I-S-T-I-S! Saya menilai sesuai dengan REALITA. Dan realitanya adalah, tidak ada satupun penghafal Al-Qur`an yang sebodoh Fahri versi film Mas! Mungkin, para perempuan penggemar Harry Potter itu, manakala membaca novel Ayat-Ayat Cinta, mereka akan memindahkan channel-nya ke Fahri. Sungguh sosok Fahri di novel adalah sosok lelaki idaman setiap perempuan… Apakah ada orang yang sehebat Fahri di novel? Tentu saja ada! Bahkan tada juga di antara para penghafal Al-Qur`an di sekitar saya yang lebih baik daripada Fahri versi novel. Masih ada kok Mas orang baik di dunia ini. Jangan pesimis gitu. Tetapi apa yang saya temukan di film Ayat-Ayat Cinta? Bukan sosok Fahri yang telah membuat saya kagum, melainkan sosok lain yang saya tidak kenal, yang dia itu tampak linglung dan kerjanya cuma main tasbeh saja, namun mengaku-ngaku sebagai Fahri... Demi Allah, dia bukanlah Fahri yang saya kenal! Dia adalah Fahri yang lain! He is another Fahri... Kemanakah Fahri yang asli? Apakah Fahri yang asli juga telah berpulang ke rahmatullah sehingga tidak hadir di lokasi syuting? Sehingga digantikan oleh Fahri yang lain? Fahri yang tidak saya kenal dan juga saya tidak pernah berharap sama sekali untuk mengenalnya karena saking bedanya? Innalillahi wa inna ilaihi roji'un... Sungguh duka yang sangat mendalam kali ini saya rasakan. Karena tiadanya nilai dakwah yang seharusnya ada dan sosok Fahri yang saya kagumi. Nilai dakwah yang seharusnya ada disembelih layaknya sapi qurban, kemudian ditukarkan dengan nilai romantisme basi. Sedangkan sosok Fahri yang saya kagumi disembelih layaknya kambing aqiqah, kemudian ditukarkan dengan Fahri bego yang seandainya dia berada di hadapan saya saat ini pun, boro-boro meneladaninya, kenalan pun ogah! Lalu tentang Syaikh Utsman, yang katanya Beliau itu Ulama ternama di Mesir, tapi kenapa penggambarannya seperti itu? Kenapa ada adegan Syaikh Utsman tertawa terbahak-bahak bersama Fahri? Maaf ya Mas, bukannya saya sok tahu, tapi 2 tahun lebih saya berguru dengan Ustadz-Ustadz penghafal Al-Qur`an, tidak pernah saya saksikan mereka barang satu detik pun tertawa terbahak-bahak. Karena tawa yang terbahak-bahak itu tawanya iblis la’natullah! Apalagi Syaikh Utsman ini predikatnya adalah Ulama, bukan sekedar Ustadz yang hafal Al-Qur`an. Mungkin kalau penghafal Al-Qur`an-nya itu tingkatannya masih santri -seperti saya-, ada yang seperti itu. Tapi kalau tingkatannya sudah Ulama??? Kok Mas malah menggambarkan Syaikh Utsman seperti -mungkin- diri Mas sendiri? Hati-hati Mas. Salah penggambaran karakter bisa-bisa ribuan bahkan jutaan orang akan merasa terhina akibat ulah Mas. Moga saja nama baik novel Ayat-Ayat Cinta yang pernah saya baca itu tidak rusak oleh sebab filmnya yang tidak mewakili. Maaf apabila kata-kata saya ini kurang berkenan di hati. Sungguh film Ayat-Ayat Cinta tidak mewakili novelnya. Bahkan, tidak pula mewakili kenyataan! Banyak sekali adegan wajib yang seharusnya hidup menjadi "almarhum" di film ini. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un… Kemanakah adegan saat Fahri menasihati orang-orang Mesir di dalam metro, kemudian akhirnya mereka semua menjadi sadar? Kenapa kok malah adegannya Fahri ditonjok? Kenapa kok di film itu Fahri-nya bego sekali, bicaranya tergesa-gesa, tidak bisa mendamaikan orang, malah selanjutnya dia ditonjok? Padahal Fahri yang asli sangatlah bijak, kata-katanya sungguh menyentuh, sungguh tenang dan terarah, sehingga membuat orang-orang Mesir di dalam metro itu merenung kemudian sadar, tidak bisa marah, kemudian meminta maaf kepada Aisha dan Alicia. Padahal adegan sesungguhnya sungguh menyentuh... Nasihatnya sungguh menyentuh! Dia sungguh penghafal Al-Qur`an sejati! Tetapi kenapa malah menjadi bego begini ketika di film? Ucapannya nyerocos begitu saja, tidak terarah, tergesa-gesa? Tidak tampak sosok penghafal Al-Qur`an-nya sama sekali. Yang tampak justru adalah sosok bocah yang baru saja belajar agama kemarin sore namun sudah sok ceramah. Sebenarnya Fahri yang di film ini penghafal Al-Qur`an atau anak FPI? Film ini tampaknya menghina penghafal Al-Qur`an... Jujur lho, saya merasa terhina. Kalau Mas Hanung Bramantyo merasa terhina dengan tulisan saya ini, saya pun sebelumnya merasa terhina dengan film Mas. Maaf Mas, memangnya ada ya penghafal Al-Qur`an yang kalau sedang menasihati caranya sebego itu? Belum pernah satu kalipun saya bertemu penghafal Al-Qur`an yang sebego itu caranya. Saya pun tidak sebego itu ketika sedang menasihati. Saya selalu menarik nafas sedalam mungkin agar rileks sebelum saya memulai menasihati. Dan saya selalu merancang segala apa yang akan saya ucapkan itu di dalam otak saya. Tidak seperti si Fahri versi film itu, yang tiba-tiba setelah menyuruh membaca shalawat Nabi, langsung main gertak keras saja dari awal! Dia langsung berseru, “Kau telah menyakiti hati Rasulullah!” Apa-apaan itu? Benar-benar tidak punya perencanaan dalam bertutur-kata. Saya tidak tahu Mas Hanung Bramantyo ini rujukannya ke siapa, ke penghafal Al-Qur`an yang mana... Boleh saya tahu penghafal Al-Qur`an mana yang cara menasihatinya seperti itu? Saya tidak tahu apakah itu inisiatifnya Fedi Nuril pribadi ataukah memang arahannya Mas Hanung? Ataukah jangan-jangan ternyata itu adalah idenya banci yang tukang make-up artis? Hhh…. Yang jelas, Fahri yang di film sama sekali tidak mewakili sosok penghafal Al-Qur`an, bahkan yang terbego sekalipun... Dan sangat kontras bila dibandingkan dengan yang di novel. Kenapa juga di film itu kesannya Aisha genit sekali terhadap Fahri? Baru bertemu sekali, langsung cari info tentang Fahri dari Pamannya? Beda sekali dengan di novel. Aisha yang saya kenal di novel tidak se"murah" itu. Mungkin…, apabila ada perempuan bercadar menonton film ini, merasa terhina juga kali ya…? Di film tersebut juga tidak ada adegan Fahri pesta ayam bakar rame-rame oleh teman-temannya. Tapi saya kira itu tidaklah begitu masalah, karena adegan tersebut bukanlah adegan wajib, meskipun adegan itu sebenarnya mengandung nilai keteladanan yang bisa kita semua contoh… Tapi kemanakah adegan saat Fahri dan teman-temannya diundang makan malam oleh keluarga Girgis lantaran mereka memberikan kejutan ulang tahun kepada Madam Nahed dan Yousef? Padahal adegan tersebut sangatlah penting bagi saya. Karena di adegan tersebut, terlihat sekali toleransi antara Umat Islam dengan Umat Kristen yang patut kita teladani. Ini adalah adegan kebaikan yang tidak hanya bisa dinikmati oleh Umat Islam saja, tapi juga bisa dinikmati oleh Umat Kristen. Tapi kenapa adegan penting ini tidak ada? Tokoh Yousef -adiknya Maria- dan Tuan Boutros -Ayahnya Maria- pun tidak ada. Kemanakah mereka? Apakah mereka “tewas disembelih” juga? Padahal di adegan makan malam itu, ada saat-saat romantis dimana Fahri dan Maria digoda oleh Madam Nahed -Ibunya Maria- untuk turun berdansa. Namun Fahri menolak. Dan tolakan Fahri inilah yang membuat hati Maria semakin cenderung terhadapnya. Nilai-nilai yang seharusnya ada, malah tidak ada di filmnya. Padahal ada nilai toleransi antar agama di novelnya. Bahkan sangat mencolok! Namun tidak ditampilkan di filmnya. Yang ada adegan Maria yang kegenitan, masuk-masuk kamar cowok. Cowok-cowok yang di dalamnya pun -yaitu Fahri dan teman-temannya- cuek saja akan hal itu. Malah ada adegan dimana mereka semua sedang asyik makan satu nampan bersama. Mereka semua makan dalam satu nampan dengan Maria?? Gila! Bukankah itu dosa? Padahal hal tersebut adalah tidak baik, tidak layak dicontoh! Bukan muhrim! Haram mutlak! Tidak ada keringanan meskipun perempuan satu agama sekalipun. Dan demi Allah, adegan tersebut tidak ada di novel! Sedangkan hal yang layak bahkan patut dicontoh dan ada di novelnya, malahan tidak ada di filmnya. Sungguh ironis… Saya percaya kalau para mahasiswa Al-Azhar tidaklah mungkin sebablas itu. Apalagi Nurul yang di film ini digambarkan begitu genitnya. Padahal dia adalah Ketua Wihdah, induk organisasi mahasiswi Indonesia di Mesir. Logikanya adalah, kalau Ketuanya saja begitu, apalagi anggotanya? Kira-kira, kalau mereka semua nonton film ini, merasa terhina juga gak ya? Padahal banyak adegan yang menggambarkan betapa indahnya toleransi antar agama di dalam novelnya. Namun hal tersebut tampaknya tidak hadir di filmnya. Adegan tersebut malah sengaja dibuat bisu, sehingga nyaris tak terasa. Pun hanya tampak salib-salib saja, yang bisu dan entah apa maksudnya. Saya sungguh amat kecewa. Hikmah apa yang bisa kita petik dari film Ayat-Ayat Cinta kalau begini caranya? Dimanakah adegan saat Tuan Boutros dan Maria berdiskusi dengan Fahri tentang tempat persembunyian Noura selanjutnya? Padahal ada nilai toleransi antar agama yang tersemai indah di dalam diskusi tersebut. Tokoh Tuan Boutros pun tidak ada di filmnya. Padahal tokoh Tuan Boutros juga ambil peranan penting di novelnya. Dimanakah Syaikh Ahmad yang senantiasa menyampaikan nasihatnya kepada Fahri? Kenapa kok malah si Saiful? Siapa Saiful? Di novel, Saiful itu tidak lebih melainkan juniornya Fahri, lebih muda dari Fahri dan tidak lebih bijaksana dari Fahri. Dia itu bukan siapa-siapa! Tapi kok, kenapa yang di film si Saiful justru tampak lebih tua dari Fahri, lebih dewasa dari Fahri dan Fahri pun sering minta nasihat kepadanya? Kenapa Fahri terlihat seperti anak kecil? Padahal, di novel, Fahri-lah yang senantiasa memberi nasihat. Fahri-lah yang paling tua, paling bijaksana, paling dewasa, paling dominan di antara yang lain. Hal itu wajar karena selain dia satu-satunya yang sudah tamat S1, dia jugalah satu-satunya penghafal Al-Qur`an di sana. Tapi apa yang terjadi di filmnya? Fahri berubah menjadi anak bego yang kebelet kawin. Malah menurut saya, di antara teman-temannya Fahri, Rudi-lah yang paling menonjol. Karena dia yang paling lucu dan paling ceroboh di novel. Salah satu kecerobohannya adalah manakala diundang makan malam oleh keluarga Girgis. Rudi memakai celana training butut warna biru yang biasa dia pakai buat main bola. Padahal sudah diingatkan oleh Fahri agar dia berpakaian pantas. Namun dia menolaknya karena dia pikir, ini cuma sekedar makan malam. Ternyata bukan hanya sekedar makan malam, melainkan makan malam di restoran yang sangat mewah. Semua pengunjungnya memakai pakaian yang amat berkelas. Langsung si Rudi mindernya bukan kepalang, karena celana training butut yang dipakainya. Dimana juga adegan saat Fahri jatuh sakit dua kali hingga akhirnya dia terpaksa dirawat di rumah sakit dan hampir saja dioperasi? Padahal adegan tersebut adalah penting bahkan teramat penting sekali buat saya. Tidak boleh dihilangkan adegan tersebut! Karena di adegan itulah, manakala Fahri bingung darimana dia bisa mendapatkan uang tuk membayar segala perawatan rumah sakit yang teramat mahal, tiba-tiba segala biayanya lunas dibayar oleh seseorang yang tidak mau disebutkan identitasnya. Fahri amat berterima kasih sekali kepada seseorang yang tidak dia ketahui identitasnya tersebut. Dia menganggap, orang itu adalah malaikat penolongnya. Dan inilah yang akan menjadi alasan -di akhir cerita- jatuh cintanya Fahri terhadap Maria, karena dialah ternyata malaikat penolong itu. Namun karena adegan tersebut tidak ada di film, sehingga pernikahan Fahri dengan Maria pun menjadi kurang berkesan. Seolah dipaksakan. Padahal sebenarnya Fahri juga mencintai Maria setelah mengetahui kenyataan tersebut. Dan kemanakah kisah boneka panda dan pistol air itu? Adegan itu penting sekali! Bahkan di novel itu dituliskan begini: “Aku tidak tahu sama sekali bahwa boneka panda yang aku beli tanpa sengaja itu suatu saat nanti akan membawaku ke kaki langit cinta yang tiada tara indahnya. Kaki langit cinta orang-orang yang bercinta karena Allah SWT.” (Hal. 109) Bukankah ini berarti adegan yang sangat penting dan mustahil untuk dihapus? Karena boneka panda dan pistol air itulah, maka di akhir cerita keluarlah Ayat-Ayat Cinta yang diucapkan Fahri kepada istrinya, Aisha! Itu sebabnya kenapa novel ini dinamakan Ayat-Ayat Cinta. Sungguh novel yang teramat luar biasa… Pesan kepedulian yang teramat indah… Setelah membaca novelnya, saya tidak lagi bisa meremehkan sesuatu, meskipun itu hanya sekedar boneka panda ataupun pistol air. Ternyata…, sebuah boneka panda dan pistol air pun bisa juga merubah nasib banyak orang selama-lamanya… Subhanallah… Begitulah yang tampak di novel Ayat-Ayat Cinta. Sungguh ajaran yang sangat menyentuh… Tetapi apa yang tampak di filmnya? Tragis… Kemana pula kisah Alicia yang masuk Islam? Dan masih banyak lagi adegan-adegan wajib yang ada di novel, adegan-adegan yang sangat menyentuh perasaan, membuat air mata ini berdesak-desakan ingin berhamburan keluar, namun tidak ada di filmnya. Buuanyaaak sekali…! Dan adegan-adegan tidak wajib bahkan haram ada banyak di filmnya padahal tidak ada di novelnya. Salah satu adegan haram itu yang paling saya tidak suka adalah ketika Aisha melaporkan perkara suaminya yang difitnah ke seorang pengacara, kemudian pengacara itu berkata, “Jadi kalian tidak pacaran langsung menikah? Bagaimana kamu bisa mengenal suamimu?” Aisha bungkam tidak bisa menjawab. Kesannya adalah, kita harus pacaran dulu baru akhirnya boleh nikah. Kalau tidak, rumah tangga bisa runyam. Dan seperti itulah yang digambarkan di film Ayat-Ayat Cinta ini. Aisha tidak bahagia. Aisha selalu konflik dengan Fahri. Padahal yang digambarkan di novelnya adalah sebaliknya! Kebalikannya! Sungguh parah memang filmnya! Masa kita harus pacaran??? Gila! Padahal yang dimaksudkan oleh novelnya adalah sebaliknya. Pacaran itu haram! Nikah tanpa pacaran akan menghasilkan keluarga sakinah mawahdah warohmah… Namun tampaknya pesan tersebut sama sekali tidak sampai di filmnya. Yang sampai malah sebaliknya. Duhai betapa indahnya mahligai rumah tangga Fahri dan Aisha yang termaktub di dalam novel… Fahri jenius dalam mengumandangkan syair yang romantis untuk istrinya… Begitupula dengan Aisha. Mereka satu sama lain saling membalas syair yang romantis… Subhanallah… Namun itu sama sekali tidak tampak di filmnya. Yang tampak malah sebaliknya. Bukan membalas syair yang mereka lantunkan, melainkan membalas argumen alias berdebat yang mereka gencarkan. Perdebatan khas sinetron Indonesia. Perdebatan khas anak kecil. Baik Fahri maupun Aisha diperankan dengan kekanak-kanakan. Maaf, apakah Fedi Nuril berakting sebagai Fahri ataukah berakting sebagai Fedi Nuril di film itu? Apakah Rianti Cartwright berakting sebagai Aisha ataukah berakting sebagai Rianti Cartwright di film itu? Di film itu tidak ada tokoh Fedi Nuril dan Rianti Cartwright. Jadi buat apa mereka berdua berakting sebagai Fedi Nuril dan Rianti Cartwright? Dan banyak juga adegan yang penempatan waktunya diacak-acak, diobrak-abrik. Yang mungkin akan membuat bingung siapapun yang menonton terutama yang sudah pernah membaca novelnya. Saya yakin, semua pembaca novel Ayat-Ayat Cinta pasti akan kecewa berat setelah menyaksikan filmnya. Terutama bagi mereka yang paham agama. Jadi saya sarankan, daripada nanti kecewa, daripada nanti kesal, daripada nanti menyesal seperti saya, lebih baik tidak usah nonton filmnya. Simpan saja uangnya untuk membeli es cendol atau mentraktir teman-teman minum es cendol atau apalah yang lebih bermanfaat ketimbang nonton film Ayat-Ayat Cinta yang tidak jelas dimana letak ayat-ayatnya ini. Yang ada cuma romantisme basi versi sinetron di TV-TV. Syukur-syukur kalau penjual es cendolnya itu vokalisnya Kangen Band… Atau uangnya gunakan saja untuk memberikan hadiah buat kejutan kepada teman kalian, atau kepada tukang es cendolnya juga boleh. Seperti halnya Fahri versi novel yang suka memberikan hadiah kejutan yang romantis kepada siapapun, bahkan kepada Satpam sekalipun (apalagi tukang es cendol). Subhanallah… Itulah ajaran indah yang amat romantis dari akhlak sesosok Fahri versi novel. Bukan Fahri versi film yang odong-odong, sama sekali tidak ada adegan dia memberikan hadiah kejutan. Sama sekali tidak ada! Film Ayat-Ayat Cinta sama sekali tidak mewakili novelnya! Bahkan menurut saya, film Ayat-Ayat Cinta ini lebih mewakili sinetron-sinetron yang biasa diproduksi oleh MD Entertainment yang basi dan berselera rendah! Adik saya pun sempat protes terhadap film ini. Begini kira-kira katanya: “Lihat gak Kak pas detik-detik terakhir film ini, pas Aisha pulang ke rumah Pamannya melaporkan nasibnya? Itu kelihatan lho mike gede yang biasa digantung di atas! Mike gede yang dipakai buat merekam suara pemainnya itu lho. Kelihatan gitu! Lama pula! Padahal itu kesalahan fatal banget kalau di dunia perfilman. Apalagi ini film masuk Bioskop! Bisa mencoreng perfilman Indonesia banget tuh!” Itu kata adik saya lho, yang kuliah di jurusan Broadcast. Bidangnya memang perfilman. Dia juga berkata lagi: “Entar Anis bikin ulang ah film Ayat-Ayat Cinta ini. Parah! Udah gak nyambung sama novelnya, mike-nya kelihatan pula! Tapi nanti Anis bikinnya versi sinetron, bukan versi Bioskop. Coz kayaknya gak memungkinkan. Terlalu panjang, dan kalau dipotong takutnya bakal ancur kayak film Ayat-Ayat Cinta yang ini. Adegan-adegannya itu penting semuanya. Gak bisa dipotong seenaknya.” Jikalau saya melihat dari sudut pandang agama (karena film ini seharusnya film dakwah), penokohan (karena ada tokoh penghafal Al-Qur`an di sana, dan saya tahu persis seperti apa karakter para penghafal Al-Qur`an di dunia nyata) dan kesesuaian dengan novel asli, maka adik saya melihat dari sudut pandang pengambilan gambar. Kesimpulan kami: Film ini buruk! Adik saya pun penasaran sekali dengan Mas Hanung Bramantyo. Ingin sekali dia mengirim email kepada Mas Hanung kemudian melayangkan surat kritikannya kepada Mas Hanung. Memang sih, background gambar film ini bagus. Kami mengakuinya. Bahkan, kami terpukau! Kami amat menghargai jihad Mas Hanung dan kru dalam menciptakan setting yang indah. Subhanallah… Tapi, apalah artinya keindahan tersebut kalau hikmah yang bisa kita petik dari film ini sedikit bahkan tidak ada? Ketika saya tanya kepada adik saya beberapa menit setelah dia selesai menonton, hikmah apa yang bisa dia petik dalam film ini, dia menjawab: “Hmmm…. Hikmah apa ya…? Hmmm…. Kayaknya gak ada deh!” Hal apa lagi yang lebih buruk bagi seorang sutradara selain pesan yang dia maksudkan di filmnya tidak sampai ke para penontonnya? Maaf Mas, bukankah itu adalah mimpi terburuk bagi setiap sutradara yang ada di dunia ini? OK-lah jikalau di film ini ada adegan ngomel-ngomelnya si orang aneh di dalam penjara. Tapi bagi kami itu tidak lebih melainkan suara-suara sumbang saja, yang menggurui dan tidak masuk ke dalam karakter film. Karena hikmah itu diambil dari karakter film, bukan dari suara-suara sumbang yang tidak sesuai dengan karakter film. Dan memang benar, setiap adegan yang ada di novel Ayat-Ayat Cinta semuanya penting, semuanya saling berhubungan. Dan hal ini seharusnya disadari oleh Mas Hanung Bramantyo sehingga tidak perlu bagi Mas untuk memaksakan diri menjadikannya film layar lebar. Cukup jadi sinetron, saya pikir akan laku keras selama adegan-adegan pentingnya tidak “disembelih”. Dan saya lebih setuju lagi kalau novel ini tidak usah difilmkan saja selama-lamanya. Cukuplah menjadi Theater Of Mind. Karena bagaimana mungkin novel yang sejatinya menyuruh kita untuk meninggalkan hal-hal yang mendekati zina, ketika difilmkan malah ada adegan yang mendekati zinanya yang tidak mungkin dihindari, seperti adegan antara Fahri dengan Aisha, antara Fahri dengan Maria, dan lain sebagainya? Sekedar info, di film tersebut ada adegan Fahri mencium kening Maria. Padahal kita semua tahu bahwa kedua orang tersebut (Fedi Nuril dan Carissa Puteri) aslinya bukanlah suami istri. Dan banyak lagi adegan-adegan yang mendekati zina lainnya… Katanya film dakwah… Dakwah kok begitu? Maaf Mas, kalau bukan karena novelnya, saya yakin film Ayat-Ayat Cinta buatan Mas Hanung ini tidak akan laku. Mereka yang penasaran nonton filmnya adalah karena novelnya. Mereka tidak tahu kalau sebenarnya filmnya payah. Film Ayat-Ayat Cinta ini sebenarnya cuma mendompleng kesuksesan novelnya saja, tidak lebih. Dan saya pun heran dengan orang-orang Showbiz yang diwawancarai di infotainment… Kok kebanyakan mereka mengatakan kalau film Mas ini bagus ya? Dimana bagusnya? Apa mungkin karena mereka CS-an sama Mas, makanya mereka “menjilat-jilat” dan tidak berani mengkritik Mas? Atau apa mungkin karena mereka tidak paham agama? Yah…, orang-orang Showbiz mana ada yang paham agama… Saya kira cuma orang yang tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk saja yang mengatakan bahwa film Ayat-Ayat Cinta ini bagus. Saya kira cuma orang yang tidak bisa membedakan mana yang pahala dan mana yang dosa saja yang mengatakan bahwa film Ayat-Ayat Cinta ini bagus. Saya kira cuma orang yang tidak bisa membedakan mana yang dakwah dan mana yang pendangkalan aqidah saja yang mengatakan bahwa film Ayat-Ayat Cinta ini bagus. Seandainya saya ditanya, “Apa novel terbaik di tahun 2007 menurutmu?” Maka akan dengan sangat bangga saya jawab, “Ayat-Ayat Cinta.” Seandainya saya ditanya, “Apa film terburuk di tahun 2008 menurutmu?” Maka akan dengan sangat bangga saya jawab, “Ayat-Ayat Cinta.” Bahkan lebih daripada itu! Seandainya saya ditanya, “Dari semenjak kamu lahir di dunia ini hingga detik ini, novel apa yang menurutmu yang terbaik yang pernah kamu baca?” Maka akan dengan sangat tegas saya jawab, “Ayat-Ayat Cinta!” Seandainya saya ditanya, “Dari semenjak kamu lahir di dunia ini hingga detik ini, film apa yang menurutmu yang terburuk yang pernah kamu tonton?” Maka akan dengan sangat tegas saya jawab. “Ayat-Ayat Cinta!” Hhh... Saya lebih menyetujui kalau film ini dinamakan saja Ayat-Ayat Poligami. Karena penekanan film ini lebih ke arah poligami. Beda dengan yang di novel, yang lebih menekankan tentang kehidupan sosial, tekanan hidup Fahri sewaktu di penjara serta ayat-ayat cinta yang dipersembahkannya kepada sang istri, Aisha. Maafkan saya apabila kata-kata saya ini terlalu jujur sehingga terasa kasar. Sekali lagi, maafkan saya. Saya tidak bermaksud kasar. Saya hanya menyampaikan apa adanya saja dari mata, telinga, hati dan Iman ini yang telah menyaksikan. ---------------------------------------------------------------------------------------------------- Footnote: 1. Sebelumnya saya telah meminta tolong kepada beberapa orang teman saya untuk menyampaikan tulisan saya ini kepada Mas Hanung Bramantyo, sutradara film Ayat-Ayat Cinta, supaya tulisan saya ini bisa dibaca olehnya. Mereka punya jalur untuk menyampaikannya. Percuma saja saya menulis tulisan ini kalau tidak dibaca oleh orangnya langsung. Syukur-syukur kalau Mas Hanung Bramantyo juga sudi untuk menulis komentar di tulisan saya ini. Adalah suatu kehormatan bagi saya.
Sebelumnya saya minta maaf sama mas hanung dkk, saya memang download A2C versi bajakan. Memang tidak begitu bagus, tetapi lumayan buat ngobati rasa penasaran saya. Saya pengen lihat film itu di bioskop, tetapi di kota kecil saya tidak ada bioskop. Mau beli DVDnya, belum ada. Walaupun biaya koneksi di tempat saya untuk download 1,2 Giga, jauh lebih mahal daripada harga tiket bioskop, atau harga DVD, itu tetap saya lakukan. Tetapi jangan kuatir mas, film tersebut tidak saya sebarkan, cuman saya tonton sama isteri, sambil mengenang masa ta'aruf dulu. (Saya dulu ta'aruf sampai nikah hanya berjarak 3 minggu, dan sekarang sudah mau punya 7 anak). Dan nanti kalau sudah ada DVD, dan saya pas ke Surabaya insya Allah akan saya beli, untuk membayar hutang sama mas hanung. Lagian di versi bajakan kualitas suara jelek sekali, banyak dialog yang tidak terdengar. Sekali lagi mohon maaf dan mohon keridloannya..
musafir07 wrote on Mar 5, '08, edited on Mar 5, '08
dari awal launch AAC ku dah kepengen nonton dgn teman2, tapi kehabisan tiket. sampai akhirnya kesempatan itu datang, ku jadi senang. pilihan teman2 adalah di setiabudi, kami datang beramai-ramai (lbh dari 10 orang, he..he.. antusias banget ya). tapi tetap dalam bioskop itu, kami mengatur tempat duduk, pisah antara laki dan perempuan. sebenarnya satu hari sblum nonton itu, ku dah dpt file video bajakan AAC, tapi ku diamkan dan tetap memilih nonton diBioskop. film ver bajakannya ku jadikn review/koleksi doank sebagai film islami pertama yg berbeda dari film lainya diBioskop.
about the movie.. tampaknya lebih menonjolkan kisah cinta ketimbang dakwahnya. memang ada yang tidak sesuai dgn Novel. jujur aja, figur Fahri nya tidak dapat banget, saya tidak menangkap sosok Fahri yang begitu Islami dan tegas. mungkin Mas hanung perlu mengkomentari sedikit dari koment moestoain seblum saya itu (pertanyaannya agak sama dgn saya).
anyway, kutetap memberikan penghargaan thdp film ini yang smoga mampu memicu film islami lainnya, daripada film yang aneh2 (kayak hantu2an, kuntil2an, dsb), karena film aneh itu malah membuat orang takut thdp setan bukan thdp Allah SWT and it's hurt my intelligence(kata teman saya). syukron katsiron yaa. Hanung
assalamualaikum... mas hanung...........!!!! heheheh seneng bgt, aku baru sembuh dari typus teru skemarin rabu diajak temen2 nonton AAC di Gading...weeedeeeeeeeeeh....dateng jam 11, mau yg jdwl jam 1 siang, kata mba2 yg jaga loket, "udah habis tuh tiketnya yg jam 1 siang, adanya yang 11.45.." huaaaaaaaaaaaaaah! akhirnya yg 11.45 deeh, tapi tuh film emang keren bgt yak, AADC masihhhhhhhhhh kalaaaaaaaah deh sms film ini. terus nih film adiktif bgt sih, bikin nagiiiiiiih gituh, hehehehe
begitu hari pertama fil AAC terpajang di bioskop aq udah uring2an ngajakin teman2 satu kost n satu kampus buat nonton. Kecewa pas ada beberapa temen aq bilang kalo mereka dah nonton versi bajakan or hasil download-tan. Aq sempat ditawari buat nonton versi bajakannya siy mas, tapi aq g mau.Bukan karna mereka bilang kualitasnya jelek banget tapi lebih karena aq g mau nipu diri aq sendiri, buat menghargai hasil karya orang lain.
Salut buat mas hanung...Sukses filmya. Perjuangan aq dapet tiket nonton AAC jam 10 malam studio1.Yupz..diluar dugaan mgkin krn semua orang pada penasaran filmya AAC kali ya...so walopun dah jam10 satu studio full.g ada tempat duduk yang tersisa kosong. akhirnya...aku berhasil nonton AAC.. filmya siy bagus mas, cuma ya...(kalo kata komentator di ajang pencarian bakat di Tv-tv kan harus ada "tapi"nya) kurang dapet"dakwahnya" Aq udah baca banyak comment diatas mas, kesimpulannya...: 1.manusia emang beda2 mas,so ada yang kurang paham agama, paham agama, sangat paham agama. 2.orang yang kurang ngerti agama akan menilai film ini "Bagus sekali" 3.oranf yang ngerti agama,akan menilai fiml ini"bagus"tapi.... 4.orang yang sangat ngerti agama, akan nilai film ini"g oke banget"
so tergantung mas hanung menyikapi semua kritikan n sanjungan.Semoga apapun itu makin membuat mas hanung makin dewasa dalam menghasilkan karya-karya mas selanjutnya Salute buat mas hanung.................
ORA USAH PODHO MBACOT ...!!! ENEK DONLOTAN YO DIDONLOT ENEK KOPIAN YO DIKOPI .... LAK YO NGONO TO KONCO-KONCO? SING GABLEK DUWIT LAN ENEK WEKTU NONTON NENG BIOSKOP YO NONTONO..
mas di kediri AAC sukses bgt, seperti yang aku baca di koran lokal kediri dan liat dengan mata kepala sendiri, katanya di Golden (satu-satunya bioskop di kediri) biasanya film yang bertemakan cinta ga' bakalan rame, paling rame kalo film horor...tapi subhanallah, ayat-ayat cinta sampe beberapa kali ada acara kehabisan tiket sgala...kalo aku sendiri kebetulan nonton di hari pertama, kebetulan juga ujan, aku pikir sepi tapi ternyata biarpun ujan acara antrian saat beli tiket sampe masuk ke maun nonton tetep dengan acara berjubel-jubel ria....sukses ya mas, udah ah mau ngerayu temen untuk bayarin nonton, pengen nonton lagi he....ntar nangis lagi ga yahhhhh....:)
iyah di kampus juga udah ada bajakannya, di banjarmasin lagi laku banget kemaren aku and temen2 hampir pingsan cuman buat ngantri tiket di 21 (yang cuman satu2nya di banjarmasin). Bayangin ngantrinya jam 11 pagi, baru dapet tiket jam 7 malem.. mungkin itu salah satu alasannya ya mas temen2 yang blom pada nonton jadi pada mals dah liat antriannya T_____T
Kesel juga sih padahal tanggal 26 itu baru maen di banjarmasin, adek kelas saya dengan bangganya bilang kalo dia udah ada bajakannnya.. jadi langsung bete gitu T____T padahal jelas2 lebih enak nonton di 21! daripada nonton bajakan...
AAAh tapi ambil sisi positifnya aja deh, karya mas jadi makin dikenal orang... filmnya bagus kok! semoga di masa depan banyak yang bisa menghasil kan karya sebagus AAC!
saya Zizi, lokasi di jogja. jujur, pas kmaren temnku bilang dia dapet file film AAC, ak kaget banget. kemana perjanjian tdk tertulis dan adat di antara para pembajak ttg keengganan membajak film lokal? saya sbg pemburu dvd bajakan blm pnah nemuin film lokal. kalo dari cerita mas Hanung ttg cobaan pada saat mengirim 70 copy rheel ke Bangkok, mungkin ada celah disitu kali y mas..mungkin lho ya.
btw, ak uda ntn film ini minggu kemaren. ada satu hal yg sangat mengganjal, kenapa tlalu banyak bahasa indonesia?? memang mas Hanung pnah bilang kalo ini film Indonesia. tp setting kan bukan di Indo dan peran tdk smua org Indo. Masa iya di persidangan Mesir memakai bhs Indo? padahal persidangan kan instansi resmi pemerintah yg harusnya menggunakan bahasa nasional Mesir. ato memang ceritanya Fahri disidangkan di Indo? correct me if i'm wrong...
Saya blm membaca novelnya jadi tdk bisa membandingkannya. saya sgt stuju kalo film dan novel itu adalah dua karya cipta yang berbeda karena diungkapkan oleh dua pemikiran yg berbeda walopun ide cerita masih tetap sama. naahh..saya sangat tertarik dengan masalah ini, dikaitkan dengan hak intelektualitasnya, hak cipta. boleh lah mas Hanung jadi narasumber yaa...
mas hanung, maaf yah saya dah nonton yang bajakan kali yah, di youtube tuh. soalnya kebetulan ga lagi di indo eh pas liat ada filmnya jadi kepengen. maaf yah sekali lagi. btw filmnya keren abis. salut buat mas hanung.
Semoga musik dari Schindler List tidak ada di versi original nya. (LA CAPRICIEUSE OPUS 17, Composed by Edward Elgar, Arranged by Jascha Heifetz, Performed by Itzhak Perlman on Violin and Sam Sanders on Piano, Courtesy of EMI Classics, Under license from CEMA Special Markets)
Dari filmnya saya paham, sesuatu yang berlebihan (terutama cinta pada makhluk) ending nya pasti kurang bagus, dan ketidakterbukaan merupakan awal dari perpecahan. Dimanapun kapanpun dan nuansa apapun.
Semoga musik dari Schindler List tidak ada di versi original nya. (LA CAPRICIEUSE OPUS 17, Composed by Edward Elgar, Arranged by Jascha Heifetz, Performed by Itzhak Perlman on Violin and Sam Sanders on Piano, Courtesy of EMI Classics, Under license from CEMA Special Markets)
Dari filmnya saya paham, sesuatu yang berlebihan (terutama cinta pada makhluk) ending nya pasti kurang bagus, dan ketidakterbukaan merupakan awal dari perpecahan. Dimanapun kapanpun dan nuansa apapun.
Alhamdulillah, pas diputer filmnya, saya lagi di Indonesia dan sempet nonton filmnya di XXI Senayan City, karena dari pertama liat trailernya, udah bertekad harus nonton di bioskop. Ditambah baca blog ttg di balik layar AAC, makin penasaran aja deh.
Pantesan saya juga sempet heran, waktu saya cerita ke temen saya yg ada di LN ttg cerita AAC yg sudah saya tonton, temen saya itu bilang sudah nonton jg disana. Saya sempat bingung, kok bisa, padahal di Indo baru aja tayang. Kalo' pun nonton di youtube, biasanya uploadernya juga nunggu DVD aslinya keluar. Ternyata, begitu baca ini blog, baru tahu cerita sebenarnya.
Mudah2an mas Hanung selalu istiqamah, diberi kesabaran & kekuatan. Dan insyaAllah dengan itu semua, mas Hanung bisa lebih mulia di hadapan-Nya. AMIN.
Ada beberapa komentar : Pertama tentang pemain. Ada Fahri yang diperankan Fedi Nuril. Untuk yang satu ini, secara personal, Fedi gak terlalu bermasalah. Walau citra Fahri bukan bagian dari dirinya, namun yang namanya actor ya… harus bisa. Walaupun, untuk kasus film religi, penonton tetap berharap banyak bahwa sang actor tidak hanya baik ketika di film, namun di luar acting, ia tetap bisa menjadi teladan. Kasus serupa juga akan banyak mendera pemeran yang lain di film ini.
Kedua, pemeran Aisha, Rianti R. Cartwight. Untuk tampilan, Rianti cukup Ok. Kecantikannya cukup bisa mewakili perwajahan Aisha, walau di Novel dikatakan bermata biru dan keturunan Jerman-Turki-Palestina. Wajah Rianti cukup mirip saat bercadar. Tetapi saat cadarnya dibuka, agak kurang pas, kurang Jerman, kurang Turki dan kurang Palestina. Namun tidak terlalu masalah. Namun untuk ekspektasi di luar acting, Rianti terlalu jauh dari Aisha. Rianti, belum bisa –sejauh ini- menjadi Aisha untuk dapat diteladani penonoton. Sebagai VJ MTV, Rianti mewakili budaya pop yang menghinggapi massa anak muda hari ini. So, pemilihan Rianti sebagai Aisha, gagal untuk memenuhi ekspektasi masyarakat akan misi “Dakwah” di Film ini. (Rianti, please, jangan rusak Aisha…!)
Ketiga, Maria yang diperankan oleh Carissa Putri juga menghadapi masalah yang sama tentang face. Walaupun putih, namun putih Carissa tidak seperti Arab. Karakter perempuan Arab dengan mata besar, hidung macung kurang terwakili. Mungkin, kalau Najwa Shihab masih muda, akan lebih tepat memerankan sosok Maria.
Keempat, Nurul. Melanie Putria, cukup pas memerankan Nurul dari segi wajah. Lha Iya lah, wajah Nurul emang harus Melayu, karena Nurul ddalah putrid Kiai. Hanya saja, sosok Melanie, bukanlah sosok yang bisa merepresentasi Nurul di luar Film. Melanie adalah mantan Putri Indonesia 2002. Walaupun berdarah Minang, Melanie tidak dibesarkan di Minangkabau. Apakah Melanie, mewakili citra putri Minang? Sepertinya belum. Pada saat kunjungan Miss Universe 2002, Oxana Fedorova, Melanie sempat menyatakan kesiapannya berbikini di Pemilihan Miss Universe 2003, yang kebetulan saat itu Indonesia masih belum ikut. Mana mungkin Nurul berbikini? Tapi mudah-mudahan Allah memberikan Hidayah dan Melanie berubah..(Langsung memegang batu raja abad, Ksatria Baja Hitam, he..he)
Kelima, Noura. Sosok ini diperankan oleh Zaskia Adya Mecca. Sosok Zaskia selama ini diidentikkan dengan sosok protagonis. Suksesnya “Kiamat Sudah Dekat” tak lepas dari kemampuan Zaskia mengaplikasikan ke-“Sarah”-annya dalam kehidupan nyata sehingga semakin melengketkannya di hati masyarakat Muslim. Zaskia mewakili symbol perlawanan hegemoni dunia hiburan yang sarat dengan keterjauhan dari nilai-nilai reliji dan menghadirkan tawaran lain yang membuktikan bahwa agama tidak menjadi halangan dalam dunia entertainment. Zaskia tidak sempurna, namun ia adalah symbol pada hari ini. Karakter Zaskia, lebih kuat dari pada artis berjilbab lainnya seperti Okky Asokawati, Ratih Sanggarwati, Inneke Koesherawati, Meidiana Hutomo, Astri Ivo, Anneke Puri, Cici Tegal atau Novia Kolopaking, karena Zaskia berani memilih jalan itu disaat masih muda.. Moga Allah menjaganya.. So, untuk di Luar acting, Zaskia, cukup tepat menjadi teladan.
Sayangnya, Zaskia tidak berperan sebagai Nurul yang menurut saya merupakan peran terbaik untuknya. Hampi semua blog dan milis yang membahas ini menyetujui Zaskia sebagai Nurul. Tapi oke lah, sang Tuhan kecil (Tuhan adalah Sutradara Besar, dan Sutradara adalah Tuhan Kecil) memutuskan Zaskia sebagai Noura. Di sinilah letak masalahnya. Zaskia tidak bertampang Arab sama sekali. Zaskia sangat sunda seperti dikatakan Hanung di Blognya. So, menempatkan Zaskia sebagai Noura terkesan sangat dipaksakan.
Keenam, Bahadur… Saya gak tahu namanya. Namun jelas sosok ini mengecewakan. Apa mas Hanung lupa, jika Bahadur itu adalah keturunan Sudan. Artinya, Bahadur adalah Afrika Negro, namun sosok Bahadur di Film AAC lebih mirip dengan suku Dravida di India. Di Minang, orang India Dravida disebut orang Kaliang atau Keling di Melayu. Karena itu pula, orang yang kulitnya agak gelap akan disebut Kaliang di Padang. Afrika negro, biasanya berambut keriting, hitam, hidung tidak mancung. Berbeda sekali dengan India Dravida.
Beberapa pemeran lain juga sepertinya menghadapi masalah yang sama. Ayah Noura, Tuan Adel yang diperankan Rudi Wowor lebih terlihat sebagai Belanda ketimbang Mesir. Logatnya pun Belanda:)
Selanjutnya perwatakan. Fahri di Film AAC, terlihat terlalu lugu. Tidak seperti anak S2 Al-Azhar yang cerdas. Saya punya banyak teman di Al-Azhar. Kebetulan teman –teman PII Padang Panjang yang kebanyakan dari Thawalib, melanjutkan studi di Mesir. Rata-rata mereka berpenampilan necis, tidak seperti Fahri di AAC yang tidak terlihat necis. Aura kewibawaan, kefaqihan, sorot mata penuh harapan, optimisme dan target hidup yang jelas, tidak tergambar dalam watak di Film, kecuali hanya ditampilkan dalam bentuk skema peta hidup di dinding kamar. Kehangatan Fahri dengan dengan Ibu Maria, tidak tereksplorasi, begitu juga dengan teman-temannya. Sosok Fahri terlihat mudah panic dan terlalu pasrah dengan keadaan. Keseharian Fahri sebagai penerjemah pun tidak tergambarkan sedikitpun.
Aisha di film, lebih emosional dan tidak sedewasa di Novel. Aisha terlihat egois, kurang bisa menerima suaminya, dan terlalu “misterius”. Anehnya, setelah menikah, sosok Aisha terlalu diumbar.
Maria, di Novel digambarkan cerdas. Ini terbukti dengan kemampuannya menjadi teman diskusi Fahri, membantu menerjemahkan buku dan aktifitas inteleknya cukup baik. Sisi ini tidak tergambar di Film. Maria terlihat lebih manja, dan sisi intelektualnya tidak muncul dengan signifikan.
Nurul di Novel adalah ketua Wihdah yang dewasa, membina banyak orang, dan juga cukup dewasa ketika bertemu Aisha. Di Film, sisi kedewasan Nurul sebagai ketua Wihdah tidak terlihat kecuali saat menyelamatkan Noura. Nurul yang sebenarnya mampu memanage rasa cemburu, di Film terlihat tidak bisa menahan hati. Terlihat dari dialognya dengan Aisha di Kampus Al-Azhar sambil meremas keras jeruk yang ditawarkan denga paksa kepada Aisha. Bahkan juga menawarkan bermacam-macam buah-buahan pada Aisha yang tidak berselera. Kalau saya yang jadi Aisha, saya akan bawa kantong kresekkan, buah-buah itu saya bungkus, dibawa kekost-an untuk dijual kepada teman-teman seharga gopek perbuahnya! He..he.. (Kapitalis Loe!)
Logika Cerita. Saya sangat mengapresiasi usaha Mas Hanung menginterpretasi cerita ini. Makanya saya tidak akan membahas perbedaan alur cerpen dan novel termasuk kejutan bahwa Aisha, Fahri dan Maria sempat berumah tangga. Namun saya lebih melihat koherensi cerita ini.
Pertama, adegan saat Fahri menelepon Maria untuk menolong Noura yang sedang disisksa Bahadur. Pada saat Bahadur memukul Noura, Fahri menelepon Maria dan Mengatakan kalau ia sudah tidak tahan lagi. Menurut saya, kejadian yang menimpa Noura belum mengisyaratkan klimaks yang bisa menjadi logis untuk dinyatakan sebagai ketidaktahanan lagi oleh Fahri. Kalau boleh usul, adegan penyiksaan itu ditambah beberapa kali lagi dengan menggunakan view Fahri dan diikuti ekspresi gelisah Fahri. Sehingga kejadian malam itu bisa menjadi puncak rasa kasihan.
Kedua, adegan Maria tertabrak, diikuti dengan kekesalan Bahadur di Pengadilan, saat Maria hadir. Dua kejadian, yang merupakan kreasi Hanung ini, sebenarnya dapat diolah lebih berkorelasi. Tidak terlihat preseden apa pun sebelum dan sesudah tabrakan yang mengarah pada peran Bahadur dalam hal itu dan berhubungan dengan kesaksian Maria. Pun tidak ada satu screen pun yang memperlihatkan ekspresi Bahadur dalam persidangan sebelum pengakuan Maria. Semestinya ada satu screen bahwa Bahadur sedang bermain dalam kasus tersebut. Seolah-olah adegan ini hanya ditempelkan tanpa makna yang dielaborasi baik.
Aisha yang cemburu pada saat paman Nurul datang minta Fahri menikahi Nurul jelas tidak logis. Paman Fahri adalah orang Indonesia yang berbicara dengan Fahri menggunakan Bahasa Indonesia, sementara Aisha tidak paham dengan Bahasa Indonesia. Bagaimana mungkin Aisha cemburu, sementara ia tidak paham pembicaraan Fahri dengan Paman Nurul?? Kejadian yang sama terjadi saat Aisha membaca SMS Syaiful ke Fahri yang mengunakan Bahasa Indonesia. Kok ngerti ya??
Pada saat Fahri yang sedang bebincang dengan paman Nurul, Aisha sempat menuruni tangga tanpa Jilbab dan Cadarnya. Ini aneh dalam logika perempuan bercadar. Mengapa hijabnya bisa selongar itu? Biasanya perempuan bercadar lebih ketat, makanya ia bercadar.
Ketiga, komentar Istri Syekh Utsman saat Aisha meminta surat Noura, bahwa “Almarhum” tidak menitipkan apa-apa. Ini kejutan apa lagi? Tanpa preseden apa pun, kematian Syekh hadir begitu saja. Kenapa mati? Kalau toh mati, tentu hendaknya ada satu adegan juga sebelumnya yang memperlihatkan kematiannya. Minimal berita di koran, atau misalnya Eqbal memberitahu Fahri tentang kematian Syekh mereka. Jelas ini gak nyambung. Saya berasumsi, mungkin ada kejadian tertentu yang membuat alur ini ditempel begitu saja.
Keempat, Kesimpulan akhir Fahri tentang makna “Ikhlash” sebagai jalan penyelesaian masalah mereka terasa –sekali lagi- dipaksakan. Apakah ini meniru kesimpulan di “Kiamat Sudah Dekat”? Namun di KSD, kesimpulan ini muncul setelah pergulatan hebat. Tidak instant.
Saya tidak ingin mengomentari banyak soal seting lokasi, karena di blog Mas Hanung, cukup panjang diceritakan mengapa hasilnya seperti sekarang. Syuting yang terpaksa tidak di Mesir, Indor di Semarang dan Jakarta dan lain-lain.
Oke dech, Sekarang yang agak mengganjal adalah tata busana. Beberapa Jilbab terlihat sangat Indonesia banget. Kecuali pada Nurul yang wajar bila berjilbab ala Indonesia, namun untuk sosok-sosok figuran terlihat kurang terperhatikan. Gaya berpakaian Noura di persidangan terakhir, walau menggunakan jilbab ala arab, namun menggunakan baju dan rok ala Zaskia di Indonesia..
Selain itu, sebagai cerita serius, yang tidak terlalu bergenre pop, tata bahasa di AAC perlu diperhatikan. Pengunaan kata “Nggak, kamu, maafin, bilang” sebaiknya digantikan dengan kata “Kau, engkau, dirimu, maafkan, katakan, dst.” Artinya sisi kebakuan perlu diperhatikan agar tidak merusah keseriusan film ini. Pengecualian dapat dilakukan pada adegan-adegan antara Fahri dengan teman satu Flatnya seperi Syaiful yang boleh-boleh saja menggunakan bahasa prokem karena sebaya. Saya menakutkan rusaknya keindahan tata bahasa Indonesia jika film-film tidak bertanggungjawab tentang ini. Apalagi sekelas film AAC yang berdimensi sastra, religi dan serius..
Lebih dari semua itu, selamat untuk Mas Hanung, Moga bukan hanya kerja professional, namun juga menjadi Ibadah…
Allhamdulillah, ada semangat syi’ar,walau sisi dakwahnya kurang tergarap, tapi cukup menggarami..
Saya tutup dengan mutiara kata dari Imam Ali AS, “Lihat apa yang dikatakan, bukan siapa yang mengatakan.”
Ada kata-kata nikah, nurul... bagi istri yang lagi ngomel-ngomel cemburu (ingat perbincangan soal maria sebelumnya), sudah pasti asosiasinya Fahri diminta menikahi nurul...
Maria, Flat..... wajar saja Aisha bertanya "ada apa lagi dengan Maria?"
bener mas, Di JOGJA juga susah dulu cari film bajakan indo yang lagi tayang sama rental pasti dijawab "sedang di pinjem sama mataram (studio)" atau modal dong...kan dah ada 21 tapi gak tahu kenapa AAC kok sudah nyebar duluan bajakanya aneh
Ya sangat disayangkan ternyata nich film ini "premiere" di luar bioskop.... walaupun selama ini aku termasuk suka nonton yang gratisan, untuk film ini kenapa aku rasakan beda, terutama setelah blog mas hanung ini, sungguh oanjang lika liku pembuatan film ini, bahkan perjuangan itu layak melahirkan film lagi, film yang melahirkan film.
tapi semua udah terlanjur, file sudah menyebar di dunia maya. kalau saya jadi mas hanug mungkin akan geram, marah, namun semua dikembalikan kepada Allah, seperti adegan sabar dan ikhlas di penjara. adegan yang sangat emnyentuh sekali.
mengenai animo nonton di jogja saat aku nonton tanggal 3 maret kemarin sungguh besar, harus antri panjang dah pokoknya, ngalahin antrean bensin di pom saat bbm langka dulu. untung ada temen yang udah didepan jadi bisa nitip hehehehe....
aku mau tanya pada mas hanung ...
sekitar tanggal 4 dan 5 januari 2008 ada peristiwa apa dalam hal pembuatan fil aac ini, sampai dimana rol-rol film itu? soalnya ada suatu kecurigaan film itu dibuat sekitar tanggal itu (dilihat dari timestamp file tersebut). walaupun itu belum tentu jika si pembuat file memanipulasi tanggal di komputer.
semoga lekas ketemu siapa yg bocorin aac nya, soalnya itu udah kebangetan banget, belum premiere udah bajak .....
I live in Canberra Australia, Can I get one of Original DVD or VCD? How can I get that? I will pay all the cost (include postage cost). I already read the novel, but I want to watch the movie. Thanks
Ass. wr.wb. alhmdulillah akhirnya bisa nonton juga. terlepas dari beberapa adegan yang di tiadakan, ga nyambung atau kurang klimaks, saya mengucapkan selamat dan sukses. dengan banyaknya komentar, kritik dan saran yang muncul di mana-mana ada rasa syukur yang tiada terkira, karena diantara kita bersaudara sebangsa..setanah air dan seiman ada rasa saling menyayangi dan mengingatkan dalam kebenaran. meskipun ada yang dengan kata-kata kurang sopan, tepatlah kiranya jika menjadi masukan yang berharga. semoga menjadi bekal untuk lebih baik dan lebih baik.
untuk tontonan segar, religi dan penuh makna untuk masa sekarang ini AAC layak diacungi jempol. karena yang lain sibuk bergerak dengan horor dan horor juga roman picisan yang murahan, mas hanung menghadirkan tontonan yang mudah-mudahan menjadi tuntunan. saya tidak ingin mengomentari tentang detil filmnya, dilihat dari sudut perdana menangani film dakwah dengan keterbatasan dan tujuan yang mulia sangatlah luar biasa. untuk selanjutnya sebagai sineas muda, insya Alloh mas hanung masih punya kesempatan untuk membuat yang lebih dasyat lagi. saya cuma ingin sedikit mengingatkan jikalau nanti membuat film religi lagi (jika masih mau sih :p), tolong jangan dilupakan hal-hal kecil yang sepele tapi mempunyai pengaruh besar. contohnya: saat aisyah sholat (gerakannya ada yang salah), adegan makan dan minum dengan berdiri pake tangan kiri lagi (sebab sejak dini anak-anak muslim ditanamkan untuk tidak begitu), meskipun dibuat semanusiawi mungkin, tetapi sayang karena diharapkan dapat menjadi tuntunan akan menjadi bertolak belakang. apalagi kemarin sewaktu saya nonton di galaxi 21, surabaya saya lihat banyak yang nonton berombongan sekeluarga. saya lihat semua menikmati. dan di akhiri tepuk tangan panjang saat film berakhir. " KEREN...KEREN ". saya dan saudara-saudara berencana mau nonton lagi. cuma saya khawatir hal-hal sepele tadi menjadi seolah-oleh hal itu di benarkan dalam islam (bagi yang belum paham). sekali lagi sukses Mas Hanung, semoga bisa konsen di film-film dakwah seperti ini, yang bisa mengajak kaum muslim terutama remajanya kembali pada islam yang sebenarnya. amin. oh ya saya usul nih gimana kalau kapan-kapan mebuat film tentang " IBU " (dari sisi islam) yang mempunyai kasih sayang tanpa batas sehingga mempunyai derajad 3 tingkat diatas ayah. wass. wr. wb.
Ass.Mas hanung.Maap y mas,jujur sy smpt negatif thinking,sy khwtr ni akan jd pilm yg 'biasa aja' n gmn nasib nilai2 Islam d dlmnya.Tp stlh tw pjuangan mas hanung sy sangat tharu.Dl bc novelna sy gak nangis ntn filmna nangis dkt,bc tulisn mas hanung lbh nangis lg,he2 filmnya bagus.Slamat bjuang mas hanung sy tunggu pilm brikutna mg2 bs bkn film ttg A.Dahlan y...
Ass.Mas hanung.Maap y mas,jujur sy smpt negatif thinking,sy khwtr ni akan jd pilm yg 'biasa aja' n gmn nasib nilai2 Islam d dlmnya.Tp stlh tw pjuangan mas hanung sy sangat tharu.Dl bc novelna sy gak nangis ntn filmna nangis dkt,bc tulisn mas hanung lbh nangis lg,he2 filmnya bagus.Slamat bjuang mas hanung sy tunggu pilm brikutna mg2 bs bkn film ttg A.Dahlan y...
Ass.Mas hanung.Maap y mas,jujur sy smpt negatif thinking,sy khwtr ni akan jd pilm yg 'biasa aja' n gmn nasib nilai2 Islam d dlmnya.Tp stlh tw pjuangan mas hanung sy sangat tharu.Dl bc novelna sy gak nangis ntn filmna nangis dkt,bc tulisn mas hanung lbh nangis lg,he2 filmnya bagus.Slamat bjuang mas hanung sy tunggu pilm brikutna mg2 bs bkn film ttg A.Dahlan y...
Ass.Mas hanung.Maap y mas,jujur sy smpt negatif thinking,sy khwtr ni akan jd pilm yg 'biasa aja' n gmn nasib nilai2 Islam d dlmnya.Tp stlh tw pjuangan mas hanung sy sangat tharu.Dl bc novelna sy gak nangis ntn filmna nangis dkt,bc tulisn mas hanung lbh nangis lg,he2 filmnya bagus.Slamat bjuang mas hanung sy tunggu pilm brikutna mg2 bs bkn film ttg A.Dahlan y...
emang sih, film ma novelnya agak beda........tapi ada yang bilang ke q, kalo dibuat sama plek ma novelnya g bakal seru.....!!!yang paling penting tu kan inti ceritanya.....!!! salut deh bwt mas hanung....!!q dah lihat Filmnya, adegan yang bikin q nangis waktu fahri nikah m maria, kasian banget liat aisha nangis sendirian....?!
TAPI yang jelas, dari dibajaknya film mas hanung, berarti Mas Hanung secara gak langsung sudah dapat pengakuan secara nasional bahwa mas hanung udah bisa (dan satu2nya)yang bisa bikin film bertaraf internasoinal..
saya udah lihat bajakannya. ada di internet. di youtube. tapi karena mas Hanung bilang soundnya belum bener dan editingnya belum yang final saya tetep pengen nonton aslinya. tapi gak di bioskop tunggu vcdnya aja lah. original pastinya dong. sekalian mau koleksi, setelah jomblo ini film yang patut saya acungi jempol dari mas Hanung dan patut dikoleksi. ngomong ngomong filmnya (walau cuma bajakan) bagus bener (makanya mau dikoleksi). adegan kesukaan saya pas di sungai nil yang bicara tentang jodoh itu. cuma adegan di penjaranya kurang menyeramkan seperti di novelnya. ya mungkin ada pertimbangan pertimbangan tertentu lah. ini kan bisa jadi persoalan antara dua negara kalau suasana di dalam novel digambarkan secara gamblang. pemilihan pengacara asal indonesia juga saya acungi jempol. daripada bilang negara kita gak punya bargain yang cukup kuat di mata negara arab seperti di novelnya mas Hanung malah mengangkat harkat negara kita di film ini. salut.
Coba ya... buat yang ngebajak, buat yg kritik film nya .. yang bilang filmnya lebih jelek dari novel nya.. coba lo bikin film deh sana... baru deh lo boleh mengkiritik...
Assalamualaikum................................................................................. smoga filmnya mirip ma crita di novel....(soale lom nonton...hehe...). :)
Masya Allah Kalau product LONDO di bajak sih ya jangan juga apalagi ini khan karya & pure karya anak bangsa masa sih tega ngebajak, mungkin mas bangsa kita masih perlu pendidikan untuk saling menghargai hak cipta atau mungkin negara ini harus merdeka paling tidak 350 tahun, karena selama itu juga bangsa ini dididik untuk saling adu domba dan saling merugikan bangsanya, ya buat pembajak sih oke lah dan selamat buat para pembajak yang saat ini lagi tertawa karena bisa sukses membajak karya anak bangsanya, cuman sebagai gambaran mas saya sudah nonton filmnya AAC di bioskop 21 Samarinda Central Plaza walaupun harus melakukan perjuangan ngantri dan mesti nonton di esok harinya, tapi dengan melihat antusias masyarakat KALTIM yang nonton saya yakin m'reka dan saya khususnya tidak akan nonton film untuk versi bajakan bahkan saya bangga bisa antree (berjuang) untuk bisa nonton di bioskop, sebagai catatan yang juga saya baca di koran harian di kota SAMARINDA bahwa karyawan indosat sampai membooking 1 theater untuk bisa nonton bareng, ini menandakan bahwa sebagian masyarakat bangsa ini masih bisa menghargai karya cipta yang original, BRAVO untuk AAC Wassalam.
saya dah nonton filmnya.. asli lho!! tapi ada sdikit komentar.
kalo aku ngambil dari sudut pandang agama dan lebih dalam .. saya nyatakan film ini lumayanlah,,, tapi maish betul2 jauh dari nilai2 islam.. dan mungkin jauh beda dengan novel. sya hargai ini karya mas sendiri dan beda dari yang termaktub dalam novel aslinya. tapi rasanya film ini mengesankan lebih baik pacaran dulu daripada satu kali perkenalan langsung menikah. karena dialog antar aisha dan si pengacara membuat saya kecewa sedikit. dan lagi fahri jarang sekali memperlihatkan romantismenya, yg ada cuma berantem n berselisih pendapat dengan Aisha. Maria juga terlalu diberi keleluasaan dan kebebasan ngumpul2 bareng cowok2 yg merupakan temen2 Fahri. mana tuan bortrous? dan mana adegan yg memperlihatkan walaw kita beda agama tetap kita saling toleransi sesama manusia. dan kenapa saiful jadi senior? bukannya cuma junior fahri? ko malah si fahri minta pendapat saiful? mana adegan fahri yg mencintai gurunya? mana si Alicia yg masuk islam? banyak hal2 penting yang jadi tonjolan justru menghilang.. maf mas jadi panjang lebar. tapi kritik di dunia ada bermacam2. dan inilah tulissan kritikan saya, harap diterima, untuk kebaikan ke depannya lagi.. ok mas..!!! TOP lah pokoknya.. aku bangga .paling gak ada film religinya.. daripada yg karut2!!! ya gak?
saya dah nonton filmnya.. asli lho!! tapi ada sdikit komentar.
kalo aku ngambil dari sudut pandang agama dan lebih dalam .. saya nyatakan film ini lumayanlah,,, tapi maish betul2 jauh dari nilai2 islam.. dan mungkin jauh beda dengan novel. sya hargai ini karya mas sendiri dan beda dari yang termaktub dalam novel aslinya. tapi rasanya film ini mengesankan lebih baik pacaran dulu daripada satu kali perkenalan langsung menikah. karena dialog antar aisha dan si pengacara membuat saya kecewa sedikit. dan lagi fahri jarang sekali memperlihatkan romantismenya, yg ada cuma berantem n berselisih pendapat dengan Aisha. Maria juga terlalu diberi keleluasaan dan kebebasan ngumpul2 bareng cowok2 yg merupakan temen2 Fahri. mana tuan bortrous? dan mana adegan yg memperlihatkan walaw kita beda agama tetap kita saling toleransi sesama manusia. dan kenapa saiful jadi senior? bukannya cuma junior fahri? ko malah si fahri minta pendapat saiful? mana adegan fahri yg mencintai gurunya? mana si Alicia yg masuk islam? banyak hal2 penting yang jadi tonjolan justru menghilang.. maf mas jadi panjang lebar. tapi kritik di dunia ada bermacam2. dan inilah tulissan kritikan saya, harap diterima, untuk kebaikan ke depannya lagi.. ok mas..!!! TOP lah pokoknya.. aku bangga .paling gak ada film religinya.. daripada yg karut2!!! ya gak?
sumpah saya juga tidak menyangka film indonesia dibajak!!! dan saya juga percaya kalo mas hanung bnr2 100% tidak mementingkan materi..saya dapat memahami bagaimana rasanya kerja keras, peluh, jatuh bangun sampai titik darah penghabisan untuk membuat film ini dan setelah semuanya selesai dan rampung sambil berucap Alhamdulillah sambil menghela napas panjang, ternyata ada pihak yang bnr2 ga bertanggung jawab membajak film AAC, sumpah pasti sedih, sakit dan nyesek bgt rasanya....kayanya usaha dan jerih payah bnr2 ga dihargai.... Hidup, seperti layaknya membuat film selalu ada permasalahan dan problem di dalamnya, kita tidak akan bisa mengelak hal itu, ketetapan dan ketentuan dari Allah SWT akan selalu datang pada qt umat manusia baik itu senang,sedih, bahagia, panik, kecewa, etc...tergantung bagaimana qt menyikapi ketentuan dan ketetapan Allah tersebut....jika qt bisa ikhlas, sabar dan tawadu' insya Allah apa pun ketetapan yang Allah berikan kepada qt, seperti mis ada yang membajak dan tidak menghargai usaha qt insya Allah qt akan ridho, legowo dan membuat hidup ini akan semakin ringan untuk dijalankan...tetapi saya yakin, sejatinya ilmu yang paling susah di dunia ini adalah "ilmu ikhlas lillahita'ala..."
n comment white jack itu yg ada di atas. saya stuju dgn tulisannya. walaw munkin agak sedikit kasar kedengarannya . tapi dia berniat baik ko mas.. harap terima yah...
assalamu'alaikum wr wb mas hanung, Allah memberikan hidayah kepada semua manusia tanpa pilih kasih seperti Allah memberikan matahari ke seluruh bumi. semoga mas hanung termasuk yang membuka diri untuk menyerap hidayah Allah. amiiin. Saya liat di film AAC ada kejanggalan penggambaran salah satu diantaranya adalah sholatnya Aisha yang menggunakan cadar. wallahhu'alam kalo ini salah atau benar, atau mungkin ada khilafiah dikalangan ulama, tapi setau saya sholat tidak boleh pakai cadar. BTW mungkin butuh ketelitian dan pemahaman yang lebih dalam tentang Islam untuk dapat menggambarkan kehidupan Islami yang sebenarnya. mudah-mudahan masyarakat cerdas sehingga mampu menyaring dan memilah
sandoz1975 wrote on Mar 11, '08, edited on Mar 11, '08
Assalamu'alaikum...
Film ini luar biasa buat saya... saya merasa mendapat hidayah manakala saya menontonnya dan insya'allah terbawa dalam keseharian saya, terimakasih Mas Hanung, juga buat semua yang terlibat didalamnya termasuk kepada pengarang novelnya... Semoga Allah senantiasa melimpahkan ridha dan keberkahannya kepada anda semua. Amin...
Oh ya... saya menunggu DVD Original-nya... mudah2an dengan saya memilikinya dapat menjadi pengingat kepada saya... Kalau sudah ada tolong PM ke saya... saya akan menjadi pembeli pertamanya... hehehhe.... Thx. Wassalam
saya nonton bajakannya di rumah ama istri saya soalnya dia lagi hamil tua dan sekarang dah melahirkan. nanti kalo dia dah siap nonton ama bioskopnya sepi kita bertiga nonton deh
Masih saja banyak yang membandingkan novel dengan film. Please dong. Film dan novel merupakan dua media yang amat sangat berbeda sekali (seperti yang pernah mas Hanung bilang). Kalau membaca novel, imajinasi kita akan berlayar sesuai fikiran masing2. Tapi kalau film, ya kita harus nurut dengan imajinasi sang pembuatnya dong. Kalau film harus disesuaikan dengan imajinasi masing2 orang, kapan jadinya???
SEMANGAT MAS. Orang yang hanya lihat bajakannya, berarti orang yang tidak bisa menghargai hasil karya seni. Karena saya sendiri paling anti dengan yang namanya bajakan. Mau itu buku, kaset, cd, vcd (baik lokal maupun import), kudu and wajib beli yang asli. Kalau memang kemahalan, ya udah nggak usah beli (atau pinjem saja). Gampang kan?
Saya dukung sampeyan mas.. semoga kejadian ini ndak bikin sampeyan kapok utk bikin film indonesia yg bagus lagi.. saya cinta musik & film indonesia (asal bukan film horor & kacangan).. semoga gusti ALLOH merido'i setiap langkah sampeyan yg membawa kebaikan buat semuanya mas :)
Saya rasa, pembajakan AACini ada kaitannya dengan alur cerita film yang sangat berbeda dengan novel. implementasi dari rasa kecewa yang mungkin tidak mau film ini beredar.
Mas Hanung mawas diri, coba renungkan inti cerita di novel dan di film. setelah itu minta maaflah sama penulisnya serta para penonton yang juga telah membaca novelnya.
Kita tidak menyesalkan adanya film ini, dan sangat bagus untuk terobosan di dunia perfileman bertema Islami. Namun baca novelnya dan setelah itu nonton filmnya.
Dalam Novel terasa sekali keindahan cinta yang digambarkan. dan ketika divisulisasikan dalam film, sebagian besar berubah.
Inti cerita yang digambarkan dalam Novel adalah keindahan cintanya, namun oleh Mas Hanung atau siapapun yang berkuasa dalam pembuatan film tersebut melenceng menjadi mempertanyakan Poligami. Penontong digiring untuk menilai apakah Fahri adil dll…
yang lebih parah, Fahri yang begitu tabah dan tawakal, digambarkan dalam film sangat rapuh.
Aisyah yang begitu setia, mewakafkan dirinya di jalan Allah dan siap hidup mendampingi suami kok tega-teganya dalam film dibuat menjadi wanita pencemburu…. sampai minggat dari rumah pula…. (di novel sama sekali tidak ada)
sebaiknya yang udah baca novelnya gak usah nonton filmnya. Atau kalau yang nonton filmnya tidak perlu cari tahu novelnya.
Semoga di versi original nya tidak ada score "La Capricieuse Opus 17" yg dari Schindler List. Soalnya di trailer nya masih ada. Tapi kalo terlanjur ya gak apa2, mudah2an memang ada izin dari sana. Tp kalo belum, sayang banget film Indonesia pake score dr luar, kalau memang perlu Insya Allah saya bisa compose yang selevel itu for free, daripada kurang ikhlas melihat film Indonesia musiknya ambil dari film orang lain. Be creative please :) Yang mau score nya, bisa di download di MP saya, for personal use only ya tapi, not commercial. http://neosia.multiply.com/music/item/13/Original_Sound_Track
Semoga di versi original nya tidak ada score "La Capricieuse Opus 17" yg dari Schindler List. Soalnya di trailer nya masih ada. Tapi kalo terlanjur ya gak apa2, mudah2an memang ada izin dari sana. Tp kalo belum, sayang banget film Indonesia pake score dr luar, kalau memang perlu Insya Allah saya bisa compose yang selevel itu for free, daripada kurang ikhlas melihat film Indonesia musiknya ambil dari film orang lain. Be creative please :) Yang mau score nya, bisa di download di MP saya, for personal use only ya tapi, not commercial.
assalamualaikum,wr,wb... saya sebenernya mau liat tapi g biasa ke bioskop, full ac, takut kedinginan, kalo acnya dimatiin bisa bubar dong yg nonton... :) jadi mohon ijin saya mo liat yang bajakan aja dulu. nanti kalo dah ada dvdnya, insya Allah saya pinjem di rental dvd favorit cuma 1500/dvd. kalo pinjem 3 dapet 5000 (g penting ya?). ok gitu aja. thx n jzk...
Assalamu'allaikum wr.wb. mas Hanung... numpang dikit.... Yach moga aza, kl emang ada yang bajakan malah bikin penasaran banyak orang, kaya microsoft bajakan ...banyak yang pake.... yang jelas pasti ada balasan dari Alloh, sesuatu yang berlipat bt mas hanung....makacih Wassalamu'allaikum wr.wb.
Assalamu'alaikum wr wb tetap menghargai usaha n jerih payah mas Hanung tapi tetap kecewa juga seeeh.. :(( (maaf yaa.. ju2r itu memang menyakitkan) Wassalam
Turut prihatin tapi Tenang aja mas....temen saya yang udah nonton bajakannya bilang malah pengen nonton yang asli setelah nonton bajakannya. Saya aja belum nonton mas, abis ngantri 3 hari gak dapet2 padahal uda 3 studio yang mutar dan udah tayang hampir 2 minggu ya ( kalo gak salah)hik...hik...hik
Saya hanya bisa berharap kepada Alloh untuk memaafkan orang-orang yang melakukan itu. Bagi yang tidak melakukannya, saya ucapkan terima kasih yang paling dalam. Kepadanya, saya hanya berharap doa untuk saya tetap sabar dan tidak terpengaruh.
Maaf, kawan Hanung. Saya posting tautan dari Miss Hacker di http://www.misshacker.com/?p=2387 di MP. Sekedar info saja karena saya sendiri tidak download versi bajakan itu. Menurut kawan yang sudah lihat kualoitasnya memang jelek, hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu. Semoga saja undangan: "Bajak Sayaaa..." merupakan salah satu kiat iklan film AAC. Semakin banyak orang menonton versi bajakan yang jelek maka akan ingin semakin banyak yang penasaran nonton di bioskop untuk menonton yang berkualitas bagus. Secara itung-itungan ekonomis pun sebenarnya hanya beda sedikit antara download internet, beli VCD/DVD bajakan dan nonton di bioskop. Berkarya terus, semakin banyak tantangan akan semakin kreatif.
Saya pikir, setelah materi film sebanyak 7 Rheel dibawa dari India menuju Jakarta, saya bisa sujud syukur dan berseru 'akhirnya film ini selesai juga.’ Sejauh yang saya bayangkan, tidak akan ada lagi persoalan besar yang menghadang. Tapi tidak sangka, hasil film ketika diperbanyak di lab Jakarta, hasilnya scratch, seperti nonton film ‘Janur Kuning’. Dua lab Film yang ada di Jakarta (yang ternyata satu-satunya lab di Negeri ini) tidak bisa menanggulangi persoalan itu. Belum lengkap seminggu ada di Jakarta, 7 Rheel Film Ayat-Ayat Cinta diterbangkan di Bangkok untuk diperbanyak sekaligus diberi Subtitle. Lagi-lagi kita kejar-kejaran dengan waktu karena paling tidak film harus sudah jadi tanggal 18 Februari untuk Gala Premiere di Plaza Senayan-Jakarta. Di Bangkok, persoalan scratch terselesaikan dengan baik dengan cara melakukan duplicate negative film tersebut. Akhirnya, 70 copy film Ayat-Ayat Cinta terselesaikan dalam waktu satu minggu. Pada saat dilakukan pengiriman melalui bandara Swarnabhumi-bangkok, kita terganjal maskapai penerbangan Garuda. 70 Copy tidak boleh di bawa, harus melalui Kargo. Padahal beberapa producer pernah melakukan itu sebelumnya dalam airlines yang sama. Kita sempat berdebat panjang di depan counter check in. Akhirnya hanya 10 copy saja yang bisa kebawa, sisanya harus lewat Kargo. 4 orang yang semula menyertai saya membawa 70 copy tersebut akhirnya harus tinggal di Bangkok untuk mengurus pengiriman lewat Kargo. Saya semakin was-was karena isyu birokrasi di lembaga Bea Cukai bandara terkenal rumit dan banyak preman. Salah-salah film AAC terganjal di Bea Cukai. Pada saat saya melakukan pengecekan ulang atas 10 Copy untuk keperluan Gala Premiere di Plaza Senayan, saya mendapatkan sms dari teman saya kalau AAC sudah ada bajakannya. Saya kaget, karena belum pernah sepanjang sejarah saya membuat film, pembajak membajak film Nasional. Saya punya kenalan pengusaha dvd bajakan di Glodok yang bahkan pernah bilang ‘Kita tidak membajak film-film Indonesia. Kasihanlah, film Indonesia kan lagi tumbuh. Sayang kalau dibajak. Film Amerika aja yang kita bajak. Mereka kan udah kaya.’ Saya tersenyum dalam hati. Moralitas kadang muncul tanpa kita duga dari jenis manusia seperti apa. Persoalan moralitas dan manusia itu kemudian yang membawa saya menelusuri kebenaran berita pembajakan film AAC. Manusia seperti apa yang tega melakukannya? Moralitas seperti apa yang dia anut, kalau manusia kelas pembajak glodok (yang menyikapi bajakan sebagai bisnisnya) saja bisa menerapkan ukuran nilai atas produk yang dia bajak. ‘Saya sangat menyesal mendengar itu, Mas. Kini di Malang sedang geger’ begitu bunyi sms dari teman saya di Malang. Seperti sebuah bola salju yang tergulir, sms-sms lain datang dari Surabaya, Makasar, Jogja. Mereka tidak sekedar mengabarkan, tapi memberikan analisa detil gambar, suara dan hasil edit atas film bajakan AAC. Bahkan ada yang bilang kalau hasil bajakan tersebut sudah di komentari di internet. Subhanalloh! Saya cuma bisa diam. Hati saya bergolak. Bukan karena film saya di bajak yang kemudian keuntungan yang saya terima sedikit. (Ah, lagi-lagi kalau kita bicara materi tidak akan ada habisnya). Mari kita membebaskan diri dari kecenderungan menilai pembajakan dari unsur materi. Hal paling besar dari pengaruh bajakan adalah: Penonton tidak dididik menghargai kualitas terbaik dari sutradara. Film Ayat-Ayat Cinta, sekalipun di bajakan bisa diikuti jalan ceritanya, tapi bukan kualitas terakhir dari sutradara-producer dan kru serta pemain. Artinya belum ada music yang layak (Masih musik kasar yang diambil dari film Schindler list, Kamasutra, Pasion of Christ, dsb), belum ada tata suara yang mendukung seperti suara Ustadz Jefri melantunkan ayat dan doa, suara Fahri di masjid Al Azhar saat Talaqi masih suara cewek, suara-suara atmosfer lalu lintas di Kairo juga belum masuk. Pendeknya, hasil dari bajakan tersebut belum layak untuk menjadi bahan apresiasi penonton. Jika sudah begitu, apakah penonton juga layak menilai sebuah produk yang memang belum layak untuk di apresiasi? Kabarnya, saya mendengar justru yang mengkonsumsi AAC bajakan kebanyakan umat muslim pecinta novel AAC. Semoga berita itu tidak benar. Tapi terlepas dari semua itu, saya menyayangkan sikap siapapun yang terlibat, baik membajak maupun mengkonsumsi bajakan tersebut. Apalagi melakukan penilaian atas dasar film bajakan tersebut yang kemudian menghasut, mencerca dan menjelek-jelekkan filmnya dan calon penonton yang mau menonton di bioskop. Saya hanya bisa berharap kepada Alloh untuk memaafkan orang-orang yang melakukan itu. Bagi yang tidak melakukannya, saya ucapkan terima kasih yang paling dalam. Kepadanya, saya hanya berharap doa untuk saya tetap sabar dan tidak terpengaruh. Jujur, sekali lagi bukan materi yang saya kejar. Lebih dari itu, film ini telah membuat saya mencintai lebih dalam agama Islam, karena keindahan Quran yang menekankan kesabaran dan keikhlasan umatnya.
Robbana Afrigh alaina Sabran, Wa tsabit Aghdamana wan surna 'alalqoumil kafiriin ...
Ini film kenapa to? mas bram... compare to Nagabonar 2 yang super nasionalis to keren mana?
eh tapi beda ya nasionalisme ma yg nyerempet agama ini. hehehe.. ok2
Good luck.. lets grow up 2gether in this mentaly stupid nation! FCuK cendana!
maaf mas hanung, saya pertama kali nonton di di bios tgl 24/2/08 trus besoknya baru dikasi bajakan ma tmn, tapi tetep kok bagusan yg di bioskop, malah saya penegn nonton lagi, klo mang ada extendednya saya jg pen nonton lagi *dibioskop pastinya* thx mas,,
Saya sudah lama menunggu film Ayat-Ayat Cinta, kami menunggu sudah sekitar 3 bulan karena mendengar ada isu tentang Film ayat-ayat cinta yang diambil dari Novel karangan Habiburrahman El-Shirazy.
Saya merasa Lega setelah Pesan tiket jauh-jauh hari, dan akhirnya saya dapat menikmati Film yang Mas Garap, namun lagi-lagi saya kecewa karena ketidak propesionalan Mas dalam membuat sebuah alur cerita bahkan Banyak hal-hal yang tidak seharusnya Ada malah ada dan begitu sebaliknya.
Mas selalu mendahulukan EGO mas, untuk sebuah film yang di unduh dari NovelHabiburrahman El-Shirazy saya yakin Mas tidak membaca dengan teliti dan berulangkali. Karena mas membuat adegan² yang "Kami Anggap Tidak Perlu" untuk menjadi sebuah konflik.
Kami, telah beberapa kali bahkan lebih dari 8 kali membaca novel AAC, dan kami paham dimana letak Emosional dan Logika si pemeran.
Kami mohon maaf karena kami sangat kecewa dengan Film yang mas garap bersama tim mas. Karena kami dapat pesan bahwa "MAS MENONJOLKAN SEORANG MUSLIM YANG ANGKUH, DOYAN POLIGAMI DAN ISLAM ITU KERAS" sedangkan sang penulis tidak mencerminkan demikian.
Untuk film yang lain tolong mas pahami alur cerita dan seting serta pemilihan karakter tokoh.
mari kita sukseskan film AAC dengan cara membajak. membajak untuk kebaikan boleh dong mas?.. lagian si mas ga butuh duit lagi jadi mendiong iklasin aja buat para penjual vcd bajakan.itung2 zakat sedekahnya mas hanung.dan sepertinya ga ada larangan untuk mengkopi kekayaan intelektual deh mas. coba cari ayat mana yang ngelarang? karena setahu saya copirait itu bualan hegemoni kapitalisme terhadap dunia ke tiga.cabar ya mas
bajakannya g sebagus yg aseli ko....(ya eyalaaaaaaaaahhhhh.....)
ini sebelumnya aku mw minta maaf dulu ama oM Hanung,maksudku baik ko Om... LgpL aq nonton pertama kali ya yg aseli,di bioskop...baru deh nonton yg bajakan...khekheee...
tapi aku ada maksud tersendiri
aq mw bandingin aja ko ama yg aseli..
yg bajakan gag ada maria ucapin 2 kalimat syahadat
suara ngajinya ust.jefry kayak bukan suaranya ust.jefry
trus pas fahri baca QS.Ar-Rahman,suaranya kayak cewek,hahahaaa...
soundtrack JALAN CINTAnya sherina,suaranya nggak ngebas (yg aseli kan rada ngebas booo....)
terus pas Aisha pulang dr rumah paman eqbal,pelukan ama Maria kan lagunya AAC pas bagian 'Maafkan bila ku tak sempurna....' di bajakannya lagunya pas lirik 'desir pasir di padang tandus...'
pokoknya OSTnya beda banget ama yg di bioskop...
buat temen2 yg lain...
rugi deh nonton bajakan...
nggak seru!!!nggak ngefek BLAS!!!
g ada lagu ASTAGHFIRULLAHnya Hadad Alwi jugag..
alah pokoknya palsu banget!bagus yg aseli (ya eyalaaaaaaaaaahhhhhh........)
sebagai sudara yg baik,saya berpesan...
tolong jgn nonton bajakan,emang sih lebih murah tapi dijamin rugi! satu kata lagi...RUGI
maaf ini aq erlalu menggebu-gebu soalnya bajakannya bener2 belum sempurna,oke!!
buat Om Hanung,memang banyak kekurangannya tapi film ini
alah2...temen2 yng nonton bajakan... ngomongnya aja "yang ikhlas mas...ikhlas..." ,,, masa cm keluarin duit2 10 ribu buat nonton di Bioskop 21 aja susah amat... Nyuruh orang ikhlas tapi yang nyuruh gak ikhlas... * kasi sedekah?dengan bajak? wah...apa gak haram tuh hukumnya? :p *
yah...buat yang kasi komment gak enak buat pelem ntu... coba deh bikin pilem...rasain susahnya....
makasih filmnya mas, setelah lihat film itu aku terasa mendapatkan semangat tuk mengerjakan sholat dan bangga menjadi seorang muslim. rasanya sperti terbakar ingin berbuat yang jauh lebih baik untuk kehidupan. maklum, sebelumnya ak sangat frustrasi dengan tayangan2 sinetron/ Film yang telah ada sebelumnya, serasa diri ini mau berontak tapi tidak punya kapasitas. Tapi kini Alhamdulillah saya merasakan hidup ini tidak sendirian dan ada Mas Hanung di dunia ini. berkarya terus Bang semoga tambah baik dan selalu memberikan Ruh kehidupan bukan hanya sekedar menghibur ! Wassalam
Ampun om hanung.. Saya uda punya bajakannya dari beberapa minggu yang lalu.. Emang udah baca novelnya dulu banget sih (jadi lupa2 inget ceritanya),, Sejak denger AAC difilmkan sebetulnya saya termasuk nunggu film ini diputar, tapi kok ya ditunggu dari taon lalu ga muncul2 :( Lama banget munculnya om!! mana billboardnya (yg di pasteur) udah dipasang dari kapan tau, beuu..-
pas di kampus (bbrp mg lalu) ada versi yang belum diedit, akhirnya saya kopi dulu deh :D maap ya om,, tapi cuma disimpen aja kok.. kemaren tuh saya udah 2 kali ke bioskop, tapi 22nya keabisan tiket (malah jadi nonton pilm laen, biar gak sia2 :D) teruus, tadi saya baca ulasan di blog temen, duh.. akhirnya tergoda nonton bajakannya jg deh (file yg udah saya punya dr bbrp mg lalu itu lho),,
komen saya sihh.. dengan segala kelebihan dan kekurangannya, film ini bagus kok :) sejujurnya saya paling kaget lihat maria pakai baju lengan pendek.. fahrinya kurang menjaga jarak dari maria (dan maria kok tampak fine2 aja ke flat cowok??) tapi saya malah justru suka dengan fahri yang lebih manusiawi,, meskipun jadi lebih tidak idealis dibanding novelnya, tapi juga jadi lebih menggigit..
tentang beberapa titik penting cerita yang jadi tidak ada menurut saya wajar, bukunya setebel itu gtu lho.. mau berapa lama klo dibikin jadi pelm :D
saya masih berminat lihat filmnya di bioskop kok, om.. secara hati memang merasa belum tenang,, tapi kapan ya bisa dapet tiketnya di jam yang normal.. -.-!
anyway, congratz buat kerja kerasnya :) saya senang rumor AAC mau diputar premier tgl 14 Feb itu tidak benar..
the greatest film .. i ever seen .. !! walopun jujur .. qi agak kecewa .. film'nya agak beda sama novelnya .. semoga aja film AAC ini bisa dibikin extended'nya .. (kaya film Eiffel I'm in Love) hehehehe ... ditunggu yaaa mas ... ^^
take the good side mr.hanung, sejarah telah tercatat!
belum pernah ada film indonesia dibajak sampai kayak gini,lagipula ya klo menurut gua,meski banyak bajakan beredar tetep aja banyak banget yang nonton di bioskop,bahkan nggak sedikit yang udah nonton bajakannya tetep mau nonton di bioskop.... versi bajakan malah jadi media promosi yg hebat buat film bioskopnya...hehe...
dan untuk alur cerita,gua mah maklum aja (nggak kayak si anaphalist tuh yang langsung marah2 nggak jelas :p ), pasti campur tangan produser yg bikin ribet...ya gak?hehe...
mas!kapan nih buat film yg action thriler. jgn hanya main di genre horor dan komedi cinta aja. coba deh baca novel ELANG RETAK oleh Gus Ballon. setting ceritanya ttg operasi militer TNI. bagus lho seandainya dibuat film.cek aja deh kali aja minat
film sampah. secara krusial, terdapat banyak banget beda film dengan novel. Gak ada ceritanya si maria tuh kurang ajar masuk2 kamarnya si fahri. Ini bukan masalah presepsi pembaca vs presepsi pembuat film, tapi ini adalah masalah krusial, yaitu Khalwat dan tidak khalwat. wisma nusantara adalah wisma / asrama mahasiswa indonesia, khusus putri, bukan campur aduk kayak di film. Gak ada ceritanya fahri "pacaran" di jembatan / pinggir danau berduaan dengan maria. Gak ada ceritanya fahri di rumah dengan 2 istrinya secara bersamaan.
Sebagai orang yang [dulu] cinta dengan novel AAC, aku kecewa banget dengan sedemikian banyak perbedaan yang krusial yang ditampilkan oleh movie AAC.
Saya mau minta maaf sama Mas Hanung. Saya terpaksa menonton AAC lewat youtube yang haqqul yaqin adalah versi bajakan. Saya nggak tahan menunggu sampai versi DVD-nya keluar. Lagipula saya berada di negara tanpa bioskop. Jadi..., apa boleh buat, saya terpaksa menikmati karya Mas Hanung ala kadarnya. Sekedar melepas penasaran....:(
(posting saya di sebuah milis) Sudah lama pisan, saya nggak pernah lagi nulis review film. Sebagai mantan sufi (suka film) waktu kuliah dulu, saya memang sudah jarang nonton film. Sudah jarang menonton film, jarang pula ada film yang membangkitkan gairah untuk diulas. Tapi tadi malam gairah saya menulis review film bangkit kembali.
Gara-garanyanya adalah menonton film AYAT AYAT CINTA, garapan Hanung Bramantyo yang didasarkan pada novel best seller berjudul sama karya Habiburahman El Shirazi. Bagi saya, film ini membuat penasaran sama seperti ketika saya penasaran untuk menonton film Da Vinci Code. Bukunya sudah habis saya baca, ada kesan mendalam setelah membaca bukunya, dan ketika ada berita mengenai pembuatan film-nya, membuat menjadi penasaran bagaimana jadinya.
Secara umum, filmnya sangat detil. Berusaha menampilkan setting kehidupan kota Cairo walaupun shooting film tsb tidak dilakukan di Mesir. Yang saya rasa agak kurang adalah suasana panas dan gerah dari suatu lingkungan padat di kota Cairo. Gambar-gambar dan lightingnya "terlalu manis" untuk ditonton. Tetapi jadi agak kurang natural. Padahal kalau baca novelnya, kita merasa berada di kota yang panas dan gerah. Sama sekali nuansa panas dan gerah tidak muncul di film tsb. Bahkan adegan di kereta metro tidak menampilkan kepanasan dan kegerahan para penumpangnya. Kesan yang tertangkap malah kereta tsb sedang melaju malam hari.
Tapi ada satu hal -seperti saya katakan sebelumnya- membangkitkan gairah saya menulis review. Yaitu akting dari Aisha (Rianti Cartwright). Saya tidak tahu apakah ini kehebatan Rianti berakting atau kehebatan sutradara Hanung untuk mengarahkan. Sebagian besar film menggambarkan Aisha yang berbusana muslimah plus cadar. Hanya mata, alis dan sebagian kening yang terlihat. Justru hal itulah yang membuat saya kagum. Belum pernah dalam hidup saya, menyaksikan orang berakting hanya mata, alis dan sebagian kening. Dalam keterbatasan bidang wajah yang terlihat, kita tetap bisa merasakan emosi apa yang ada di tokoh tsb. Kita tetap bisa menangkap kesan orang terpesona, kagum, tersipu malu, tersenyum, bahagia, bingung hanya dengan ekspresi mata, alis dan sebagian kening.
Itulah point penting yang saya mau tulis. Belum pernah saya menonton akting film seperti ini. Bahkan orang sekaliber Robert De Niro atau Al Pacino membutuhkan seluruh bidang wajahnya untuk berekspresi. Saya pernah menonton film dimana De Niro hanya duduk di depan dinding mendengar cerita. Tapi di situ dia mendemonstrasikan ekspresi orang terkejut, orang marah, orang putus asa, dst. Tapi sekali lagi, semua itu muncul dari ekspresi seluruh wajah. Sementara Rianti menampilkan berbagai ekspresi tsb hanya dari mata, alis dan sebagian kening. Luar biasa.
Terus terang saya kagum dengan kekuatan akting dan/atau penyutradaraannya. Bagaimana orang-orang yang tidak mempunyai latarbelakang budaya cadar, bisa bereksplorasi menghasilkan suatu adegan yang enak ditonton. Justru karena sekarang saya berada di lingkungan yang berbudaya cadar, maka saya sangat appreciate dengan peng-adegan-an tsb. Karena menurut saya, hal itu tidak mudah. Realitas pengalaman saya, mungkin dari 1000 wanita bercadar yang pernah saya temui, bisa jadi hanya 1-2 ekspresi yang bisa saya tangkap. Dan itupun juga diakui oleh isteri saya yang sebel kalau ketemu sama orang bercadar. Susah-susah senyum dan basa-basi, tapi tapi tidak tahu respon dari lawan bicara yang bercadar.
Terima kasih buat Mas Hanung yang telah membuat film AAC ini. Saya bersyukur karena bisa menonton film tsb. Mohon maaf karena saya hanya bisa menonton versi bajakannya. Terima kasih juga kepada orang yang telah posting film ini di Youtube.
Huach..... Otto jugah sedih banget...... Gitu para penikmat bajakan udah puas.... Ugh....., bagi seorang yang mencintai kualitas gambar dan suara...., yang bajakan bach...., liwat....., gak akan nonton......., meski lingkungan tempat Otto semua udah nonton.....
mungkin ini teguran buat mas hanung sendiri. coba mas lihat2..masih suka beli DVD bajakan? masih suka beli MP3 bajakan? semua software di komputer sdh asli belum?
Alhamdulillah. Apapun, semua mesti bersabar aja. Sabar tuk tidak menambah noktah dosa pada diri kita. Masih ada waktu tuk menghapus titik-titik yang membuat karat hati? Semua atas ajin Allah kok, masih sempat gak ya ...
congrat buat film-nya, sukses, gw nonton film ini karena nemenin bini...well, menurut gw sih biasa aja...banyak dialog bahasa arab yg serabutan, gak jelas...tapi sekali lagi, selamat mas.. :D:D
Pada mulanya saya tidak peduli dg novel aac, namun sahabat dan rekan saya yang sudah nonton dan juga membaca novel, itu film bagus, ...islami...langsung saya nyari kabar berita di paman google-youtube, ==> kurang jelas, akhirnya saya nonton di21, baru puas....Salut buat mas Hanung, film yang berkwalitas wajib ditonton...dan ini adalah syiar
SaLut saYA sampaikan buAt akaNG HAnung,..yang udaH susaH payah mewuJUdkan AAC The Movie,..memaNG masih jaUh dari kesempuRnaaN,..TApi sudah menUju ke araH itu. AAC telaH mengubah cara pandang saYA tentANg ikHLAs dan cinta. Tentang dekat dan jauhnYA kehadiran ALLAh,..tentaNG keinginan yang tidak seLAlu berjaLAn dengan MuLUs....semoGA menjadi sebuah pertaNDa kebangkitaN dunia ISLAm yang modern,revoLusioner dan tentUNya berwibawa. TApi yang masiH saya pertanYAkan apakaH benar suaRA awaL dan endiNG (pada saaT maria MEninggaL) itu suaRA EMHA AINUN NADJIB dgn KIAI KANJENGNYA ? karena kebeTuLAn saJA saYA kaGUM denGAN MH & Kiai KAnjeng. SehinggA saya Hapal benar suAra dan alunan gending gamELAnnYA....? TRuZ yg dikaTAkan suaRAnya UDJE dimanaNYA y? saYA percayA bahwa akaNG HAnung masiH sempaT membaCa commenT saYA,..dan biLA semPAt ditanggaPI seperLunya...Kang HAnuNG adaLah sineaS mudA yg terUZ saYA nantiKAn karya2nya,...myzettoz@yahoo.co.id ^-^
semoga diberi kesabaran yah mas..saya sudah nonton film mas di XXI tapi gak lama ada saudara saya beli bajakannya (dia udah nonton juga) katanya sih dia mo liat apa perbedaannya?tapi emang bener banyak sound effectnya gak jelas dan waktu fahri baca surat arrahman emang suara cewek bgt!!saya turut prihatin atas adanya VCD bajakan itu...MAju terus mas Hanung!!!hidup FILM indonesia...amien...
Salut Buat Mas Hanung!!!. Salut Buat Karya Anak Bangsa!!!. Salut Buat Perfilman Indonesia!!!. "Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Hasil Karya Anak Bangsax Sendiri". Wassalam...
Sebelumnya saya minta maaf, nuwun sewu kaleh panjenengan Mas Hanung. Beberapa kali saya pengen nonton AAC di Theater deket rumah tapi gagal terus karena penuh, satu ketika ada teman datang dan tiba2 mengeluarkan sebuah hardisk external, aku tanya mau ngapain? nggak iseng jawabnya. Aku liatin temenku pinjem komputerku, terus aku perhatikan ternyata dia mengcopy sebuah file dalam ukuran kira2 2gigaan, aku liatin copynya agak lama. Saya sambil bertanya file apaan tuh? awas jangan penuh2in hardisk gue! Tenang aja ntar gw hapus, balasnya. Karena agak sedikit curiga setelah selesai aku cek tu file. ternyata sebuah film baru yang dibuat oleh Mas Hanung "AAC". Aku tanyalah kepada temanku, lo dapat dari mana tuh film, temanku menjawab dari temen boleh download di sebuah situs upload, aku coba lagi tanya, memang di site apaan? segitu besar file kok di download, kataku. di jawab katanya sih di rapidshare, gw gak tau juga alamat jelasnya, ini juga boleh dapat dari seseorang, balasnya. Ya udah gini aja, sekarang kita tonton bareng di sini. akhirnya kami tontonlah itu film berdua, pada titik2 tertentu aku dengar kualitas sound effect memang kurang bagus, terus masih ada title vt-tape, durasi juga terlihat dan lain2nya seperti qira'ah dan do'a juga belum terpenuhi secara maksimal standard film (saya hampir kaget juga, ini masih orisinil) krn aku juga sedikit ada basic editing film sehingga nontonnya pun gak dihayati. Selesailah nontonnya, temenku pulang kebetulan hardisknya ketinggalan, dalam hati berkata "Syukurlah belum kesebar kemana2" akhirnya supaya file tersebut aman, aku delete aja dari komputerku dan hardisk temenq.
Kemudian esoknya temenqu datang lagi nanya tuh hardisk, hardisknya udah gw format dan di hardis gw udah tak hapus, dia sempet marah. Gini aja, ngapain juga kamu marah2, gak ada gunanya, mendingan skarang kita nonton di theater dan saya ada dua tiket nonton, ini lebih menghormati sutrada, cruw, artis dan seluruhnya yang terlibat. sementara tiket tersebut aku beli dari hasil ngantri setelah sehari sebleumnya habis nonton bajakan tapi asli tadi. Dan ternyata sangat berbeda hasil akhirnya dengan effect suara yang menurut saya memang sangat bagus, saya pun sempat menangis karena penghayatan pada film tersebut tidak hanya pada gambar, tapi juga dukungan sound, dll.
Sekedar tambahan, Mas, katanya bajakan ini ada dua versi, nah yang versi pertama yang aku tonton, cuma sound effect nya aja belum lengkap, trus menurut temanku yang memang katanya pernah denger juga bahwa bajakan yang kedua sudah ada sound effect serta English subtitlenya, cuma gambar seperinya di ambil dari sebuah bioskop.
Sekali lagi minta maaf...... sudah nonton yang bajakan.
Recommend tambahan: Mas, lain kali hati2 juga sama founder yang membiayai pembuatan filmnya, ataupun si pembuat subtitles, ini juga menjadi perhatian kita ketika sebuah film dibajak.
Mekaten kemawon saking kulo, mugi2 Film berikutnya KH Ahmad Dahlan cepat dirampungkan, (viewing artikel from : www.muhammadiyah.or.id) dan tidak ada pembajakan di film berikut2nya.
ngomong-ngomong soal bajakan... ortu murid di sekolah anak saya tuh nggak ngerasa kalo file film AAC yang mereka tonton adalah bajakan....mereka bilang.. ah bajakan mah kalo nonton film yang dishoot pake kamera di bioskop...kalo yang ini mah enggak, da filmnya bagus dan dapet ngopi dari komputer.....aih....ternyata masih ada yang gak ngerti kalo itu namanya bajakan juga......*blom nonton....soalnya masih penuh*
Untuk Mas Hanung, walaupun kenyataan yang menyedihkan dengan adanya bajakan ini - harus tetap semangat dan positive thinking ya - Biar tetap dan semakin produktif dalam membuat film2x bagusss :-)(banyaknya bajakan menunjukkan banyaknya orang yang suka dengan film ini).
Assalamu'alaikum.. aQ nonton filmnya di bioskop loh Mas Hanung,,hehehe dengan segala kelebihan dan kekurangannya.. semoga film ini menjadi batu loncatan untuk memperbaiki kualitas perfilm-an Indonesia yg lebih bermutu !! sukses selalu !!
gw lom nonton Bro hanung...di bioskop maksudnya kalo di youtube sih udah, trus kapan nih mo buat film action, soalnya di indonesia nggak ada yang bisa buat film action kek di hollywood
JAKARTA - Sutradara Chaerul Umam dipercaya menggarap film Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Pria yang ada di balik sukses film drama komedi Ramadhan dan Ramona itu merasa satu visi dengan cerita yang diadaptasi dari novel karya Habiburrahman El Shirazy, pengarang Ayat-Ayat Cinta (AAC). "Banyak mengajarkan kebaikan," katanya kemarin (25/3).
Beberapa tahun terakhir, kata pria yang akrab disapa Umam tersebut, dirinya memang sudah menentukan sikap untuk membuat karya, khususnya film, yang bernapaskan Islam. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan. "Mengingat usia yang tidak lagi muda, sudah saatnya membuat yang bermanfaat," kata pria kelahiran 4 April 1943 itu.
Sejak membuat keputusan tersebut, Umam rajin mencari cerita islami yang bagus untuk difilmkan. Target utama adalah novel Di Atas Sajadah Cinta dan Ayat-Ayat Cinta. Tapi, keduanya berlalu begitu saja, digarap sutradara lain. Akhirnya, Umam bisa mengucap syukur setelah rumah produksi SinemArt memercayakan penggarapan KCB untuk dirinya. "Alhamdulillah, ini sebuah penghargaan. Pucuk dicinta ulam pun tiba," ucap sutradara sintron religi Maha Kasih itu.
Bagi Umam, KCB sangat menarik untuk difilmkan. Selain karena ceritanya sangat menarik, konflik di antara tokoh pun tidak vulgar. "Sangat halus. Inner conflict. Saya yang punya latar belakang aktor sangat senang dengan konflik seperti ini. Konflik tidak dirupakan dalam bentuk perkelahian atau marah-marah," paparnya.
Kalau Hanung Bramantyo sejak awal mengatakan film AAC yang dibuatnya tidak sama persis dengan cerita novel, Umam sebaliknya. "Filmnya akan sama persis dengan novel. Nanti ketika nonton film, orang seperti sedang membaca novel. Tapi, tokoh-tokohnya bergerak," lanjutnya sambil menambahkan bahwa KCB akan diluncurkan tahun ini juga.
Pemain yang akan memperkuat KCB belum ditentukan. Saat ini, proses casting masih berjalan. Sedikitnya dibutuhkan lima pemain utama. Kang Abik, panggilan Habiburrahman El Shirazy, turut menyeleksi.
Sejumlah syarat sudah ditetapkan. Di antaranya, calon pemain harus sudah membaca novel KCB, bisa mengaji, dan berkepribadian tidak jauh berbeda dengan tokoh yang dimaksud. "Jadi, tidak mungkin orang yang terjerat narkoba memerankan tokoh baik seperti yang ada di novel," imbuh Kang Abik.
Mengingat AAC ditonton lebih dari 2, 5 juta orang, apakah Umam merasa memiliki beban untuk mencatat sukses serupa? "Soal jumlah penonton, saya tidak bisa memperkirakan. Banyak hal yang membuat sebuah film ditonton banyak orang. Bukan hanya kualitas," jawabnya.
Meski begitu, Umam berjanji memberikan karya terbaik. "Saya akan membuat film ini indah dan komunikatif. Saya optimistis bisa melakukan. Tapi, saya nggak bisa menjanjikan ditonton banyak orang," ujarnya.
Dilihat dari angka penjualan buku, Ahmad Munif, perwakilan penerbit Republika, merasa yakin KCB lebih menarik minat pasar daripada AAC. Setelah empat tahun dirilis, AAC terjual sampai 400 ribu eksemplar. KCB mampu mencapai 350 ribu eksemplar di tahun ketiga penjualan.
Sama seperti ketika AAC akan difilmkan, Kang Abik juga meminta beberapa hal sebelum KCB diproduksi. Mulai lokasi syuting yang sebisanya menggambarkan setting novel sampai karakter pemain yang harus sesuai dengan tokoh yang tertuang dalam tulisan. "Sebisanya harus mendekati imajinasi pembaca novel, bahkan lebih," kata Kang Abik.
Dalam waktu dekat, tim dari SinemArt akan berangkat ke Kairo, Mesir, lokasi yang digambarkan dalam novel KCB. Mereka akan menyurvei tempat. Jika gagal, Tunisia dipilih sebagai alternatif. "Setelah lokasinya dapat, kami akan tetapkan tanggal syuting. Masalah biaya sudah disiapkan," ungkap Heru Hendriyarto, produser KCB.
apa benar ?? : coba dengarkan ilustrasi musik film aac di menit : 17, 37, 56. ada agenda zionis dibalik film aac.ayat-ayat cinta pake ilustrasi musik spiritual yahudi. coba cek di film karya sutradara yahudi steven spielberg :schindler list (film yang dilarang diputar di Indonesia oleh pemerintah tahun 97-an karena berisi kampanye zionisme dan ditolak umat islam). Song theme schindler list sama persis dengan ilustrasi musik yang dipakai di ayat2 cinta(bukan yang lagunya rosa). coba search di youtube "schindler list music" atau di. http://www.youtube.com/watch?v=aX2qP3gP_Vs dan http://www.youtube.com/watch?v=ueWVV_GnRIA&feature=related musik itu digubahh komponis zion bernama itzhak Perlman yang diperuntukan untuk kampanye zionisme internasional . mengapa film islam menggunakan ilustrasi musik spiritual yahudi???
mungkin banyak yang penasaran dengan filmnya, karena promosi sudah dilakukan lama, tapi filmnya belum juga keluar makanya ada yang beli bajakannya!! saya sendiri emang penasaran juga, tapi saya tunggu tayang di bioskop aja, soalnya gak sah kalo gak nonton di bioskop!! hidup mas hanung!!
yah sayang skali buat para pembajak muslim itu,, mas hanung aja sabar stengah mati masa kita penonton sabar dikit ga kuat? salut bwt smw yang sabar menikmati film dg cara yang halal!
Takut gak diapresiasi? Yang nonton bajakan gak lebih dari 100 orang, mereka justru jadi promotor gratisan. Microsoft aja legowo dg adanya bajakan org2 dituntut untuk bisa belajar komputer dengan program2 yg dia buat. Keuntungan tetap jalan, karena ada promotor gratisan.
Saya heran, kenapa kalian sebagai bangsa Indonesia tega membajak film tercinta dan kebanggaan orang Indonesia ini, dimana hati nurani kalian? dan satu hal yang perlu diingat.. berbagai macam alasan apapun yang anda akan ungkapkan..
PIRACY IS A CRIME!!
Pembajakan adalah jelas2 mencuri karya orang lain yang sudah bersusah payah membuat suatu karya, sedangkan anda hanya bisa menikmati tanpa memikirkan perasaan orang-orang yg terlibat. Mereka membuat film itu dengan cinta, pengorbanan waktu, dan keringat.
benar , kalau kita perhatikan dengan seksama ada musik yahudi di film itu. saya udah cek di youtube. dan saya sudah nonton film schindler list.film itu sangat jewish sekali. ada kesamaan dalam ilustrasi musiknya.kalau film aac sampai diketahui orang2 jewish, mereka pasti sangat bangga, betapa film islam yang ditonton oleh 3 juta orang menggunakan musik spiritual mereka
maaf mas hanung, kemarin saya udah nonton bajakannya. di malang malah udah di jual bebas di pasar2. sebelum nyampe di bioskop, kita2 ini udah nonton bajakannya duluan. tapi tenang aja mas hanung, ga usah sedih begitu.kalo emang mas hanung niatnya ibadah kan seharusnya senang ada yang ikut membantu menyebarkan film ini. jadinya tidak hanya orang2 yang mampu aja yang bisa nonton film, orang miskin juga bisa ikut nonton. mas hanung sendiri kan tahu sekarang tuh harga2 udah naik semua, boro2 buat beli tiket bioskop yang harganya mahal, buat beli beras aja orang miskin masih bingung mo dibayar pake apa.belum lagi transpotnya,coz bioskop cuman ada di kota.seharusnya juga mas hanung kalo benar2 niatnya ibadah dan ingin memperbaiki moral bangsa kita, mengapa film ini harus lewat bioskop?apa ga sebaiknya dijual aja ke stasiun TV swasta, sehingga seluruh lapisan masyarakat bisa menonton film, ga hanya orang mampu saja, orang miskin juga bisa ikutan nonton, meskipun nebeng ke tetangga. kalo begini InsyaAllah tidak akan ada yang membajak film ini. betul kan? trus mengapa sih versi film yang bajakan (belum di edit) mas hanung memakai musik kasar yang diambil dari film Schindler list, Kamasutra, Pasion of Christ, dsb? kan ga cocok. mas hanung ini islam ga sih?akhirnya sekarang gimana coba?ini peringatan dari Allah untuk mas hanung. bertobatlah mas.. film ini kok beda sekali ya ama novelnya?pesan yang saya dapat di novel tidak sama dengan filmnya. ga mengena blas. seandainya saya belum membaca novelnya mungkin saya nilai bagus, tapi berhubung saya udah baca so saya nilai film ini jelek. kalo dibandingkan dengan film lain, film udah lebih baik.mas hanung seharusnya belajar agama dulu sebelum buat film ini, coz film ini kan film religi.contohlah dedy mizwar, meskipun film yang dibuatnya ceritanya sebenarnya biasa saja, tapi pesan moralnya benar2 tersampaikan.itu yang penting, bukan efek suaranya atau yang lain. mas hanung harus lebih belajar lebih banyak lagi. saya jadi eman sama novel ayat2 cinta, kalo filmnya ternyata ga sebagus novelnya. jauh sekali.malah kayak sinetron. maaf ya mas, soalnya saya jadi sebel liat film ini, kecewaaaaaaaaaa banget. tidak seperti yang saya angankan seperti ketika saya membaca novelnya. dan ternyata tidak hanya saya, teman2 saya yang lain baik yang nonton bajakan dan ato bioskop juga kecewa dan patah hati. jujur mas, saya jatuh cinta ama novel ini, terutama tokoh fahri dan aisha. dan berusaha mencontoh ahlak mereka.tapi sayang di film kok bedaaaaaa banget.pokoknya saya kecewa ama filmnya
mengenai tulisan: coba dengarkan ilustrasi musik film aac di menit : 17, 37, 56. ada agenda zionis dibalik film aac.ayat-ayat cinta pake ilustrasi musik spiritual yahudi. coba cek di film karya sutradara yahudi steven spielberg :schindler list (film yang dilarang diputar di Indonesia oleh pemerintah tahun 97-an karena berisi kampanye zionisme dan ditolak umat islam). Song theme schindler list sama persis dengan ilustrasi musik yang dipakai di ayat2 cinta(bukan yang lagunya rosa). coba search di youtube "schindler list music" atau di. http://www.youtube.com/watch?v=aX2qP3gP_Vs dan http://www.youtube.com/watch?v=ueWVV_GnRIA&feature=related musik itu digubahh komponis zion bernama itzhak Perlman yang diperuntukan untuk kampanye zionisme internasional . mengapa film islam menggunakan ilustrasi musik spiritual yahudi???
tanggapan saya: benar, kalau kita perhatikan dengan seksama ada musik yahudi di film itu. saya udah cek di youtube. dan saya sudah nonton film schindler list dengan lengkap.film itu sangat jewish sekali. ada kesamaan dalam ilustrasi musiknya.kalau film aac sampai diketahui orang2 jewish, mereka pasti sangat bangga, betapa film islam yang ditonton oleh 3 juta (konon) orang menggunakan musik spiritual mereka.
kalo memang harus ada plagiat musik dalam film itu, kenapa yang dipilih lagu yahudi? kalo memang harus ada lagu yahudi di film itu kenapa harus dipilih lagu SPIRITUAL yahudi? kan banyak musik2 lainnya yang ngga provokatif yang bisa dibajak dan diplagiat. kalo memang harus ada ilustrasi film lain yang disisipi aac kenapa harus film schindler list? ?. pensisipan ilustrasi musik yahudi dalam aac saya yakin bukan unsur ketidaksengajaan. ada hidden massage, ada pesan tersembunyi, ada komunikasi konspiratif.film schindler list memang awan dikalangan masyarakat indonesia, karena film itu memang dilarang oleh MUI dan pemerintah indonesia. tapi dikalangan sineas? film itu bukan sesuatu yang asing.
what a experience...i just watched news that SBY had watched AAC in EX along with the cast member, i see you also with batik,you look great anyway good job then, hopefully still worth to direct this movie right...
Assalamualaikum. saya adalah salah satu penggemar film AAC, jadi klo boleh saya juga pingin ikutan comment. 1. saya menonton bajakannya seminggu sebelum film aslinya diedarkan di bioskop & alhamdulillah seminggu setelahnya saya bisa nonton di bioskop. jauh sekali perbedaan yang di bioskop dgn bajakan bahkan sampai fatal (contohnya ketika maria membaca syahadat setelah dia siuman dari komanya setelah dia tahu klo dia menikah dengan fahri, sedangkan di bajakan nggak ada), maka yang namanya PEMBAJAKAN tetaplah PEMBAJAKAN. sebaik apapun niat & tujuannya tetaplah PEMBAJAKAN itu sesuatu yang tidak benar. bukan berarti dalam rangka dakwah trus kita "mengijinkan" nonton yang bajakan.TIDAK PERNAH ada kata ridha & ikhlas dalam kamus pembajakan. bagi yang kurang mampu untuk menonton dibioskop, tunggu aja di televisi beberapa bulan lagi, pasti ditayangkan (saran buat mas hanung, klo emang tujuannya dakwah, setelah selesai di bioskop dimohon memasarkannya di stasiun tv) 2.bagi beberapa penggemar novel AAC (seperti saya),mungkin sedikit kecewa dengan film ini karena ada yang nggak sesuai dengan novelnya. bahkan terkadang kita "merasa lebih tau" tentang arti & maksud dari novel AAC (astaghfirullah) sehingga kita berkomentar negatif terhadap film AAC.akan lebih baik jika kita bijak menanggapi karya Mas Hanung ini.bukan hanya melihat sisi kurangnya saja tapi juga melihat sisi lebihnya, karena ada beberapa bagian dalam film ini yang "menurut saya" justru lebih baik daripada novelnya. contohnya di adegan akhir yang memberikan kita pelajaran tentang poligami (mohon maaf sebesar2nya, saya tidak ingin menyinggung teman2 yang anti poligami) salah satu sisi lebih yang lain adalah film ini memberikan dampak besar bagi remaja sekarang. mereka yang dulunya''awam & angker" terhadap islam (seperti saya he...) sekarang mulai tertarik terhadap islam bahakn ada yang berkata "OH... ISLAM ITU TERNYATA INDAH YA", jadi terlepas dari banyaknya kekurangan di film AAC, kita patut mengacungkan jempol terhadap mas hanung. 3. buat mas hanung, semoga mas hanung menjadi lebih rendah hati dengan segala kehebatan mas dalam hal membuat film.akan lebih indah jika selain mas hanung lebih banyak bersyukur kepada ALLAH (karena DIA "mengijinkan" karya mas hanung menjadi sukses) , mas hanung juga berterimakasih terhadap kang abik (baik melalui media atau tidak), karena salah satu penyebab kesuksesan film ini adalah para penggemar novel AAC yang ingin melihat novel ini secara visual (meskipun mas hanung berkata bahwa film ini tidak mencerminan novelnya). semoga sukses buat mas hanung, saya tunggu karya2nya yang lain (tenang aja, saya akan menonton yang asli). HIDUP FILM INDONESIA, HARGAI KARYA ANAK BANGSA DENGAN MENONTON YANG ASLI. wassalam
apapun itu, mudah2an menjadi perjalanan spiritual yang berharga buat mas hanung.banyaknya kekecewaan karena ketidaksamaan dengan novelnya, jadikan sebagai pemacu untuk memperbaiki kualitas diri dan kualitas keimanan. saya kira semua harus begitu, baik yang mengaku hapal al-qur'an 30 juz maupun yang baru hapal al-fatihah, semuanya harus berbenah. saya tidak akan berkomentar tentang filmnya, karena saya tidak tahu-menahu soal film.manusia memang tak sempurna. perjalanan hidup manusia penuh liku.siapa yang mau jadi manusia tersesat. tapi kita ini sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat lemah. menjadi orang baik, menjadi orang sholih, menjadi orang yang berilmu agama tinggi, bukanlah karena dia hebat, melainkan karena semata-mata pertolongan ALLAH.mari kita semua berusaha memperbaiki kualitas keimanan dalam hati serta meningkatkan amalan-amalan ibadah kita. that's just a film. that's just a novel. suatu saat akan banyak orang melupakannya. yang lebih penting bagaimana jiwa raga kita terhadap islam.sudahkah kita menjadi orang yang benar-benar mmegang teguh islam ini sesuai al-qur'an dan as-sunnah. sudahkah orang-orang yang mengaku gak ngerti agama membuka hatinya untuk menyempatkan diri belajar agama?sudahkah orang-orang yang mengaku mengerti agama dan bahkan diberi kenikmatan oleh ALLAH bisa menghafal al-qur'an, benar-benar mampu mengamalkannya, ataukah malah ilmu dan hafalan yang ada apa dirinya hanya menjadi senjata yang bisa menikamnya karena sebuah KESOMBONGAN, karena menganggap dirinya lebih tinggi dan benar semantara orang lain lebih rendah dan salah???? tidakkah lebih indah jika kita saling mendoakan agar kita semua diberikan hidayah menuju jalan yang benar,? semoga kita tidak dipalingkan lagi kepada kesesatan setelah mendapatkan hidayah itu buat mas hanung semoga moment ini menjadi entry point menuju kehidupan religi yang lebih baik, semoga diberikan jalan untuk lebih mempelajari islam yang indah ini serta mengamalkannya, semoga ALLOH membimbing dan memberi petunjuk kepada kita semua.Amiin
Apakah musik dari Schinder List itu ada di edisi resmi? atau cuma di bajakan?..... yang komen soal musik Schinder List memang baru nonton bajakan ya???
Kabarnya, saya mendengar justru yang mengkonsumsi AAC bajakan kebanyakan umat muslim pecinta novel AAC.
mungkin orang - orang ini sudah tidak sabar menunggu keluarnya film ini, apalagi ditambah mundurnya jadwal tayang dari rencana tayang sebelumnya.
Tapi memang buat pembajak film ini sepertinya adalah orang 'yang tidak ber-peri ke-Indonesiaan' karena telah tega membajak film bangsa sendiri dan ini menjadi catatan sejarah karena telah menjadi film Indonesia satu-satunya bahkan pertama yang dibajak
Saya Turut Berduka Cita Atas Film Ayat-Ayat Cinta Yang Sangat Mengenaskan... Tampil Jauh Dibandingkan Novelnya... Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un...- Oleh: White Jack Hhh... Saya tidak tahu harus memberikan judul apa untuk tulisan yang satu ini (1). Saya kira..., judul di atas sudahlah cukup pas untuk menggambarkan duka cita saya yang sangat mendalam terhadap nilai dakwah di novel Ayat-Ayat Cinta yang tidak muncul di filmnya. Dimanakah sang nilai dakwah tersebut? Sang nilai dakwah yang telah menyentuh jiwa saya, mengobarkan kembali semangat saya bersosialisasi, bertoleransi dan saling memberi kepada sesama...? ....dst....................................
Saya tersenyum membacanya, komentar saya muslim itu memang beragam. Ada juga yang kadang merasa sangat hebat sehingga tidak bisa/sulit mengapresiasi /menghargai karya orang lain yang padahal sudah dibuat dengan bersusah payah, dan penuh perjuangan... Padahal mungkin kalau membuat sendiri film, nantinya jadinya seperti film sinetron "hidayah " yang diputar di TV dan hanya memperlihatkan keseraman, siksaan-siksaan dan menyebabkan orang Non Muslim mengernyitkan keningnya " oh, gitu ya Islam...." Saya lihat si penulis juga terlalu mengkultuskan buku sehingga khayalannya menjadi terlalu berlebihan , sempurna.. padahal sah-sah saja orang menginterprestasikan suatu buku , apalagi media film sangat berbeda karena itu wajar bila ada adegan yang harus dibelokkan sedikit untuk menjaga rangkaian cerita menjadi tetap menarik ditonton.
Saya bukan orang yang ahli Al Qur'an, tetapi sebagai muslim saya sudah sangat menghargai hasil kerja keras mas hanung karena, bagaimanapun ada syiarnya yang tertuang di film dan cukup menyentuh, seperti, "teguran untuk fahri di penjara agar mengingat kisah Nabi Yusuf, mengingatkan bahwa Allah tidak menyukai orang yang riya, (bagaimanapun sebagai manusia ada rasa sombong Fahri sebagai muslim yang pintar, disukai banyak wanita dll ) Banyak juga adegan yang dimaksudkan untuk menjabarkan bahwa Islam itu pengasih, dlll. Pastinya lah versi buku akan beda, film the Message saja tidak mungkin dibuat hampir tepat seperti asli, sampai akhirnya ada 2 versi.... Cobalah belajar menghargai orang lain, terutama sesama muslim, karena saya yakin Mas hanung sudah berusaha seoptimal mungkin... Memang sih fedi agak terbata-bata dalam mengekspresikan orang yang sangat hafal Qur'an, tapi mungkin lain waktu faktor ini juga patut dipertimbangkan dalam memilih pemeran. Bagaimanapun saya sangat menghargai karena filmnya unsur seni grafis dan estetikanya tinggi. Cuman proses editing pas nonton di bioskop kok kurang pas ya? ada suara-sound yang ngeganggu....
Mas hanung jangan kecil hati kalau AACnya dibajak, berarti syiar nya Kang Abib dan anda makin berhasil. Saya aja jadi merasa dapat pembelajaran baru tentang beberapa ayat penting dalam hubungan antar manusia...Wassalam.
mas hanung, kenapa produser ga ngeluarin soundtrack original score-nya ? saya soalnya pengen banget denger yang pas sound efek Astagfirullah rabbal baroyya, astaghfirullah minal khotoya itu, kalo ga salah adegan pas di penjara deh. yang bikin terharu itu nasyidnya.
oh iya, itu ko ada original score nya Schindler's List sih ? saya lat di youtube sih, pas di bioskop saya lupa. masalahnya juga backsound efek istighfar itu kalo di youtube ga ada, tapi kalo di bioskop ada.
saya nonton yang bajakan.......... bukan karena gak mau nonton di bioskop... but lebih karena gak sanggup kalau harus ngantri berjam2 di bioskop... padahal dah kepingin banget nonton..... :P but kemaren setelah sebulan terpajang dilayar lebar....akhirnya saya bisa juga nonton..........masih ngantri lumayan panjang waktu beli tiket.........but paling gak ngantrinya gak seperti diawal2 pemutarannya.... selamat buat mas hanung dah membuat sebuah film yang menurut saya pribadi bagus......walaupun memang tidak seideal dakwah pada novelnya....masih layak diacungkan jempol kok........ ditunggu dvd originalnya keluar mas.............
Karena kesibukan kerja,gw baru nonton AAC hari minggu (30/3) kemaren, itupun setelah liat jadwal di koran kalo jadwal tayangnya cuma 2 kali aja. Alhamdulilah, udah ngga rame lagi. Jadi ngga ngantre panjang2, trus tempat duduknya strategis. After that, (Maaf nih sebelumnya) gw masih juga nyari yang bajakan. Lot of reason, pertama karena gw emang big fan, gw pecinta film, dan gw pengen nonton AAC lagi,lagi dan lagi. Sayangnya kata penjualnya udah abis terjual. entah emang bukan rejeki atau apa..gw ga tahu. Mudah2an DVD Ori-nya cepet keluar, kalo engga apa boleh buat, gw pribadi harus puas dengan yang bajakan. Abis gw suka banget sama filmnya. Sorry ya mas hanung, tapi kalo ada yang Ori juga pasti gw beli kok
begitu juga yang saya dengar mengenai versi bajakannya, background musiknya acak-acakan. alhamdulillah nonton langsung di bioskop lebih puas dan soundnya bagus.
benar , kalau kita perhatikan dengan seksama ada musik yahudi di film itu. saya udah cek di youtube. dan saya sudah nonton film schindler list.film itu sangat jewish sekali. ada kesamaan dalam ilustrasi musiknya.kalau film aac sampai diketahui orang2 jewish, mereka pasti sangat bangga, betapa film islam yang ditonton oleh 3 juta orang menggunakan musik spiritual mereka
Versi BIOSKOP ,,, sangat BERBEDA JAUH dengan VERSI BAJAKAN di YOUTUBE. SHUT UP !!!! ... Kamu komen di semua video AAC, sampe aku kering menghapusnya di channel youtube aku ... Nasib baik, ID kamu udah aku blok ...
Berita tentang AAC dalam bahasa Spanyol : Dikutip dari http:www.diario.com.mx
Mezcla de amor e Islám rompe todos los récords de taquilla en Indonesia 2008-03-30 Yakarta— Poligamia, intrigas amorosas a cuatro bandas y el reto de cumplir con el Islám en la sociedad actual son los ingredientes de "Versos de Amor" (Ayat ayat cinta), un film que ha pulverizado todos los récords de taquilla en Indonesia y ha destronado a la oscarizada "Titanic".
"Ha roto todos los registros", explicó satisfecho a Efe el productor del largometraje, Manoj Punjabi, y señaló que, desde que se estrenó hace hoy cuatro semanas, más de 3,3 millones de indonesios se han acercado a ver "Versos de Amor".
"Es la primera vez que se rompe la barrera de los tres millones de espectadores, es un gran paso adelante", aseguró Manoj Punjabi.
Para celebrar este acontecimiento, esta tarde organizan en uno de los más modernos cines de Yakarta un pase especial de la película para el presidente de Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, y 80 embajadores extranjeros.
"Ha sido un éxito porque la gente de Indonesia se siente identificada con los personajes, porque es una historia de amor, y eso les llega al corazón, pero también porque habla sobre cómo vivir el Islám, y el 85 por ciento de los indonesios son musulmanes", aseguró Manoj Punjabi.
"Algunos han ido a verla hasta dos y tres veces", añadió el productor.
El largometraje narra la historia de Fahri bin Abdillah, un joven indonesio de 27 años que marcha a estudiar los textos sagrados del Islám a una prestigiosa universidad de Egipto y allí se plantea contraer matrimonio.
"Es un joven tímido, pero de profundos principios religiosos", explicó Manoj Punjabi.
La elección del protagonista gira en torno a cuatro bellas mujeres, cuyo único punto en común es su amor por el joven, aunque Fahri se siente bastante confundido ya que nunca antes ha estado con una mujer.
Finalmente, el indonesio se decide por Aisha, que aparece siempre cubierta con un velo, pero su prometedor futuro se hace añicos cuando otra de las candidatas, despechada, acusa a Fahri de violación y el joven acaba en la cárcel.
En una múltiple carambola, la solución del enredo pasa por que María, otra de las mujeres rechazadas y la única persona que puede probar la inocencia de Fahri, testifique a su favor, abrace el Islám y se convierta en la segunda mujer del protagonista.
"El protagonista se ve obligado a practicar la poligamia y ser justo con las dos mujeres", apuntó el productor.
La poligamia está permitida legalmente en Indonesia, pero es objeto de una fuerte controversia social.
"Nada más leer el primer borrador de la película mi instinto me dijo que teníamos que hacerla cuanto antes", recordó Manoj Punjabi.
"Esto va a ser un bombazo, me dije", explicó el productor, para quien esta película ha supuesto su salto a la gran pantalla.
Tras este éxito, el director del largometraje, Hanung Bramantyo, un indonesio de 32 años, estudia la posibilidad de iniciar otros proyectos que aborden la aplicación del Islám en la sociedad actual, un género al alza en Indonesia, que se está empezando a denominar "religión-pop".
Por su parte, Manoj Punjabi evalúa la posibilidad de llevar "Versos de Amor" a algunos festivales de cine de Asia, así como estrenarla en otros países de la región, donde cree que también puede tener una buena acogida.
Indonesia, es el país con la mayor población musulmana del mundo, más de 200 millones de creyentes, donde la mayoría practica una versión tolerante del Islám.
Desde la caída del régimen dictatorial del general Suharto en 1998, el país ha vivido un fuerte resurgir religioso, con el despuntar de algunos grupos extremistas.
Terjemahannya (hihihi iseng banget gw, mumpung sekalian belajar nerjemahin Spanyol):
Perpaduan Cinta dan Islam Memecahkan Rekor Box-office di Indonesia
Poligami, intrik asmara 4 wanita dan usaha untuk hidup sesuai tuntunan Islam dalam kehidupan masyarakat modern adalah unsur utama dalam film Ayat-ayat Cinta, sebuah film yang memecahkan semua rekor box office di Indonesia dan mengalahkan rekor Titanic (di Indonesia).
"(Film ini) sudah memecahkan semua rekor yang ada" jelas produser film Manoj Punjabi kepada EFE (kantor berita Spanyol), merujuk kepada (fakta) bahwa dalam 4 minggu pemutaran film AAC ini sudah menarik 3,3 juta penonton Indonesia.
"Inilah pertama kalinya ada (film Indonesia) yang meraih lebih dari tiga juta penonton, sebuah kemajuan besar," tegas Manoj Punjabi.
Untuk merayakan peristiwa ini, sore ini mereka menyelenggarakan acara putar film khusus untuk Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan 80 duta besar asing di salah satu bioskop paling modern di Jakarta.
"Film ini meraih sukses karena masyarakat Indonesia merasa tokoh-tokoh yang digambarkan dalam film ini dekat dengan mereka, karena film ini bercerita tentang cinta, yang memikat hati mereka, tapi film ini juga bercerita tentang bagaimana hidup sesuai ajaran Islam dan 85% rakyat Indonesia adalah penganut Islam," kata Manoj Punjabi. "Beberapa orang bahkan sampai menonton 2-3 kali," tambah sang produser.
Film panjang ini bercerita tentang Fahri bin Abdillah, seorang pemuda Indonesia berusia 27 tahun yang sedang belajar kajian kitab suci Islam di salah satu universitas bergengsi di Mesir dan di sana ia menemukan jodohnya.
"Dia adalah seorang pemuda yang pemalu, tetapi sangat taat dalam menjalankan prinsip agama," jelas Punjabi.
Tokoh utama (Fahri) harus memilih jodohnya di antara 4 wanita cantik, yang satu-satunya kesamaan yang mereka miliki adalah rasa cinta mereka pada Fahri, tetapi membuat Fahri bingung karena ia belum pernah bersama wanita sebelumnya.
Akhirnya pemuda Indonesia ini memilih Aisha, yang wajahnya selalu ditutupi cadar, tetapi masa depan Fahri terancam ketika salah satu dari wanita yang tidak dipilihnya menuduh Fahri telah memperkosanya dan Fahri pun dipenjara.
Dalam satu rangkaian twist, solusi masalah ini adalah pada Maria, salah satu wanita lain yang ditolak dan satu-satunya orang yang bisa membuktikan bahwa Fahri tidak bersalah. Maria kemudian memberikan kesaksian (yang berpihak pada Fahri), memeluk Islam dan menjadi istri kedua Fahri.
"Tokoh utama (Fahri) terpaksa melakukan poligami dan harus berlaku adil kepada kedua istrinya", tegas si produser. Poligami diijinkan di Indonesia, tetapi merupakan issu sosial yang sangat kontroversial.
"Begitu membaca lembar pertama cerita film ini, instink saya mengatakan kita harus membuat film ini sesegera mungkin," kenang Punjabi. "Film ini akan menjadi hit, kata saya pada diri saya sendiri" jelas Punjabi yang membawa cerita ini ke layar lebar.
Setelah kesuksesan film ini, sutradara film, Hanung Bramantyo, pemuda Indonesia berumur 32 tahun, sedang mempelajari kemungkinan untuk memulai proyek-proyek yang menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat modern, satu genre yang sedang mulai tumbuh di Indonesia, yang disebut "religion-pop".
Sementara itu Manoj Punjabi sedang mempelajari kemungkinan untuk membawa AAC ke beberapa Festival Film Asia, untuk diputar di beberapa negara lain di kawasan (Asia), yang dia yakin juga akan menerima baik film ini.
Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, lebih dari 200 juta penganut, dimana sebagian besarnya mempraktekkan versi Islam yang toleran.
Sejak kejatuhan rezim diktator Jenderal Suharto di tahun 1998, di negara ini mulai tumbuh kebangkitan religius yang kuat, sehingga muncul beberapa kelompok ekstrimis.
Pembajak itu memang kurang ajar. Tapi mau gimana lagi ?!! selama harga yang Orgi lebih mahal, selama bioskop berkurang alias gak akan ada tontonan yg up to date, saya kira barang bajakan akan tetap laku. Murah dan cepat. Kami yang ada di kota kecil kan capek, harus nunggu paling cepat 2 bulan baru bisa nonton film baru. Meski dengan sistem rental.
Maaf yah mas,, mungkin saya termasuk yang mengkonsumsi "bajakan"... Soalnya berhubung lagi bertugas di luar negeri,, jadi nonton Ayat Ayat Cinta nya via You Tube.... Dan disini, rame loh yang nonton,, kalo gak karena itu,, baru taun depan kali ketontonnya,, hiks.. Blessing in Disguise Piss ah ^_^
salam kenal, mas... hmmm... Soal bajakan emang ga ada habisnya... Kita doakan saja pembajak-pembajak itu mati dengan naas... Tapi mas, aku nonton film aac bioskop dulu abis itu bajakan. Dan, emang kurang bagus kok. Yaah walaupun dalam segi bambar bisa dibilang bagus. Tapi dari segi background musiknya...Ga menyentuh mas... Goodluck bwt AAC nya, aku tunggu film-film lain yang bergenre sama ya mas...
jadi kapan keluar DVD/VCD aslinya mas? terus terang saya terpaksa ikut nonton bajakannya setelah 2x nonton AAC di bioskop. Terpaksa, karena kami ingin menyenangkan ibu yang penasaran ingin nonton film itu, tapi karena beliau sedang sakit dan hanya bisa berbaring di kamar terpaksa meminjam bajakannya dari saudara yang punya. Kecewa, karena memang jauh dari film aslinya & jadi tidak menyentuh.. dan kecewa karena mengecewakan ibu. Mohon segera dikeluarkan ya mas DVD aslinya.. biar ibuku bisa nonton. Begitu pula kakakku yang alumni Al Azhar - Cairo namun tidak sempat nonton karena kesibukannya dan beliau tinggal di daerah. Pastinya anak2 al Azhar di Cairo sendiri juga ingin menonton DVD asli mengenai film yang setting & ceritanya sangat lekat dengan kehidupan mereka. Ditunggu ya mas..
Mohon maaf mas..aku salah satu penonton film bajakan AAC itu yang di down load dari You Tube termasuk JOMBLO. Bukan bermaksud jadi kaya gini sih tapi karena gak ada yang jual aja di SABAH versi aslinya.. Memang bener kualitasnya parah bener..suara Fachri jadi cewek waktu Talaqi di mesjid itu, aku aja sampai kaget, taunya mas hanung lupa ganti suara itu atau ini adalah kealpaan dari editornya? Untung aku baca MP mas Hanung ini..jadi gak salah paham lagi terhadap karya mas Hanung itu. Kalau boleh kirimi aku DVD originalnya dunk jadi aku bisa nonton versi aslinya! Hehehehe....itung-itung dapat kenang-kenangan dari mas Hanung gitu! Matur nuwun..
Hikz...!! sedih banget Klo karya kita dibajaaaaak...... rasanya sebel dan sakit hati bangeeet... So seharusnya ad kesadaran didalam diri masig u/ ga beli krya bajakan.... mungkin buat yang bukan seniman/artist ga ngerti gmana sakitny klo karya kita dibajak orang.. kapan yang asli bakal kluar VCD na??? dah ga sabar pengen beli... temen g dh bnyk beli yang bajakan...dan g ga prnh tw tergiur sdikit pun u/ beli... Selain kasihan ma semua org yg dh susah2 bikin, kesannya GA ELIT KALI BELI BAJAKAN....GA KEREN KALI BAJAKAN.....
Assalamu'alaikum... Salam kenal Mas Hanung... Filmnya bagus lho... Selamat ya.. Terus berkarya. Semoga usaha dan kerja keras Mas Hanung selau Mendapatkan Ridho dari Allah SWT. Amien... Soal bajakan... Sabar...
pasti ada pembajakan! kan katanya mas gak mengejar materi tho? jadi gak papa kan mas.. adanya film bajakan juga memperluas audience, jadi orang-orang yg gak punya duit lebih untuk nonton di bioskop bisa ikutan nonton dan ikut2an muji film karya mas. saya sendiri nonton di bioskop tapi maap saya gak suka filmnya... heheh