Shooting di Jakarta sudah selesai. Aku puas dengan kerja tim AAC yang solid. Sekalipun berat, tetap commit untuk menyelesaikan film ini apapun hambatannya. Padahal secara legal, kontrak crew sudah habis 1 bulan sebelumnya. Artinya, mereka bekerja tanpa ikatan kontrak lagi. Ini yang membuat aku terharu atas commitment mereka. Terlebih lagi, banyak diantara mereka non-muslim. Tapi tidak satupun dari mereka yang mengkaitkan keyakinan itu dengan kualitas kerja mereka. Sebagaimana sudah direncanakan sebelumnya, meski Allan bisa menyulap Semarang dan Jakarta jadi kairo. Secara geografis, tidak akan tergambar jika tidak ada shooting di Kairo. Awalnya producer sudah puas dengan hasil shooting di Indonesia tanpa perlu shooting di Kairo. Saya sangat keberatan. Sebenarnya, dari hasil sisa adegan yang belum diambil, hanya membutuhkan waktu 5 hari saja shooting di kairo. Akhirnya producer mengerti dan menjalin hubungan dengan local production lain di kairo. Local producer itu sering menangani film-film asing yang shooting di Cairo. Sebuah perusahaan yang juga berpengalaman d bidang produksi film. Setelah melihat konsep film AAC, dia menawarkan harga untuk shooting disana selama 5 hari. Jumlah yang diajukan sebesar 3 Milyar untuk shooting 5 hari. Nilai yang bahkan di Indonesia bisa membuat satu film. ‘Angka yang tidak masuk akal’ kata producerku. Aku sepakat dengan producerku, meski aku tahu konsekwensi membuat film sesuai dengan novel Kang Abik memang berbujet besar. Tapi aku tetap tidak percaya degan penawaran itu. Setelah kita cek quote yang diajukan, aku melihat item-item yang tidak rasional. Misalnya, makan per orang dia budjet kan 100 US$ sehari. Padahal pada saat riset di sana, aku bisa makan dengan 25 ribu sehari. Bujet penawaran itu tidak bisa ditawar kecuali kita mengurangi jumlah hari dan kru. Negosiasi tertutup. Kemudian muncul gagasan shooting di India dari salah seorang staf perusahaan MD yang orang India. Dia berjanji bisa menyediakan lokasi yang kita butuhkan mirip Cairo. Semula aku ragu, tapi setelah ditunjukkan foto-foto lokasi di India, saya jadi yakin. Dalam foto itu tergambat Sungai Nil, sudut kota kairo, Taman Al azhar University, Padang Pasir lengkap dengan unta-unta dan kafilah. Hanya pyramid saja yang tidak ada. Tapi itu bisa dibuat di studio menggunakan Computer Graphics Imagery (CGI) yang lebih dikenal dengan special effect. Disaat persiapan menuju India, tercetus ide untuk tetap bisa shooting di Kairo dengan dibarengi workshop film buat mahasiswa Indonesia-Al Azhar. Lalu aku menghubungi PCIM (Pimpinan Cabang Islam Muhammadiyah). Mereka setuju dengan ideku. Kita bahkan dibantu KBRI. Di Kairo, aku dan PCIM berencana menggelar workshop dengan peserta anggota PCIM (mereka adalah mahasiswa Indonesia yang sekolah di Azhar Univ yang menjadi anggota Muhammadiyah) dan akan Shooting mengambil suasana kota dengan kamera kecil bersama dengan mahasiswa peserta workshop tersebut. Biasanya, kegiatan yang mengatasnamakan mahasiswa tidak perlu ijin berbelit-belit. Maka segala sesuatu dipersiapkan. Dari Jakarta, tim yang berangkat ke India 20 orang termasuk pemain, tetapi 6 diantaranya berangkat duluan ke Kairo selama 4 hari. 6 orang tersebut adalah, Fedi Nuril, Faozan Rizal (Kamera), Kasnan (Asisten Kamera), seorang pengawal alat, Adi molana (tata suara) dan aku. Producer setuju dengan rencana tersebut. Tapi ditengah persiapan itu, muncul kendala di pengurusan Visa. Karena hari shooting di India dan Kairo berurutan, membuat pengurusan visa tarik-tarikan antara keduanya. Waktu kita hanya 1 minggu sebelum keberangkatan shooting, sementara mengurus Visa di India membutuhkan waktu 4 sampai 5 hari karena jumlah orang yang akan berangkat banyak. Begitupun mengurus Visa Kairo. Akhirnya aku minta tolong pihak PCIM dengan bantuan KBRI menguruskan visa on arrival. KBRI setuju dan sudah menghubungi pihak emigrasi cairo bahwa akan datang tim dari Indonesia berjumlah 6 orang untuk workshop. Kamipun senang dengan kabar tersebut. Terbayang eksotisnya kota kairo, kios-kiosnya, menara-menara masjid yang menjulang, jalan raya yang macet, kampung- el giza. Bahkan pihak KBRI bisa menyediakan fasilitas khusus masuk kawasan pyramid dengan bebas. Rasa optimisku bangkit lagi. Akhirnya … aku bisa shooting di Kairo … Tapi, lagi-lagi semua itu cuma mimpi. Sesampainya di bagian Check In Bandara Sukarno-Hatta, aku dan 5 kru lainnya tidak boleh berangkat. Waktu itu kami berencana terbang ke Kairo dengan Sinagpore Airlines (SQ). Pihak SQ tidak bisa memberangkatkan kami dengan alasan tidak ada visa. Aku menjelaskan, bahwa kita dapat fasilitas Visa on Arrival dari KBRI Cairo. Mereka minta bukti tertulis dari pihak KBRI sebagai pegangan. Aku tunjukkan undangan dari PCIM untuk workshop atas nama Muhammadiyah ke pihak SQ. Mereka tidak mau terima. Yang mereka minta adalah surat tertulis yang menjamin 6 orang yang diterbangkan SQ bisa diterima di Kairo. Itu tanggungjawab Airlines atas keselamatan penumpang. Aku segera telpon pihak PCIM untuk menghubungi KBRI. Ternyata hari itu kantor KBRI libur. Sekalipun bisa terhubung secara pribadi dengan bagian konsulat KBRI, tapi untuk urusan administrasi harus melalui kantor. Akhirnya, kami tidak jadi berangkat. Kamera yang sudah kita sewa, tiket yang sudah kita beli dan segala harapan untuk bisa shooting di Kairo buyar … Dada ini terasa sakit sekali. Dalam perjalanan meninggalkan bandara Soekarno-Hatta, tanpa sadar, air mataku meleleh lagi. Ya Alloh, Apakah aku terlalu kotor memproduksi film ini, maka kau berikan hambatan buatku untuk yang terbaik? Tidak ada harapan lagi kecuali shooting ke India saja. Untuk saat ini, sebuah kemewahan bisa membayangkan film ini sesuai dengan harapan Kang Abik dan pembaca fanatik AAC. Yang bisa aku lakukan hanyalah menyelesaikan film ini semaksimal yang aku bisa. Pesawat Malaysia Airlines take off dari Jakarta membawa 20 Kru dan pemain AAC beserta dua kopor berisi Kostum pemain, 3 kopor berisi property keperluan Artistik dan dua kopor lain berisi bahan baku film 35mm serta kabel-kabel. Kira-kira 8 jam perjalanan, kami mendarat di Banglore untuk transit. Saat itu malam hari. Udara agak dingin. Pesawat yang membawa kita ke Bombay baru besok pagi sekitar jam 10 take off dari bandara. Menurut travel agent di Jakarta, di Banglore kita disediakan penginapan. Tetapi kenyataannya bukan penginapan sebagaimana layaknya sebuah hotel transit di bandara international. Kita disediakan satu apartement dengan 6 kamar. Padahal kami berjumlah 20 orang dimana tidak semuanya laki-laki. Kopor kami juga banyak. Tidak layak buat kami untuk menempati satu apartement. Malam itu sudah jam 12 malam. Pihak administrasi apartement sudah tutup untuk meminta tambahan satu apartement lagi. Kami kebingungan sendiri. Setelah beberapa lama terkatung-katung, salah seorang pembantu apartement lain menawari bisa memakai apartementnya kalau cuma buat semalam, karena pemiliknya sedang keluar kota. Akhirnya kami patungan menyewanya. Apartement itu untuk crew dan pemain perempuan. Aku bersama crew laki-laki lainnya saling tumpang tindih di apartement satunya. Aku dan Rajish (Make up artist) tidur di sofa depan. Faozan Rizal dan tim kamera tumpuk-tumpukan satu kamar. Fedi, Oka dan Iqbal tidur satu ranjang bertiga. Lainnya tidur sekenanya. Tepat jam 11 siang kami meninggalkan Banglore menuju Bombay. Kami sudah dijemput sebuah bis yang akan membawa kami 15 jam menuju Jodhpur. Bayangan kami, Jodhpur adalah kota kecil yang tidak ada bandaranya disana. Tapi ternyata Jodhpur adalah kota wisata. Banyak turis eropa-Amerika datang kesana menggunakan pesawat, apalagi di bulan-bulan November. Bandaranya-pun lebih bagus dari Halim Perdanakusuma. Jadi penggunaan bis semata-mata buat ngirit bujet produksi, mengingat harga tiket Bombay-Jodhpur di bulan-bulan libur naik. Kami cuma menghela nafas. 15 jam perjalanan, bayangan kami, seperti perjalanan Jakarta Surabaya. Tidak apalah, aku bisa istirahat di bis, pikirku. Setelah keluar dari bandara Bombay dengan tumpukan kopor-kopor, kami melihat bis yang disediakan kami kecil. Warnanya kuning. Bis tersebut bukan selayaknya kendaraan tempuh Jakarta-Surabaya. Bis itu seperti bis Jakarta-Sukabumi yang diberi AC. Tempat duduknya sempit hanya memuat 20 orang saja. Sedangkan kopor-kopor kami banyak. Aku komplain dengan orang india (staff MD) yang mengurusi kami disana. Dia bilang, bis ini disediakan berdasarkan bujet dari producer. Kami tetap tidak mau naik. Aku melihat wajah teman-teman kusut. Tika (line producer AAC) marah dan meminta local unit menyediakan tiket pesawat. Sayangnya, tiket pesawat ke jodhpur habis sampai 3 hari kedepan. Setelah berdebat lama, akhirnya kami disediakan satu mobil kijang khusus untuk kopor-kopor. Allan menyertai kopor-kopor itu di mobil Kijang. Yang lainnya naik bis. Fedi yang berkaki panjang menduduki bagian belakang tepat di selasar tengah bis diapit Rianti, Prita (Pencatat Script), dan Clarissa. Ditengah diisi Oka, Pao, Tarmiji, Kasnan (tim kamera), Adi molana dan pak Rajish. Di depan ada Aku, Retno Damayanti (kostum), mbak Tia (asisten Retno) dan Tika. Seorang supir bernama Ganesh membawa kami membelah negeri India melintasi Gujarat. Sebuah perjalanan panjang dan melelahkan terbayang … Perjalanan Bombay-Jodhpur mirip seperti perjalanan Jakarta-Surabaya. Padang Ilalang terbentang di kiri kanan. Rumah-rumah gubuk, warung-warung tempat mangkal bis dan Container berderetan sepanjang jalan seperti di film Iran Café Transit, jajaran rumah-rumah pedesaan diselingi pohon-pohon besar dan sawah-sawah tandus berseliweran. Pemandangan luar biasa buatku. Eksotis. Bis kami melaju bersama dengan puluhan bahkan ratusan truk-truk. Kadang bis kami berhenti sekedar minum teh hangat India yang dicampur susu bersama sopir-sopir berkulit hitam. Di perbatasan Gujarat. Kami mendapat persoalan. Bis kami dilarang melintasi perbatasan karena dokumen tidak lengkap. Selama 2 jam kami dicuekin, sementara Ganesh mondar-mandir dari post satu ke post lainnya yang jaraknya 1 km untuk menyelesaikan administrasi. Terlihat dia begitu stress, dia meminjam Hp Tika untuk menghubungi seseorang. Terlihat dari cara bicaranya, Ganesh sedang bertengkar. Mungkin orang itu yang menyebabkan Ganesh mendapat persoalan. Kami nyaris balik ke Bombay karena tidak ada ijin melintas. Ditengah situasi panik itu Rianti, Clarrisa, Oka dan Fedi didatangi militer bersenapan karena mereka foto-foto. ‘Ini bukan tempat wisata!’ kata Militer itu. Terlihat wajah Rianti pucat karena takut. Akhirnya Ganesh menjelaskan ketidaktahuan kami. Merekapun mengerti. Setelah 2 jam lewat dengan perasaan tidak menentu, kami bisa melintasi perbatasan, melanjutkan perjalanan atas perjuangan Ganesh. Malam yang panjang terasa. Sekalipun sulit buat kami tidur di tempat sempit seperti itu, kami tidak bisa melewatkan rasa ngantuk. Pagi berikutnya kami berhenti di sebuah kota kecil. Kami menyewa losmen kecil buat mandi dan sarapan. Kami istirahat selama 4 jam memberikan kesempatan Ganesh tidur. Di tempat itu kami diliatin penduduk sekitar. Apalagi Rianti dan Clarissa. Orang-orang India memiliki keramahan berbeda dengan Indonesia. Apalagi bukan di kota besar seperti Bombay, Delhi atau Madrass. Suara mereka yang keras membuat kami mengira mereka marah. Tetapi sebenarnya tidak. Di tempat itu kami baru sadar bahwa kami sudah menempuh 15 jam perjalanan. Tetapi kami masih berada setengah perjalanan menuju Jodhpur. Setelah membuka peta baru kami sadar berapa jarak sebenarnya dan berapa waktu tempuh sebenarnya antara Bombay-Jodhpur. Bombay-Jodhpur berjarak 850km, Kira-kira 24 jam waktu perjalanan darat jika ditempuh secara non-stop. Kami merasa ditipu. Fedi yang biasanya diam, kini marah-marah, dia protes ke producer atas perlakuan ini. Jawab producerku, pihak MD tidak tahu menau soal ini. Mereka juga minta maaf. Pak Rajish, salah satu karyawan MD dari India bagian make up artis banyak membantu kami. Setidaknya membantu kami berkomunikasi. Ternyata, dibalik semua itu ada yang tidak jujur, memanfaatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan. Aku marah, tetapi aku tahu itu tidak ada gunanya. Akibat dari kesalahpahaman ini kami kehilangan waktu dan tenaga yang seharusnya bisa dimanfaatkan buat Shooting. Kami cuma bisa pasrah … Jam 8 malam, tepat 30 jam perjalanan dari Bombay, kami masuk Hotel. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa merebahkan diri di tempat yang layak. Diatas tempat tidur aku melepaskan pikiran. Sepanjang hidupku, tidak pernah aku membayangkan melintasi negeri Gujarat naik bis. Tanpa asuransi, tanpa perlindungan apapun. Untung tidak ada teroris menghadang kami. Sungguh, aku sudah tidak kuat. Aku ingin lari saja dari produksi. Toh, tidak ada jaminan apapun buatku untuk menyelesaikan film ini? Uang? Demi Alloh, gajiku tidak sebanding dengan persoalan yang aku hadapi. Kalau orang mengira aku melakukan ini semua demi uang? Demi jualan? Kehormatan? Wallohi, orang itu benar-benar picik. Tidak ada keuntungan materi yang aku dapat di film ini. Semata-mata hanya idealismeku saja yang berharap Film Indonesia tidak hanya diisi oleh Horor dan percintaan remaja Kota. Tapi apa itu idealisme? Apakah Kang Abik dan jutaan pembaca AAC mengerti soal idealisme ini? Apa yang mereka bisa berikan buat mengganti segudang persoalan kami disini? Mereka tidak lebih dari sekedar penonton yang menuntut hiburan atau membanding-bandingkan Film dengan Novelnya. Lantas jika tidak sama dengan Novelnya terus mencaci maki, menganggap bodoh dan kafir sutradara yang membuat. Karena hal-hal islami dalam Novel tidak tampak, tidak terasa. Lagi-lagi dadaku sesak. Tapi aku tidak bisa lari. Aku sudah berjanji kepada diriku, anakku dan ibuku untuk memberikan yang terbaik. 'Kalau kamu sudah bisa membuat film. Buatlah film tentang agamamu.' Kata ibuku yang terus menerus terngiang. Pagi harinya aku mulai shooting. Dan persoalan seperti tidak selesai. Dari mulai peralatan yang kami pakai sudah ditinggalkan industri India 5 tahun yang lalu alias butut: Lampu-lampu yang fliker (menghasilkan cahaya kelap-kelip seperti neon yang habis watt nya), Kamera tua yang ketika dipakai mengeluarkan bunyi berisik, generator kami yang lebih layak dipakai buat menyalakan mesin pemarut kelapa dibanding buat shooting. Lalu kru-kru India yang disediakan untuk membantu kami bukan kru profesional. Di bagian akomodasi makanan kami selalu datang telat sehingga banyak yang protes. Tidak hanya kru Jakarta saja yang protes, kru India juga begitu. Suatu kali pernah mereka mogok kerja tidak shooting karena hanya di kasih makan sekali sehari. Padahal shooting sampai jam 12 malam. Di lokasi gurun, kami harus mendaki gunung pasir dengan jalan kaki sebelum menuju lokasi utama. Kami menggunakan Unta buat mengangkat Kamera dan perlengkapannya. Kaki-kaki kami sakit tertusuk tanaman duri. Bibir kami banyak yang pecah karena panas matahari. Sebelum mencapai tempat lokasi, kami istirahat mirip kafilah-kafilah yang kehausan ditengah sahara. Tapi dari semua kesulitan itu, Alhamdulillah aku bisa menyelesaikannya dengan baik. Lokasi yang aku dapatkan luar biasa. Kecuali lokasi Gurun, lokasi Nil, Taman, Rumah Sakit berada di satu hotel peninggalan Kasultanan Pakistan. Lokasi gurun Pasir kami tempuh 4 jam perjalanan dari Jodhpur. Melelahkan tapi juga menyenangkan. 3 hari kami melakukan shooting dan 2 hari sisanya adalah perjalanan. Di hari ketiga, rombongan kembali ke Jakarta. Aku bersama 20 cann film hasil shooting di Jodhpur terbang menuju Madras untuk editing dan processing lab. Sastha Sunu, editor Ayat-Ayat Cinta sudah menungguku disana. Sampai tulisan ini dikirim, aku masih menyelesaikan proses film Ayat-Ayat Cinta yang semakin lama semakin rumit secara teknis. Sehingga mengakibatkan jadwal Tayang Ayat-Ayat Cinta mundur di bulan Januari. Aku tidak berani menjelaskan kerumitan itu, karena sifatnya technical sekali. Pendeknya, produksi Ayat-Ayat Cinta adalah produksi yang penuh dengan cobaan dibandingkan 6 filmku sebelumnya.
Semoga Cobaan ini membuktikan Cinta Alloh masih bersama Kami semua …
 | makin tak sabar menunggu... |
 | di undur januari mas ... sory banget.
|
 | Mundur ya, tapi nggak apalah biar jadi lebih baik. Ternyata perjuangan di lokasi sebegitu beratnya ya... |
 | Ketika Idealisme tak semanis realita haruskah kita mundur kebelakang? ^_^ *Semangat!*
|
 | dik2 wrote on Dec 13, '07 di undur januari mas ... sory banget.  meski kecewa ... tapi harus tetap bisa tersenyum ... menunggu lagi ... :( (semoga ini memang yang terbaik ...) |
 | Baca cerita mas hanung, jadi pengen nangis.... Tapi inilah yang namanya perjuangan mas. Tetap semangat ya mas. |
 | kgome wrote on Dec 13, '07 Januari....mmm.... Sebuah 'perjuangan' mang hrs lewati jalan yg berliku2 dulu ya.... ;))
|
 | mas hanungggg..... *peluk* |
 | yach gimana nich....:( tapi gapapa jadi masih punya waktu buat nabung bt beli ticket/TV :)
|
 | "sesungguhnya satu kesulitan diapit oleh dua kemudahan" insya Allah terdapat kemudahan di sisi-sisi lain yang tak terlihat dengan mata namun cukup berasa oleh hati manusia
ditunggu sangadz filmnyah mas ^_^ |
 | perjuangannya..., subhanalloh... tetap semangat ya, mas hanung.... moga yang terbaik... amiin :) |
 | wisat wrote on Dec 13, '07 Aku ingin lari saja dari produksi. Toh, tidak ada jaminan apapun buatku untuk menyelesaikan film ini? Uang? Demi Alloh, gajiku tidak sebanding dengan persoalan yang aku hadapi. Kalau orang mengira aku melakukan ini semua demi uang? Demi jualan? Kehormatan? Wallohu, orang itu benar-benar picik. Tidak ada keuntungan materi yang aku dapat di film ini. Semata-mata hanya idealismeku saja yang berharap Film Indonesia tidak hanya diisi oleh Horor dan percintaan remaja Kota. Tapi apa itu idealisme? Apakah Kang Abik dan jutaan pembaca AAC mengerti soal idealisme ini? Apa yang mereka bisa berikan buat mengganti segudang persoalan kami disini? Mereka tidak lebih dari sekedar penonton yang menuntut hiburan atau membanding-bandingkan Film dengan Novelnya. Lantas jika tidak sama dengan Novelnya terus mencaci maki, menganggap bodoh dan kafir sutradara yang membuat. Karena hal-hal islami dalam Novel tidak tampak, tidak terasa.  Cerita 'behind the scene' yang menarik, mas.
Tetap semangat.. Saya tunggu film-nya di bioskop..
Semoga benar-benar bisa kasih suasana yang berbeda.
Salam untuk para kru yang sudah susah payah..
|
 | Saya udah liat trailernya mas hanung ... keren bangetttttt.... semoga saya gak bosen nontonnya berulang2, seperti saya gak bosen membaca novelnya berulang2... :) |
 | Semoga selanjutnya semua usaha Mas yang dilandasi niat tulus akan diberikan kelancaran. |
 | uam88 wrote on Dec 13, '07 ga jadi diundur kan pelem nya? tetep semangat mas hanung... anggap semua caci dan maki sebagai kritik untuk membuat banyak film berdedikasi lainnya.. hal lain yang pantas saya sampaikan: jangan berharap hasil kerja mas Hanung adalah untuk orang lain, tapi adalah untuk mas Hanung sendiri.. maka maha karya ini akan menjadi kepuasan tersendiri :D |
 | good luck ya mas hanung!!! great job for the team! |
 | waaahhh...perjuangan berat ya mas! masih sabar menanti filmnya diputar :) |
 | menuntut semangat dan kesabaran yang luar biasa rupanya film ini ...apa mungkin harus diundur untuk menyesuaikan jadwal pulang saya ya mas he..he (becanda loh mas bukan maksud ngentengin kerja kerja tim-nya) ..moga2 saya sempat nonton pulang kampung nanti...salam kenal dari Reading - UK |
 | Jadi semakin tertarik menonton film ini. Sayangnya saya belum bisa pulang ke indo dan menontonnya. Salam dari Melbourne |
 | sabar mas hanung...segala sesuatu yg dilandasi dengan niat baik..hasilnya insya allah pasti akan baik,,amin |
 | kesabaran dan ketabahan itu ga akan sia2 insya Allah kesuksesan didepan mata,cahyooo mas hanung |
 | proses yg matang akan menghasilkan sesuatu yg luar biasa, selamat ya mas !! salam kenal |
 | perjuangan mas hanung mudah2an sebagai awal perjuangan film-film agama di Indonesia...bravo mas hanung n kang abik...bukannya serentak tanggal 19 desember 2007 di 21? |
 | Tetep semangat ya mas.... :))
|
 | Subhanallah.... Sebuah Perjuangan mas.... Allah tak akan menyia - nyiakan perjuangan menuju Kebaikan. Balasannya pun setimpal. Bahkan dalam matematika Allah, 10-1 tidak sama dengan 9, bahkan lebih.. Btw, lihat di Tabloid & Koran2 belum ada perubahan untuk tayangnya AAC niyy Mas. Di beberapa 21 masih Coming Soon |
 | kapan mau ditayangkan di Malaysia mas? |
 | Saya masih di India. Saya belom dengar apa-apa kapan perubahan itu. Simpang siur. Yang jelas Ayat-Ayat Cinta harus selesai tanggal 23 Desember. Maslah tayang, kabar terakhir tanggal 4 Januari. Tayang di Malaysia masih direncanakan. Banyak juga yang minta begitu. Tapi tergantung pihak bioskop Malaysia membelinya. Mereka tidak mau share tiket. Maunya beli putus. Padahal kalau beli putus cuma dihargai 60 juta. Banyak producer Indonesia keberatan. |
 | Ga nyangka......... Asli, speechless banget. Saya kira Mas Hanung juga termasuk kalangan orang2 yang selalu ingin buat film horor dan film cinta abg aja.... (Soalnya saya sempet sebel sama Mas waktu Jomblo syuting di ITB, terutama pas di LFM (Liga Film Mahasiswa) karena tempat saya jadi berantakan dan kru2 tampak ga ada yang peduli. Sekarang pandangan saya berubah. Dan kalau ada orang yang nanti menghina-hina atau membandingkan film AAC dengan bukunya, sudah pasti mas Hanung akan saya bela! Hehe.. Semangat ya,mas!!! ^-^ |
 | salut buat hanung,proses film ini sangat dramatis. bgaimnapun hasilx filmx sy tetap salut dgn segala rintangan2 yg di hadapi,sukses ya..n jgn lupa kota palu untuk pemutaran filmx, pasti banyak yg nonton n sy bs jamin banyak yg nonton disini. |
 | hmmmm, jd ga sabar pgn nonton. Ga nyangka behind the scene-nya AAC asa perang gerilya. Banyak hikmah & bikin Mas hanung makin wise pastinya. Salut, utk mas hanung&tim AAC-nya. |
 | salut mas...ternyata berat ya perjuangannya tenang mas hanung...pasti kutonton gak akan kuprotes...smga dengan banyaknya rintangan ini akhirnya ada hikmah yang baik bagi film ini... |
 | "mengapa harus ada keluh kesah dalam derita, pernahkah manusia berpikir bhwa itulah cinta, anugerah tuk manusia dr sang Pencipta, indahkah Pedang tanpa digosok dan ditempa?kuatkah tangan tanpa beramal dan bekerja?, hanya allah sang pemegang rahasia, smua pasti ada hikmahnya" bravo mas hanung... |
 | walaupun ditunda, tetep nunggu deh. :). Selamat juga udah dapet citra, walaupun pialanya bakal dibalikin lagi,he..he.., tapi get marriednya emg keren :D |
 | Mas hanuuuuuuung.... ini bukti cinta Allah karena cuma Mas Hanung yang sanggup menerimanya |
 | waduh.. pak best director FFI 2007 nih.. terlepas dari apapun, Get Married emang bagus sih.. :D eh, ngomong2, pialanya diambil apa disimpenin pak parwez ? he..he..
Mas, baca kisah serial BTS AAC ini, jadi kepikir.. kenapa gak ini di-script-in sekalian dan dipilemin sekalian.. pasti lebih heboh dari AAC-nya sendiri.. wakakak... sing sabar..
|
 | sebagaimana pengalaman saya, memang visa on arrival harus ada surat dari departemen dalam negri sini (Mesir), sebenarnya gampang ko, biasanya kita dikasih secarik kertas (kuning) yang berisi nomer visa dari departemen dalam negri Mesir, udah gitu, yang ngurus di Mesir tinggal scan dan kirim lewat email ke indo sebagai bukti bahwa kita udah garansi dapat visa on arrival..di bandara soekarno-hatta ga da masalah ko kalau kita punya bukti itu.
sayang ya padahal kalau jadi shooting di Mesir bakal lebih Asyikk..tapi insya Allah semuanya akan sukses sebanding dengan perjuangannya..salut dan selamat buat best director-nya..
tapi di Bioskop Kairo ga bisa tayang ya?... |
 | Untuk membuat film yang berkualitas memang butuh perjuangan yang hebat toh mas... :D
salut deh buat mas hanung, banyak yang nunggu loh.
|
 | sebenernya sih sedih.....tapi mau gimana lagi. Mungkin dibalik itu semua,,,Allah swt. bakalan ngasih yang terindah. Amin
Ardhzakia Naim |
 | MAS YANG SEMANGAT YA AKU PASTI NONTON NIH FILM
SEMANGATTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT
AKU YAKIN PASTI FILM INI SUKSES
|
 | oh ya mas... saat liat2 lagi trailernya...pas d ruang sidang ada percakapan "Indonesia...kamu yg memperkosa gadis mesir yang bernama NURUL pd hr kamis jam setengah empat...Ngaku!!!" seharusnya kn Noura???ato aku aja kali ya yg salah denger...mang baca(logat)-nya kata2 'Noura"' gmn ya?? Oh ya, aku jg bc dr koran, klo gak salah ACC dah disaksikn di dpn MUI n Kang Abik jg ya, sebelum nantinya ke pasaran... ;)) thx for your share mas...
|
 | Oh dear... I'm sorry mas... |
 | wah baca tulisan mas hanung..kok jadi mirip si fahri ya....(terharu). itu menandakan bahwa Allah menguji mas hanung n mencontoh si fahri , tetap tegar n semangat so berbekal tawakal .itu rumus si fahri tuk diterapkan mas hanung...bener2 kuasa Allah.subhanallah. Allahu'akbar. >jadi di undur januari ya...ok dont worry , i'll be there in AAC |
 | buat buku aja mas :) pasti menggugah jiwa juga :) |
 | asli mas.. klo ada yg bilang filmnya gak sebanding dengan novelnya,, kasih tw saya sapa orangnya.. jangan dipisahin,,, hahaaaa |
 | Kisah pembuatannya saja layak dijadikan film mas. Seru, maafkan kami para penikmat film yang kadang awam terhadap idealisme. |
 | Subhanallah, salut buat mas Hanung. Perjuangan ya mas, namun pastinya insya Allah akan menjadi ladang da'wah Islam. Value yang ditawarkan AAC semoga menjadi inspirasi keindahan Islam, n bikin orang makin cinta Islam. Amiin |
 | Ga disangka perjuangannya seberat itu... sabar ya Mas hanung... Insyaallh hasilnya ga akan mengecewakan..
Allah telah menjamin "Setelah ksulitan, ada kemudahan"
|
 | Subhanallah ... salut atas kesabarannya mas . Tetap semangat mas ... |
 | cipzy wrote on Dec 18, '07 Film adalah karya seni yang berbeda dari Novel yang tidak bisa disamakan. Tapi apabila film diangkat dari suatu Novel? bisa saja dibandingkan..Namun butuh keberanian dan keikhlasan.
Saya melihat itu semua setelah membaca seluruh kisah dibalik pembuatan film ACC ini..
Biarpun di undur, tetap kekeuh nungguin mas! Go Go !!
Sudah seharusnya behind the scene ini dibukukan agar semua yang menghujat dan memaki nantinya tau apa yang telah terjadi untuk membuat film ini!
Sukses ya mas ! jangan nangis terus! rock on!
|
 | sukses deh buat bang hanung, semoga saja semua tokoh perfilman Indonesia seperti bang Hanung, lebih mengedepankan profesionalitas kerja dan lebih menggunakan hati nurani sehingga hasilnya tidak merusak moral bangsa ini, tetep Istiqomah bang Hanung
* Disetiap kesulitan pasti ada kemudahan |
 | udah sampai d mana mas? editnya udah fix mas? |
 | akhisuhono wrote on Dec 18, '07, edited on Dec 18, '07 Sabar...bentar lagi kok...Selesainya film inipun patut disebut sebagai KABAR GEMBIRA. Dan Rasulullah Bersabda bahwa kabar gembira harus disebarluaskan segera dan dengan cara sebaik mmungkin. Mari berlomba-lomba menyampaikan KABAR GEMBIRA. Semoga sukses Mas Hanung eh, jadinya tayang Januari tanggal berapa? |
 | huhuhuhuuuu... terharu baca comment-commentnya :D |
 | (iqbal numpang punya fajar)
seperti kata filmnya mas...
SABAR DAN IKHLAS.
itu yang harus bener2 kita resapi.
tapi terima kasih banget mas atas pelajaran yang saya terima. maaf kalo saya ada mengecawakan mas hanung saat produksi Ayat-ayat Cinta.
|
 | amaher wrote on Dec 18, '07, edited on Dec 18, '07 semoga mas Hanung ingat dengan firman Allah: inna ma'al usri yusra... sesungguhnya setelah kesulitan akan datang kemudahan saya ikut mendoakan untuk keberhasilan idealisma anda! Rabbana ma'akum! muwafaq |
 | tetAP semangAt!!!semangat |
 | subhanallah, ternyata seberat itu perjuangan mas Hanung dan rekan2 untuk menampilkan film ini seindah n sespektakuler novelnya,,,,, saya do'akan moga semua kerja keras, pengorbanan dan ketulusan kalian tidak sia-sia begitu saja n semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kalian, amiiinnn......
|
 | Subhanallah mas....semoga pengorbanan mas ini terbalas saat pemutaran perdana nanti... |
 | Tetap Semangat ya Mas Hanung !!! |
 | kami yakin pasti ada keajaiban besar untuk Layar Lebar AAC ini,keajaiban untuk sang sutradara,produser,penggemar AAC,Kang Abik,dan semua umat muslim,untuk para krunya,artistnya,dan semua yg telah berjasa mengangkat AAC ke layar lebar,,,,,patsi keajaiban besar itu akan datang untuk kalian semua,,,,,SEMANGAT Mas............ |
 | nad02 wrote on Dec 18, '07 hwaaa.. daH nun9gu lama niH noveL diFilmin,, akHirna muncul juga.. aku percaya bgd saMa maS hanung..paSti filmnya jadi keren bgd! hoPe aku ni film bakal sebagus buKunya,yah! |
 | de51 wrote on Dec 18, '07 Keren banget perjuangannya..
Mudah2an filmnya dapat mencerahkan bagi sutradara, pemain, produser, penonton dan semua yg terlibat didalamnya :) |
 | amien ..subhanallah , insya Allah semoga dpt menebar pencerahan bagi semua .. Congrut ya mas..hanya ALLAH yang dapat membalas setiap tetes keringat dan nafas dlm pembuatan film ini ..kerja keras mu ini .. nilainya ibadah ..amien |
 | Mas Hanung, terima kasih ya sudah berbagi cerita tentang perjuangan mas. Semoga sukses. Insya Allah saya bisa nonton di bioskop! |
 | Akhirnya selesai juga baca ke-4 episode ini... baca tulisan mas Hanung, serasa betul-betul mengalaminya... jadi makin gak sabar nonton AAC...
|
 | ayo semangat mas hanung!!!!
kita udah nunggu2 buat nonton nih!!! |
 | disca wrote on Dec 19, '07, edited on Dec 19, '07 Terharu denger kisahnya mas hanung Semoga Filnya sukses, tidak hanya sekedar memenuhi idealisme semoga kami semua yang menonton nanti bisa semakin termotivasi dan mengambil banyak pelajaran Agar perfilman indonesia lebih hidup ! Selamat untuk Mas Hanung |
 | cipzy wrote on Dec 19, '07 hari ini langsung beli koran buat liat jadwal pelem.. berharap tanggal 19 ini sudah ada AAC hehehe.. ternyata emang blon ada ^_^ |
 | Tapi apa itu idealisme? Apakah Kang Abik dan jutaan pembaca AAC mengerti soal idealisme ini? Apa yang mereka bisa berikan buat mengganti segudang persoalan kami disini? Mereka tidak lebih dari sekedar penonton yang menuntut hiburan atau membanding-bandingkan Film dengan Novelnya. Lantas jika tidak sama dengan Novelnya terus mencaci maki, menganggap bodoh dan kafir sutradara yang membuat.  Saya jadi ingat saat Rasulullah pernah dimintai pendapat oleh seorang sahabat mengenai sesuatu (yang Rasul tidak ahli/mengetahui banyak), kemudian Rasul berkata : Kamu lebih tahu "duniamu". Saya agak lupa matan haditsnya, itu ingatan saya saja.
Kadang kita, umat Islam (termasuk saya) seringkali ingin sesuatu yang ideal tanpa tahu bahwa segala sesuatu yang ideal itu perlu ikhtiar, perlu perjuangan. Begitu juga dalam film. Tak cukup bilang: ini jelek, ini haram, ini gak syar'i.
Perjuangan Mas Hanung dkk dalam pembuatan AAC sangat menginspirasi. Itu dakwah, meski Mas Hanung bukan "da'i" secara performance. Semoga kontribusi Mas Hanung akan memberi pencerahan pada dunia perfilman di tanah air. Keep fighting!
Oh ya, setuju tuh, bagus juga kalo tulisan "kisah di balik layar" ini dibukukan. Dilengkapi dengan pandangan Mas Hanung tentang dunia perfilman, film dakwah, dsb. Saya pikir menarik dan akan memberikan wawasan masyarakat bahwa bikin film (islami?) itu gak mudah.
Terakhir, salam kenal (hehe, telat). |
 | makin diundur, makin penasaraaan,.... |
 | Mas Hanung.... Salut banget dehh,,,, masih bisa bertahan membuat AAC... Oia Mas, Tanggal 4 itu seluruh Indonesia atau hanya beberapa kota besar? |
 | disca wrote on Dec 19, '07 Kalo yang commentnya mba dee ..langsung deh mas hanung ditawarin ngebukuin.. wah bagus juga usulnya mba dee ...mas hanung tampaklagi curhat tapi menyentuh. dibalik layarnya aja udahmengharu biru gitu. apa lagi filmnya ... masayrakat indonesia memang harus dilatih menonton tayangan yang mengajak berpikir dan brkontemplasi, dan yang memulainya tentu seorang yang begitu idealis |
 | Wow.. begitu ya Mas. Ujian, Cobaan, tidak lain adalah sebuah kenikmatan tiada tara jika kita berhasil menghadapinya dengan sabar, seperti yang Mas Hanung rasakan sekarang, telah berhasil menyelesaikan Film AAC. Sukses ya Mas, semangat terus. Pecinta Novel AAC sebelum menonton filmnya sebaiknya baca ini dulu deh. |
Comment deleted at the request of the author.
 | Cameraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..!!!!! Rollliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing.......!!!!! ACtionnnnnnnnn............!!!!!!!!! Hueueueu...!!!!!!
Menempatkan kesetaraan antara Idealisme dan Perfect..!!!!! Niad bikin felem nya aja udah salut gw.....!!!! Apalagi klo dah jadinya...!!!!! Pertama Isue Globalnya aja udah gk kebayang... AAC The Movie..??!!!! What The Hell is going on..!!!!! "gila aja loe bikin felem neh novel..!!" (siapa gw neh.??) 100% tuh novel cerita Ttg Akhlak Nabi Muhammad saw.. Beuugh..!!!!!
Selamat menikmati persoalan setelah Felem ini tayang aja ya Mas...!!:D Just Comment Bad or Best..!!!!
Five Thumbups 4 U'r Idea....!!!! |
 | luar biasa!!!!! buat mas hanung,semoga fim kedepannya lebih banyak yang bermuatan moral.... ali mashudi |
 | yup....
Semakin kita banyak di uji... semakin tambah pula kualitas produk yang kita hasilkan..!!!
Regard's |
 | waduh mas perjuangan mu..... semoga semuanya di balas oleh ALLAH n filemnya meledak di pasaran, AMIIIN.... karena da saatnya masyarakat indonesia ga hanya nonton film hantu (yg lebih pantas di bilang ga berbobot)
|
 | mas hanung, harapan saya agar AAC segera ditayang di malaysia, kerana ramai peminat di sini tertunggu2 akannya. sehingga kini filem mas, sundel bolong sahaja yg sedang ditayang, dan saya bakal menontonya minggu ini.... Saya juga pasti akan membeli VCD/DVD filem AAC jika direlease nanti, saya berharap jika didalam VCD/DVD itu nanti disertakan dengan behind the scene atau the making of AAC, itu sudah bagus bangat mas.. soundtracknya juga akan saya beli, saya setiap hari akan memutarkan lagu rossa 'ayat2 cinta' serta instrument AAC di handphone... tak sabar bangat mas menantikan kehadiran filem yg pasti box office itu nanti.. semoga sukses mas! |
 | Tetap Semangat Mas..... Sukses!!!!!! |
 | heee.. jadinya januari toh ?? |
 | miadi wrote on Dec 21, '07 Salam kenal mas Hanung... aku udah liat tayangan sepintasnya di web MD, wuih keren, kepengen nonton, cuma gak bisa Mudah-mudahan, nanti ada DVD originalnya sehingga aku bisa koleksi Baca di balik layar AAC, kebayang deh gimana beratnya. Salut aku sama mas Hanung dan teamnya (kru & pemain filmnya). Gak patah semangat. Semoga, Tuhan membalas keteguhan dan kesabaran semuanya, ya mas.. |
 | Setelah baca smua seri postingan AAC, gw janji pasti nonton, smoga smangat mas hanung bisa kerasadi filmnya nantti. :) |
 | ass....
Mas, sekarang mas udah ada dimn??? Apa masih ada di India???? Sebelumnya Met Hari raya Idul Adha yah Mas???!!!!
Qurban gak Mas???
Udah Tahu mas kepastian Premiere Ayat-Ayat Cinta The movie kapan????? |
 | saya yakin mas... tantangan yg mas dan kru hadapi terdapat berjuta kesuksesan yang tak disangka. semangat terus.. di tunggu filmnya di kairo |
 | mas hanung tenang aja. kita semua tau ma hanung kerja keras untuk film ini. dan gw yakin film na bakal sukses berat. allah ga akan melupakan hambanya yang bekerja keras mas. sukses terus mas. bwat film seperti yang ibu mas bilang. horror di indonesia udah basi. yang begini yang kita tunggu-tunggu |
 | wah...ga nyangka sebegitu banyak halangan n rintangan yg dihadapi mas hanung n crew AAC bwt ngewujudin ni film.... salut buat mas hanung... jadi makin ga sabar nonton filmnya...smoga ga ada penundaan lagi premierenya ya mas... n smoga filmnya suksesssss berat,,booming,,n jadi film yg bemanfaat bermakna n melegenda di dunia perfilman indonesia =D |
 | jalan terus, bro! ini yg namanya jihad! :) |
 | wah bal... mentang2 aku numpang tidur dikosmu... malah numpang komentar... hehehe...
'saya pulang ke jogja, ketemu temen2 saya yang pada tanggal 19 itu, rame-rame ke bioskop... tapi yang dijumpai; film anak-anak berjudul: BER-ANAK DALAM KUBUR... hehehe...
yang terbaik, masih dikerjakan... yang terbaik, terus diperjuangkan...
"Insya Allah, film ini.... Allahu Akbar!" begitu mengutip ustad Jefry... |
 | subhanallah, jadi ingin merasakan petualangan menantang yang menyenangkan. seperti yang dilakoni mas hanung dan kru. Semoga hidup selalu bersama Allah. salam kenal
|
 | Semoga filem AAC bisa menjadi inspirasi kebangkitan filem bernuansa islami |
 | Semangat mas... kagak ada perjuangan yang sia-sia.... Saya teteup setia menanti kemunculan filmnya.... ;D Btw, Januarinya tepat ditanggal berapa mas ??? |
 | Jadi kapan keluarnya nih...??? |
 | subhanallah...luar biasa. bener-bener perjuangannya! mungkin ini memang tantangannya ya.. tapi makin kesini jadi makin pengen tau, filmnya bakal jadi seperti apa. tapi jujur, pas saya liat trailernya aja udah pengen nonton... wah..penasaran banget.
tetep semangan ya, mas! |
 | Turut mendoakan semoga hasilnya setimpal dengan kendalanya Nung. |
 | salut buat mas hanung...anything for this movie.. |
 | kpn yap..kpastian nyahh AYAT-AYAT CINTA maen?? g sabar soal nya,,palagi baca perjuangan mas hanung..buad nih film.. i hope that,this movie can be success..amiennnnn
buad produser..mau g buad karya nya habiburahman el shirazy lg?? yang judul nya "ketika cinta bertasbih 1 & 2".. kere abess soalnyah nih buku..sama ayat-ayat cinta.. subhanallah..
di tengah kesuntukan remaja indonesia dgn film-film yg ada. Insya allah AYAT-AYAT CINTA bisa manghilangkan kesuntukan para remaja skrg |
 | Nani sangat salut atas perjuangan mas Hanung. Tapi ada satu hal yang sangat menarik perhatian. Kata-kata ibu mas Hanung. Mengingatkan pada ibu ku. Do'a dan semangat akan terus mengalir dan memudahkan perjalanan yang walaupun terkesan berliku. SEMANGAT TERUS MAS :) |
 | hiksss..terharu baca ceritanya mas hanunggg.......... :(
*sambil ngusap air mata...
huhuuuu.. jauhh lebih berat dari yang dibayangkan............
semoga selanjutnya dipermudah ya mas.... dan semogaaaa (bangettt) film Ayat-AYat CInta dengan tema yang diusung bisa jadi kiblat baru dalam perfilm-an Indonesia........ allahumma amiin.....
|
 | r1mud wrote on Dec 24, '07 Saya hanya bisa berdoa & menyemangati dari jauh... Semoga ini merupakan bagian dari Jihad mas Hanung di dalam dunia perfilman... Semoga juga seluruh energi yang telah dikeluarkan di film ini dapat kita rasakan di filmnya nanti... Semoga Allah membalas smua perjuangan mas dalam film ini... Barakallahu fik... saya yakin film ini pasti box-office... Tetaplah istiqomah, berjuang, & berdakwah memalui perfilman... SEMANGAT!!!! Allahuakbar...! |
 | perjuangan harus dibayar dengan rame-rame nonton fil ini.... ayo rame2 |
 | Ya wis.. kami sebagai penonton turut sabar menunggu deh... |
 | diori wrote on Dec 24, '07 ya alloh, mata saya berkaca2 membaca kisah di atas. ternyata pembuatan filem ini penuh perjuangan ya. tetap tersenyum ya mas hanung, ridho alloh menyertai, insyaallah. btw, tar behind the scene film ini ditayangkan di tv ga? sebelum liat pilemnya di bioskop, saya mo liat behind the scenenya kalo bisa.. oh iya satu lagi mas, tulung bgt pilem ini tayang juga di malaysia ya, banyak bgt yg nungguin.. |
 | amaher wrote on Dec 25, '07, edited on Dec 25, '07 kesan saya adalah, bahwa perjuangan anda dkk dalam pembuatan film lebih mengharukan. justru proses yang dijalani anda itu adalah sebuah makna terdalam yang dipetik dari sebuah AAC. Wallahu a'laam |
 | keren...ditunggu pilemnya...!
akankah se "pembangun" novelnya.....???? |
 | zoeiq wrote on Dec 25, '07 ass. cobaan adalah awal keberhasilan.....insya allah....^_^ klo emang g sebagus novelnya ....ya jangan menyerah yang penting isi kandungan novelnya tersampaikan...hikmah itu yang utama ^_^ salut atas perjuangannya... |
 | Januarinya kapan yach?? ga sabar nih... |
 | hm... bikin gak sabar pengen tau hasilnya.. keep fighting... [Allah hanya akan menguji manusia sesuai dengan kadar kemampuanya] |
 | Wah gitu ya ternyata perjuangan seorang sutradara...oke tetap semangat ya mas |
 | Salut berat buat mas Hanung... Demi kemuliaan Islam di bumi Allah, doa kami menyertai kesuksesan film AAC... |
 | msize wrote on Dec 26, '07 kerja keras pasti ada hasilnya. meskipun kayaknya susah dan menderita, tp dari baca di atas saya jadi iri sama mas hanung bramantyo. klo kelak saya berhasil jadi sutradara, semoga saya bisa dapat kesempatan dan pengalaman yang mas alami selama pembuatan AAC. salam bwt smua pemain dan crew, ga usah peduli orang2 sinis, mereka cuma segelintir kok, nanti mereka juga bakal menjilat ludah sendiri. |
 | Amiinn..... Yakinlah... pada akhirnya.. kita hanya bisa tersenyum dan berucap... Alhamdulillah... |
 | Oalah...nasibmu, Mas. Tapi yha pengalaman kayak begini ini toh yang nantinya jadi permata? Satu lagi tauladan anak muda Indonesia yang tidak pecundang terhadap keadaan! Bravo. |
 | Pernah ke India, membuat saya sepertinya memahami perjuangan mas, dan saya juga termasuk orang yang mas kategorikan "pembaca fanatik ayat-ayat cinta". Nggak bisa dipungkiri kekecewaan yang sering muncul ketika film gak sama dengan novel asli tapi dengan adanya "the truth behind the scene" seperti ini,saya yakin...pikiran orang-orang, dan juga saya menjadi lebih terbuka! Can hardly wait for your movie, Mas! Insya Allah maju terussssssss and keep the spirit high!!! [Aku udah siap2 ngacir ke bioskop nih :-)] |
 | subhanallah seru banget.....
semoga semua perjuangan dibalas setimpal oleh Allah SWT..amiin...
duh pengen nonton filmnya.... :) |
 | Subhanallah...Mas dibalik kesusahan selalu ada kemudahan... semoga film ini membuka wawasan para producer dan pembuat film lainnya di tanah air untuk ikut mendidik masyarakat dgn film2 berkualitas, bermartabat dan mengutamakan pendidikan akhlak..amiin. |
 | Subhanallah.. semangat terus Mas.. kayaknya klo kisah dibalik layar pembuatan ini dibukukan seru juga semoga kerja keras mas n crew.. menuai hasil yang memuaskan ya |
 | Salut buat Mas Hanung... semoga kekurangan dari film ini bisa ditutupi oleh Karunia dari Allah yg memberikan Nikmat atas hasil kerja keras dan semangat team utk memajukan film Indonesia terutama yg bertema Islami. |
 | Assalamu'alaikum....
Saya Astri dan yang jelas saya adalah salah satu dari anak - anak muda Indonesia. Salut untuk Mas Hanung yang udah begitu tegar dan sabar dalam membuat film ini.
Saya dan teman - teman saya di sekolah sudah pernah membaca novel ini dan kami semua berpikir bagaimana jadinya kalo ini dijadikan film....Kami membayangkan siapa yang memerankan tokoh Fachri yang jujur menutur kami adalah sosok yang begitu perfect....
Kami menunggu dan akhirnya saya mengucapkan terima kasih yang sebanyak - banyaknya kepada Mas Hanung karena telah mewujudkan keinginan kami untuk memonton film yang kami tunggu..... Terima kasih sekali...... (*^-^*) Insya Allah saya doakan film ini akan sukses karena menurut saya film adalah wadah untuk menyampaikan pesan yang bisa diterima masyarakat Indonesia dan Mas Hanung harus tahu bahwa film ini sangat sangat sangat banget ditunggu di Indonesia...
Semua pengorbanan Mas Hanung dan teman - teman dalam kru tidak akan sia - sia karena Allah tahu apa yang kita kerjakan dan untuk apa....
Semoga Allah membalasnya...Amin...
Saya terharu membaca kisah Mas Hanung dalam membuat film AAC ini.... Semoga film ini cepat selesai karena banyak sekali yang telah menunggu dan semoga Allah memudahkan urusan Mas Hanung dan teman - teman dalam kru dalam membuat film ini...
Wassalamu'alaikum
P.S : I can't say anymore.... I cry coz I'm glad |
 | Sekali lagi... seriously, perjuangan ngebikin filmnya udah bisa jadi satu film sendiri!
Sayang juga nggak bisa dapet Kairo 'beneran' (yang paling saya suka dari novel AAC adalah penggambaran settingnya), tapi dengan kerja keras dan komitmen yang sebegini, saya percaya pastinya terlihat dari hasil karya akhirnya, bukan seperti film-film yang asal jadi demi keuntungan. |
 | Mas Hanung Semangat Ya! Aku terharu banget baca cerita ini. Aku sama teman-teman dah ga sabar menanti! Allah selalu Bersamamu.... Kalau dirasa berat, itu karena Allah menguji kekuatan Mas Hanung. |
 | Subhanalloh...luar biasa! Niat tulus saja sudah menjadi amal. Tidak banyak orang seperti Mas Hanung, bersyukurlah anda menjadi orang terpilih untuk mendapatkan ibroh ini. Apa yang Mas Hanung alami hampir sedasyat dengan film yang digarap he..he..mudah-mudahan sambutan penonton juga dasyat. saya dan teman-teman sudah sangat penasaran dengan karya spektakuler seorang Mas Hanung di film ini. saya juga mendapat banyak inspirasai dan pelajaran berharga dari tulisan Kisah dibalik layar gimana filmnya ya....Saya tunggu filmnya! ^_^, semoga menjadi bekal untuk menghasilkan karya-karya yang luar biasa setelah ini. |
 | Sabar Mas Hanung, berjuang terus seperti Fahri, demi Idealisme sampeyan mewarnai dunia perfilman Indonesia dan demi Cinta sampeyan ke ibu Sampeyan.
Setelah ini bikin Film lagi ya Mas, seperti AAC (ceritanya) tapi settingnya di Indonesia mungkin Mas bisa minta Kang Abik membuat Novel tapi dengan setting Indonesia tok ato Mas berencana bikin Film KCB nya Kang Abik yang pada bagian 2 novelnya adalah setting Indonesia
Aku tunggu Film2 Sampeyan yang punya warna berbeda dengan Film2 Indonesia ato sinetron yang 'meracuni' anak2 Indonesia, maaf agak kasar ya.....
Klo Novel Kang Abik adalah novel pembangun Jiwa aku harap Film sampeyan adalah Film pembangun Jiwa
Berkarya terus dan bikin film yang punya warna sendiri |
 | yuliarsih wrote on Dec 28, '07, edited on Dec 28, '07 hanungbramantyo said Tapi apa itu idealisme? Apakah Kang Abik dan jutaan pembaca AAC mengerti soal idealisme ini? Apa yang mereka bisa berikan buat mengganti segudang persoalan kami disini? Mereka tidak lebih dari sekedar penonton yang menuntut hiburan atau membanding-bandingkan Film dengan Novelnya. Lantas jika tidak sama dengan Novelnya terus mencaci maki, menganggap bodoh dan kafir sutradara yang membuat.
idealime? sangat perlu Mas. Tanpa idealisme kita akan menjadi orang yang mudah di beli dan tidak punya prinsip. Indonesia (terutama pemudanya) sudah banyak yang kehilangan idealismenya, karena untuk mencapai idealisme sesungguhnya kita harus total, penuh pengorbanan dan perjuangan termasuk melawan diri sendiri. saya setuju jika catatan perjalanan " kisah dibalik layar " ini dibukukan, karena isinya inspiratif dan menggugah emosi serta motivasi. Salut! |
 | Saya tunggu filmnya ya mas, Insya Allah ngga sia-sia perjuangannya :) |
 | mas hanung, saya nulis sisi lain di balik layar ayat-ayat cinta the movie di sini |
 | di mana ada kesulitan disitu ada kemudahan, Mas ... AAC lebih sulit dibuat mungkin karena yang diperjuangkan adlh dakwahnya ... beda dg film2 lain. So, dlm hal ini Alloh pasti sangat 'melihat'. Sabar Mas ... klopun b'beda dg novelnya saya rasa bisa ditolerir kok. Ada banyak movie brasal dr novel yg tdk 100% sama ky novelnya, krn memang susaah.. Keep spirit ... always !!! |
 | Hikmah dibalik kesulitan yang ada, pasti merupakan kebaikan untuk kita semua saya melihat dari cerita behind the sceene AAC yg Mas Hanung tuangkan di sini, merupakan test keikhlasan yg luar biasa besarnya, semangat yg menjadi gelora perjuangan yg hanya dipicu oleh 'Kalau kamu sudah bisa membuat film. Buatlah film tentang agamamu.' inilah yg membuat mu lebih perkasa dari pada Samson atau Herculles sekalipun [oops....maaf kalo terlalu berlbihan] >_+ |
 | Aku termasuk yg sering nangis waktu membaca novelnya AAC. Begitu terharunya karena keindahan akhlak sang tokoh,indahnya kisah cintanya,dll. Dan memang sangat banyak berpengaruh pada kehidupanku waktu itu.
Kini aku semakin banyak belajar lagi. Nilai plus dari pembuatan film ini sendiri. Mungkin filmnya paling tidak sama dengan novelnya. Itu biasa. Tapi nilai plusnya, ada cerita tersendiri dari mas Hanung and crew. Yang menambah "ruh" lagi dari film ini.
Ayo semangat mas! AAC udah selesai, film Islam yang lain lagi digarap. Ahmad Dahlan the Movie. He..he... Aku juga alumni SMA Muhi Jogja lho... |
 | Apapun, bagaimanapun hasil film AAC ini patut dihargai mengingat ribet, riwuehnya menghasilkan film yang dinanti-nantikan penduduk Indonesia & Kaum Islam khhususnya...cant hardly wait..;-)..BRAVO TIM-nya Mas Hanung & Kang Abik tentunya.... |
 | Membaca behind the scene AAC bikin aku terenyuh. Jadi jangan men-judge sesuatu dari luarnya saja... Subhanallah.. |
 | Assalamu'alaikum wr wb Subhanallah....perjuangan yang begitu hebat. Luar biasa! Habis baca tulisan mas Hanung, jadi terbuka mataku dan tidak suudzon karena banyaknya isu yang beredar di temen2. Semoga setelah baca tulisan ini, aku bs meluruskannya ke temen2. Salut buat perjuanganmu mas! Innallaha ma'ana (Sesungguhnya Alloh bersama kita) Semangat! ^-^ |
 | 3 kata aj, buat mas dan seluruh kru "TOP BANGET DECH" |
 | Subhanallah, Mas Hanung..... Terimakasih buat semua ikhtiarnya ya... aku doakan, semoga semua perjuangan ini dibalas oleh 4WI di dunia dan di akhirat sana.....
|
 | walau banyak kendala saya yakin karya mas hanung tetap bermutu, karena insya Allah kalau tidak ada hambatan saya pasti nonton karya-karya mas hanung.
Sayapun sudah promokan ke saudara teman2 untuk menontonnya, begitupun dulu ketika novelnya ka ng Abik AAC saya promosikan, saking bagusnya novel saya beli 2 yang pertama untuk dipinjamkan yang satunya lagi untuk di baca di rumah kalau ada kawan yang main. |
 | Keep on fighting till the end...robbuna yusahhil...! |
 | Maha Besar Allah yang membantu para kru untuk lebih sabar... yah..klo ga sabar juga inget aja mas and kru-nya sama satu ayat yang berbunyi "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar"...sama surat Muhammad ayat 7...(klo maksudnya salah maap..) ^_^ btw insya Allah film AAC bisa jadi film yang terbaik diantara film2 lain yang mas buat yup...!!
semangat...semangat...!!
|
 | Subhanallah, Salut Buat Njenengan Mas hanung dan Crew. Dengan berbagai rintangan dan cobaan, nejenengan dan crew tetap semangat untuk menyelesaikan Film tsb. Salam Hormat Saya buat njenenengan dan Crew. Btw kami bisa undang njenenengan untuk talk show di radio kami atau tidak?. Profil kami silakan klik di www.mitrafm.com |
 | two thumbs up deh buat Hanung dan kru.. semoga kesuksesan selalu menyertai kehidupanmu ya Nung.. gak nyangka lho waktu kecil bandel sekarang jadi sutradara T O P..he..he.. salam buwat Bhumi yaaa.. btw, dia gak pake bantal azimat seperti kamu waktu kecil kan..? hi..hi... |
 | mas jadinya adanya kapan sih aac. ga sabar nunggu. smoga yg nunggu puas sama filmnya. amiin |
 | sebuah perjuangan... semoga Allah merahmati... InsyaAllah aku pasti tonton...
|
 | Kalau melihat gimana dibalik pembuatan filmnya, kendala2 yang muncul, dan perjuangan tuk bisa terus jalanin pembuatan sesuai target & harapan, kayaknya mundur sampai januari juga nggak papa. Kabarnya mau diputar 4 Januari yah mas? 16 hari nggak lama kok untuk nunggu..
Salut mas!..mudah2an filmnya sukses..;) |
 | uam88 wrote on Jan 3, '08 hari ini masuk kantor langsung ngecek di 21cineplex.com, taunya belon tayang juga hari ini :((
cant wait any longer....!!! |
 | berakit rakit ke hulu .....berenang renang ketepian bersakit sakit dahulu .... bersenang kemudian mungkin itu gambaran buat cerita mas hanung ...... memang Allah itu akan memberikan sebuah cobaan supaya kita kuat dan dibalik cobaan itu akan ada hasil yang maksimal .... semoga AAC menjadi film sepanjang jaman yang akan di kenang tua muda sampai generasi setelahnya ..... GooD LucK wae buat AAC |
 | hehehe.. pa kabar pakde hanung.. isih iling ra..??? ckckck.. ampuh men cobaan syutingmu.. :D
|
 | aminnn... congrats yah mas.. btw...kapan donk tayang nya? udah ga sabaran nih pen nonton,crta nya sama persis kan ama novel nya [i hope so] ^_^ salam kenal yaahhh.... |
 | Sesungguhnya dibalik setiap kesulitan pasti ada kemudahan........(QS 94:6)
|
 | Huffffffffffffffffh *menarik nafas* Subhanallah...........!
Saya menunggu karyamu Mas, insyaAllah kita kerahkan warga MP-ers utk menonton AAC beramai2! |
 | setiap kebaikan pasti berbuah kebaikan pula! amin |
 | Assalamualaikum.... Hai smwanya,salam kenal!!! mmm...aac diundur lagi ya?,,,waduh padahal udah g sabar pengen nonton,apalagi pas udah baca kisah dibalik layarnya.. jadinya kapan nih tayangnya?
|
 | aku respect sama mas hanung. tapi kalo MD, kayanya ga serius garap film ini. bisa dimaklumi, produser pasti profit oriented. mulai dari kisruh penggantian penulis skenario, pemindahan lokasi shooting (behind the scene aac). biasanya, kalo film2 mau puter ada trailer yang diputer di bioskop. misalnya film NATIONAL TREASURE: BOOK OF SECRETS yang sekarang lagi puter di 21, trailernya ditayangin sebulan yang lalu. begitu pula iklan trailer coming soon di tv. entahlah, apa niat ga produser keturunan india ini buat film idealis. hanya Yang di Atas yang tahu. aku sih duduk manis aja, sambil nunggu, sambil baca novelnya sekali lagi. bravo mas hanung. |
 | r1mud wrote on Jan 4, '08 AsWw... AAC kpn tayangnya Mas...? Aq kira hr ini, td aq dan tmn2 smua udh pada siap2 utk nonton stlh selesai UAS.... Eh,,ternyata blum...Kpn ne Mas...? Jd mkin ga sabar... |
 | Tetap semangat dech buat mas hanung & crew Ayat-Ayat Cinta lainnya. Berbuat sesuatu yang baik pasti ada saja hambatan & rintangannya tapi Qu yakin itu semua bukan untuk memperseulit mas tapi semakin membuat mas & crew lainnya makin mantap. Ok :) Semangat....Semangat....!!! |
 | cipzy wrote on Jan 4, '08, edited on Jan 4, '08 Ya Alloh, Apakah aku terlalu kotor memproduksi film ini, maka kau berikan hambatan buatku untuk yang terbaik?  Ya Allah, ada apakah gerangan sehingga film ini batal tayank hari ini? padahal hambamu ini sudah tak sabar lagi mau melihat hasil karya salah satu hambamu yang sabar dalam membuatnya..
apakah kau sedang menguji kesabaran kami?? |
 | Akan selalu tersimpan banyak harapan dari sebuah cerita buku yang difilm kan karena ceritanya banyak di interpertasikan oleh banyak orang. akan tetapi, apapun itu Tetap semangat mas!!! dan salam kenal |
 | kapan nih premier nya,, makin pnasaran,,
salam knal mas
tetap smangat |
 | angkat topi tinggi-tinggi buat totalitas mas hanung dan team-nya.^_^ |
 | cipzy wrote on Jan 5, '08 jd sebenernya kapan ya premiernya.. |
 | perjuangan yg berat Insya Allah menghasilkan sesuatu yg baik ^^ |
 | kok lama... filmnya gak jadi yaa.. capeDeee..hohoo d Tgg mas.... nuhunnnn |
 | wah mas jangan lama-lama ngeditnya, ntar malah habis tinggal tigapuluh menit doank..... ga sabar nih |
 | Bagaimana kalo cerita di balik layar AAC dibukukan...tampaknya menarik, serius mas..., empat bagian ini aja udah inspiratif. Kalo misalnya dipoles...jadi novel tuh...tapi jadi non fiksi akan lebih menyentuh..hehe...bagian dari perjuangan hidup....Selamat yah Mas,...... *menunggu masa tayang AAC* |
 | wah ko di tunda lagi yaa......T_T"? ga da konfirmaasi lagi nich ? gi mana nich mas hanung minta kejelasannya dooonk, biar ga penasaran |
 | s4lw4 wrote on Jan 6, '08 Bnr2 kisah yang menguji kesabaran banget! Salut buat mas Hanung..Moga Sukses sll. Amiinn Jadi ga sabar ni untuk nonton Film nya
|
 | subhanallah..........gerimis hatiku ketika membaca perjalanan pembuatan filmnya...sama gerimisnya ketika aq membaca novelnya...... semangat ya mas & kru2 lainnya...... memang jalan menuju kebenaran memang sulit tidak seperti jalan menuju kesesatan...insyaAllah...segala jerih payah & kerja kerasnya dibalas dengan imbalan yang jauh.. dari ini dan mas hanung juga lebih maju & lebih dekat lagi dengan sang Khalik |
 | Alan Smithee, Mas... Alan Smithee... Jangan mau nama Mas Hanung dicantumkan
Mereka yang baca blog Mas mungkin bisa mengerti mengapa filmnya tidak menjadi seperti yang diharapkan tetapi sebagian besar pembaca Ayat-Ayat Cinta mungkin tidak melihat blog ini. Dan nama Mas bisa runtuh.
Jangan mau dicantumkan.. seperti halnya Alan Moore tidak mau dicantumkan di V for Vendetta atau Stephen King menolak mengakui The Shining sebagai adaptasi karyanya.
|
Comment deleted at the request of the author.
 | Wuih Perjuangan yang luar biasa ... dengan kesabaran dan ke uletan akhirnya selesai juga Film ini pasal banyak orang yang mananti-nanti termasuk saya tentunya tapi sayang aku nggak bisa nonton Film ini Seandainya Film ini di Tanyangi Di Brunei... Bisa nggak yah???? |
 | semoga kepiluan yang terasa ini semakin membuatku menikmati AAC bila tiba masanya nanti. semoga kepiluan ini menjadi cerita yang indah untuk dikenang ya mas duh jadi berlinang neh... |
 | semoga kepiluan yang terjd behind the scene jadi penambah nikmatnya sajian AAC "kepiluan itu hanya akan menjadi cerita indah kelak dikemudian hari" semoga ... duh jd berlinang neh... |
 | mas, udah kluar blum yah ayat2 cintanya,,,, dah ga sabar niey... :p
|
 | di Surabaya kapan di tayangkan...dah deg-degan neh.. |
 | kunderemp wrote on Jan 7, '08, edited on Jan 7, '08 Kreator harus memiliki tanggung jawab kreatif atas karyanya. Sekalipun Rolland barthes bilang seorang kreator sudah mati ketika karyanya sudah dipresentasikan ke public, bukan berarti tidak boleh (tidak mau) mencantumkan nama kreator di karyanya. Bagus atau tidak sebuah karya dinilai bukan menjadi tanggungjawab kreator. Tugas kreator mencipta dengan kekuatan maksimal dan integritas yang tinggi. Tugas penonton menilai dan mengkritisi karya dari kreator. Saya siap film ini akan dijelek-jelekkan atau dipuji. Bahkan direndahkan sekalipun karena tidak sesuai novel. Buat saya Novel dan Film adalah karya yang berbeda.  Baiklah, tadinya saya ragu apakah saya akan menonton atau tidak (karena saya pribadi tidak terlalu tertarik membaca novelnya). Apalagi saat membaca kendala-kendala yang anda hadapi.
Tetapi melihat tanggapan anda, saya memutuskan akan menonton. You are my favourite director since the first time I saw your movie in Kemang 28.
Dan kali ini aku akan berusaha untuk tidak melewatkannya... (kemarin2, Lentera Merah dan Sundel Bolong terlewati karena bujet nonton habis untuk film2 lain :p ) |
 | ay03m wrote on Jan 7, '08 waKtu baCa awaL2 di baLik peMbuataN AAC, ud biKin teRharu bgD mpE `g kerAsa neTes aJ aiR maTa... peNasaRan `n akHir na baCa mpe haBis... `g kebaYang giMana Mas haNung `n sMua meleWati sMua itU... raSa na saYa jdi maLu sendiRi... masaLah yG begiTu besaR saJa biSa mas HanunG lewaTi, keNapa saYa yg haNya menDapaT masaLah keciL haRus beRmuraM duRja berHari2 baHkan inGin maTi... saLut waT perjUangan maS haNung `n sMua yG terliBat d AAC d`moVie... Saya `n teMen2 d siNi ud `g saBar mu n0nt0n...
:-) saLam haNgat daRi anAk2 spEEdyz0ne saMarinDa... |
 | Mas Hanung, Dibalik Layar AAC nya ditunggu The Movie nya Ya, Kayakna ga kalah seru Semangat Mas!!! |
 | Insya qjji perjuangannya tidak sia-sia. Mudah2an film ini bisa menjadi sumber inspirasi, seperti novelnya yang sudah memberi banyak! Sukses... Btw, resmi tayangnya kapan sih bang? Dua kali nih saya terkecoh... hehehe  |
 | Mas, denger-denger mo ke Jogja ya?? Kapan? ditunggu ya? Boleh dong ketemuan...hehehehe.... |
 | mas hanung, jadi tanggal 19 jan kan premierenya... |
 | Masya Allah... aku salut banget dengan perjuangan Mas Hanung dalam menyelesaikan film ayat-ayat cinta..sebagai penggemar novel ayat-ayat cinta, aku tetap tidak akan membandingkan bagus tidaknya film yang mas buat dengan novel nya..karena dibalik semua itu adalah prosesnya bukan hasil...ma kasih bgt deh, udah berjuang mati-matian untuk menampilkan novel AAC dalam bentuk film..hingga semua orang bs menikmatinya... |
 | Dipremierkan tanggal 10 januari aja mas... Momentum tahun baru islam kita jadikan tonggak kebangkitan film islami yang diawali dengan Ayat - ayat cinta.. Agreee sodara - sodara ? |
Comment deleted at the request of the author.
 | ciria wrote on Jan 9, '08 mas, aku udah liat hasil shooting AAC..ga di ragukan lagi karya mas HANUNG dasyat..keep on the GOOD WORK mas..aku percaya bgt FILM ini bakalan HAPPENING bgt... |
 | Asslm. Antara mengerti dan tidak mengerti ttg perasaan mas Hanung di balik layar film Ayat-Ayat Cinta yang saya nantikan dan saya tekad bulatkan untuk tidak melewatkannya, saya hanya bisa menghabiskan waktu membaca diary mas kemudian menyampaikan pesan ini : Setiap kali ber-azzam thd sesuatu pasti Allah akan memberikan pelajaran yg intinya "Semakin dekat kepada Allah Swt". Pernah suatu ketika teman saya menangisi pengalaman hidupnya yang berat, kemudian saya teringat pesan bibi saya bahwa jika Allah Swt mencintai seseorang Dia pasti akan memberikan tantangan kepada kita, maka kami semua pun menangis. Sebuah pengalaman yang menyentuh...
"Karena rahmat dari Tuhanmu lah engaku bersikap lemah lembut. Jika sekiranya engaku bersikap keras lagi berhati kasar tentulah engkau akan mendapati mereka menjauhi dirinya dari sekelilingmu. Maka maafkanlah mereka, mohon ampunkanlah bagi mereka, dan bermusyawarahlah kalian atas maalah ini. Dan jika engkau telah membulatkan tekad, maka bertawaqqallah kepada Allah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawaqqal kepada-Nya" (Ali Imran : 154)
saya menantikan film mas yang sampai sekarang saya tidak tahu kapan tayangnya. Allahu Akbar! wallahu'alam. Wasslm |
 | ad1fr wrote on Jan 9, '08 hanungbramantyo said "Buat saya Novel dan Film adalah karya yang berbeda".
Sayangnya, banyak orang beranggapan jika film yang diangkat dari sebuah buku, isi filmnya harus sama dengan bukunya. Jika tidak sama dikatakan gagal. Menurut saya sih, sebuah film yang diangkat dari sebuah buku, tidaklah harus sama 100 %. setidaknya benang merah cerita yang ada dibuku tidak hilang di film. Banyakan buku setebal ratusan halaman dijadikan film dengan durasi 2 - 3 jam. ga mungkin banget kan? Toh, beberapa film yang diangkat dari buku sangat sukses padahal tidak 100% sama dengan bukunya, meski ada beberapa film yang gagal jg sih. (Contoh sukses Harry Potter Series, LOTR, contoh gagal, Eragon). Menurut saya kegagalan tersebut karena disebabkan benang merahnya tidak ada, meski efeknya yahut.
Mungkin ada baiknya, banyak orang mulai menilai sukses atau gagalnya film yang diangkat dari buku BUKAN dari FILM=BUKU, tapi lihat, salah satunya, "nilai" yang ada dibuku tervisualkan difilmnya.
gw setuju pendapat mas hanung, kalo buku dan film adalah karya berbeda. Btw kapan nih tayang?ada gosip pas 14 Februari (biar bertepatan valentine)...bnr ga sih?kan ga nyambung...
|
 | wah membaca behind the scene AAC membuat saya merasa 'harus' menonton film ini haha... berat banget perjuangannya... walopun rada kuciwa siy gak syuting di Kairo... hmmm... tapi takpapalah, ntar kalo filmnya sukses mudah2an remakenya bisa di kairo ya hahaha...
salut banget buat abang Hanung... idealismenya itu lho... |
 | pinkq wrote on Jan 10, '08 Semua dibalik kesusahan semoga ada KEMENANGAN...
salute buat DAPUR dan Mas Hanung....
**tetap menunggu dan akan menonton** sukses selalu Mas...
Salam buat Tika :) |
 | tetap semangat mas!.. salut atas keuletan dan kesabaran mas dan semua personil yang terlibat dalam aac.. benar-benar perjuangan luar biasa!.. :D |
 | wah kok ada nama Adi Molana, salam buat dia ya mas....dulu ketemu pas saya magang di sinetronnya Mas Mamang (Chaerul Umam). Btw, saya salut dengan perjuangan panjenengan. "Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan" (QS Al-Insyirah : 4). Salam dari Solo. |
 | nafas islam adalah perjuangan mencintai islam adalah dengan berjuang
|
 | specheles....AAC memang di tunggu dari berbagai lapisan..bahkan pembacanya pun dr berbagai lapisan |
 | mas hanung saya mau tanya.emangnya pyramid nya yang di buat dengan special effect akan semirip pyramid yang ada di cairo dan terlihat benar benar asli???
mudah mudahan filmnya bisa se sukses novelnya deh..
dan kalo filmya dah tayang,yang pertama saya lakuain adalah membandingkan novel dengan filmnya..bagus apa gaknya,mirip apa gaknya??takutnya kaya film dealova antara film dan novel sungguh jauh berbeda..lebih bagus di novel...
mudah mudan AAC bisa sukses,atau nanti Bisa di bikin sequelnya yg kedua..hehehhehehe
sukses buat mas hanung,kang abik,pemain filmnya,dan kru kru nya..
|
 | duh sabar ya mas Hanung,,orang yg berniat baik emang banyak cobaannya. DI tunggu segera penayangannya ya mas:) |
 | uWaWw... Kayanyanya behind the scene nya aja uda kaya cerpen dan uda bisa difilm-in tu mass.. aPaLagi filmnya, ditunggu-tunggu dari bulan desember gag keluar2, padahal udah semangat banget ngajakin temen2 buat nonton film ini, soalnya saya juga yang semangat minjemin buku AAC ke temen2...
gaG peduli novel atau filmnya, dua2nya pasti bakal sama2 bagus dan sama2 fantastis dan bombastiss(waww...heBohh...)
sabodo amat sama rumor2 jelek diluar... cueikn aja orang2 picik yang sirik...
pOKoNya sukses buat AAC-nya... sEMOGa bOOMiiiNNgg daN bisa baWa bERKaH buaT peNONToN, daN peMbuaTNya jUGa... aMiiNnn...
Oia, saLaM bWt fEDi nURiL... (Hii...seKaLiaN...) |
 | PAsti filmnya bakalan bagus!! SEMANGAT!
|
 | ad1fr wrote on Jan 12, '08 kog AAC ilang lagi ya dari daftar coming soon di www.21cineplex.com...bakal lama nih?apa bener diputernya 14 feb...dalam rangka valentine?very s*** if its true |
 | Kenapa film ayat-ayat cinta dah dihpus dari coming soon di website-nya 21 (www.21cineplex.com)??? AAC diporoduksi MD Pictures kan? Kenapa MD malah premier Film barunya Hantu Jembatan Ancol dulu, padahal AAC kan kelar duluan... Waktu kemaren, saya liat dari infotainment katanya ada kendala dana ya? Truz, pas ditanya kapan tayangnya, malah ga dijawab... Pdahal, producernya pernah bilang klau dia menghabiskan semuanya demi AAC, knapa malah film hantu dlu yg tayang?
Buat mas Hanung, Smngadh yah!!! Insya Allah, semuanya pasti sabar menanti karya mas yg pastinya bagus,,, |
 | Mas, tenang aja , insya Allah filmnya laris, ana dah promosiin gede gedean di forum movie kaskus...hehe |
 | sabar atuh mas... banyak yang nungguin... sekarang masih nunggu ... sabar, sesungguhnya Allah sama orang yang sabar.... |
 | bravo az deh buat mas hanung dan tetap semangat yah mas,,,moga film perdana A2C menjadi film yang terpopuler selamanya.dan semoga isi dari film A2C menjadi contoh tauladan bagi masyarakat indonesia.. salam kenal az dri wie
|
 | evfar wrote on Jan 13, '08 jadi kapan ya A2C dilaunching...? "tetap semangat menunggu dan akan menonton..." *salam kenal buat mas Hanung..* |
 | salut buat mas hanung... semangadh!! Btw masalah idealisme... saya juga sepakat!! warnai perfilman indonesia dengan film2 bermutu... semoga berhasil! |
 | Fa innama'al 'ushri yushraa, innama'al 'ushri yushraa Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan, setelah kesulitan ada kemudahan Semoga diperlancar jalan perjuangan seorang Hanung Bramantyo untuk menuntaskan kerja besarnya. Semoga semua cobaan menjadi penghapus dosa dan menaikkan derajat seorang Hanung Bramantyo dimata Allah SWT. Amin. Salam kenal... Ika |
 | waA... subhanallah perjuangan yg luar biasa berat y... semoga hasilnya sebanding dg usaha yg telah dijalani, dpt apresiasi luar biasa dr masyarakat,bisa dpt berbagai pernghargaan kalo perlu dpt OSCAR! heE... tetep semangat y mas! q tunggu AACnya yyyy ^_^ |
 | Hmm... Dimana-mana tema "Cinta" memang lebih laku dijual dibanding yang lain, meskipun diawali dengan kata-kata "Ayat-ayat". Coba kalo' novelnya berjudul "Ayat-ayat Jihad". Mana ada yang mau nonton ... Mungkin besok para pengarang buku pernikahan dan percintaan islami bisa ngarang judul baru dengan tema "Pasal-pasal Cinta" atau "Bab-bab Cinta", barangkali laku (heheh, piss ah).... Sama aja, tema besarnya nggak beda jauh sama Jomblo, AADC, dan sebagainya. Cuman yang ini tokohnya lulusan Kairo dan perfect banget kayaknya (sulit banget di dunia nyata, kalau memang bukan orang yang "gifted" dan "multi talented"). Paham agama dan dibumbui ayat-ayat gitu. Terus ceritanya juga melankolis-melankol isan. Podho wae, pokmen. Ra bedo adoh karo sinetron di televisi. Cuman barangkali "Assalamu'alaykum" nya jauh lebih banyak dan masih ada nuansa da'wahnya. Ini yang membedakan dengan tema film remaja lainnya. Lumayan-lah. Anak muda memang segmentasi yang potensial. Patut diapresiasi tapi. Patut diapresiasi dan layak diberi dua jempol.Nggak banyak orang yang mau mempertahankan idealisme keislamannya kalo sudah berbenturan sama perut. Apalagi di dunia entertainment dan hiburan. Dan nggak banyak pula manusia yang konsen di da'wah perfilman, apalagi bikin film Islami. Kalau ada film "Fatahillah" atau "Diponegoro" yang di-remaking dengan nuansa seperti film "Troy" , "300", atau "Kingdom of Heaven" .... nah, patut dikasih empat jempol deh. Ini baru memotivasi semangat perjuangan .... dan kalau jadi best seller di Indonesia, bolehlah para da'i perfilman sedikit berbahagia dan bersyukur atas jerih payahnya .... |
 | Dan kita juga tidak perlu sombong tentang keislaman kita, sebab kita tidak tahu pada titik mana, dalam episode mana, kita mendapatkan fitrah kita(islam) yang sebenarnya. Mudah-mudah film ini bisa memberikan pencerahan, mengingat betapa babak belurnya film ini dibuat. Rasanya sia-sia saja jika tidak bisa menggerakkan hati orang-orang yang terlibat didalamnya. Amien |
 | Mas hanung maju terus ya! Kisahnya bikin trenyuh bgt! Semoga harapan Ibu Mas Hanung tercapai |
 | mas hanung tangal 19 desember aku udah nongkrong di studio 21 ampaz jogja...tapi ternyata AAC belum nongol...padahalnya biasanya paling males kalo diajak nonton tapi demi AAC aku rela he he he...eh aku juga ketemu 3 temanku yang mo nonton. meski diundur...aku tetap semangat untuk jadi penonton pertama AAC... |
 | Applause buat mas Hanung, sumpah bikin merinding liat crita dibalik pembuatan film AAC, walopun agak kecewa waktu tau syuting g dilaksanain di mesir tapi cukup terhibur dngn usaha mas hanung untuk tetap membuat film AAC ini sebaik mungkin..salutlah buat mas....btw kabar-kabarin y mas premiere-nya kapan,soalnya ak pngn bgt liat ni film,trailernya aj ak ulang brkali2..hehe..thx |
 | mizyuso wrote on Jan 14, '08, edited on Jan 14, '08 terharu baca kisah di balik layarnya.. huks.. jd makin ga sabar pngn cpt2 nonton.. tp sayang jg ya tipenya agak2 drubah, pdhl banyak jg loh anak muda yg suka nonton film berat, tmsk saya..hehe
good luck mas hanung.. |
 | Mas Hanung... AAC bakal tayang di Malaysia ga? kita2 disini juga nungguin niy.... Tayang jg di Malaysia yah... |
 | Mas Hanung, Tetep semangat YA ?!!!
Semoga Produksi Sukses Dan berjalan Lancar |
 | mas aq usul nama bwt jdul buku dibalik layar AAC : JIHAD DI BALIK AYAT-AYAT CINTA THE MOVIE hehe.... usul jg, bkunya d trbitkan bareng ma filmnya ( psti bisa kn filmnya mndur truz..) hehe... jd org2 yg mw mngkomen negatif film ni mgkin agak trbendung.
Klo ad yg mmbndingkan bku ma filmnya itu adl hal yg sangat wajar,but don't worry msyarakat Indonesia ud ckup cerdas utk mnilai sbuah film, mgkin g smua tpi psti ad walopun krg dri 25 % yg mngerti klo ad adegan d film yg g bs digmbrkan dlm buku n ad bgian d bku yg g bs digmbrkan dg film.
Misalnya Jomblo, jujur aj aq bru bc bkunya stlh ntn filmnya, aq lbih banyak ketawa pas bca bkunya dripada ntn filmnya, tpi aq ckup takjub krn mas Hanung mngmbarkan dg baik n cerdas sekali truz para pemainnya jg pas bgt ma karakter d buku (terbukti klo mas Hanung emg oke ngarahin pemain). Klo bkunya ad sub jdul "sebuah komedi cinta", aq ksih filmnya subjdul "komedi cinta nan cerdas" hehe... Bahkan mnurutku mas Hanung lbih cerdas saat mengemas Jomblo dibandingkan Get Married (apalagi Kamulah satu-satunya), mnurutku lo mas...
Jd klo d kemudian hri setelah film ini mulai diputar ad yg kontra (misalnya dri ormas Islam) yg menganggap film ini trlalu nge-pop n kurang Islami,sabar aj...sprti Fahri g ad yg smprna n ud sft dsar mnusia utk memuji bila sesuai dg kehendaknya n mncaci bila g sesuai sma khendaknya. Ad manusia yg trlalu smpit n picik pikirannya dlm menilai sesuatu, tpi ad jg yg trlalu jnius mnilai seuatu n menembus trlalu jauh smpai g mlihat yg di dpn matanya.
Sukses trus mas n ingatlah sesuatu yg dimulai dg Bismillah dan hanya karena Allah akan mendpat kemuliaan d hadapan-Nya, Amin... |
 | Semoga ALLAH SWT membalas kebaikan mas Hanung
|
 | Kata 'wa' bisa digunakan untuk sumpah, seperti awalan beberapa surat dalam Alqur'an [Adh-Dhuha, Al-Lail, Al-'Ashr, dll]. Ketika digunakan untuk sumpah, maka kata setelahnya menjadi majrur [dikasrahkan]. Makanya yang bener memang 'wallahi' yang artinya Demi Allah.
Salute untuk Mas Hanung. 'Asa Rabbi an yubarika fi jami'i umurika dunyawiyan wa ukhrawiyan wa ja'alaka min ahli syi'ari dinihi. Amin |
Comment deleted at the request of the author.
 | kalau gue bilang Nung elo tuh bentar lagi jadi Francis Ford Coppolanya Indonesia. Mereka yang bersabar saat ditimpa kesulitan akan berbuah pada kesuksesan. Francis Ford Coppola nyaris dipecat, sutradara pengganti sudah siap dibelakang mengawasinya dan siap menggantikannya. Kru menghina dan mengejeknya. Intinya mah sama-sama sebuah hambatan. Tapi apa yang terjadi film itu laku berat dan Godfather jadi film terbesar dunia, dan terbaik sepanjang sejarah menurut gue! mudah-mudahan perjuangan elo menghadirkan AAC juga sama! InsyaAllah Sukses! |
 | Alhamdulillah, ... sebentar lagi sudah bisa lihat AAC via layar lebar :) |
 | uam88 wrote on Jan 16, '08 hari ini lagi-lagi kecewa... bukan 21cineplex.com ternyata masih belon tayang :( |
 | Behind d scene nya ga nyangka... |
 | ad1fr wrote on Jan 17, '08 Akhirnya keluar juga tanggal releasenya.....14 Februari..... ternyata gosip yang beredar benar....pasti produsernya ngambil moment Valentine... |
 | gosh! tak sabarrrrrr...!!! |
 | wah mas salut buat perjuangan mas Hanung !!!
Semoga Allah memberikan kemudahan dan selalu memberikan yang terbaik bagi mas Hanung. btw, mas saya udah ngeliat trailer baik dari situs official maupun unofficial. satu kata yang bisa saya ucapkan WOW !!! hahahahaha...saya nggak nyangka dengan kesulitan yang mas hadapi, termasuk crew yang gak professional , mas bisa bikin film yang WOW !!!
salut buat mas hanung !!! semangat trus mas !!! |
 | empih wrote on Jan 18, '08 mas hanung, saya janji gak akan protes kalau filmnya agak sedikit berbeda dgn novelnya :) krn saya seperti ikut merasakan perjalanan yg panjang & melelahkan hanya untuk mendapat lokasi yg sesuai dengan novelnya. perjuangan mas hanung & teman2 untuk membuat film ini sangat luar biasa. sukses terus yach mas. |
 | aihh..meski sedikit kecewa karena premierenya bareng pas momen valentine (Islam ga kenal valentine2 an ah..) tapi mo gmn lagi, daripada ga diputer2 ya udah de gpp... cayooo... |
 | pantesan lamma...sempat saya berpikir, film ini jd ga dibikin? secara waktu showbiz on location nya "Kamulah satu2nya" mas hanung pasang wajah yang tak bisa didefinisikan pake kata2, dan bikin saya mikir '..O'...o!'...ga banyak orang yang tau perjuangan mas hanung bikin film ini, mungkin lebih baik dari mereka ga tau sebelum mereka nonton, supaya alam bawah sadar mereka tetap merekam bahwa mereka melihat mesir bukan set. tapi saya salut dengan mas. Insya Allah saya pasti nonton. mungkin rindu bukanlah kata yang tepat untuk sebuah film religius yang meletakkan syariat dan humanisme tepat pada tempatnya, karena saya belum pernah bertemu dengan film seperti itu...mungkin mendamba adalah kata yang lebih mengena. SALUT buat mas hanung, semoga Allah selalu menyertai mas hanung agar selalu bisa melihat keindahan yang diberikan Allah dalam keruwetan...karena kadang-kadang keindahan itu tidak bisa dilihat oleh sembarang mata...Amin. |
 | assalamu'alaikum mas Hanung........... Saya mungkin sama seperti pembaca AAC yang lain, yang khawatir kira2 film AAC bisa sebagus novelnya atau tidak........apalagi melihat karakter Fahri di novel yang sosoknya hampir sempurna...rasanya sulit untuk diperankan oleh sosok siapapun........ negative thinking memang, karena saya pernah bener2 kecewa dengan salah satu novel yang difilm-kan tetapi hasil filmnya sangat mengecewakan......tetapi, setelah membaca bagaimana perjuangan mas Hanung membuat film ini,....Subhanallah........saya bnar2 kagum dengan mas Hanung.........benar2 perjuangan yang berat.......apalagi ketika mas Hanung meneteskan air mata di dalam mobil sepulang dari bandara dimana saat itu tidak jadi ke Kairo dan mas Hanung bilang"Ya Alloh, Apakah aku terlalu kotor memproduksi film ini, maka kau berikan hambatan buatku untuk yang terbaik?"ya Allah mas....saya yakin itu benar2 ucapan terdalam dari hati mas.....saya benar2 terharu.........terserah apakah film ini akan sukses atau tidak.......(saya berdoa semoga sukses...Aminnnn.....)saya sangat menghargai usaha mas ini.......terus berjuang ya Mas.......!!!!! Allah bless you.............. wassalam... |
 | evocomp wrote on Jan 20, '08, edited on Jan 20, '08 kapan filmnya beredar nih....moga di Kediri, jadwal tayangnya bisa kayak di Jakarta ato kota besar lainnya....sukses bwat mas hanung....penasaran banget liat AAC di layar lebar....selama ini kan cuman bisa bayangin dari imajinasi kita saat baca novel.....sukses....sekses. bwat mas hanung......mas hanung sekalian nih, makasih atas ilmunya di gedung " ahk, lupa " di daerah shoping(yg dulu) Yogyakarta...tentang pembuatan film, saat itu belum ada brownis dll....wah te o pe begete lah...sukses mas, berkarya sambil berda'wah....promo juga akh, bwat yg mo kenalan via friendster fauzi_5@komvis.com |
 | dgn proses yg seperti itu, mudah2an gak ditambah dengan pembajakan filmnya nanti.. |
 | Ayo mas, diputar di sini... Ikutan festival Cannes juga khan? |
 | doh.. *mukul jidat*
valentine... -_-
ternyata dikapitalisasikan juga.. nggak tulus amat.. -_- |
 | huh sayang gak bisa shooting di kairo :( tapi kerennnnnnn perjuanganya... |
 | mas Hanung...kenapa ngga ada produser aseli indo yg mau yaakk..kenapa harus india...padahal film2 mas hanung OK2... sukses buat AAC nya..semoga prinsip gw yg ngga bakal nonton film produksi india bisa luntur dengan adanya AAC ini...:D salam nasionalisme...merdekaaa...;) |
 | Salut deh ma perjuangannya, kesabaran semua pemaen dan crew dari AAC sekaligus Mas Hanung bisa membuahkan hasil. hebat2 :D. mang bener ya kalau Allah memberikan hal2 tebaik untuk umatnya yang bersabar. |
 | semoga jadi film yang mantepp.. |
 | Barakallahu lak kang hanung, i love u. Meski ga bs lihat bioskop, aq tetep menanti kepingan vcd'nya. Di negara saudi arabia ga ada bioskop kang.. Capek deh nunggunyeee.. Mg aja pemasaran vcd'nya ga ikut2 mundur. Jgn sampai yg bajakan keluar duluan lho kang. Gudluck aja bwt kang hanung.. Innamal a'malu binniyaat (tiap amal hrs dg niat) ya kang,udh niat blm kang? Kale aje lupe,hehe |
 | saya baru baca novelnya...semoga hasil film-nya juga maksimal... saya tunggu premiernya... salam kenal mas hanung... |
 | Assalamu'alaikum mas.... melihat perjuangan mas hanung bikin film ini aku terharu banget dech. Walaupun awalnya aku menganggap film ini pasti ga akan sebagus novelnya. tapi dilihat dr perjuangan mas buat film ini aku jadi ngerti kesulitan2 yg dihadapi, dan kalaupun emang ga sebagus novelnya nanti, aku ga akan kecewa. tapi mas.. kenapa Filmnya di putar pas 14 Feb?. |
 | semoga ada gambar-gambar yg pernah diambil saat getirmya perjuangan produksi film ini. (misalnya saat 850km perjalanan rombongan di bis, saat kesempitan di apartemen transit, saat "tercekal" karena visa Kairo di bandara Soetta, dan pastinya masih banyak lagi kan saat-saat getir lainnya). apa momment-momment ini sempat terambil gambarnya?? semoga saja.
jadi, behind the scene-nya bisa diperlihatkan saat tayangan film berakhir.
berharap, mereka yg CUMA bisa kecewa dg mundurnya jadwal tayang film ini, mereka yg CUMA bisa kecewa dg mengait-ngaitkan tgl 14 februari, mereka yg CUMA bisa kecewa dg ke-tidakpersis-an antara novel dan filmnya,
BISA (setidaknya sedikit) menghargai perjuangan di balik produksi filmnya. semoga.
|
 | Promosi yang bagus karena bikin penasaran... |
 | f41h wrote on Jan 24, '08, edited on Jan 25, '08 Mas... "Setiap desahan nafas, setiap gerakan tubuh, setiap getaran bibir, stiap waktu yang diluangkan, setiap harta yang dikeluarkan dan setiap niat yang dihujamkan untuk-Nya tak akan disia-siakan skecil apapun itu I-Allah" Salam semangat ya mas Hanung |
 | mas hanung filmnya kok belum beredar sih, jadi nggak sabar nunggunya. Cuman mw tanya, saya pernah dengar klu di satu majalah ada yang memberitakan kalau premiere AAC the movie bakalan tayang pas hari valentine, tgl 14 feb. Benar nggak ya ?!! Kalau benar, kenapa pilih moment itu, toh tanpa hari khusus pun AAC bakalan ditunggu kok sama penggemarnya dan saya yakin pasti banyak yang interest bahkan antusias pingin liat karya mas hanung yang satu ini |
 | b d best mas hanung akhir novel nyang saya idam2kan di ankat ke layar pendek oops mksdny layar lebar |
 | yc6en wrote on Jan 25, '08 salam buat mas hanung dan semua orang yang mendukung terselengaranya film yang jarang dan sulit di buat ... InsyaAllah Allah memberkahinya Perjuangan dan bertahan akan cobaan dalam hidup adalah ibadah, pastinya didalam kesulitan pasti ada kemudahan satu lagi mas apakah direpublik ini tidak ada yang berhati nurani lagi dlm memperjuangkan sebuah dakwah? tdk hanya mementingkan bisnis semata? bukankah Allah SWT menjanjikan kehidupan lebih baik? Insya Allah kami mendukung sepenuhnya yang datang dari hati yang ikhlas, kami mendukung akan tercapainya 5 Juta penonton ... Insya Allah, jangan pesimis yach mas tetap optimis dan tentu saja kita harus yakin dalam menjalani kehidupan kita ... manusia tdk bisa mendaratkan pesawatnya dibulan Jika tdk Yakin begitu pula Enstein jika tidak yakin tdk akan dapat membuat bom atom spt Taj Mahal karena cinta membawa derita Salam penggemar kami akan mengajak saudara semuslim utk menyaksikan film ini ...
|
 | m4gzh wrote on Jan 26, '08 |
 | malam...mas...saya nungguin filmnya keluar neh,padahal katanya 19 januari 2008,tp koq ga ada yach??mudah2an seindah novelnya yaaaa ceritanya......jadi ga sabar neh masss!!! sukses yaaa.... |
 | mudah2an semua perjuangan dan keikhlasan semua yg terlibat, membuat film AAC punya jiwa :) |
 | Perjuangan yang mengagumkan, ternyata sedemikian rumit yah...... Sangat tidak patut apabila kita menghakimi sebelum melihat hasilnya, apalagi dengan niat yang sungguh mulia (menyenangkan seorang ibu tercinta). Semoga dengan semua perjuangan mas hanung dan semua pendukung, semua yang kelak akan menonton bisa merasakan semua perjuangan yang telah dilakukan. Semangat mas...kebanggaan seorang ibu yang memiliki anak seperti mas.... ^___^ |
 | Nene doain semoga ada pelem dengan judul "Perjalanan Menuju Ayat-ayat Cinta..." kayanya lebih bagus dari AAC itu sendiri....
|
 | ketika seseorang mau menolong agama Alloh maka ada jajnji pahala dan syurga baginya, meski perjjuangan itu berat, seringkali melelahkan dan membuat sempit bersabarlah, Alloh Maha melihat Mas, Ini deposit pahala buat hari akhir kelak |
 | " Sesuatu yg di kerjakan utk agama Allah, insyaallah mendapat balasan yg setimpal" Semoga Allah, selalu memberikan yg terbaik buat mas hanung...amien... |
 | kynov wrote on Jan 31, '08 BARAKALLAH Mas Hanung......tetap semangat yah.....semoga ALLAH SWT memberikan kemudahan, kekuatan, dan perlindungan pada Mas Hanung & all crew....saya sabar nunggu kok mas.... |
 | Barakallah, keep on spirit mas....sesungguhnya dibalik kesulitan ada kemudahan...yakinlah ALLAH AZZA WA JALLA telah menyiapkan yang terbaik buat mas hanung..... |
 | Ass.. Boeat mas hanung "Top bgt d" smoga jerih payah mas dan sluruh kru AAC m'buahkan hasil yg tbaik.. Bner2 bqn trenyuh mas.. Smg smua bs m'ambil hikmah dr b'bagai ksulitan yg dialami & bisa menjadi manusia yg lebih baik lagi.. Amien..
Walau diundur2 terus jdwl pmutaranny ttp aq tggu kok mas.. Mgkn aq g bs dpt tiket d hr prtm cz bnyk yg pgn ntn, tp insya Allah aq ntn d bioskop.. Gud luck bwt mas hanung keep istiqomah!!
|
 | huh,,, sedih juga bacanya,,,
sempet kecewa waktu denger kabar gak bakal ditayangin,, tapi lgsung smngt lagi pas denger bakal tayang feb,,gak papa d mundur agak lama,,hee makin gak sabar,,
thnks bgt mas hanung,, |
 | sedih bacanya,,huhuu..
sempet kecewa waktu denger AAc gak bakal tayang,, tapi pas denger bakal tayang feb jadi smngt lagi,hee gak papa d agak telat,,daripada gak sama sekali,,hee
thnks bgt yah mas hanung,, |
 | komentar apapun dari orang lain ga usah didenger mas... walau sebenernya saya gak begitu respect ama semua film dalem negri, tapi buat yang satu ini paling saya tunggu deh... |
 | pipuzmeow wrote on Feb 2, '08, edited on Feb 2, '08 I'm proud of wht u hv done. We are as Indonesian people are lucky for having a dedicated director like u. Keep creating amazing movie. I always wait for ur creation. |
 | semoga semakin banyak dibuat film2 berjiwa religius dan banyak ilmunya seperti ini lagi... jangan cuma film cinta romantis yg banyak sisi hedonismenya... ganbbatte !!!!!!
|
 | subhanallah... itu kata yang pertamakali terucap oleh saya ketika membaca blog ini... saya jadi merenung dan berfikir, sudah cukup kuatkah saya dalam menghadapi itu semua apabila saya ada di posisi mas Hanung... saya mempunyai impian menjadi sutradara seperti mas Hanung, namun rasanya masih jauh perjalanan saya apabila dibandingkan mas Hanung sekarang ini... namun blog mas Hanung ini melecut semangat saya untuk membuktikan kalau sayapun bisa kalau mas Hanung bisa... sukses ya mas Hanung... apapun yang orang bilang tentang film ini, saya insyaAllah pasti menonton film AAC... |
 | ........ Lagi-lagi dadaku sesak. Tapi aku tidak bisa lari. Aku sudah berjanji kepada diriku, anakku dan ibuku untuk memberikan yang terbaik. 'Kalau kamu sudah bisa membuat film. Buatlah film tentang agamamu.' Kata ibuku yang terus menerus terngiang ........
Damn...! sumpah gw mewek beneran...!!! salut buat mas hanung ... salut buat ibunya juga...!!! go film indonesiaaaaaaaaaaaaaa...!!!!! |
 | Bangga nih mas, masih ada sutradara film yang memikirkan dakwah Islam. Pokoknya salut banget dengan ketabahan mas Hanung..smoga cinta Alloh selalu bersama mas Hanung dan keluarga. Tentu juga salut untuk ibunda Mas Hanung..motivator dan inspirator mas Hanung..Amiinn.. |
 | banyak hal yang mengandung pro dan kontra dalam setiap seni atau karya yang dibuat oleh setiap orang...but salute aja walaupun banyak desas desus orang2 yang kecewa katanya 'beda' banget. Tapi selama itu gak ada unsur menyindir bagiku oke2 aja... :-D |
 | speechless...bbrp hari lalu sblm baca kisah pembuatan film AAC ini, aku posting di MP ku ttg kecewaku dgn tim kreatif film AAC jg kecewaku thdp isi novel AAC ...hmmm...jahatnya aku...menjudge orang hny dari luarnya...stlh aku baca semua ttg cerita di balik pembuatannya....duuh...jadi terharu...don't judge a book from its cover..hny karena aku ilfil dgn sinetron2 produksi MD, jd kbawa2 ngejudge film AAC....gomen ne...maaaaf.... yang pasti 2 thumbs up untuk perjuangannya.. dan...mohon ijin utk posting jurnal2 crita di balik layar ini diMP ku untuk mas Hanung...GANBATTE !
|
 | auliamufti wrote on Feb 8, '08, edited on Feb 8, '08 Minta maaf mas,, Mungkin comment2 saia sebelumnya terasa kurang menghargai kerja keras dan niat tulus mas hanung..(saia beberapa kali ngirim comment ke blog mas hanung yg di FS) Itu cuma luapan kekhawatiran aj mas.. Khawatir akan hancurnya sebuah harapan..(eleh..) Memang gimanapun pasti sulit bgt bikin feel yg utuh dari novelnya.. Novel yg butuh seharian buat dibaca harus diringkas dgn durasi 2 jam di film, susah ngarapin semuanya bakal utuh.. Apa lagi kendalanya luar biasa gitu.. Mas Hanung, u’re d best director.. Kami percaya mas hanung.. Saya salut dengan keteguhan mas hanung,, kerja keras mas hanung,, niat tulus mas hanung.. Sungguh mas,, terharu bgt baca kisah di balik layar AAC..Mau bikin film, prosesnya uda kaya film ahaha..Salut.. Bersyukur Indonesia punya org kaya mas hanung.. Ga mudah untuk bangkit kalo uda jatuh berkali2 kaya mas hanung, apa lagi menyangkut mimpi2 dan harapan2 mas hanung sendiri.. Saya yakin film ini ga jatuh ke tangan sutradara yg salah, tapi (mungkin) PH yg salah..(ahaha..pedas lagi..) Gimanapun pro kontra yg datang ke mas hanung, justru nunjukin perhatian masyarakat yg besar ke film ini.. Semangat mas..!! Banyak kendala, banyak jalan, banyak pengalaman.. “Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan” Takdir Allah ada di ujung usaha manusia.. Cobaan juga kan datangnya dari Allah,, kesulitan yg mas dapet,, frustasi yg mas rasa,, kecewa yg mas tuai,, pasti ada hasilnya ntar.. Selama yakin uda ngusahain yg benar dan uda maksimal, ga perlu ragu mas.. Terbukti, Alhamdulillah, filmnya uda jadi.. Proses yg berat itu,, yg dilewati dengan badai prahara itu,,yg uda dgn usaha maksimal dr seorang hanung itu,,sekarang ada hasilnya..Insya Allah berkah mas.. Tinggal tunggu premiernya,, Masya Allah..!! Tak sabar sudah.. Gimanapun hasilnya,, apapun yg saya dapat dari tu film,, saya tetap menghargai kerja keras seorang hanung bramantyo.. (Insya Allah film nya sukses..) Moga efektif sebagai media dakwah,, sebagai pembangun umat,, jadi nutrisi jiwa buat umat dan mas hanung sendiri.. Moga diberkahi dan diridhai Allah mas,, Aamiin.. Ditunggu film selanjutnya,, hidup karya anak bangsa..!! Maju terus akh hanung..!!
Mas hanung,, Banyak bgt yg pengen diobrolin nih..pengen sharing.. Gimana caranya ya mas? Pengen nulis terus ntar bayar internetnya mahal (ahaha..diketik langsung dari warnet nih, agak buru2 lg ditungguin temen..) Kok saya jadi kagum ya dengan mas hanung..Semangatnya patut ditiru nih..
ALLAHU AKBAR..!! ISLAM ITU INDAH..!!
|
 | Siapapun yang menginginkan perubahan, kebaikan, kemuliaan tanpa berkorban hanyalah mimpi [Hasan Al Banna] Saya yakin fiLm ini Laris di pasaRan, siApa yg n99ak pengen ngeLiat fiLm yg noVeLnya yG bahKan samPe sekaRang oRang yg bLum baCa ngeRasa ketinGGalan banget? Biar nanti ada yg baKaL ngebandinGin,, saya tetep suPPort,, Saya maLah ceMas, jgn2 saya baKaL ngantri sampai ke JaLan dePan biOskop...  |
 | auliamufti wrote on Feb 9, '08, edited on Feb 9, '08 ahaha.. comment saia yg di atas kok pjg bgt yah? Uda kaya surat..Abis berkobar-kobar bgt dgn ni film mas.. mas hanung,, Kesan pertama untuk film ini: Ada kata totalitas pada proses..ada kata eksotis pada hasil.. Subhanallah.. Salut mas.,
|
 | mas nanti di tipi-tipi bakal ditayangin behind the scene nya AAC ga ?????
|
 | assalamu'alaikum mas hanung...dari cerita mas hanung tentang likaliku produksi AAC, saya jadi tertarik untuk menganalisis Film AAC-nya sebagai bahan tesis saya di FIKOM UNPAD...itupun jika mas hanung tidak keberatan...jika berkenan, saya ingin diskusi lebih banyak lagi tentang film AAC dengan mas hanung. Saya tunggu kabarnya ya mas...terimakasih. |
Comment deleted at the request of the author.
 | Nung, setiap tetes keringat, air mata bahkan darah yang keluar dari sebuah perjuangan yang tulus, pasti akan terbayar dengan siraman air sejuk yang nggak akan ada habisnya, selama semuanya dilakukan dengan ikhlas... gw percaya banget itu..
Apa pun hasil dari film AAC ini, yang terpenting loe udah buktiin totalitas, tanggung jawab dan dedikasi loe sebagai film maker...
Setelah ini, apa pun film yg loe buat, pasti akan menjadi mudah..
Look forward soon utk bikin film bareng ya Nung... :) |
 | baca cerita mas Hanung tentang proses pembuatan film AAC ga kalah seru dengan baca novelnya....emosi ikut teraduk-aduk...semua yang baca jadi penasaran pengen nonton film-nya....hmm....itu bisa jadi promosi yang bagus....tapi aku yakin dan percaya Mas Hanung tidak bermaksud berpromosi waktu menulis semua kisah itu.... |
 | Subhanallah, Allahuakbar!!
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Q.S. Al Ankabut:2)
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya….(Q.S. Al Baqarah:286)
Cerita di balik AAC, Inspiratif! What more can I say?
Ini menunjukkan bahwa syiar agama itu tidak instan. Mudah2an likaliku di dunia dapat menjadi jalan kemudahan menuju surga di akhirat nanti. Kalau dibandingkan dengan penderitaan Rasulullah Muhammad saw beserta sahabat dalam menyebarkan agama Islam dan dalam mendakwahi umat Islam sendiri, apa yang kita (semua) usahakan saat ini belumlah seberapa.
Seperti yang dilakukan oleh Bu Mus saat Laskar Pelangi mengeluh karena kelas mereka bocor: beliau menunjukkan gambar penjara Soekarno yang sempit dan gelap, bau apek, tapi Soekarno masih tetap belajar di dalamnya selama bertahun2. LP pun terdiam.(maklum semalam baru baca buku LP)
Seperti pepatah juga:
Berakitrakit ke hulu berenangrenang ke tepian Bersakitsakit dahulu bersenangsenang kemudian.
Kalau kesenangan tak teraih di dunia, maka raihlah untuk di akhirat nanti. Akan tetapi yang terbaik adalah mendapatkannya di dunia dan di akhirat.
So bahagialah orangorang yang menderita (naon deuih :P)
|
 | Speachless bgt...Harga yg cukup mahal unt sbuah ksuksesan... Moga sukses jg dg hasil yg udah dcapai mas... Segi positf dr mreka yg suka banding"in film ma novelnya...Mreka cuman mo share ilmu baru bt ms hanung... Ok...gudlak yah ms hanung....^_^ |
 | Alhamdulillah..aku sendiri sebagai rakyat malaysia mmg menunggu cerita ini di tayangkan disini..dengan buku sahaja tidak terkira membacanye sehingga dapat mengingati slot serta babak seterusnye..dan membimbangkan diri ku..ntah berapa puluh kali pula aku akan beratur di luar panggung wayang untuk membeli tiket untuk menonton cerita..aku harap ia tidak melalikan aku kepada perkara2 wajib..
Sungguh payah membuat cerita itu...begitu lah agak nya keadaan fahri jika ia benar wujud di alam yang nyata...aku salute dengan fahri.. |
 | semakin ga sabaran aj ne.. sebenernya kapan sih premiere nya..?? |
 | kang, iki sidhane kapan to diputer ? Wis dienteni wong sak kantorku, mulai sing anake 3 nganti sing seprene umure sirah 3 ora payu payu he he he |
 | njembul wrote on Feb 16, '08, edited on Feb 16, '08 hmm wah .. wah .. beener - berner deh, baru bayangin aja ribetnya dah minta ampun, apalagi ngalamin.!! ya .. mudah - mudahan sukes deh filmnya.. dan banyak yang memetik dari makna film yang mas Hanung sajikan . Ditunggu rilisnya ..!! |
 | OOooo..jadi gitu tah crtnya..crt perjuangan buat film AAC. Salut buat perjuangan mas hanung en crew... Semangat!! |
 | waw... idealisme memang penuh perjuangan mas..!! Semoga ini akan menjadi film yang indah..dan menembus box office...(amiiiiin) dan semoga script yang sedikit lari dari novel aslinya tak mengurangi keindahan dan pesan yang terkandung... Wah,,,semangatlah ya...!!! |
 | kalau aku bilang, nggak usah takut penonton bakal banding2in novel sm filmnya. dosenku pernah bilang, karya adaptasi yang bagus itu biasanya berkhianat, artinya nggak selalu sesuai dengan aslinya...namanya jg adaptasi...ciao...good luck ya...aku dah nonton filmnya td pg...keliatan kog perjuangan mas hanung di situ |
 | udah nonton filmnya???? waaaah...mauuuuuuuuuuuuu |
 | aku juga mauuuu........bgttt... pengen juga ngrasain perjuangana mas hanung....:-) |
 | wah2, yang dah pada nntn filemnya dapet darimana tuh.. bajakan yah... hehe..
asal ntar pas premiere nntn lagi di bioskop sih gpp..
|
 | Subhanalloh.... penuh perjuangan ... semoga byk yg terinspirasi.... |
 | sekarang gw lagi dengerin Prambors ni.. Mas Hanung ma Fedi Nuril gi di interview..
ternyata logat mas hanung kental banget yah jawanya..
hehe..
sukses mas.. cayoo..
|
 | thanx for sharing ya mas... udah baca novelnya, trus skrg baca behind the scene nya...jadi ga sabar mo nonton filmnya.....:) |
 | Tetep berkarya..buktikan bahwa film Indonesia bkan hanya bercerita tentang Horror ato kisah cinta remaja doank.. |
 | mas hanung, luar biasa, anda telah melakukan lompatan spektakuler untuk dunia perfilman Indonesia. perjuangan anda untuk menghadirkan sebuah sajian film yang elegan dengan karakter islam yang kuat, membuka mata banyak orang tentang keindahan Islam ditambah pengorbanan anda dan crew AAC membuat orang yang membaca blog ini bergetar hatinya. terlepas dari pro kontra yang terjadi tentang film ini. saya tetap melihat akan banyak efek kebaikan yang dihasilkan dari film ini. bravo mas hanung anda telah membuat sejarah dalam dunia perfilman Indonesia. anda layak dijuluki sebagai sutradara pembangun jiwa dengan kerja keras yang anda lakukan.
"Barangsiapa yang menolong Agama Allah. maka Allah akan menolong dirinya dan meneguhkan pijakan kakinya" |
 | "...karena itulah... bedanya manusia ama Allah, kalo manusia melihat dari hasil akhir nya, but Allah melihat dari seberapa jauh pengorbanan dan perjuangan yang menyertainya..." |
 | "baru nonton trailernya aja dah nangis :(,gmana nnt ktnya mau nonton filmnya klo plg keindonesia?"itu komentar suamiku mas ^_^ keren euy!!Inshaallah karyamu kali ini juga mendapat ridho dari Allah ameen. |
 | annisa4482 wrote on Feb 23, '08, edited on Feb 24, '08 ikut deg2an bacanya.. fiuhhhh... semoga filmnya sukses ya... luar biasa usahanya untuk dapet 'ke eksotisan' set yang sesuai dengan background seperti di novel.
Soal 'kehebohan' di India. Kebetulan aku pernah tinggal di Mumbai beberapa bulan karena suamiku orang India (skrg kami tinggal di US), ya Allahh... naik bis dari dari jodhpur ke Mumbai? Itu tidak mudah, apalagi kita asalnya dari Jakarta (hehehe :P), pertama kali menginjakkan kaki di kota Mumbai aja, aku ngerasa pngin loncat ke pesawat balik ke Jakarta kok :P hehehe... perlu waktu beberapa lama untuk suka dengan keadaan India, karena culturenya yang agak beda, padahal kalo udah beberapa hari disana, terlihat deh toleransi mereka yang sebenernya jauh lebih tinggi dibanding yang kulihat di tanah air. :)
Idealisme penuh perjuangan ya Mas.. aku doakan semoga filmnya sukses.. aku malah bete banget di US gak bisa nonton filmnya, huhuhu.. nunggu sampe dvd keluar aja deh :) |
 | Alhamdulillah, semoga bermanfaat bgi kita semua... |
 | anomk wrote on Feb 25, '08 curaaaang! sulitnya dijelasin..! nanti pas nonton jadi mikirin sulitnya, jadi ga obyektif lagi.. curaaaang! huehehehee.. whatever it is, film itu adalah proses.. jadi.. buat gue mah keren2 aja kok.. dari niat, konsep sampe eksekusi kayanya ga ada yg sengaja dibikin jelek.. so, hasil akhir pastinya juga nggak akan jelek.. congrats, man..! |
 | Hasil adalah tujuan akhir dari proses mencapai hasil. Semoga pengorbanan dalam segala proses membuat film AAC diberikan Allah hasil yang terbaik. Jadikan proses tersebut pengalaman yang bermakna maka ambillah hikmahnya,Allah bersama orang-orang yang sabar. Sukses buat karya filmnya yang sangat ditunggu-tunggu. |
 | akhirnya selese juga bacanya.... Mas,kalo cobaanya berat InsyaAllah hasil yang akan didapat juga sebanding sama pengorbanan yg udah mas Hanung keluarkan...Amin...
Wah...besok mulai tayang ya??? |
 | besarnya pahala seseorang berbanding dengan besarnya cobaan... ingat film tsb insyA akan ditonton ribuan orang,,maka jika sebagian saja dapat hikmah dari film tsb,,, maka itu akan menjadi amal jariah mas hanung dan kawan2 dengan catatan jangan lepas dari kesabaran sebab semua cobaan adalah kecil sekali nilainya jika dibanding pahala surga,,, |
 | hnav wrote on Feb 28, '08 saluuuuut mz buat perjuangaanmu n temen2,.bgtu sabar menghadapi cobaan demi menciptakan sbuah film islami. menurut saya film itu adalah salah sattu jalan dakwah, n mz udah melaksanakannya. |
 | Sedikit panndangan saya untuk mas hanung. sebelumnya terima kasih atas da'wah yang dilakukan oleh mas hanung dan kru lainnya, semoga Allah senantiasa memberkahi. mohon untuk kedepannya lebih baik mas hanung membuat film-film cinta yang terbungkus Islam atau bertema islam. semoga Allah meberi kekuatan dan hidayah untuk kita semua |
 | Behind the Secne yang menyentuh..
Semoga mas Hanung dan Crew film ini bisa selalu memelihara sabar. Bukankah itu juga jadi salah satu hal indah yang didapat dari kesulitan pembuatan film ini.
Hasil dari kesabaran yang manis. |
 | tak ada yang bisa ku tuliskan..Salut abis buat mas hanung. |
 | Waahh...dari tadi ngikutin KISAH DIBALIK LAYAR AYAT-AYAT CINT 1-3 penuh perjuangan bgt yah,Mas untuk fiLm ini!:) empat jempoL deh buat Mas Hanung & crew... FiLmnya KEREN ABIIISSS !!!:) i'd love it, and i in Love on it....=)
btw,skrg terbayarkan semua jerih payahnya,Mas?? kmrn aku mau nonton di21PH tapi SOLD OUT.. WOW...=) akhirnya pindah ke Senci deehh... GREAT..GREAT MOVIE!! |
 | ampes wrote on Feb 29, '08 SEMANGAT DEH BUAT MAS HANUNG.... TAPI SAYANG... KAMI YANG DI CAIRO SEDIKIT KECEWA DENGAN FILM AAC. (BAHASANYA MASIH KAKU) tapi bagus deh kami hargai perjuangan mas Hanung
|
 | Saya agak kurang semangat kalo nonton Film Indonesia.., Kalo mau nonton pun nunggu aja DVD/VCD nya...TAPI saking penasarannya (kata sang Istri yang udah baca Novelnya "AAC"), nonton juga di PS...n komentar saya: Filmnya BENAR2 SANGAT BAGUSS dan ,..kayaknya bakal Box Office deh Mas..Selamat ! |
 | tak ada Mesir, India pun jadi |
 | Mesir tak disetujui, India PUN JABI |
 | Usul cak. Kenopo cerito pembuatan AAC sampeyan gak di pilemno ae? Mungkin dadine luwih apik. Aku gak nangis nonton pilem sampeyan. Tapi moco kisahe sampeyan iki aku mbrebes mili. |
 | Mas Hanung.... Aku dah nonton AAC... Two tumbs up buat Mas Hanung.... Baguzzz abizzz... Walo pun ada adegan yang dikurangin and ditambahin, tapi gak mengurangi inti cerita. Kalo VCD originalnya dah beredar kasih kabar ya Mas... Salam buat Fedi Nuril, Carissa Putri, Zascia, and pemain/crew yang laen ya...
Saluuuttttt..... |
 | terharu baca kisah ini semangat ya .... jangan kapok2 bikin film tentang agama *lagi* :) |
 | dhyto wrote on Mar 3, '08 Mantaaaph... ntar sore rencana mo nonton di 21, baru ada waktu soalnya (janji saya ndak beli bajakannya deh!) |
 | salut abizz ama film nya mas......waktu mo nonton di bioskop 21,aq harus rela antri berjam jam hanya untuk beli tiket........
Sekali lagi aq salut ama mas Hanung......
salut "Ayat ayat cinta" is the best Movie |
 | Film yg sangat bagus sampe gw bela2in dari jakarta ke bandung untuk nonton film ini, midnite di XXI Ciwalks Bandung, hehehehe. Tapi memang lebih bagus nonton filmnya dulu baru baca novelnya, salut gw ma mas hanung, tolong buat lg film yg bernafaskan islam tp bisa di tonton oleh semua agama. |
 | salut akan perjuanganya... di tunggu film -film selanjutnya.. |
 | feb05 wrote on Mar 5, '08 |
 | Mas Hanung, semangat trus ya buat film2 yg laen, sory dulu waktu nonton AAC sempat protes, but AAC is the great movie. kapan produksi film baru lagi mas? tapi tetap, cari cerita yg beda ya mas... dua jempol untuk mas hanung |
 | bagus....bagus filmnya, walau emang susah membuat yg ideal secara islami dan mirip seperti apa yg ada di novel, tapi patut di acungi jempol..2 jempol utk usaha dan ikhtiarnya...tetap terus produksi film2 bermutu ya, masih banyak novel2 islami yg bagus2, mungkin bisa diangkat ke layar kaca/lebar......keep fighting n working, brother!!! assalaamu'alaikum.... :}) |
 | hehehe.... aku udah nonton 2 kali mas... di bioskop semua... mantep kok mas... dapet 4 bintang dari aku [dari skala maksimal 5 bintang] |
 | mas Hanung selamat ya buat karyanya. Semoga perjuangannya sampai ke hati mereka yang menonton. Semangat selalu dan ditunggu karya2 seterusnya!! -salam- |
 | seru mas... jempol buat mas hanung, sip tenan |
 | awsome mas...mantap aku dah nonton 3x..d bioskop smua..heheh rianti pas bgt tu mas..i'm in love..hoho |
 | aku dah baca novelnya, penasaran ma filmnya setelah baca tulisan mas hanung ni, ternyata......surprise...........filmnya juga bagus banget, sangat menyentuh apalagi ditengah2 menjamurnya film2 yg ada sekarang, pemainnya juga mantap, terutama akting fedi nuril dan carrisa putri, selamat buat mas hanung, good job !!!.........(Itu kata istri saya lho......, saya tunggu film di cakram dvd-nya aza dech :-p) |
 | kerja keras membuahkan hasilll...
film na bagus mas,,, :D sukses terus ya... |
 | kapan neh dvd/cd na keluar mas????? |
 | Subhanalloh mas Hanung filmnya sangat bagus meski ada bbrp scene tdk sesuai novelnya tp scr keseluruhan bagus banget selamat berjuang mas semoga film indonesia tetap maju dan berkelas dan lebih islami di negara yg mayoritas penduduknya islam yang tdk dibohongi oleh takhyul yang tdk jelas.
|
 | hasilnya kan memuaskan! Allahuakbar! walau penokohan tidak sama dengan novel |
 | Sabar dan ikhlas itulah islam!!! semoga kesabaran dan keikhlasan mas hanung dalam pembuatan film ini dapat menjadi pelajaran bagi qt semua untuk selalu menjadikan sholat dan sabar sebagai penolong...salut bwt kerja keras nya mas!! dan Alhamdulillah saya lihat AAC sukses di pasaran |
 | Lebih sedih baca perjuangan mas hanung bikin filmnya |
 | Insya Allah cobaan selama produksi sudah terlipurkan dengan "laris-manis"nya pemutaran AAC di bioskop2 21 groups.... 'kan memang selalu ada hikmah di balik segala cobaan, bukan?
|
 | kalau nonton tv, sering ada behind the scene dari sebuah film yang sedang diputar. Kira2 behind the scene AAC akan diputar juga nggak? Atau nanti kalau ada DVD akan ada edisi khusus "plus behind the scene" nggak....?? di youtube aja ada behind the scene-nya Get Married....:) |
 | (posting saya di sebuah milis) Sudah lama pisan, saya nggak pernah lagi nulis review film. Sebagai mantan sufi (suka film) waktu kuliah dulu, saya memang sudah jarang nonton film. Sudah jarang menonton film, jarang pula ada film yang membangkitkan gairah untuk diulas. Tapi tadi malam gairah saya menulis review film bangkit kembali.
Gara-garanyanya adalah menonton film AYAT AYAT CINTA, garapan Hanung Bramantyo yang didasarkan pada novel best seller berjudul sama karya Habiburahman El Shirazi. Bagi saya, film ini membuat penasaran sama seperti ketika saya penasaran untuk menonton film Da Vinci Code. Bukunya sudah habis saya baca, ada kesan mendalam setelah membaca bukunya, dan ketika ada berita mengenai pembuatan film-nya, membuat menjadi penasaran bagaimana jadinya.
Secara umum, filmnya sangat detil. Berusaha menampilkan setting kehidupan kota Cairo walaupun shooting film tsb tidak dilakukan di Mesir. Yang saya rasa agak kurang adalah suasana panas dan gerah dari suatu lingkungan padat di kota Cairo. Gambar-gambar dan lightingnya "terlalu manis" untuk ditonton. Tetapi jadi agak kurang natural. Padahal kalau baca novelnya, kita merasa berada di kota yang panas dan gerah. Sama sekali nuansa panas dan gerah tidak muncul di film tsb. Bahkan adegan di kereta metro tidak menampilkan kepanasan dan kegerahan para penumpangnya. Kesan yang tertangkap malah kereta tsb sedang melaju malam hari.
Tapi ada satu hal -seperti saya katakan sebelumnya- membangkitkan gairah saya menulis review. Yaitu akting dari Aisha (Rianti Cartwright). Saya tidak tahu apakah ini kehebatan Rianti berakting atau kehebatan sutradara Hanung untuk mengarahkan. Sebagian besar film menggambarkan Aisha yang berbusana muslimah plus cadar. Hanya mata, alis dan sebagian kening yang terlihat. Justru hal itulah yang membuat saya kagum. Belum pernah dalam hidup saya, menyaksikan orang berakting hanya mata, alis dan sebagian kening. Dalam keterbatasan bidang wajah yang terlihat, kita tetap bisa merasakan emosi apa yang ada di tokoh tsb. Kita tetap bisa menangkap kesan orang terpesona, kagum, tersipu malu, tersenyum, bahagia, bingung hanya dengan ekspresi mata, alis dan sebagian kening.
Itulah point penting yang saya mau tulis. Belum pernah saya menonton akting film seperti ini. Bahkan orang sekaliber Robert De Niro atau Al Pacino membutuhkan seluruh bidang wajahnya untuk berekspresi. Saya pernah menonton film dimana De Niro hanya duduk di depan dinding mendengar cerita. Tapi di situ dia mendemonstrasikan ekspresi orang terkejut, orang marah, orang putus asa, dst. Tapi sekali lagi, semua itu muncul dari ekspresi seluruh wajah. Sementara Rianti menampilkan berbagai ekspresi tsb hanya dari mata, alis dan sebagian kening. Luar biasa. Terus terang saya kagum dengan kekuatan akting dan/atau penyutradaraannya. Bagaimana orang-orang yang tidak mempunyai latarbelakang budaya cadar, bisa bereksplorasi menghasilkan suatu adegan yang enak ditonton. Justru karena sekarang saya berada di lingkungan yang berbudaya cadar, maka saya sangat appreciate dengan peng-adegan-an tsb. Karena menurut saya, hal itu tidak mudah. Realitas pengalaman saya, mungkin dari 1000 wanita bercadar yang pernah saya temui, bisa jadi hanya 1-2 ekspresi yang bisa saya tangkap. Dan itupun juga diakui oleh isteri saya yang sebel kalau ketemu sama orang bercadar. Susah-susah senyum dan basa-basi, tapi tapi tidak tahu respon dari lawan bicara yang bercadar.
Terima kasih buat Mas Hanung yang telah membuat film AAC ini. Saya bersyukur karena bisa menonton film tsb. Mohon maaf karena saya hanya bisa menonton versi bajakannya. Terima kasih juga kepada orang yang telah posting film ini di Youtube. |
 | hi mas. aku mengenalmu karena sosokmu yg udah terkenal hehehe.waktu itu kayaknya kita pernah ketemu bbrp kali. tp kita gak bertegur sapa, ah lain kali tak tegor aja ya. saya baru baca novelnya setelah nonton filmnya di Setiabudi One. Setelah saya baca behind the scene saya jadi berempati. Semoga kelak bisa dibuat versi yg extended ya.Diluar itu, kapan bikin film yg temanya spiritual jazz? |
 | just watched the movie... di sela2 beberapa kekecewaan akan beberapa bagian filmnya, saya percaya kerja kerasnya mas hanung (bikin film yang agak2 melawan 'musim' ini) lebih penting buat dibahas dan pantes dapet applaus... keep up the good work mas! :)
|
 | Salam Mas Hanung..... Sebelumnya selamat atas suksesnya film garapan Mas Hanung. Saya bukan penggemar film, tapi jika ada waktu dan temanya sesuai dengan ketertarikan saya, maka saya akan menontonnya. Novel AAC ini salah satu dari (hanya) beberapa koleksi novel yang saya miliki. Saya langsung tertarik begitu membaca berita melalui internet tentang dirilisnya film AAC. Alhamdulillah, film Mas Hanung ini termasuk film yang saya sukai. Meskipun saya sangat awam dengan film, saya ingin memberi beberapa kritikan atas beberapa adegan di film AAC yang menurut saya melenceng dari adab muslim(ah) yang taat seperti Fahri dan Syaiful, dan menurut saya, sebaiknya diperhatikan oleh sutradara. Tapi mungkin karena kompleksnya masalah yang Mas Hanung dkk hadapi saat penggarapan film hingga masalah ini jadi terlewatkan, yaitu: 1. Saat Fahri pulang dan mengabarkan bahwa deadline proposalnya diundur. Di situ digambarkan Syaiful sedang memegang mi instant dan Fahri mengambilnya. Saat itu Fahri hendak memakannya padahal dia dalam posisi berdiri, kemudian Syaiful mengambil alih dan memakannya dalam posisi berdiri pula. Menurut saya, ini adalah satu kekeliruan. Adab keseharian Muslim(ah) mengajarkan agar kita makan dan minum selalu dalam posisi duduk, bukan berdiri 2. Adegan saat Fahri curhat pada Syaiful bahwa Syeikh Utsman menawarkannya melakukan taaruf. Lagi-lagi di situ digambarkan Syaiful memberi masukan pada Fahri sambil minum dalam posisi berdiri dan menggunakan tangan kiri. Seorang muslim(ah) yang taat akan makan dan minum dengan menggunakan tangan kanan dan dalam posisi duduk, bukan sebaliknya. 3. Saat Fahri dijemput polisi di rumahnya, Aisha yang saat itu tidak mengenakan jilbab dan cadar bergegas turun padahal saat itu terdapat 3 orang lelaki yang bukan muhrimnya. Tapi hal ini bisa saja terjadi jika kita dalam keadaan panik.
Mungkin ini sedikit kritikan saya untuk Mas Hanung selaku sutradara, agar di film berikutnya lebih memperhatikan adegannya lebih detail. Mohon maaf, saya terpaksa menonton film mas dari You tube, itu pun versi bajakan disebabkan saya tidak berada di tanah air. Tapi saya tetap berniat membeli VCDnya jika beredar nanti, insha Allah saya menitip untuk dibelikan jika ada teman yang pulang ke tanah air seperti dulu saya menitip untuk dibelikan VCD Naga Bonar jadi 2. Karena saya tetap ingin menonton film AAC dengan nyaman.
Semoga pandangan masyarakat non-muslim tentang Islam akan berubah setelah menyaksikan film ini. Utamanya tentang wacana poligami, agar tidak lagi disalahartikan dan disalahgunakan oleh orang-orang yang keliru mengartikannya, semoga poligami menjadi satu solusi yang benar-benar diambil manfaatnya, bukan dimanfaatkan. Saya berharap dengan film ini, saudara seiman kita juga akan semakin menghargai agamanya dan segera memperbaiki kekeliruannya, jika memang masih keliru. Dan juga, semoga saudara seiman kita yang terlibat dalam film ini dapat meresapi kandungan film AAC dan segera menerapkannya dalam keseharian Maafkan jika ada salah kata :) |
 | mas, di scene Fahri, Aisha, & Maria sholat berjamaah di RS, mengapa Aisha masih mengenakan cadarnya, sedangkan yang saya tahu, saat sholat tidak boleh mengenakan cadar... maaf kalau saya salah... terimakasih |
 | saya mo nanggapin aja yg kata orang beda isi film dan novelnya ...menurut saya kalo sama persis apa yang ada di novel dengan yang diFilm ngapain dibuat filmnya??mendingan baca novel dan khyalin aja sendiri...walaupun banyak perbedaan tapi kan inti dari pesen itu sampai ke penonton dan pengarangnya aja kang abik gak permaslahin tentang beberapa perbedaan ceritanya....maju terus FILM indonesia!!go hanung bramantyo!! |
 | smarifat wrote on Mar 19, '08, edited on Mar 19, '08 Mas Hanung, ada berbagai macam cara untuk berjihad di jalan Allah, saya yakin apa yg telah Mas Hanung alamai dalam perjalanan membuat film AAC, adalah bentuk lain dari jihad di jalan Allah, Insya Allah Mas Hanung akan mendapat balasan yg setimpal dari Yang Maha Pengasih. Mata saya gerimis ketika membaca novel AAC, tetapi mata saya juga gerimis ketika membaca perjuangan Mas Hanung beserta pemeran dan semua crew AAC dalam memproduksinya. Doa saya - dan mudah2an juga semua pencinta AAC lainnya - semoga Allah meridhoi apa-apa yg telah Mas Hanung, pemeran dan crew AAC lakukan dan mendapat ganjaran yg setimpal dariNya. Amien.... |
 | Mas Hanung Is the best buangetzzzzzzzzzzz :) |
 | Tak sangka bisa begitu beratnya liku-likunya mas. Saya hampir menangis menonton filmnya, tp membaca perjuangan ini, begitu membuat saya terharu. Saya tunggu film religi keduanya mas. Sukses |
 | Mas Hanung jangan cepat puas ya, buat film tentang dakwah islam yg lain lagi ya. Mas udah sujud syukur ama Allah Swt kan, Dah sungkem sama Ibu, karna ini semua berkat rahmat Allah Swt dan doa Ibu Mas Hanung Tercinta. Selamat Ya Mas, Allahuakbar. |
 | salam mas hanung, sebelumnya terima kasih sudah memberikan suatu film besar (menurut saya) yang inspiring yang bernafaskan religius di saat satu yang hedonis dan pop lebih mudah "dijual"...
saya adalah pecinta novel dan film, tapi di antara teman2 saya yang memuji, mengkritik, sampai mencela... saya justru yang yang sangat mengagumi film ayat2 cinta.. biarlah banyak orang2 yang picik untuk lebih senang mencela (untuk terlihat pintar dan hebat) dibanding mengambil inspirasi atau belajar dari kelebihan orang lain...(mungkin ini ya mas yg bikin bangsa kita katro..)
kebetulan saya menonton film ini bersama ibu saya, dan kami bisa merasakan flow AAC dengan smooth dan dari mulai awal film sudah bisa sangat membawa perasaan kami...suguhan yang bukan hanya indah buat mata, tapi juga hati dan keimanan kami..
salam.. |
 | mas PCIM kalo gak salah kepanjangannya Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah, he...he... |
 | mas PCIM kalo gak salah kepanjangannya Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah, he...he... |
 | masHanung, terima kasih sudah sharing mengenai behid the scene nya AAC. tetap semangat! |
 | Bravo Mas Hanung, jangan cepet puas ya.. terus berkarya!!!! Btw,bagus juga tuh perjalanan pembuatan filmnya dibuatkan film juga, coz seru ceritanya.... he he he |
 | f3nty wrote on Mar 30, '08 Kisah di balik layar AAC lebih menarik dan lebih menyentuh dibanding filmnya, sayang ngga sempat digali waktu wawancara di studio malam itu :-) |
 | sukses buat mas hanung untuk film "AAC"-nya, teruslah berdakwah dan mensyiarkan Islam lewat film-film yg anda garap sehingga semua manusia bisa merasakan nikmatnya ber-Islam sebagai rahmat bagi alam semesta ( rahmatilil 'alamiin).. salam hangat dari Qatar http://rismandukhan.multiply.com/journal/item/124/ |
 | Kritik Membangun untuk Film Ayat Ayat Cinta (Agar Bung Hanung tidak berhenti dan puas sampai disini saja :) )
Akhirnya bisa juga nonton Film Ayat Ayat Cinta yang fenomenal itu. Dan ini film yang baru pertama lihat penonton bioskopnya datang dari berbagai segment. Mulai dari remaja muda, remaja dewasa, dewasa ( terutama ibu - ibu yang tadinya sepertinya belom pernah masuk gedung bioskop dan anak - anak ( yang barangkali ikut karena dibawa ibunya ). Sepertinya kebanyakan wanita. Bahkan dalam blog Bung Bramantyo, beberapa penonton mengaku nonton di bioskop sampai tiga kali !. Itu yang ngaku. Berapa lagi yang gak ketahuan nonton lebih dari sekali ?.
Cerita Ayat Ayat Cinta ternyata memang sangat menarik. Isu dilema poligami sangat menyentuh. Saya belum pernah baca novelnya (walaupun istri saya sudah lama beli dan membacanya, saya belum sempat, karena masih ada beberapa buku yang saya beli juga belum terbaca habis), namun saya yakin cerita dinovelnya dahsyat . Bagaimana tidak ?, buku ini sangat laris dan telah dicetak ulang sampai beberapa kali. Acungan 2 jempol buat sang pengarang -- bung Habiburrahman El Shirazi ( biasa dipanggil Kang Abik), Sutradara - Hanung Bramantyo dan Produser - Manoj Punjabi.
Setelah saya baca blog bung Hanung Bramantyo ini, membuat film ini merupakan perjuangan yang luar biasa. Namun dapat kita nilai bahwa bung Hanung ini adalah pribadi yang istimewa. Tegar terhadap opini pesimis orang lain, tidak takut gagal, memelihara idealisme. Dan inilah pribadi orang sukses yang sesungguhnya. Dan karena itulah saya berani menuliskan kritk pembangun semangat buat BUng Hanung.
Kalau kita mau menilai film ini seperti yang dikatakan bung Manoj Punjabi dalam wawancaranya di televisi dimana beliau ingin filem filemnya berkiblat ke standar Hollywood dan Bollywood, dan dengan tidak mengurangi hormat dan salut saya pada kegigihan dan kompromi bung Hanung Bramantyo yang luar biasa, maka saya menilai film ini sebagai berikut :
1. Cerita akan menjadi alami / natural apabila dialog menggunakan 'bahasa ibu' dari masing - masing tokoh atau bahasa percakapan di kota itu. Filem ini menjadi sangat mudah diterima, dimengerti dan layak disandingkan dengan film film Internasional, film film berkelas yang bisa masuk pasar asia. Jangan ada yang menghalangi kita membuat sesuatu yang bisa diterima di masyarakat yang lebih luas (Internasional).
2. Setting film dan panorama yang ditampilkan oleh kamera kurang 'panoramik' (kurang mengajak penonton 'bertualang' dalam kisah dan pikiran tokoh utama). Pemikiran Fahri, pemikiran Hanung, pemikiran Kang Abik mengenai keindahan dunia timur tengah akan tertumpahkan dengan baik apabila panorama kota dan jalan - jalan di Kairo ditampilkan dengan setting yang apik ( walaupun itu cuma replika). Kalau masalahnya di biaya, mungkin bisa kerjasama dengan production house Internasional (Joint production) seperti yang biasa dilakukan produser - produser hongkong yang sudah bisa menggandeng hollywood untuk film film lokalnya. Tidak akan pernah bisa membandingkan biaya produksi di Jakarta dengan diluar negeri. Kasian Pak JK yang classy diminta menonton film yang seharusnya bisa jadi Masterpiece. (Atau Pak JK mau mendanai filem REMAKE nya ?).
3. Kostum pemain bisa jauh lebih baik lagi. Misalnya kostum Zaskia Mecca tidak akan terlihat seperti jilbab 'Indonesian' bila dia menggunakan 'jilbab' adat bangsanya sendiri.
Sekali lagi saya menaruh hormat dan salut pada Bung Hanung. Saya yakin Bung Hanung sudah berusaha semaksimal mungkin dan berkompromi dengan empat 'suara' yang terlibat dalam pembuatan filem ini : Idealisme Sutradara, Selera Produser, Kepentingan Muhammadiyah yang diwakili Bapak Din Syamsudin dan Idealisme Kang Abik.
Saya berpendapat bahwa cerita novel atau skenario Ayat - Ayat Cinta masih sangat - sangat menjual untuk pasar Internasional. Filemnya masih akan sangat laku bila di 'REMAKE' dengan standar Hollywood / Bollywood. Dan tentu saja nilai jual yang masih sangat tinggi ini akan sangat berarti buat bung Habiburrahan El Shirazy sang pengarang. Let's make more money brother (Kang Abik) ! Jangan hanya puas dengan yang ada sekarang kalau masih bisa (jauh) lebih baik lagi. Lets make a MAsterpiece !
Mohon maaf Bung Hanung, saya sangat mengerti dengan kata - kata bung Hanug pada ujung artikel AAC di Blog anda '...Untuk saat ini, sebuah kemewahan bisa membayangkan film ini sesuai dengan harapan Kang Abik dan pembaca fanatik AAC. Yang bisa aku lakukan hanyalah menyelesaikan film ini semaksimal yang aku bisa'.
Kritik ini bukan untuk menambah kekecewaan anda, tetapi adalah inspirasi untuk membangkitkan semangat baru. Semangat anda patut ditiru. Dan saya yakin anda tidak akan puas dan berhenti sampai disini saja. Selalu ada yang lebih baik yang bisa dilakukan kita semua.
Salam Pencinta Film Indonesia Bermutu Papario papario.blogspot.com |
 | alhamdulillah karena diundurnya penanyangan film ini membuat saya bisa nonton 4 kali,sebelum berangkat ke bahrain.tetapi tetap saja masih kangen. semalem denger lagu rossa ayat-ayat cinta ga terasa menintikan air mata..hik..hik.. jadi home sick coz jadi inget keluarga di rumah... Selamat ya mas hanung..btw, inget ga waktu itu, kan kita pernah ketemu di kampus tercinta - iisip acara workshop anak-anak auvi, mas jadi pembicaranya sedangkan saya jadi operator slidenya.. he..he.. PS : waktu baca novel ini, punya tekad juga lho utk membuat filmnya.. tetapi siapa saya, niat masuk ikj gagal, trus masuk PPHUI kursus di SDM citranya ngambil kursus cinematographnya, dengan impian bikin film.. eh malah nyasar ke negri orang dan ga jadi buat film2.. hik..hik.. salam kenal ya mas, di tunggu film-film agama lainnya... "Kalau kamu sudah bisa membuat film. Buatlah film tentang agamamu'"... saya nangis bacanya lho... kaizen mas... |
 | Semoga Allah memberkahi setiap usaha Mas Hanung dalam rangka mengenalkan Islam yang hanif ini.... |
 | Sukron ... sukron atas supportnya. Saya akan tampung kritikan dari temen-temen. Saya senang temen-temen peduli dengan film Indonesia ... Ini membuat saya optimis bahwa Film Indonesia bisa berjaya di negerinya dan di negeri orang lain. |
 | sukses buat mas hanung ^-^ |
 | jujur saya blom nonton filmnya mas hanung yg 1 ini karena pas tayang saya sedang berhalangan dan sampe skrg DVD-nya blom kluar2 .. tapi saya uda baca novelnya, bagus bgt jadi pengen ke mesir ;p saya salut buat mas hanung karena cukup berani mengangkat topik tentang agam pada film ini apalagi pada ending critanya dmn si maria akhirnya berpindah agama dari Kristen Koptik ke Islam saya cuman penasaran, kira2 apa yg terjadi apabila ceritanya dibalik dmn pergantian agama terjadi dari Islam ke kristen Koptik, kira2 apa respon dari masyarakat Indonesia yg cukup "fanatik" maaf sebelumnya, saya bukan ingin menyinggung tentang agama di sini, hanya penasaran aja ;p |
 | 'Kalau kamu sudah bisa membuat film. Buatlah film tentang agamamu.'
Membaca nasihat ibumu..Pastinya arini dia berbangga dengan kamu..
Semoga kamu bisa menghasilkan lagi film yang berunsur dakwah seperti AAC.. Tahniah Hanung! |
 | hasil karyanya luar biasa.... memang begitu.. halang rintanan memang menghasilkan sesuatu yang dahsyat |
 | hasil karyanya luar biasa.... memang begitu.. halang rintanan memang menghasilkan sesuatu yang dahsyat |
 | makasih buat sambutannya ...... sukses buat temen-temen semuaaa |
 | Salam kenal mas Hanung Bramantyo. Perkenalkan saya Alfha Arsyan, satu dari sekian juta (atau malah lebih? :-) ) fans berat mas. Saya seorang filmmaker wannabe, mohon izin mengcopy artikel2 dari blog mas ini ke blog saya, filmmaker-indonesia.blogspot.com. (tentu saya link ke blog ini) Terus berjuang mas, untuk menghadirkan film2 bermutu. Tak mungkin semua orang senang & setuju, tapi niat baik dalam hati selalu diketahuiNya... Terima kasih mas Hanung, sukses !!! |
| |